TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 20


__ADS_3

Sampainya dirumah hari sudah begitu larut malam kami pun langsung memasuki kamar masing-masing setelah mencuci muka dan berganti pakaian aku pun segera merebahkan diri dan berusaha tidur karena besok aku harus sudah masuk kerja kembali.


Suara alarm yang kencang membangunkanku dari tidurku dengan mata yang masih terasa berat aku pun bangkit dan duduk sejenak disisi tempat tidur lalu mengakat kedua tanganku keatas dan menariknya kalau kata orang sunda sih nguliat namanya.


setelah kurasa badanku enakan aku pun segera menuju kamar mandi lalu bersiap-siap untuk berangkat kerja karena aku takut ketinggalan jemputan akhirnya sarapanku yaitu roti tawar dengan selai kacang dan kopi yang sudah diseduh diwadah yang biasa aku bawa aku bungkus dan aku pun segera berpamitan kepada kedua orangtuaku.


Didalam jemputan aku pun segera memakan roti dan meminum kopi yang kubawa begitu bus memasuki tol aku pun segera memejamkan mata karena perjalanan lumayan lama memakan waktu 45menit.


Akhirnya aku pun samapai ditempatku bekerja melihat antrian ditangga masih panjang aku pun duduk dulu dibangku taman yang disediakan oleh pabrik tempatku bekerja setelah mulai sepi baru aku menaiki tangga dan menuju loker wanita.


"cuti kemana Nay"tanya mbak erni yang kebetulan lokernya berada tak jauh dari tempatku


"jalan-jalan mbak"sautku sambil mengganti pakaian luarku dengan seragam pt.


"kok gak ngajak,biasanya ngajak kalo jalan-jalan" protesnya


"he...he maaf mbak sekalian ada perlu tar deh aku ceritain dikantin"bujukku

__ADS_1


iapun menungguku selesai berganti pakaian dan kami pun segera munuju kantin


berhubung aku udah sarapan aku hanya memakan cemilan berbeda dengan mbak erni ia mengeluarkan nasi bungkus yang dibawanya lalu memakannya dengan lahap.


aku pun menceritakan semua kejadian yang aku alami selama di kota "G" kemarin


"loh kok jadi keterusan sih loe Nay bisa liat begitunya" tanya mbak erni penasaran


"gak tau mbak kalo kata si aa itu keturunan tapi baru kebuka sekarang-karang ini" jawabku sambil meminum kopi yang tadi aku bawa.


aku hanya menganggat kedua bahuku bertanda tak tahu


bel pun berbunyi kami pun segera menuju tempat masing-masing.


berhubung pesanan sedang banyak-banyaknya bagian kamipun akhirnya di shif dan untuk minggu depan line aku yang mendapat jatah masuk malam pertama.


ada rasa khawatir jika aku masuk malam bukan apa-apa soalnya aku sering mendengar cerita-cerita yang aneh dari nining dan fety teman satu kontrakanku yang kebetulan memang bagiannya kena shif dari dulu.

__ADS_1


sorenya karena aku tidak lembur aku pulang ke kontrakan namun hanya aku yang ada sedangkan kedua temanku belum pulang karena memang mereka long shif.


karena merasa sepi sendirian akhirnya aku pun membuka pintu lebar-lebar kebetulan saat itu suara azan maghrib telah berbunyi entah kenapa mataku selalu ingin melihat kearah sudut ruangan dekat dengan lemari aku pun memperhatikan dengan menajamkan mataku dan tiba-tiba aku melihat seorang wanita sedang berdiri membelakangiku rambutnya digerai panjang dan hitam lebat namun acak-acakan seperti tak pernah disisir aku pun mengecek-ucek mataku memastikan penglihatanku tidak salah.


"itu apa ya...?"batinku walau pun takut tapi aku memaksakan diri tetap diam dan membaca doa yang aku hafal


ingin rasanya aku berlari keluar dan meminta tolong tapi lututku bergetar dan begitu lemas berdiripun aku merasa tak mampu, ingin berteriakpun rasanya tenggorokanku terasa tercekik


Dalam situasi seperti ini aku hanya mampu berdoa minta pertolongan kepada Allah.


"kamu kenapa Nay?" sapa tetanggaku yang baru saja sampai dan seketika itu juga rasa tegang yang tadi aku rasakanpun mendadak hilang lalu menyisakan lemas


"gak apa-apa mbak"jawabku masih merasakan lemas


dan seketika itu juga sosok yang tadi disudut ruangan pun menghilang


aku pun bernafas lega dan ternyata betul kata orang kalau magrib itu pintu harus ditutup.

__ADS_1


__ADS_2