TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 262


__ADS_3

🌻🌻🌻Selamat Membaca🌻🌻🌻


Setelah menempuh perjalanan selama 8 jam dari kota padang akhirnya Nayla sampai juga di desa tempat Papanya tinggal.


Saat Nayla sudah turun dari mobil ia sedikit heran rumah papanya nampak ramai.


Perasaan Nayla langsung tak karuan ia pun langsung berjalan dengan tergesa-gesa masuk kedalam rumah papanya.


"Assalammualaikum, pa...papa" Nayla langsung menerabas masuk.


"Bu...papa aku kenapa?" tanya Nayla yang langsung masuk kekamar papanya yang sudah banyak orang.


"Pa...papa kenapa?" Nayla langsung memeluk tubuh papanya yang terbaring lemah dengan mata terpejam.


"Pah...bangunn Nay udah dateng Pah..." Nayla terus memeluk tubuh papanya dengan masih menggemlok tasnya.


Sayup-sayup telinga Nayla mendengar banyak yang berbisik-bisik entah apa yang mereka bicarakan Nayla tak mau ambil pusing.


"Nay...istirahat dulu nak, kamu baru sampai" Ibu tiri Nayla membujuk Nayla agar mau istirahat dulu dikamar yang sudah disiapkan olehnya.


Jafar yang kebetulan ada disana langsung mencari keberadaan Nayla saat mendengar ibu tiri Nayla menyebut nama yang selama ini sangat ia rindukan.


Dan benar saja saat ia masuk kedalam kamar ia melihat Nayla yang sedang menangis sambil memeluk tubuh papanya.


Jafarpun langsung duduk disamping Nayla, dengan sangat hati-hati ia menepuk pelan bahu Nayla.


Nayla yang sedang menangis langsung menengok kearah bahunya yang disentuh seseorang.


"Jafarr..." panggil Nayla pelan lalu kembali memeluk tubuh papanya.


"Nay..lebih baik kau istirahat aja dulu, nanti kau sakit pula tak bisa lah kau tengok ayahmu" ucap Jafar dengan logat bataknya yang khas.


"Aku mau tidur disini sama papa" ujar Nayla sambil terus merebahkan kepalanya di samping tubuh papanya.


"Jangan Nay nanti kamu masuk angin, ayo lah tidur di kamar mu sana" titah Ibu tiri Nayla.


Dengan langkah berat Nayla pun berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


Jafar yang memapah Nayla hanya berani mengantar Nayla sampai di depan pintu saja.


"Tidur sana, aku yang jaga in papa kau" ucap Jafar sebelum Nayla menutup pintu kamarnya.


"Iya..makasih ya Far kamu baik banget" ucap Nayla dengan senyum yang di paksa.


Jafar hanya mengangguk, dan saat pintu tertutup Jafarpun kembali ke ruang depan untuk bergabung bersama yang lain.


Setelah meletakan tasnya Naylapun mengganti kaos yang ia pakai lalu merebahkan dirinya diatas kasur yang terasa begitu dingin.


Naylapun mencoba memejamkan matanya.


Tak lama kemudian Naylapun terlelap dan mimpi itu kembali menghampirinya.


Dalam mimpinya ia melihat papanya berdiri sambil menatap kearah dirinya.


"Pah...papah kenapa kok gitu liatin Nay nya" tanya Nayla sambil berusaha menggapai papanya.


Nayla sedikit heran karena ia tak dapat menyentuh tubuh papanya.

__ADS_1


"In..ini kenapa, kok aku gak bisa megang papa" desisis Nayla pelan sambil melihat kedua tangannya.


"Ada apa ini" tanya Nayla bingung.


Seperti tersentak kaget Nayla pun langsung terbangun saat mendengar suara auman harimau.


Dengan mata yang masih mengantuk Naylapun keluar dari kamarnya menuju ruang depan.


Jafar yang kebetulan melihat Nayla berdiri diambang pintu langsung menghampiri Nayla.


"Kamu kenapa bangun Nay?"tanyanya


"Aku takut Far tadi aku denger suara harimau"jawab Nayla


"Oh..ya udah kamu tidur di kamar papamu aja kalau takut" Jafar langsung menarik tangan Nayla masuk kedalam kamar papanya.


Saat Nayla masuk kedalam kamar Papanya alangkah terkejutnya Nayla saat melihat Almarhumah mamanya sedang berdiri disamping papanya dan beberapa orang yang Nayla tak kenal.


" Mama..." ucap Nayla tanpa sadar


"Mama lagi apa di sana, mereka siapa Ma?" tanya Nayla pada sosok yang menyerupai mamanya.


Jafar yang berdiri disamping Nayla nampak bingung karena Nayla berbicara sendiri.


"Yahh kambuh anak ini" decak Jafar sambil menyandarakan tubuhnya pada pintu.


"Apa sih Far itu Mama aku ada disini" ujara Nayla


"Iya maaf, aku kan gak bisa liat Nay" jawab Jafar mengelak.


Sementara itu di tempat kerjanya Adit nampak gelisah.


Sementara itu Damra yang hendak tidur dikejutkan oleh suara dering ponselnya.


jantungnya berdegup kencang saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Aduh gw mesti bilang apa ya sama Adit" Damra nampak bingung sampai akhirnya ia pun mengangkat telp dari Adit.


"Hallo Assalammualaikum"


.....


"Kabar aku baik kok Dit"


.....


"Apa Nayla? oh..dia juga baik ko"


.....


"Iya...siap bos"


.....


"Wa'alaikum salam"


"Maafin aku Dit terpaksa bohong, aku juga gak mau kamu kenapa-napa jika tau Nayla sudah pulang kerumah orang tuanya" gumam Damra setelah menutup sambungan telp dari Adit.

__ADS_1


Hari pun berganti pagi, Nayla terbangun dari tidurnya saat matahari sudah mulai meninggi.


"Ehh putri tidur dah bangun, lekas mandi biar kita sarapan dulu" ucap Jafar dari depan pintu kamar.


"Dari kapan kamu diri disitu Far?" tanya Nayla sambil mengucek matanya


"Dari tadi lah" Jawab Jafar singkat.


"Aku mandi dulu ya, kalau pada mau sarapan duluan aja jangan nungguin aku" Nayla langsung menyambar handuk yang sudah ia keluarkan dari dalam tasnya.


Tak butuh waktu lama akhirnya Naylapun selesai mandi dan wajahnya nampak lebih segar walaupun matanya sedikit bengkak karena terlalu banyak menangis.


Setelah selesai makan Naylapun duduk didalam kamar Papanya.


Dipandanginya wajah Papanya yang terlihat kurus.


"Papa maafin Nay, Nay tau Papa masih berat dengan Nay kan, Nay sudah iklas Pa jika itu yang terbaik buat Papa, Nay akan berusaha menjadi Mandiri dan akan baik-baik saja" ucap Nayla pelas sambil menggenggam tangan papanya.


Tak terasa air matanya kembali mengalir, ia teringat dulu saat mereka masih bersama menjadi keluarga yang utuh.


Papanya selalu saja membelanya jika ia sedang dimarahi mamanya.


Dulu ia juga sering diajak ke kantor Papanya.


Ia ingat dulu pernah marah pada Papanya saat ia harus naik jemputan ke sekolah padahal ia ingin seperti anak-anak lain yang naik angkutan umum.


Nayla mengelus pelan pipi Papanya " Nay sayang Papa, Walaupun Nay sempat benci sama Papa karena menikah lagi tapi Nay udah maafin Papa" ucap Nayla pelan seperti berbisik ditelinga Papanya.


Cup..


sebuah ciuman yang lumayan lama mendarat di dahi Papanya.


Nayla memejamkan matanya saat mngecup dahi Papanya hingga air matanya ikut menetes disana.


"Terima kasih buat semua yang sudah Papa berikan buat Nay" bisiknya lagi lalu kembali mencium pipi Papanya.


"Nay sayang Papa" bisik Nayla berharap Papanya tau jika rasa sayangnya pada Papanya tak pernah pudar.


Nayla menghapus air mata yang mengalir dari sudut mata papanya yang terpejam.


"Maafin Nayla yang selalu membuat Papa khawatir, jika Papa mau pergi Nay udah rela Pa" ucap Nayla sambil terus memegang tangan papanya.


Jafar yang melihat semuanya ikut menangis melihat Nayla.


"Kamu kuat Nay, kita doain aja yang terbaik buat Papamu" Jafar berusaha menguatkan Nayla.


**Hallo semua maaf kalo sekarang aku jarang up


karena aku juga lagi nyiapin novel ke tigaku.


Jangan lupa ya tap tanda Like dan komennya aku tunggu.


Maaf kalau banyak typo.


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr**


__ADS_2