
🌻🌻🌻 Selamat Membaca🌻🌻🌻
Pagi itu begitu cerah Adit tersenyum melihat wajah tenang Istrinya yang masih terlelap.
Semalam entah berapa kali Nayla ingin menarik selang infus yang menempel di tangannya.
"kamu tidur aja masih cantik Nay...kaya anak bayi damai banget kayanya" Adit berbicara sendiri sambil terus menelusuri wajah Nayla dengan jari telunjuknya.
Plukk..
Tiba-tiba tangan Nayla menepuk luka Adit.
Adit meringis menahan sakit namun tersangka utamanya masih saja terlelap.
"Aihhh masih tidur aja kirain udah bangun Yang"
"Aku gemes banget kalo liat ni bibir yang cerewet"
cupp
Adit mengecup sekilas bibir Nayla, saat Nayla sedikit melenguhh karena tidurnya terusik Adit langsung memejamkan matanya pura-pura masih tidur.
Adit melihat jam di layar ponselnya
"Sebentar lagi suster akan masuk buat cek kondisi Nay, mending aku bangunin aja deh" gumam Adit lalu dengan usilnya mencium leher Nayla yang memang terbuka.
Merasa ada yang menempel di lehernya dengan gerak replek Nayla langsung menepaknya sedikit kencang dan pas mengenai kepala Adit.
" Aduhh Nay..kamu mah masih tidur aja sempat-sempatnya KDRT sama suami" bisik Adit ditelinga Nayla dan menggigitnya kecil.
"Ahhh...ihh kamu mah, aku masih ngantuk tau..."Nayla menjauhkan kapala Adit dari telinganya.
"Bangun sayang udah pagi"
cupp..
Adit kembali mengecup bibir Nayla
"Ihh kamu mahh ahhh...aku belom mandi tau, belom gosok gigi juga udah berapa hari maen cium aja" gerutu Nayla kesal
"Aku suka liat kamu marah-marah gitu sayang,lucu banget" goda Adit pada istrinya yang langsung duduk dengan bibir sedikit maju.
"Aku gak ada penggaris Yang" ujar Adit yang membuat Nayla semakin bingung.
"Buat apa'an garisan?" tanya Nayla ketus
"Buat ukur bibir kamu yang maju itu yang" ujar Adit sambil tertawa puas.
Saat mereka sedang berdebat tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah Lilis dan Dedi sambil membawa rantang dan beberapa plastik berlogo sebuah mini market.
"Wahhh...kayanya betah ni di rumah sakit soalnya bisa nempel teruss" ucap Lilis yang menggoda sang kaka.
"Ya lebih enak di rumah lah Lis, disini mah gak bisa buatin ponakan buat kamu"
Dedi tersenyum mendengar ucapan Adit.
"Dih meles banget sihh dengernya" Naylapun turun dari ranjang lalu mendorong tiang infusnya menuju kamar mandi.
"Kamu mau apa Yang?" Adit segera menyusul Nayla yang sudah hampir sampai di depan pintu.
Nayla yang tak tau jika Adit dibelakangnya langsung terkejut saat hendak menutup pintu namun terasa sulit karena terganjal kaki Adit.
"Kamu ngapain sihh?"
"Kita bareng aja yang..." ucap Adit dengan tak tau malunya
"Gak ahh..aku sendirian aja" tolak Nayla sambil berusaha mendorong tubuh Adit agar keluar.
__ADS_1
"Aku takut kamu jatoh di dalam yang" Adit beralasan.
"Ihh Dit aku mau pipis tau"
"Ya udah pipis aja, aku gak ngitip kok" jawab Adit.
"Aku mau pup juga" Nayla mengganti alasannya
"Ya udah pup aja" Adit masih kekeh akan menemani Nayla di kamar mandi
"Kan bau Dit"
"Gak apa-apa Yang"
"Tapi aku gak bisa kalo lagi itu..di liatin orang" lanjut Nayla mulai kesal
" Ya harus dibiasain dong yang.."
"Adddiiittt ihhh kamu mah nyebelin" Nayla yang kesal akhirnya pasrah saja Adit ikut masuk kedalam kamar mandi.
Lilis dan Dedi tertawa melihat pasangan yang sudah beberapa bulan menikah tapi belum juga melakukan ritualnya.
Sementara itu didalam kamar mandi Adit sedang membantu Nayla mengikat rambutnya dengan karet gelang.
Sambil mengikat rambut Nayla sesekali Adit mengecup tengkuk Nayla dan berhasil mendapat sebuah pukulan atau pun cubitan dari Nayla.
Keluar dari kamar mandi wajah Nayla nampak kesal karena ulah sang suami.
Setelah menghabiskan sarapan paginya ia pun langsung duduk sambil bersandar.
Tak lama kemudian dokter yang biasa memeriksa Nayla masuk bersama beberapa orang polisi.
Nayla yang melihat ada orang yang tidak dikenalnya langsung bersembunyi di balik badan Adit sambil memegang erat lengan suaminya itu.
Tiga orang polisi itu langsung heran melihat Nayla yang seperti ketakutan.
Nayla masih bersembunyi dibalik badan Adit
"Aku takut Dit..."bisik Nayla dengan bibir bergetar
dokter Bastian yang memang sudah tau kondisi Nayla berusaha membujuk gadis itu agar tidak takut.
"Hallo teh masih inget saya gak?" sapa polisi yang waktu itu mengantarkan Nayla
Nayla mencoba mengingat orang yang berada didepannya.
Hingga akhirnya ia pun tersenyum saat otaknya mulai mengingat orang yang kini berdiri didepannya.
"Iya saya inget"
"Bapak yang waktu itu nolong saya kan" Naylapun mulai tersenyum dan keluar dari persembunyiannya yaitu badan kekar Adit.
"Terima kasih ya Pak waktu itu udah nolongin saya sama Adit" ujar Nayla sambil tersenyum
Adit yang melihat Nayla akrab dengan polisi yang bernama Roni itu nampak kesal.
"Sayang jangan manggil Adit doang dong Aa Adit kitu " protes Adit saat lagi-lagi Nayla hanya memanggil Namanya saja.
"dokter...bisa gak selang infusnya di copot aja, aku udah sehat kok jadi gak usah pake ginian segala" rengek Nayla.
Setelah memaksa akhirnya dokter Bastian pun mengijinkan Nayla melepas selang inpusnya.
" Yeee bebass" sorak Nayla tanpa sadar.
Sementara itu didalam tahanan Anto sedang meringkuk disudut ruangan, ia merasakan tubuhnya sakit semua setelah beberapa orang yang bersamanya di dalam sel memukulinya tanpa sebab.
Anto yang diam-diam memanggil jin peliharaannya nampak menatap tajam kearah orang-orang yang mengeroyoknya.
__ADS_1
"Balaskan dendamku pada mereka semua" ucapnya dalam hati dan tak lama kemudian salah seorang dari mereka nampak menahan sakit seperti ada yang memukul.
Tak lama kemudian teman yang satunya lagi, nampak pria itu seperti sedang bertarung sendiri.
Anto menarik bibirnya sedikit keatas melihat pemandangan didepannya.
Keempat orang yang tadi memukulinya kini telah tak berdaya dengan luka lebam disekitar wajah dan juga perut mereka.
"Aku harus bisa keluar dari sel ini, aku tau kamu menugguku Nayla Sayang" Anto bermonolog sendiri sambil meremas sendok yang ia pegang.
Sementara itu Adit yang cemburu melihat Nayla nampak akrab dengan polisi yang waktu itu menolongnya sedang tertawa kadang tersenyum manis kearah polisi yang bernama Roni itu nampak kesal.
Nayla pun menceritakan apa yang ia alami dari saat Anto menculiknya di rumah hingga membawanya kerumah yang ada di Lewo kabupaten Garut.
Setelah mendapatkan apa yang diperlukan akhirnya merekapun kembali dan mengaharapkan Nayla menjadi saksi saat proses sidang Anto nanti.
Lilis dan Dedi pun pamit keluar untuk mencari makan siang
"Lis... aku mau soto betawi ya pake sambel" ucap Nayla dengan tampang polosnya.
Pletakk...
Adit menyentil dahi Nayla
Awww
"Sakitt tau ..."
"Lagian kamu ada-ada aja, mana ada disini soto betawi" ujar Adit
" Ya siapa tau ada Dit" jawab Nayla pelan
cup...
Adit langsung kembali mengecup bibir Nayla
"ADIIITT" pekik Nayla kaget sekaligus malu karena ada Lilis dan Dedi disana.
"Apa???" balas Adit tak mau kalah
" Kamu gak tau malu ihh ada adenya juga"
"Kan aku udah bilang Yang panggil aku Aa Adit" sahut Adit tak mau kalah
Nayla mengikuti gerakan bibir Adit.
" Mau di cium lagi ya" ancam Adit yang menatap wajah Nayla.
"Cepat sehat ya Nay ..."
"Kamu mau kan kita cepet-cepet pulang ke rumah kita" ujar Adit sambil membenahi rambut Nayla yang berantakan lalu mengikatnya kebelang.
"Bener Dit kita bakal tinggal Kota "B"
Adit hanya mengangguk lalu tersenyum bahagia saat melihat wajah Nayla yang tersenyum lebar saat mendengar akan kembali kerumah mereka.
Segini dulu ya upnya
Maaf agak pendek soalnya authornya lagi sakit gigi.
Maaf juga kalo banyak Typo
Jangan lupa tinggalin jejaknya buat authorr biar makin semangat akuhhnya.
Salam Manis
Amellajj/authorr
__ADS_1