
Selamat Membaca
Setelah menunggu beberapa bulan lamanya akhirnya Naylapun setuju untuk kembali membina rumah tangga bersama Adit.
Aditpun begitu bahagia dan untuk merayakan nya Adit berencana untuk membawa keluarganya berlibur bersama di sebuah Villa dikawasan Puncak.
Sore itu dirumah Nayla nampak sekali kesibukan dari mulai Mpok yang mempersiapkan semua keperluan dan bekal yang akan dibawa.
Nayla pun tak kalah sibuk mempersiapkan pakaian Radit dan Rania dan menatanya di koper.
Sementara itu di ruang depan Adit nampak sibuk mengasuh ketiga anaknya, beruntung Radit sudah dapat bermain sendiri sedangkan Rania dan Ardina sudah seperti anak kembar karena memang usia mereka tak berbeda jauh.
"Sayang udah belum sih" teriak Adit memanggil Nayla.
"Sebentar kenapa sih, aku mau makan dulu" teriak Nayla dari dalam kamar.
"Lilis kamu lagi apa sih,sini bantuin aa dong jagain dua putri ni berantem terus" teriak Adit memanggil adiknya yang ternyata dari tadi hanya memperhatikan Abangnya mengasuh ketiga anaknya tanpa ada niat untuk membantu.
"wkwkkwk baru segitu aja udah minta bantuan " ejek Lilis sambil mendekat
"Ish dari tadi kamu disitu Lis" ucap Adit kesal
Lilis hanya tersenyum lalu ikut bermain bersama kedua gadis kecil itu.
Setelah semuanya siap dan sudah tersusun rapi di bagasi mobil mereka pun berangkat.
Menjelang sore akhirnya mereka pun sampai disebuah Villa milik temannya Adit yang segaja ia sewa.
"Segarnya udara sore di sini" ucap Nayla sambil merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara sore yang terasa begitu dingin.
"Jangan lama-lama di luar sayang nanti kamu masuk angin" tegur Adit yang tiba-tiba saja sudah berada di sampingku.
"Iya ini juga mau masuk" jawab ku sambil membalikkan badan
"Aaaauwww"
"Ih kamu kenapa dirinya pas di
belakang aku sih" protes ku pada Adit yang berdiri pas dibelakang aku.
"Gak apa-apa sayang,tadinya mau peluk kamu dari belakang biar romantis gitu" ucap Adit sambil nyengir terpaksa.
Malam pun tiba, udara pun terasa begitu dingin.
Karena mereka ingin menikmati suasana malam di perkebunan teh akhirnya mereka pun keluar namun Empok dan Lilis tidak ikut dengan alasan ingin istirahat dan tidur.
Adit dan keluarga kecilnyapun menikmati suasana puncak di malam hari sambil memakan jagung bakar pedas.
"Sayang aku udah gak sabar seperti ini selamanya sama kamu" ucap Adit sambil menikmati jagung bakar rasa original yang dipesannya.
Tanpa menjawab Nayla hanya melirik ke arah Adit.
Sejenak Adit mantap Radit yang sedang asik menikmati coklat kesukaan.
__ADS_1
"Sama banget sih ama kamu yang,kalo makan coklat sampe lupa sama semua" ujar Adit yang langsung mengambil satu lembar tissue dan berjongkok di depan Radit lalu menghapus noda coklat yang mengotori sekitar mulutnya.
Sementara itu di Villa Mpok dan Lilis sudah bersiap-siap untuk tidur.
Udara yang dingin dan juga rasa lelah setelah seharian mempersiapkan segala keperluan menginap Empok pun dengan cepat terlelap.
Sementara itu Lilis yang juga sudah sangat mengantuk namun tidak dapat tidur nampak begitu gelisah.
"Kenapa gak bisa merem sih" gerutu Lilis sambil membolak balikan tubuhnya.
Tiba-tiba saja ia ingin buang air kecil, ia pun dengan sedikit terburu-buru turun dari tempat tidur dan sedikit berlari menuju kamar mandi.
Cklekkkkk
Lilis pun masuk dan memutar kran air namun sialnya tidak ada setetes air pun yang keluar.
Sambil menahan hasrat ingin pipisnya ia pun segera menuju kamar mandi yang berada di dekat dapur.
Karena sudah sangat tidak tahan ia pun langsung segera berjongkok.
Tiba-tiba saja lampu padam karena sudah terlanjur ia pun segera menuntaskan hajatnya dengan sedikit meraba-raba ia pun menemukan gayung.
Setelah selesai ia pun berjalan perlahan keluar dari kamar mandi dengan meraba tembok.
Di dapur ia pun mencoba mencari lilin dengan mengandalkan sedikit penerangan dari cahaya kompor yang ia nyalakan.
Prankkkkk
Iya sedikit mengerutkan kening nya saat matanya melihat seseorang berdiri didekat tangga.
"Pokkkk itu mpok yang berdiri disana" teriak Lilis
Ia pun segera mematikan kompor dan berjalan menuju tangga.
Dalam pencahayaan yang cuma samar-samar Lilis pun mencoba berjalan perlahan, alangkah terkejutnya Lilis begitu ia tiba di dekat tangga sosok itu tak terlihat lagi.
"Mungkin cuma salah liat kali ya" batin Lilis
Ia pun mulai sedikit merasa takut, apalagi saat ini hampir semua bulu-bulu halus di tangannya berdiri.
Lilis pun membaca doa apa saja yang ia bisa untuk mengusir rasa takut nya.
Ia pun perlahan menaiki anak tangga satu persatu menuju kamarnya yang memang berada di lantai dua.
Setelah bersusah payah ia pun tiba di atas, Sinar bulan yang lumayan terang sedikit memberi cahaya ia pun berjalan pelan-pelan menuju kamarnya.
Lilis sedikit heran harusnya ia sudah sampai di kamarnya, seingatnya posisi kamarnya tidak jauh dari tangga.
"Kenapa gak nyampe-nyampe sih" ucap Lilis yang mulai merasa kesal.
Jenggerrrrrr
Suara petir yang menggelegar membuat Liis tersentak kaget.
__ADS_1
Detak jantungnya pun berdetak dua kali lebih cepat.
"Ya ampun ada apa sih ini, si aa kenapa gak pulang-pulang sih" ucap Lilis sambil menahan rasa takut.
"Mpokkkkk" teriak Lilis kencang dengan harapan agar Mpok bangun dari tidur lelapnya.
"Mpokkkk" panggilnya lagi namun tetap saja hening tidak ad tanda-tanda Empok terbangun dari tidurnya.
Rasa takut Lilis semakin jadi saat sekelebat bayangan melintas tak jauh dari nya.
"Wuahhhh apa itu tadi" teriak Lilis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Ia pun berlari tanpa arah hingga
Bruakkk
Ia menabrak sesuatu hingg ia terjatuh.
"Aduhhh sakit" Lilis meringis sambil mengusap bokongnya yang terasa berdenyut.
"Eh tadi aku nabrak apa ya" Lilis merasa heran jelas sekali tadi ia menabrak sesuatu hingga membuatnya terjatuh.
Namun setelah ia memperhatikan sekitarnya tidak ada benda apapun.
Saat ia sedang berpikir, lagi-lagi ia melihat ada sosok yang melintas didepannya.
Entah darimana datangnya ia pun mengikuti sosok itu.
"Haiii kau siapa? maling ya" tanya nya asal
Sosok yang kini sedang membelakanginya hanya diam tak bergerak sedikitpun.
"Ihh...kamu budek ya, ditanya bukannya jawab malah diem aja" Ucap Lilis lagi dengan nada sedikit kencang.
"Saaaayaaa laparrr" jawab sosok itu dengan nada yang berhasil membuat semua bulu-bulu halus di tubuh Lilis berdiri.
"Ka...kamu orang apa bukan sih?" tanya Lilis sedikit bergetar takut.
Perlahan sosok itu berputar
"saaaayaaa laparrrr"
"wuaaaahhhhh hannn hanntuuuuu" teriak Lilis sekencang mungkin, namun sialnya tak dapat bergerak hingga sosok itu mendekatinya perlahan.
"Jangan...jangan makan aku, danging aku gak enak" ucap Lilis dengan suara bergetar antara menangis dan takut serta lutut yang bergetar.
"sayaaa laparrrrrr" suara sosok itu terdengar menjauh, Lilis pun sedikit merasa lega karena ia pikir sosok itu sudah pergi.
Ia pun memberanikan diri menurunkan tangannya .
Aaaaaaaaaaaaaa
Seketika itu juga semua terasa gelap seiring dengan tubuh Lilis yang terjatuh di lantai dengan mata terpejam.
__ADS_1