
Hai para pecinta kisah berbau mistis mohon maaf kalau masih banyak typo yang bertebaran.
Author mohon juga dukungannya dengan cara like,rate,kalo bisa vote dan juga kritsarnya sebagai penyemangat buat author
Happy reading all
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Seminggu sudah berlalu Naylapun menuruti kata-kata a'Iwan untuk pulang kerumahnya dulu di kota "B".
Walau kadang terasa melelahkan karena jarak yang ditempuh bertambah jauh namun Nayla sedikit bahagia karena bisa sedikit lebih dekat lagi dengan si aa
Malam itu Nayla memang sengaja tidak lembur karena sudah janjian akan kerumah a'Iwan.
Entah kenapa biasanya jika kerumah a'iwan ia biasa-biasa saja namun kali ini berbeda ia merasakan hawa panas dan kepalanya pusing.
"Ayo Nay kita masuk"ajak mama menarik tangan Nayla
"gak ah,mama aja yang masuk Nay tunggu disini aja"tolak Nayla
"lah kok malah pada disitu sini masuk"tiba-tiba a'Iwan sudah berdiri didepan pagar
__ADS_1
"gak ah a,Nay disini aja"tolak Nayla
"kenapa?biasanya juga selonong boy aja" si aa menertawakan Nayla
Entah kenapa Nayla merasa tak nyaman berada didekat aa
"ini tuh pengaruh dari pelet Nay,dia takut sama aa " jelas a'Iwan sambil menarik paksa tangan Nayla agar mau masuk kedalam rumah.
tiba-tiba Nayla merasakan kepalanya sakit sekali
"ma..pulang yuk,Nay gak kuat disini"rengek Nayla
"ihhh kamu tuh harus diobatin dulu Nay,mama gak mau kamu kaya gini terus"tolak mama lalu mendorong tubuh Nayla agar mau masuk.
Didalam ruangan itu Nayla nampak gelisah ia serba salah ia juga melihat tatapan a'iwan begitu manakutkan mungkin karena saat ini Nayla masih berada dalam pengaruh ilmu pelet yang Doni kirim untuk Nayla.
"aa jangan liatin Nay kaya gitu dong,takut tau"ucap Nayla sambil mundur menjauh dari hadapan si aa
"kenapa?aa gak ngapa-ngapain kok Nay takut"jawab a'Iwan santai lalu ia menyalakan sebatang rokok dan membiarkannya begitu saja.
"ini kenapa a?kok jadi kaya gini Naylanya"tanya mama Nayla bingung melihat Nayla yang kini barada disudut ruangan dengan kaki yang ditekuk dan wajah yang disembunyikan diantara lututnya
__ADS_1
"gak apa-apa teh,sebentar lagi juga baikan"jawab a'Iwan yang menenangkan sang mama
dan benar saja entah apa yang dilakukan oleh a'iwan tak berapa lama Nayla sudah berani menatap wajah a'Iwan dan tersenyum
"apa senyum-senyum,tadi takut liat aa"ucap si aa sambil meledek Nayla
"tadi tuh muka aa nakutin kaya aki-aki jenggot panjang udah gitu melotot lagi"jawab Nayla polos
"itu muka guru aa Nay"jawab a'Iwan
"ohh pantesan udah tua" Nayla sudah kembali seperti biasa
"Nay ...masih ada disini loh yang diomongin"
"maaf guru..cuma bercanda" ucap Nayla sambil merapatkan kedua tangannya dan menaikannya didahi seperti menyembah
a'Iwan tersenyum melihat kelakuan Nayla
"Nay jangan lupa sholat ya biar pengaruh pelet si Doni cepet ilang"a'Iwan kembali mengingatkan Nayla saat mereka hendak pulang
"siap bos aa,Nay gak akan lupa nasehatnya"jawab Nayla sambil bercanda
__ADS_1
"udah pulang sana tar ada yang nyolek lagi yang dipohon jambu kalo pulang kemaleman" a'Iwan sedikit manakuti Nayla
mamang benar kata a'Iwan penunggu pohon jambu depan rumah Nayla terkadang iseng suka mencolek orang yang lewat depan rumahnya jika sudah larut malam hingga keesokan harinya orang yang dicolek itu akan merasakan sedikit nyeri dibagian yang disentuh bahkan kalau disekitar leher kadang sampai tak bisa menengngok.