TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 292


__ADS_3

Hari minggupun tiba, disalon Damra sudah mempersiapkan peralatan yang akan ia bawa.


Sementara itu Nayla masih dirumahnya menemani Adit.


"Dit nanti kamu jadi mau ke undangan" tanya Nayla sambil mengoles susu coklat pada roti yang ia pegang.


"Jadi sayang,kenapa?" Adit menatap Nayla.


"Boleh ikut gak, kan biasanya orang kalau udah punya istri kalo ke undangan pasti sama pasangannya" pancing Nayla uang penasaran apakah Adit akan mengajaknya atau tidak.


"Maaf sayang aku berangkatnya cowo semua" ujar Adit beralasan.


"Jadi gak boleh ya" tanya Nayla


"Maaf sayang, nanti sore aja ya pulang dari kondangan kita jalan-jalan" bujuk Adit.


"Ya udah lah kali gitu aku kesalon aja" tanpa pamit pada Adit Naylapun segera keluar dan menyalakan motornya.


Adit hanya terdiam sambil merenung di meja makan.


"Maaf ya sayang aku janji masalah ini akan segera selesai" gumam Adit yang lalu kembali masuk kedalam kamar.


Sementara itu disalon Nayla nampak menggerutu tak jelas.


Damra yang tau hanya tersenyum.


"Tar disana jagan galak-galak ya sama anak kecilnya" Damra mengingatkan Nayla sambil beranda.


"Iya tauu, aku cuma ngerias pagar betisnya kan"


"Pagar ayu Nay, kalo pagar betis sih main bola" jawab Damra


"Iya tauu, cuma salah dikit aja"


"Serah deh" akhirnya Damrapun pun mengalah.


Ha....ha


Nayla pun tertawa sangat keras.


Mereka pun segera berangkat menju lokasi.


Setibanya di sana mereka istirahat sebentar.


Damra melirik jam dipergelangan tangannya.


"Ayo Nay tar gak keburu loh" Damra segera mengambil peralatan makeup nya lalu masuk kedalam kamar yang disana sudah menunggu sang pengantin aanita


Begitupun dengan Nayla yang langsung merias anak-anak kecil untuk menjadi penerima tamu.


Otak jahil Nayla pun muncul saat melihat anak-anak kecil yang terlihat cantik dan lucu.


Ia bereksperimen dengan warna-warna makeup nya hingga anak-anak itu tidak terlihat lucu namun sangat cantik.


Damra yang baru selesai sedikit terkejut melihat pekerjaan Nayla yang terlihat sangat memukau.

__ADS_1


"Gimana Ra bagus gak?" tanya Nayla sambil memakan satu buah pisang yang memang disajikan untuk dia dan Damra.


Saat sedang asik menikmati makanan seorang ibu masuk.


Nayla sedikit merasa takut jika ibu itu hendak memprotes hasil make-upnya pada ana kecil itu.


"Ra aku takut..." bisik Nayla


"Tenang aja sih" jawab Damra sambil berbisik juga.


"Neng anak saya mau di makeup kaya gini juga dong, tuh bocah nya nangis" pinta sang ibu.


Naylapun tersenyum karena ia salah mengira.


"Ohh boleh Bu"


"Nay kerjain tuhh kasian tar nangis lagi" titah Damra pada Nayla yang hanya tersenyum dengan terpaksa.


"Siap lah bos qu" dengan malas Nayla pun berdiri lalu menyuruh anak kecil itu untuk duduk.


Tak butuh waktu lama Nayla pun menyelesaikan pekerjaan.


Suara riuh mulai terdengar saat rombongan mempelai pria datang.


Setelah berbagai acara sambutan Ijab Qabul pun dimulai dan tak lama kemudian terdengar suara orang-orang berteriak "SAH".


"Aku dulu nikah sama Adit cuma selamatan aja Ra, gak ngerasain diramein kaya gini" wajah Nayla berubah sendu tiba-tiba ingatan nya kembali pada saat Adit menikahinya dulu.


"Ya sabar Nay kan yang penting sahnya" Damra berusaha menenangkan Nay.


"iya sih tapi aku jadi kaya nikah kena grebek warga tau Ra"ucap Nayla


Saat Nayla sedang memperhatikan biduan dangdut yang berada diatas panggung kecil tidak sengaja Nayla melihat kearah pelaminan.


Nayla sedikit terkejut saat menyadari ternyata mempelai pria nya adalah Ibnu temannya saat bekerja di PT dulu.


"Kenapa loe?" tanya Damra bingung yang melihat Nayla senyum-senyum sendiri.


"Itu Ra pengantin nya yang cowo temen aku waktu kerja, dia aku panggil pohon palem" Nayla pun menceritakan sedikit soal Ibnu.


Ha...ha


Tawa Damra pecah saat Nayla bilang dulu Ibnu pernah menabrak nya hingga jatuh gara-gara melihat pocong.


Beruntung nya pihak yang mengadakan acara menyediakan ruangan buat Damra dan Nayla beristirahat.


Hari hampir sore saat Nayla terbangun dari tidurnya, walau hanya sebentar namun lumayan untuk nya beristirahat.


Damra yang baru saja mengambil makanan untuk Nayla dan dirinya begitu terkejut saat melihat Adit,Dina dan teman-temannya.


"Ohh ternyata kamu kesini Dit kondangan nya" gumam Damra dengan tangan memegang piring berisi makanan.


Karena tak ingin Nay tau Damrapun bergegas masuk kedalam


Namun saat ia hendak masuk ternyata Nayla sudah berdiri dan melihat kearah Adit dan teman-temannya yang sedang asik menikmati hidangan.

__ADS_1


"Somprett bagett dia gak mau bawa aku alasan nya dia pergi sama cowok semua, lah itu si Dina apa" Nayla nampak kesal dan terlihat sekali jika ia hendak menangis karena air matanya sudah terlihat disudut matanya.


"Sabar Nay kalo cowo kaya gitu mesti di kasih pelajaran, gw ada baju seksi loe mau coba gak" Damra langsung menarik tangan Nayla masuk kedalam.


"Ini buat apa Ra?" Nayla memperhatikan baju yang Damra berikan.


"Udah cepetan pake" titah Damra


"Tapi ini kan semua tonjolannya keliatan Ra, gak mau ah" tolak Nayla


"Loe liat tuh si Dina pake bajunya gimana, kan laki loe sukanya yang begitu"


"Udah cepetan pake trus Abi itu kita pura-pura jadi tamu nongkrong di depan" Damra yang geregetan sama Nayla terus saja memaksa Nayla hingga akhirnya Naylapun mau.


"Ra aku gak PD kaya gini, malu" Nayla menyilangkan tangannya di depan Dadanya menutupi bagian depan yang sedikit terbuka.


"Udah di PD in aja, gw tuh mau liat reaksi si Adit gimana" Damrapun segera menuju makeup Nayla tipis.


"Tar ya gw juga ganti baju" Damra langsung mengeluarkan baju yang ia bawa dan segera memakai nya.


Saat Damra sedang mengganti baju ponselnya berdering.


Naylapun segera melihat siapa gwra yang menelepon Damra.


Nayla langsung tersenyum saat melihat Nama Ryan tertera dilayar ponsel.


Nayla sedikit terkejut saat Ryan bilang dia sudah didepan dan meminta Damra dan dirinya segera keluar menemuinya.


Ryan sangat terkejut saat melihat penampilan Nayla yang sedikit seksi menurutnya.


"Jangan liatin gitu Ryan aku malu" bisik Nayla


"Kamu pake baju siapa sih Nay, nyiplak banget tau" balas Ryan.


"aihh Ryan jangan bilang gitu Malu"


Damra hanya tersenyum mendengar percakapan antara Nayla dan Ryan.


Adit yang melihat Nayla memakai pakaian seksi sedikit terkejut.


Ingin rasanya ia marah karena Nayla terlihat sangat cantik.


"Dit bukannya itu sepupu loe ya" Dika yang juga melihat Nayla sedikit terperangah melihat tubuh Nayla.


"Ehh mata ya dikondisikan itu saudara gw" tegur Adit pada Dika


"Cantik banget ya Dit kalo di dandanin, boleh gak buat gw" ucap Dika dengan pandangan tak lepas dari Nayla yang sedang berbicara dengan Ryan.


**Hallo semua sampai sini dulu ya up nya.


Maaf cuma sedikit karena Author lagi kurang fit.


Maaf juga kalau banyak typo bertebaran.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya buat Author biar lebih semangat caranya tap Tanda Like,Vote dan Komen ya.

__ADS_1


Salam Manis


Amelajj/Author**


__ADS_2