
💖💖💖 Selamat Membaca 💖💖💖
Wajah Adit nampak sedikit lebih ceria setelah Nayla bangun.
Sarapan pagi sudah mendarat manis diatas meja kecil disamping ranjang Nayla.
"Makan dulu sayang, ayo aku suapin" Adit langsung mengambil mangkok yang berisi bubur.
Nayla hanya melirik malas melihat isi mangkok itu
" Aku belum laper Dit, entar aja ahh.." Nayla mendorong mangkok itu sedikit menjauh.
" Ayo lah Nay..kan katanya mau cepet pulang..." bujuk Adit seperti membujuk anak kecil.
" Aku mau mandi dulu aja, badan aku udah lengket tau..." Nayla mencari alasan agar tidak dipaksa makan.
" Ya udah ayo aku mandi'in" Adit langsung berdiri dan mengambil handuk
Sementara Nayla nampak bingung
"Dihh...katanya mau mandi, ayo yang ..."
"Apa mau di lap aja" tawar Adit
Nayla masih terpaku di atas tempat tidurnya.
" Ih..kamu kenapa Sih Yang, katanya mau mandi giliran aku udah siap malah bengong" Adit teruss mengoceh tanpa titik dan koma.
" Aku mau mandi sendiri aja, kamu anterin sampe kamar mandi aja Dit"
" Gak bisa aku harus ikut kedalam, tar kalo kamu jatoh gimana" paksa Adit
"Tapi aku malu Adit, masa aku mandi diliatin sihh" gerutu Nayla kesal.
"Kenapa malu sih Nay waktu kemaren kamu masih belom sadar aku yang lap badan kamu dari ujung sampe bawah" ujar Adit sambil tersenyum...
" Ha...jadi ..." wajah Nayla langsung memerah karena malu.
" Dihh muka kamu kenapa yang? biasa aja kali Nay gak usah malu.." Adit semakin tersenyum jahill
"Tapi kenapa itu..kamu masih kecil aja ya Nay..padahal udah aku tinggal 6 bulan lebih loh..." lanjut Adit yang langsung mendapat lemparan bantal dari Nayla.
" Aku gak jadi mau mandi.." Nayla langsung membuang muka tak mau melihat kearah suaminya yang sudah membuat kesal.
" Jiaaa dia ngambekk" Adit yang gemas melihat Nayla langsung mencium sekilas bibir instrinya lalu langsung menjauh takut terkena amukan dari Nayla.
Karena kondisi Nayla sudah jauh lebih baik akhirnya nanti siang ada polisi yang akan menemuinya untuk meminta keterangan.
Siang itu keluarga Adit berencana akan kerumah sakit untuk menengok Nyala sekalian membawa makan siang untuk Adit namun sebelum itu mereka akan menengok Anto di tahanan polsek.
Sementara itu di kediaman orang tua Anto masih nampak kesedihan disana, selain merasa malu karena ulah putranya yang telah menculik dan hampir saja melecehkan seorang wanita beristri dan teramat bersalah pada keluarga Adit dan juga keluarga Mita.
Rencananya keluarga Anto akan pindah dari kampung itu dan menjual rumahnya.
__ADS_1
Sesampainya di Polsek hanya Ayah Adit saja yang turun dari mobil dan menemui Anto.
Tak begitu lama Ayah Adit berada didalam merekapun melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.
Sementara itu dirumah sakit di ruang perawatan Nayla.
Adit sedang membujuk istrinya yang ngambek karena minta es jus alpuket, Adit pun membelikannya namun tidak pakai es itulah yang membuat Nayla merajuk.
" Sayang waktu kamu gak sadar kamu ngapain aja di sana?" tanya Adit mulai sedikit penasaran.
Akhirnya Nayla pun menceritakan semuanya yang ia ingat.
"Diruangan ini aja ada banyak Dit hantunya, temen kamu juga ada tapi dia gak mau nolongin aku, ih..aku tuh geregetan tau Dit liat rambutnya yang berantakan pengen deh aku potong trus aku rapiin kalo perlu aku smooting tuh rambut tante kunti biar gak nyeremin" tutur Nayla sambil memainkan rambut Adit.
Adit hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla yang mulai ngelantur.
Memang semenjak Nayla sadar Adit merasa sedikit ada perubahan pada diri Nayla.
Ia akan berbicara sedikit ngelantur saat sudah terlalu lama bicara.
Adit yang merasa khawatir langsung berkonsultasi pada dokter yang menangani Nayla dan dokter itupun menyarankan untuk konsultasi dengan dokter ahli syaraf.
" Nay..kamu istirahat dulu ya" Aditpun merebahkan tubuh Nayla lalu menarik selimutnya hingga dada lalu mengecup kening Nayla penuh rasa sayang.
"Nayla...apapun yang terjadi pada kamu aku akan selalu disamping kamu Yang, aku gak tau gimana jadinya aku kalau kamu gak ada" batin Adit sambil mengelus pipi Nayla dengan jarinya.
Ia pun langsung menyandarkan tubuhnya di bangku sambil menggenggam tangan Nayla ia pun ikut memejamkan mata.
Merekapun menggelar tikar yang ada disana lalu duduk tak ingin membangunkan putranya yang nampak begitu lelah.
Adit yang mendengar suara berisik akhirnya membuka matanya perlahan dan terkejut melihat keluarganya sudah ada disana.
Ia pun melepaskan genggaman tangannya dengan perlahan lalu menghampiri orang tuanya.
Ayah adit menarik Adit sedikit menjauh karena ada yang ingin dibicarakan dengan serius.
Setelah makan Adit kembali merehatkan tubuhnya, ia tidur di lantai dengan hanya beralas karpet.
Nayla mengerjapkan matanya, ia pun langsung membuka matanya saat melihat Lilis dan mertuanya.
"Ayah sama Ibu kapan sampenya, maaf Nay ketiduran he..he" ucap Nayla sambil berusaha duduk.
Tiba-tiba Lilis langsung memeluk Nayla erat sambil menangis.
" Lis kamu kenapa?" tanya Nayla bingung
" Teh Nay jangan kaya kemaren lagi, Lilis takut ..." Lilis menangis sambil mendekap Nayla.
"Iya..."
" Kamu bawa makanan apa Lis, aku laper..."
ucap Nayla malu.
__ADS_1
" he..he Lilis bawa burayak di oseng sama lalapan terong sama sambel" jawab Lilis
"Ikan buaya???emang enak Lis,aku baru denger namanya" melihat wajah Nayla yang polos membuat Lilis tertawa.
Adit yang ternyata sudah bangun akhirnya tak bisa menahan tawanya mendengar Nayla bilang ikan buaya
"Sayang...kamu tuh ya, bukan ikan buaya yang tapi ikan burayak alias babyfish" Adit langsung berjalan kearah Nayla.
Wajah Nayla yang memerah karena malu berhasil membuat Adit makin geregetan dengan istrinya itu.
" Mau dong pake sambel sama lalapannya ya" pinta Nayla sambil menatap ke arah Adit.
" Sayang kamu tuh gak boleh makan itu dulu, aku beliin aja ya" tawar Adit.
"Ya udah aku mau nasi padang pake tunjang trus sambel ijonya yang banyak ya beib" ucap Nayla semanis mungkin agar keinginannya di kabulkan oleh Adit.
" Nay....kamu belom boleh makan yang pedes sayang...yang laen aja ya..." bujuk Adit.
" Aku maunya itu Dit...lagi juga aku kan bukan sakit parah cuma kebanyakan minum" jawab Nayla kesal lalu memalingkan wajahnya tak mau menatap Adit.
"Ya udah aku beliin,tapi nanti malam aku mau minta hak aku yang udah tertunda lama ya" bisik Adit.
Ia yakin dengan di ancam seperti itu Nayla pasti tak akan mau dan benar saja.
"Ya udah aku gak jadi makan, aku mau tidur aja.." Nayla langsung merebahkan tubuhnya dan menarik selimutnya hingga menutup seluruh tubuhnya.
" Ya ampun sayang, jangan ngambek sihh, ya udah aku beli'in bubur aja ya??" bujuk Adit
" Gak mau"
"Ya udah kamu mau apa?tapi jangan yang pedes ya" ucap Adit lembut lalu membuka selimut yang menutupi hingga kepala Nayla.
"Ya udah aku mau batagor, tapi gak mau 5rb aku maunya 20rb sekalian biar banyak" ujar Nayla masih dari dalam selimut
" Ya udah buka dulu selimutnya sayang, nanti kamu pengap gak bisa nafas" pinta Adit.
Naylapun membuka selimutnya dan tanpa sengaja ia menarik jaket yang Adit pakai.
Tanpa Adit sadari sesuatu jatuh dari jaketnya.
Sampe sini dulu ya...
Yang mau nebak boleh lah kira-kira apa ya yang jatuh dari saku jaket Adit..
Jawabannya ketik di komenn aja
Jangan lupa tetep kasih dukungan buat author yang maniss ini ya ....
Buat yang nunggu dudanya Adit maaf ya adit gak jadi deh jadi dudanya 😀😀😀😀
Salam Manisss
Amellajj/authorr
__ADS_1