TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 194


__ADS_3

🍀🍀🍀 Selamat Membaca 🍀🍀🍀


Setelah pulang dari kolam renang Nayla pun langsung beristirahat di kamarnya.


Adit yang sedang merapihkan pakaian yang akan dibawanya esok nampak senang begitu melihat Nayla masuk.


Namun ia sedikit kecewe ternyata Nayla tidak membantunya berkemas melainkan naik ketempat tidur dan langsung merebahkan diri tanpa menoleh kearah suaminya yang sedang sibuk.


" Hello Nay..kamu kenapa yang.." Adit langsung ikut naik keatas kasur melihat istrinya yang langsung merebahkan diri dan menutup wajahnya dengan bantal.


" Yang..kamu kenapa sih" Adit terus mengguncang tubuh Nayla hingga akhirnya Naylapun mengalah dan menyingkirkan bantal dari wajahnya.


" Ih...emang aku pohon apa di guncang-guncang gitu" jawab Nayla sedikit sewot.


"he..he..maaf "


" Sayang besok aku berangkat, masa kamu gak kasian apa ama aku" Nayla melirik kearah Adit.


" Emang kamu berapa lama Dit di sana" tanya Nayla mengalihkan pembicaraan.


" Enam bulan Nay...makanya malem ini mau ya..."Adit menampilkan wajah melasnya.


" Yeee horee berarti 6 bulan juga itunya tertunda.." sorak Nayla tanpa sadar.


Adit yang menatap istrinya begitu bahagia nampak bingung


" Kayanya kamu seneng banget ya aku pergi lama" Ucap Adit sambil menatap Nayla tajam


" eh..gak Dit bukan gitu aku....aku" Nayla nampak bingung mencari alasan yang harus dia utarakan agar Adit tidak marah.


" Aku apa?? " Adit merangkak mendekati Nayla


" He..he..itu.." Nayla semakin gugup saat Adit sudah berada di hadapannya.


" Aku tau yang apa yang ada disini kamu"tunjuk Adit pada dahi Nayla


" Ihh jangan nunjuk-nunjuk dong" Nayla menyingkirkan jari Adit dari dahinya lalu langsung menggigitnya


" Aaww Nay..jangan digigit ada juga dikulum" Adit langsung menarik jarinya dari mulut Nayla lalu mengelusnya.


" Sukurin" ejek Nayla lalu menjauh dari Adit.


" Awas ya pokokny malem ini harus dapet kalo gak bisa penasaran gw " batin Adit sambil melihat Nayla yang memperhatikan tas bawa'an Adit yang memang belum di seleting.


" Dikit amat bawa bajunya Dit" tanya Nayla yang tidak menyadari kalau suaminya sudah berada di sebelahnya dan langsung melingkarkpan tangannya di pinggang Nayla


" Gak apa-apa Yang, malah kalau bisa aku gak usah bawa baju ganti tapi bawa kamu" bisik Adit ditelinga Nayla lalu mengecup lehernya Yang memang terbuka.


" A...a...adiit..." Nayla terbata-bata menyebut nama suaminya karena Adit langsung merebahkannya dan tanpa basa basi langsung mencium bibir Nayla.


" Nay..aku mau....." nafas Adit sudah semakin berat matanya pun sudah mulai berkabut tanpa menunggu jawab dari Nayla ia berusaha melepas baju tidur Nayla


" Tenang Nay...jangan takut gitu"bisik Adit saat merasakan tubuh Nayla bergetar


" Dit...bisa gak mata kamu ditutup biar gak liat aku" ucap Nayla pelan


"Ha..apa?kenapa harus di tutup sih Nay " tanya Adit bingung dan menghentikan sementara aktivitasnya dan menatap istrinya.


" Iya aku malu kalo kamu liat aku gak pake baju Dit, jadi kamu tutup mata kamu ya, pake apa aja yang penting ditutup" pinta Nayla


" Ya udah deh dari pada gak" ucap Adit pasrah lalu beranjak dari tempat tidur dan mencari sesuatu di dalam lemarinya.


Adit pun mengambil slayer.


"Ayo mulai lagi" dengan tidak sabarnya Adit langsung menindih tubuh Nayla yang kecil


" Tunggu tutup dulu matanya" protes Nayla sambil mendorong Adit

__ADS_1


Sesaat kemudian Nayla sudah menutup mata Adit dengan slayer


"Nay..ini kita mau ML apa mau tak umpet sih" protes Adit dengan nada sedikit kesal.


" Kalo mau gak usah protes Dit" bisik Nayla jahil.


Tanpa Nayla sadari Adit menarik sedikit bagian bawah slayer yang menutup matanya dengan begitu dia dapat sedikit mengintip kebaradaan istrinya.


Adit langsung merebahkan kembali tubuh Nayla dan kembali melanjutkan aksinya.


Kini hanya tinggal pakaian dalam saja yang melekat ditubuh Nayla.


Nayla langsung menarik selimut yang berada di kakinya namun dengan segera juga Adit membuang jauh selimutnya dilantai.


" Kok di buang sih..Dit" protes Nayla yang hendak menggapai selimutnya namun segera di cegah oleh Adit.


" Aku dingin Dit.."


" Nanti juga bakal panas Nay"


" Aduhh..Dit aku digigit ama tumbila nih"


" Dikamar aku gak ada gituan yang"


Adit yang tau jika Nayla berusaha mengalihkan perhatiannya terus menyangkal semua yang Nayla ucapkan.


Karena kesal akhirnya Adit menahan kedua tangan Nayla diatas kepalanya sedangkan bibirnya sibuk bergerilia di bukit kembar milik Nayla


" Aaawwww...Aaditttt" teriak Nayla namun tertahan karena Adit keburu membungkamnya.


Nampak air mata mengalir dari sudut mata Nayla.


" Emang sakit yang kok kamu nangis sih" tanya Adit yang menatap heran pada istrinya.


Nayla hanya menganggukan kepalanya, sesaat Adit menatap wajah istrinya tidak ada kebohongan disana.


Adit yang nampak bingung nampak frustasi dia bingung masalahnya dia belum melakukan apapun di bawah sana bahkan istrinya pun masih memakai pakaian dalam, trus yang bikin sakit apanya kira-kira begitulah yang ada di dalam Adit saat ini.


Sementara itu di sebuah rumah yang nampak lebih besar dan lebih bagus dari sekitarnya di sebuah kamar seorang pria sedang tiduran di atas sebuah kasur yang berukuran besar sambil memandangi layar ponselnya.


Yah..Anto sedang membayangkan wajah manis milik Nayla.


Apa lagi saat sedang memakai kaos yang basah dengan celana setengah paha dengan wajah dan rambut yang basah terlihat seksi dimata Anto.


Lalu ingatannya kembali saat kemarin reunian di mana saat Anto dan Nayla duduk didepan danau sambil bercanda terasa begitu indah buat Anto.


Sesekali ia mengecup layar ponselnya dimana Wajah Nayla yang menjadi wallpapernya.


" Kamu pasti bakal jadi milik aku sayang, semua hanya tinggal menunggu waktunya saja" ucap Anto lalu kembali mencium layar ponselnya.


Sementara itu dikamar Adit.


"Aawwww sakit Dit..." Nayla kembali berteriak kesakitan saat Adit berusaha melepas paksa pengaman berbentuk segitiga milik istrinya.


Tekad Adit sudah bulat malam ini ia harus mendapatkan Nayla seutuhnya.


Dengan menulikan pendengarannya saat Nayla berteriak kesakitan.


Membutakan matanya saat air mata mengalir di pipi istrinya yang menahan sakit.


" Adiittt sakit..." Suara Nayla melemah saat tempat tidur yang mereka tempati kembali berbunyi..


kreeettt


Dada Nayla sedikit membusung saat suara itu kembali berbunyi dengan air mata yang kembali menderas...


" Aadiit udahh sakiit bangettt" pinta Nayla memelas

__ADS_1


" Kamu kenapa sih yang, kan aku baru mau mulai" ucap Adit kesal


" Adittt jariiii gww kejepiiit nii sakit tuuuu" teriak Nayla yang tak kalah kesal karena dari tadi menahan perih di jarinya yeng terhimpit pilar-pilar kecil yang menghiasi headbed mereka.


Adit akhirnya menyadari saat melihat jari Nayla yang terselip disana.


" Maaf yang kamu kok gak bilang dari tadi" ucap Adit penuh sesal sambil berusaha mengeluarkan jari Nayla dari sana.


Begitu jari Nayla terlepas nampak sekali jari Nayla sedikit membiru.


Aditpun mencari salep anti memar di kotak P3k nya kemudian ia pun kembali memakaikan baju Nayla seperti semula.


Setelah Nayla terlelap Adit akhirnya kekamar mandi.


Ia kembali gagal menjalankan tugasnya sebagai suami apa lagi besok ia harus berangkat untuk bekerja di pengeboran minyak di tengah laut yang mengharuskannya menetap di tengah laut selama 6 bulan kedepan.


Pagi pun tiba Nayla yang terbangun karena merasa ada yang mengelus pipinya.


" Adit kamu udah rapi, mangnya mau berangkat jam berapa sih" Nayla yang baru saja bangun tidur langsung duduk di sisi ranjang sambil mengucek-ngucek matanya.


" Tangan kamu gimana masih sakit" Adit langsung menarik tangan Nayla yang semalam terjepit.


Nampak jari manis Nayla yang membesar


" Maaf ya yang aku gak peka semalam" ucap Adit penuh sesal seakan kejadian itu adalah salahnya.


" Iya gak apa-apa"


Nayla nampak sedih menatap wajah suaminya yang sebentar lagi akan meninggalkannya dalam waktu yang lumayan lama.


" Udah jam 5 yang, aku berangkat dulu ya" Adit mencium kening istrinya untuk beberapa saat, lalu pipi, dan bibir Nayla.


Nampak tak rela meninggalkan istrinya namun mau bagai mana lagi semua ia lakukan demi masa depan mereka nantinya.


Saat Adit mulai menarik travelbagnya Nayla langsung menghambur memeluknya erat sambil terisak.


" Aa jangan jadi pergi dong, masa Nay disini sendirian nanti yang jagain Nay siapa" ucap Nayla haru.


Tanpa disadari air mata Adit mengalir begitu saja.


" Sayang jangan begini aku jadi gak tega ninggalin kamu" bisik Adit lalu mengecup kepala Nayla lembut.


"hu..hu Adit jangan jadi pergi " air mata Nayla makin menderas saat Adit kembali mendekapnya erat.


Akhirnya Naylapun melepaskan pelukannya lalu mencium punggung tangan Adit dan setelah itu ia sedikit mundur menjauh dari Adit.


" Sayang...." Adit langsung melihat istrinya yang menjauh.


" Udah cepet sana pergi nanti kamu kesiangan" ucap Nayla yang lalu memalingkan wajahnya sambil menghapus air matanya.


Lilis yang melihat adegan bak di drakor itu ikut mengeluarkan air mata karena sedih.


Akhirnya dengan berat hati Adit pun berjalan perlahan keluar dari pintu dan saat ia hendak naik ketas motor Dedi tiba-tiba Nayla langsung berlari lalu kembali mendekapnya.


" Kamu hati-hati disana " Ucap Nayla nyaris tak terdengar.


Aditpun langsung membalikan badannya lalu mengecup sekilas mata dan juga bibir Nayla sampai pada akhirnya ia pun naik di jok belakang motor Dedi yang akan mengantarnya ke terminal.


**HaIi aku dah up lagi ni maaf ya cuma 1 soalnya pikiran aku lagi gak enak jadi gak ada ide.


Buat yang nunggu malem pertamanya Nayla dan Adit sabar yaa..harus ditunda lagi sampe 6 bulan 😁😁😁😁


Tetap kasihh dukungan buat author ya buat penyemangat


Salam Maniss


Amellajj/author**

__ADS_1


__ADS_2