
🍁🍁🍁Selamat Membaca🍁🍁🍁
Adit nampak sedang mengemas barang yang akan mereka bawa pulang ke kota begitu pun Lilis.
"Dah beres.." Adit langsung berdiri dan sedikit meregangkan ototnya yang terasa pegal.
Nayla yang sedari tadi hanya duduk disisi ranjang memperhatikan Adit tanpa mengedip.
Adit yang baru tersadar jika Nayla memperhatikannya langsung menghampiri Nayla dan mengejutkannya.
"Ahhh Adit .." Nayla memekik kaget saat Adit mencium pipinya.
"Suruh siapa liatin aku mulu" Adit langsung duduk disebelah Nayla
"Kenapa sih kok liatin aku kaya gitu, ada yang aneh apa dimuka aku" tanya Adit sambil menatap Nayla dari samping.
"Gak ada apa-apa, aku cuma ....emmn" Nayla nampak bingung
"Cuma apa sih yang, aku jadi penasaran" cecar Adit.
" Emm... aku mau minta singkong bakar dong" pinta Nayla sambil tersenyum malu.
" Astaga Nay..aku kira kamu mau minta apa" Adit menepuk dahinya
"Kalo cuma singkong mah kecil Nay, tar sore an dikit ya aku buatinnya" ucap Adit
" Beneran kamu mau bikinin singkong bakar" mata Nayla nampak berbinar-binar karena senang.
" Iya bakarnya peka panggangan aja ya.." ucap Adit
"Gak mau..aku maunya yang dibakar pake kayu.." Pinta Nayla
"pake kayu?.."
"emmm..gak masalah sayang untungnya kita masih dikampung masih banyak kayu, coba kalo udah di wisma pasti ribet bikinnya" tutur Adit.
"Maaf ya Dit aku bikin kamu ribet teruss" ucap Nayla dengan sedikit rasa bersalah.
"Dit...kaya bau jengkol ya.." tanya Nayla sambil hidungnya kembang kempis mengendus aroma jengkol goreng
"Iya Nay tadi kayanya Lilis masak jengkol balado deh" ucap Adit
Adit baru teringat jika Nayla tidak suka jengkol
"Sayang kamu tutup aja hidung kamu, kalo gak pake masker biar gak kecium baunya"
"Ihh kamu mah, justru aku mau makan gara-gara nyium bau jengkol, makan yuk..aku langsung laper" Nayla langsung turun dan menarik tangan Adit menuju dapur.
"Eh..Nay..kamu lagi baik-bail aja kan" tanya Adit bingung.
"Kenapa sih Dit emang salah ya kalo aku mau makan jengkol" ucap Nayla sedikit emosi.
"Gak salah sih Nay, tapi kan kamu gak suka jengkol..itu sih seinget aku ya Nay" ucap Adit sambil memperhatikan Nayla yang langsung mengambil piring dan menyendok nasi lalu jengkol baladonya
"Kamu gak makan Dit temenin aku" pinta Nayla
"Aku dah kenyang sayang, kamu aja yang makan" ucap Adit sambil tersenyum
Nayla lalu memakan nasi plus jengkol dengan sangat lahap.
Ia duduk sambil menaikan satu kakinya diatas kursi.
"Sayang kakinya turunin dong, gak sopan tau kaya gitu" pinta Adit dengan sangat hati-hati
"upss maaf Dit, biasa duduk dibawah sih jadi risih kalo makan dibangku"
"Ya gak apa-apa kl sekarang, tapi besok-besok jangan lagi ya yang"
__ADS_1
"Iya" Jawab Nayla singkat.
Lilis yang baru saja datang sedikit terheran melihat Nayla yang makan dengan sangat lahap.
"Teh Nay sekarang suka gitu makan kancing levis" tanya Lilis yang terheran sama halnya seperti Adit.
"Enak Lis masakan kamu" sahut Nayla sambil mengulum satu per satu jarinnya.
"Nay..jangan kaya gitu aku yang ngilu" ucapa Adit
"Ha..kenapa emangnya Dit?" tanya Nayla bingung
"Udah gak usah dibahas yang, cuci tangan sana" perintah Adit.
"Tar dulu ahh aku mau makan krupuk lagi tau" Nayla langsung membuka toples kerupuk lalu mengambilnya satu.
"A kalo menurut Lilis si teh Nay lagi hamil deh, kayanya ada aja yang dimaunya" bisik Lilis pada sang kaka.
"Masa sih Lis? Alhamdulillah kalo bener sih" ucap Adit sambil tersenyum.
"Oh iya dia juga minta singkong bakar" timpal Adit
"tuh kan fix dah si teteh Nay hamil" ucap Lilis dengan bahagia.
"Gak Lis seinget aa bulan kemaren dia masih dateng bulan" Adit mencoba mengingat -ingat jadwal datang bulan Nayla
"Aa apal bener" ejek Lilis
"Ya harus lah Lis, aa tuh semenjak nikah belajar soal wanita, minuman apa yang pas saat wanita datang bulan" ucap Adit sambil tersenyum saat ia ingat pertama kali membeli pembalut untuk Nayla.
" Ishh si aa mah the best, Lilis mah mau punya suami kaya aa" ucap Lilis dengan tatapan penuh puja pad sang kaka.
"Ahh kamu mah terlalu muji aa Lis" ucap Adit sambil malu.
Setelah selesai makan Adit mengajak Nayla jalan-jalan.
"Kamu mau ngajak aku kemana sih Dit" tanya Nayla yang semakin penasaran.
"Udah sih ikut aja yang pasti tempatnya bagus sayang" ucap Adit sambil menggandeng tangan Nayla.
Sampai lah mereka pada sebuah tempat yang terdapat batu-batu besar.
"Wahh bagus baget Dit tempat nya, kok kamu baru sekarang sih ngajak aku kesini" Nayla nampak senang melihat pemandangan indah apa lagi sekarang ia duduk diatas sebongkah batu besar dengan hamparan sawah nan hijau yang terpampang luas didepan matanya.
Adit memetik buah ciplukan lalu memberikannya pada Nayla.
" Kamu tau ini apa yang?"tanya Adit sambil membuka tanganya yang penuh dengan buah yang ia ambil.
"Dihh inikan buah ciplukan Dit" Nayla langsung mengambil satu lalu membukanya.
"Wahh yang ini mah manis tau Dit" ucap Nayla sambil mengunyah buah itu.
Adit tersenyum bahagia saat melihat Nayla bahagia.
"ternyata buat kamu bahagia itu tak harus mahal Nay, aku bersukur bisa memiliki kamu" batin Adit
"Adit aku liat ada cewe disana, dia liatin kita terus, kamu kenal gak sih" tunjuk Nayla pada sebuah pohon yang lumayan besar yang berada tak jauh dari tempat mereka duduk.
"Gak kenal Nay, udah jangan diliatin" Adit menarik paksa dagu Nayla agar tak melihat kearah yang ia tunjuk tadi.
Meong...meong
Nayla mendengar suara kucing, ia langsung turun dan mencari asal suara kucing yang sangat ia kenal.
"Putihh ...kamu dimana" teriak Nayla sambil mencari asal suara kucing
"Nay jangan sembarangan gitu dong, siapa tau itu bukan siputih" Adit menahan Nayla yang hendak mencari kucing yang entah sejak kapan begitu dekat dengannya.
__ADS_1
"Ihh Adit itu pasti kucing aku" Nayla bersikeras dengan apa yang ia yakini yaitu suara kucing itu adalah suara si putih.
Nayla terus mencari suara kucing yang terus mengeong hingga akhirnya ia melihat sosok putih kecil keluar dari semak-semak.
"Tuh kan bener itu kamu" ucap Nayla senang sambil merentangkan kedua tanganya.
Kucing putih polos itu langsung menghambur kedalam dekapan Nayla.
"Ya ampun kemana aja sih kamu meong aku kangen" Nayla menggesek-gesekan pipinya pada bulu si putih.
"Nay..Nay masa aku saingannya kucing sihh" gerutu Adit sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Nayla kembali naik keatas batu sambil menggendong si putih, ia mengelus lembut bulu kucing itu.
"Putih apa wanita cantik yang selalu berdiri didepan rumah itu kamu ya, kalo bener kamu mengeong" ucap Nayla pada kucingnya.
Seolah mengerti dengan apa yang di ucapkan Nayla si putihpun mengeong.
Adit mengajak Nayla kembali kerumah karena haru sudah sore.
Begitu sampai dirumah Nayla langsung mandi sedangkan Adit mengumpulkan kayu untuk membuat singkong bakar.
Selesai mandi Nayla yang hendak keluar langsung dilarang oleh Adit karena terlalu banyak asap dari kayu yang ia bakar.
Setelah kayu habis terbakar dan hanya menyisakan baranya saja Adit langsung memasukan beberapa singkong berukuran kecil untuk dibakar.
Beberapa saat kemudian singkong bakarpun jadi.
Nayla dengan senangnya memandang singkong yang masih mengeluarkan asap.
"Dimakan dong sayang masa cuma diliatin aja" Adit mencuil sedikit singkong lalu menyuapi Nayla.
"Jangan di apa-apa in Dit biarin aja begitu" Nayla langsung menahan tangan Adit yang hendak kembali mencuil singkongnya.
"Lah..trus gimana" tanya Adit bingung
" Gak gimana-mana, biarin aja begitu" jawab Nayla dengan santainya.
"Astaga sayang, aku udah cape sampe bau asep gini tuh singkong cuma diliatin" ucap Adit sedikit kesal.
"Kamu kok marah sihh" wajah Nayla langsung berubah sedih
"Bukan gitu sayang, aku gak marah" Adit berusaha menjelaskan
"Tapi itu huaaaà...kamu jahatt" Nayla langsung masuk kedalam kamar sambil menangis
Adit yang bingung dengan sikap Nayla langsung menyusul Nayla kedalam kamar untuk meminta maaf.
Setelah menjelaskan dengan sangat hati-hati Naylapun kembali membaik.
"Trus ini singkong nya mau diapain yang" tanya Adit takut salah lagi
"Biarin aja begitu, jangan ada yang ngambil ya"ancam Nayla.
Adit menepuk dahinya tak tahu apa yang terjadi pada istrinya.
"Sabar aa,Lilis mah yakin kalo si teteh hamil trus lagi ngidam" Lilis berusaha menenangkan kakanya.
**Uddah dulu ya up nya buat hari ini kita lanjut lagi besokk.
Maaf ya kl banyak typo
Jangan lupa tap tanda like dan vote kalo boleh biar author tambah semangat upnya.
Salam Maniss
Amellajj/authorr**
__ADS_1