
Selamat Membaca
Paginya Adit sudah rapi, ia berencana akan membawa Nayla berobat di pengobatan tradisional di daerah situ cilegok.
Adit berusaha mencari pengobatan alternatif untuk mengobati Nayla.
"Kamu udah siap Nay?" tanya Adit begitu melihat Nayla duduk disisi ranjang.
"Adit ...kalo aku gak bisa sembuh gimana?" tanya Nayla
"Jangan bahas itu lagi Nay...kita kan harus usaha dulu" Adit bersimpuh didepan Nayla
"Tapi..."
"Jangan bahas lagi ok..." Adit langsung mendekap Nayla erat.
"Ayo berangkat Nay mumpung masih pagi" Adit langsung menggendong Nayla ke mobil lalu menaruhnya dengan sangat hati-hati di jok tengah.
Lilis pun ikut untuk menemani Nayla.
Setelah hampir 3 jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga ditempat yang dituju.
Setelah melihat kondisi Nayla Pak H. Ahmad yakin Nayla dapat sembuh.
Karena jarak rumah Adit dan tempat pengobatan Nayla lumayan jauh akhirnya Adit memutuskan utuk rawat inap disana.
Lilis diminta oleh Adit agar menemani Nayla selam di sana sedangkan Adit harus selalu siap jika Nayla membutuhkan sesuatu.
Jarak antara rumah Pak haji Ahmad dan pusat kota lumayan jauh jadi jika memerlukan sesuatu Adit harus siap turun ke bawah.
Malam pun berganti Nayla sedang duduk dikamarnya bersama Lilis.
"Assalammualaikum.." Adit baru saja sampai setelah dari rumahnya mengambil segala keperluan Nayla dan Lilis.
"Teteh dipanggil sama Abi" seorang anak kecil datang menghampiri Nayla.
"Iya ...sebentar ya" Adit yang menjawab
Gadis kecil itu pun berlalu.
Adit langsung menggendong Nayla menghampiri Pak haji Ahmad yang sudah menunggunya diruang pengobatan.
Setelah berbincang-bincang sejenak akhirnya proses pengobatanpun dimulai.
Pak Ahmad membaluri kaki Nayla yang sakit dengan minyak yang ia buat sendiri.
Aaawww...
Nayla sedikit meringis saat tangan pak Ahmad mulai menyentuh kakinya yang sakit.
Nayla menggenggam tangan Adit kencang dan meremasnya saat ia tak tahan dengan rasa sakit di kakinya itu.
"Nay..kamu boleh gigit aku kalau kamu gak kuat dengan rasa sakitnya" bisik Adit saat tangan Nayla meremas paha Adit.
__ADS_1
"Aaaa...sakittt..." Air mata yang ia tahan akhirnya mengalir juga
" Sakitt banget Dit..aku gak tahan" ucap Nayla disela-sela tangisnya.
"Sabar sayang..kamu ingin sembuhkan.." bisik Adit mencoba menguatkan Nayla yang terus meringis kesakitan.
" Aaahhh....sakitt pak...ampunn....." tanpa ia sadari ia memukul tangan pak haji Ahmad agar menjauh dari kakinya yang sakit
"Udahhh....pak aku gak kuat..."
"Adittt...tolongg....sakitt...." Nayla teruss merengek minta agar pak Ahmad berhenti mengurut kakinya yang sakit.
Adit memalingkan wajahnya, ia tak tega melihat Nayla yang kesakitan, air matanya mengalir begitu saja.
" Maaf Nay..aku mau kamu sembuhh" bisik Adit ditelinga Nayla yang terus menangis menahan sakit.
Setelah hampir satu jam akhirnya pengobatan hari pertama pun selesai.
Nayla yang tertidur langsung di bopong oleh Adit.
Pagi pun tiba Lilis membantu Nayla membersihkan diri lalu setelah sarapan mereka berjalan-jalan disekitar rumah pak haji Ahmad.
Nayla yang baru saja memakai tongkat harus menyesuaikan diri dahulu.
"Liss...ketek aku sakit tau pake tongkat" ujar Nayla
"Wajar aja teh kan baru, nanti juga kalo udah biasa gak sakit lagi" jawab Lilis
Merekapun duduk disalah satu bangku yang ada disamping rumah kebetulan ada beberapa orang yang sama seperti Nayla namun diantara semua Nayla lah yang paling parah.
Nazwa anak kecil yang disuruh pak Ahmad untuk memanggil Nayla menghampirinya.
"Teteh di panggil katanya waktunya pengobatan"ucap gadis kecil itu
"Iya...sebentar ya Wa.." sahut Nayla sambil tersenyum.
Dengan perlahan Naylapun segera menuju ruang pengobatan.
Hari berganti hari tanpa terasa sebulan sudah Nayla berada dikediaman pak haji Ahmad, Kaki Naylapun sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
Siang itu Nayla duduk disamping rumah sambil menikmati pemandangan dengan angin yang berhembus kencang.
"Ada apa Nay, kayanya kamu lagi mikirin sesuatu"Adit langsung duduk disamping Nayla sambil membawa beberapa buah jeruk.
"Makan buah ya aku kupasin" tanpa menunggu jawaban dari Nayla Adit langsung mengupas satu buah jeruk yang berwarna hijau.
"Ihh..ijo banget Ditt jeruknya, pasti asem" ujar Nayla
"Gak sayang ini kulitnya aja yang ijo tapi manis kok"jawab Adit meyakinkan Nayla lalu menyuruh Nayla membuka mulutnya.
'Aaaa dong sayang"
"Ayo buka mulutnya.."ucap Adit
__ADS_1
"Gak mau ahh itu asemm " tolak Nayla
"Gak sayang ini tuh manis banget, ini tuh jeruk garut emang ijo warna kulitnya" paksa Adit
Naylapun membuka mulutnya dengan terpaksa
Saat buah jeruk masuk kedalam mulutnya Nayla langsung terdiam sesaat lalu tersenyum kearah Adit.
"Bener Dit manis banget" Nayla langsung mengambil jeruk yang masih tersisa ditangan Adit dan langsung memakannya.
Adit hanya tersenyum melihat Nayla yang asik mengunyah jeruk.
"Sayang tadi kamu kenapa melamun" tanya Adit..
Nayla berhenti sejenak lalu menatap Adit.
"Udah beberapa hari ini aku mimpi'in Anto Dit, aku takut" Nayla berhenti mengunyah jeruk yang sedang ia makan.
Dek...
tiba-tiba saja jantung Adit seperti berhenti berdetak saat Nayla menyebut nama Anto.
Memang selama ini Adit tak pernah memberitahu Nayla jika Anto telah meninggal gantung diri.
Adit meletakan jeruk yang ia pegang, lalu ia menatap Nayla.
"Nay....maaf ya selama ini aku gak bilang sama kamu kalo Anto udah meninggal" ujar Adit.
Nayla menatap Adit seakan tak percaya
"Gak lucu tau Dit beecandanya"
"Aku gak bercanda sayang, Anto emang udah meninggal" ucap Adit dengan wajah yang serius.
Nayla menelan kasar salivanya ia ingat mimpinya beberapa hari terakhir ini.
Mimpi yang selalu sama tentang Anto yang memaksanya kesuatu tempat.
"Itukan cuma mimpi sayang jangan dianggap serius lah" ungkap Adit
"Tap..." Adit langsung meletakan jarinya dibibir Nayla
"Jangan ngebahas orang yang udah gak ada yang.." ucap Adit berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya kata Pak Ahmad kalo lusa kamu udah bisa jalan kita bisa pulang trus seminggu sekali kita berobat kesininya" tutur Adit menjelaskan
"iya.." jawab Nayla namun tak bersemangat
Ia masih teringat teruss tentang mimpinya.
**Hallo semua maaf ya aku baru bisa up hari ini karena kondisi kesehatan aku yang lagi menurun.
maaf juga jika masih ada typo yang bertebaran.
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/authorr**