
♡♡♡ Selamat Membaca ♡♡♡
Adit memang sudah beberapa hari ini menemani Ina yang sedang di rawat disebuah rumah sakit.
Ia pun memang sengaja menyetel mode diam ponselnya hingga dia tak mendengar adanya beberapa telp dan juga pesan dari Nayla.
Tiba-tiba Adit ingat dengan Nayla.
Yah..setelah pulang dari puncak ia memang tak pernah menghubungi gadis itu,ia pun langsung mengambil ponselnya yang ia simpan dalam tas kecil dan menyimpan tas itu didalam lemari kecil yang ada disamping ranjang Ina.
Awalnya Adit tersenyum melihat banyaknya chat yang dikirim oleh Nayla.
Namun beberapa saat kemudian ekpresi wajahnya langsung berubah setelah membaca isi dari chat itu.
"kamu jangan bercanda yang,aku tau kamu lagi ngambek kan gara-gara aku gak hubungin kamu" send namun masih centang satu
"nanti malem aku kerumah deh " send namun sama masih centang satu.
Sore pun tiba,Adit pamit pada Ina untuk pulang dulu untuk istirahat sekalian menemui Nayla.
Jam 7 malam Adit melajukan motornya menuju rumah Nayla.
"Assalam mulaikum"teriak Adit dari luar pagar
Tak lama kemudian keluarlah Empok
"Loh nak Adit ada apa kesini?"tanya Empok bingung setaunya Nayla pasti sudah mengabari Adit tentang kepergiannya.
"Nayla nya ada pok?"tanya Adit
"Lah kan Naylanya udah pergi ke Medan kemarin,memangnya gak ngasih tau nak Adit?"tanya Empok yang kebingungan.
"Apa pok,dari kemarin?"ulang Adit
"Iya Nak,kemarin jam 8 dari rumah soalnya bisnya berangkat jam 11" jawab Empok
Adit seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia ketahui,ia pun mengeluarkan ponselnya mencoba menelpon Nayla namun tak tersambung hanya suara operator yang menjawabnya.
"Mau berapa lama dia disana Pok?"tanya Adit
"Katanya sih gak kesini lagi Nak,paling kalo mau kesini ya cuma main aja katanya"jawab Empok
"Apa Pok?gak kesini lagi"Adit seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Dengan perasaan hancur ia pun pamit pulang.
Setibanya dirumah ia terduduk lemas diatas sofa,sesekali Adit mengusap kasar wajahnya.
"Aaaahhhh Nayla kenapa kamu ninggalin aku Nay" teriak Adit meluapkan kekecewaannya.
"aku pikir kamu udah ngerti kondisi aku Nay,tapi kenapa kamu malah pergi saat pernikahan kita sudah dekat Nay" Adit bermonolog sendiri
Adit langsung mengambil ponselnya ia pun kembali mengirimi Nayla pesan
"sayang kamu bakal balik lagi kan kesini?"
"Kamu cuma mau liburan aja kan disana?"
"Kamu berapa hari disana yang,jangan lama-lama ya nanti aku bisa mati gara-gara kangen sama kamu"
Adit mengirimi begitu banyak pesan pada Nayla namun tak satu pun yang Nayla balas .
Hari berganti hari tak terasa satu bulan sudah Nayla berada dikampung halaman Papanya.
Kehadiran Nayla dikampung itu sedikit membuat heboh,selain wajahnya yang lumayan manis membuat banyak pria dikampung itu yang ingin dekat dengan Nayla
"Nay..ikut dulu kepasar sama Ibu"Pinta Asnidar pada Nayla.
"Iya tapi Nay gak mau pake kerudung ama kain sarung ya" ucap Nayla yang memang merasa risih jika harus memakai kain sarung
__ADS_1
Mamang kebiasaan di kampung Papa Nayla jika wanita keluar rumah wajib menutup kepalanya dengan kerudungan dan jika tidak memakai gamis harus memakai kain sarung yang khusus wanita.
Di kampung itu pasar hanya buka di hari Rabu saja,makanya jika hari pasar tiba suasananya sudah bisa dipastikan sangat ramai.
Asnidar berbelanja sangat banyak sekali,maklum lah untuk keperluan satu minggu kedepan.
"Gimana mau bawanya Bu ini tuh banyak banget,Nay kan bukan kuli panggul ya gak bisa lah bawa segini banyaknya"tolak Nayla saat Asnidar memintanya membawa bahan makanan yang sudah ia beli.
Kebetulan saat itu ada seorang pria yang menawarkan bantuan membawa barang belanjaan mereka sampai dirumah.
Keluarga Papa Nayla memang merupakan keluarga yang cukup dikenal selain opung Nayla dulunya adalah kepala dusun yang cukup disegani keluarga Papa Naylapun cukup berada.
"Makasih ya mas udah bantuin"ucap Nayla pada pria yang sudah menolongnya tadi
"Disini tuh bukan Mas manggilnya Nay tapi Abang"tiba-tiba Papa Nayla muncul
"Nay nanti kamu belajar nyadap karet dikebun ya"pinta Papanya
"Whattt???nyadap karet dikebun"tanya Nayla seakan tak percaya dengan permintaan Papanya.
"iya lah,nanti biar diantar sama Jafar kekebunnya" lanjut Papa Nayla lalu menunjuk pria yang tadi menolong Nayla
"Tega amat sih Pak,masa Nay disuruh kekebon" protes Nayla merasa keberatan
"Cuma main aja Nay biar kau tau gimana cara nya nyadap getah karet" ujar Papanya
"Ya udah deh tapi sekali aja ya pak ke kebun karetnya" tawar Nayla
Papa Nay tersenyum,ia begitu bahagia karena Nayla bisa menerima kehadiran Asnidar walaupun tidak sepenuh hatinya namun itu sudah lebih dari cukup buat Papa Nayla.
Siang itu Jafar datang menjemput Nayla untuk mengajaknya kekebun karet milik Papanya.
Asnidar sudah menyiapkan rantang yang berisi bekal makan siang buat Nayla dan Jafar setelah dirasa siap Naylapun pamit pada Papanya.
Nayla menyambar kain untuk menutup kepalanya bukan hijab hanya jilbab panjang seperti pasmina.
"Dimana kebun karetnya Far"tanya Nayla yang sudah mulai lelah berjalan
"Jangan panggil Kak dong kayanya aku tuh udah tua banget"protes Nayla
Jafar pun tersenyum,saat akan menyebrangi sungai dengan arus yang sedikit deras Jafar menggenggam tangan Nayla dengan erat agar gadis manja itu tidak terbawa arus.
Dek...dek..dek
Tiba-tiba jantung Jafar berdegup kencang saat tangannya menyentuh tangan Nayla yang lembut.
Dengan susah payah setelah meyebrangi sungai,mendaki bukit yang masih termasuk dalam jajaran bukit barisan akhirnya Naylapun sampai dikebun karet Papanya.
"Far aku cape kaki aku kaya mau putus istirahat dulu ya"pinta Nayla yang wajahnya kini sudah dipenuhi keringat.
Jafarpun menuruti keinginan Nayla,mereka duduk asal dibawah pohon karet dengan beralaskan rumput.
Setelah meneguk habis satu botol air minum yang ia bawa Naylapun menyandarkan tubuhnya pada sebuah batang pohon karet,ia melepas kerudungnya dan membiarkan angin memainkan rambutnya.
Jafar yang sedari tadi memperhatikan Nayla nampak tak berkedip melihat pemandangan didepan matanya "Andai saja pria kampung seperti aku bisa memiiki kamu Nay,sudah pasti aku jadi orang yang paling beruntung di muka bumi ini" batin jafar sambil memperhatikan Nayla yang tertidur karena lelah.
"Ooooaaammmm" Nayla mengakat kedua tangannya keatas tanpa sadar ia membuka mulutnya lebar.
Jafar yang melihat Nayla ngulet hanya menahan senyumnya.
"upss maaf,aku lupa kalo lagi di kebon"ucap Nayla malu sambil menutup mulutnya.
"Gak apa-apa,kamu cantik kalo lagi begitu"ucap Jafar makin membuat wajah Nayla merona karena malu.
Tiba-tiba Nayla merasakan ada angin yang cukup kencang menerpa wajahnya,ia pun mengucek-ngucek matanya.
Ia memejamkan matanya saat, sekilas ia melihat seseorang yang terbujur kaku dengan mulut yang mengeluarkan busa.
Wajah Nayla mendadak pucat karena ketakutan.
__ADS_1
"Ada apa Nay?"tanya Jafar yang mulai khawatir
"Far emangnya disini ada yang pernah meninggal ya?"tanya Nayla
Jafar yang bingung bagaimana Nayla tau kalau disitu pernah ada yang meninggal karena diracun.
"Iya,pernah tapi itu sudah lama Nay"jawab Jafar
"Pulang yuk"ajah Nayla yang langsung berdiri dengan tergesa-gesa.
"Ada apa Nay?"tanya Jafar yang bingung
"udah gak usah nanya yang penting sekarang kita pulang dulu"jawab Nayla sambil menarik tangan Jafar.
Sementara itu di kota "B" Adit nampak putus asa, berbulan-bulan ia menunggu Nyala namun yang ia tunggu tak kunjung juga datang.
Setiap hari ia mengirimi pesan pada Nayla namun tak ada satu pun yang dibalas namun dibaca oleh Nayla.
"Nay jangan siksa aku kaya gini,kembalilah Nay aku masih nungguin kamu sayang"
"Nay..apa kamu mau bikin aku gila karena kehilangan kamu Nay"!
Adit kembali mengirimi Nayla pesan kini air matanya berderai,tanpa malu ia menangis dihadapan Ina.
"Maafin aku ya Dit,ini semua gara-gara aku"ucap Ina penuh dengan rasa penyesalan.
"Andai saja waktu itu aku gak maksa kamu buat nemenin aku ini semua gak mungkin terjadi"
"Aku emang masih sayang sama kamu Dit tapi liat kamu kaya gini hati aku sakit"ucap Ina ikutan menangis,kini ia sadar ternyata Adit memang sangat menyayangi Nayla makanya ia begitu terpukul begitu tau Nayla benar-benar meninggalkannya.
"Maafin aku yang sudah egois Dit,waktu itu aku memang berniat buat kamu balik lagi sama aku" ucap Ina mulai jujur pada Adit
"Aku masih sayang ama kamu,aku mau kita balikan lagi Dit"pinta Ina sambil memegang tangan Adit
"Cukup Na,aku emang sayang sama kamu tapi aku cuma anggap kamu adik gak lebih"balas Adit
"Tapi kamu cinta pertama aku Dit,aku gak bisa lupain kamu"
"Kamu harus belajar buat lupain aku Na,karena sampai kapanpun hati aku cuma buat Nayla"
Terasa sakit memang apa yang diucapkan oleh Adit namun ia tak mau mantan kekasih gelapnya itu terus berharap padanya.
"cuma Nayla yang ada dihati aku Na,dan itu gak akan berubah sampai kapanpun,aku tau suatu saat nanti dia pasti kembali dan aku menunggu waktu itu"ucap Adit
"Dan jika saat itu tiba aku gak akan melepas dia lagi Na,maka dari itu aku mau kamu tau kalau dihati aku cuma ada Nayla,aku gak mau kamu nantinya terluka lebih dari ini Na"ucap Adit
Ina terus menangis berusaha menguatkan hati.
mungkin ini lah yang dirasakan Nayla waktu itu saat tau tunangannya selingkuh
"maafin aku Nay sekarang aku tau gimana sakitnya kamu" batin Ina sambil berusaha menghentikan tangisannya.
"Sekali lagi maafin aku Dit,aku rela kamu sama Nayla"ucap Ina kembali lalu ia menghapus kasar sisa-sisa air mata di pipinya.
Haii semua terima kasih buat semua komen dan juga dukungannya.
Buat yang sudah menyumbangkan votenya author ucapin terima kasssiiiihhh banget 😙😘😘
Tetap kasih dukungan buat author ya biar tambah semangat caranya tab tanda :
- Like
-Vote
- Rate dan juga
- Kritsarnya author tunggu
Salam Maniss
__ADS_1
Amellajj/author