TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 305


__ADS_3

Selamat Membaca


Hari itu Nayla mendapat undangan pernikahan Adit dan Dina.


Dengan perasaan Malas Nayla pun pergi diantar dengan Ryan dan Damra.


Nayla terlihat sangat cantik dengan baju hamilnya dan sedikit riasan.


Begitu tiba ditempat pernikahan Adit Nayla langsung memasukan kantung plastik kedalam tasnya.


Damra dan Ryan hanya menggelengkan kepala melihat Nayla.


"Emang masih mual ya Nay liat dia?" tanya Damra.


"Gak tau Ra, buat jaga-jaga aja" jawab Nayla.


Ryan yang dari tadi sudah menunggu diluar mobil langsung mengulurkan tangannya saat Nayla turun dari mobil.


"Hati-hati sayang, kamu bener gak apa-apa?" tanya Ryan menyakinkan Nayla yang nampak ragu untuk masuk kedalam rumah Dina yang dijadikan tempat pesta pernikahan Adit dan Dina.


"Aku gak apa-apa cuma takut muntah aja liat muka Adit nanti" jawab Nayla.


"Bisa tahan kan sayang, kan cuma sebentar aja" ucap Ryan lembut.


"Iya aku usahain"jawab Nayla datar.


Tak ingin berlama-lama merekapun langsung masuk.


Nayla berhenti sejenak, ia melihat kearah pelaminan dimana Adit dan Dina berdiri.


Tiba-tiba saja hatinya terasa begitu sakit,ingatanya kembali pada saat Adit menikahinya,tak ada pesta bahkan ia pun hanya memakai kebaya putih yang dibeli dadakan.


Ryan yang sedari tadi memperhatikan Nayla sedikit ikut merasa sedih.


Adit yang secara tidak sengaja melihat Nayla berdiri jauh dengan perut yang mulai membuncit tersenyum.


Ia tersenyum bahagia akhirnya ia pun dapat kembali melihat wajah cantik Nayla walaupun dari jauh.


Tiba-tiba saja jantung Adit berdegup kencang saat pandangan matanya dan mata Nayla bertemu.


"Ada apa dengan jantungku,Nayla ternyata aku masih sangat mencintai kamu, maafkan semua kebodohan aku Nay" batin Adit saat melihat Nayla dan Ryan begitu dekat.


"Hallo Nay" sapa seorang pria yang ternyata Dika.


"Hallo juga" jawab Nayla datar.


"Loe dah hamil aja Nay, siapa suami loe" ucap Dika tanpa melihat kearah Ryan.


"Kenalin suami aku" ucap Nayla yang langsung menarik tangan Ryan.


"oh jadi pak polisi ini suami loe y, telat dong gw" ucap Dika


"Iya" jawab Nayla singkat.


"Boleh tanya gak?" tanya Dika yang semakin penasaran dengan Nayla.


"Gak"


"Maaf ya mas istri saya lagi kurang baik moodnya" ucap Ryan berusaha membuat agar Dika tak lagi mengganggu Nayla.


"Oh maaf ya" ucap Dika lalu pergi meninggalkan Ryan dan Nayla.

__ADS_1


"Sayang kita kasih ucapan sekarang aja yuk mumpung sepi" ajak Ryan.


Damra yang dari sedari tadi sudah ada di pelaminan memberi ucapan selamat pada Adit nampak sedang berbicaralah dengan Adit.


Setelah menguatkan hatinya akhirnya Naylapun mengajak Ryan untuk memberi ucapan selamat kepada mantan suaminya itu.


Dalam hati Adit bersorak gembira melihat Nayla mendekat kearahnya.


Namun seketika itu juga Adit tersadar kini ada Ryan disini Nayla, walaupun dalam hatinya masih tertanam dalam nama Nayla apalagi sekarang Nayla sedang Mengandung anaknya.


"Selamat ya semoga samawa" Nayla menjabat tangan Dina.


Namun saat Nayla hedak memberi ucapan pada Adit tiba-tiba saja Dia memeluk Nayla erat sambil menangis.


"Maafin aku Nay,gara-gara aku rumah tangga kamu berantakan" ucap Dina disela-sela Isak tangisnya


"Gak ada yang perlu disesali Dina,aku cuma berharap nasib kamu gak kaya aku,aku berharap kalian selalu bahagia" balas Nayla


Namun saat Nayla hendak memberi ucapan selamat kepada Adit tiba-tiba saja perutnya sangat mual dan tak dapat ia tahan.


Uuweekk


.Nayla langsung menutup mulutnya dengan tangan


Ia menatap sekilas kearah Adit, tanpa berkata-kata ia pun langsung bersalaman dengan Adit lalu segera turun dan menjauh.


Adit yang melihat Ryan merangkul Nayla merasa cemburu apalagi sekarang Nayla dan calon anaknya nampak begitu membenci dirinya.


"Nayla.... " teriak Adit yang tanpa sadar ketika Nayla mulai menjauh dari pelaminan.


Seketika itu juga para tamu yang mendengar teriakan Adit langsung melihat kearahnya.


Tak sedikit juga yang berbisik-bisik entah apa yg mereka bicarakan.


Sejenak mereka beristirahat, Damra langsung mengambil segelas air mineral lalu beberapa kue untuk Nayla.


Saat Nayla sedang menikmati siomay sambil mengedarkan pandangannya tiba-tiba ia melihat ada sosok wanita paruh baya yang berdiri disamping Dina.


"Siapa tuh ibu-ibu" bisik Nayla pelan pada Ryan.


"Ibu-ibu mana sayang" tanya Ryan sambil membersihkan noda saus kacang disisi bibir Nayla dengan jarinya lalu menjilat jarinya.


"Ryan ih jorok tau" protes Nayla saat melihat Ryan.


"Gak jorok sayang kan mubajir ini dari bibir kamu"balas Ryan sambil berbisik.


Adit yang sedari tadi memperhatikan Nayla dan Ryan merasa begitu cemburu, ia juga dulu sering melakukan hal yang sama seperti Ryan namun semua itu tinggal hanya kenangan masa lalu bersama Nayla.


Mata Nayla tak lepas dari sosok wanita yang terus saja berdiri disamping Dina.


Sebuah tepukan lembut dibahu Nayla berhasil menyadarkannya.


"Ada apa?" tanya Nayla sedikit terkejut.


"Loe liatin apa sih Nay?" tanya Damra yang ikut penasaran.


"Itu loh Ra, siapa sih tuh ibu-ibu yang ada disamping Dina, tapi bukan orang kali ya,kan kamu sama Ryan gak liat" ujar Nayla.


Nayla yang sudah merasa baikan akhirnya meminta pulang.


Ryan dan Damrapun langsung pamit pada Adit dan Dina sementara Nayla hanya menunggu ditempat ia duduk.

__ADS_1


Tanpa Nayla sadari Dika yang berada tak jauh darinya sedang memperhatikannya.


Melihat Nayla sendiri Dika langsung mendekatinya.


"Udah mau pulang Nay" sapa Dika


Nayla yang terkejut langsung membalikkan badannya.


"Ih...loe Dika, ngagetin aja" Nayla hanya menoleh sesaat lalu kembali melihat kearah Ryan yang ternyata sedang ngobrol dengan Adit.


Beruntung Ryan dan Damra segera menghampiri Nayla yang terlihat tidak nyaman berbicara dengan Dika.


"Ayo sayang kita pulang, kasian kayanya kamu cape" ucap Ryan yang langsung melingkarkan tangannya dipinggang Nayla.


"Loe ke mobil aja duluan Yan, biar Nayla ama gw, biar gak lama tar" ucap Damra yang lalu merangkul Nayla.


Ryanpun langsung menuju mobil yang memang ia parkir sedikit jauh karena tak ada tempat.


"Maaf ya mas Dika kita duluan" pamit Damra


Baru saja beberapa langkah tiba-tiba terdengar suara Adit yang memanggil Namanya.


"Nayla tunggu" teriak Adit yang langsung turun dari pelaminan dan setengah berlari mendekati Nayla.


Diluar dugaan begitu sudah dekat dengan Nayla Adit langsung menarik Nayla dan memeluknya erat.


"Maafin aku Nay"


"Aku masih sayang sama kamu dan anak kita" ucap Adit yang terdengar seperti sedang menangis.


"Adit lepasin"


"Kamu apa-apa'an sih" Nayla terus berontak agar lepas dari dekapan Adit.


"Loe gak malu apa, Loe kan lagi jadi pengantin masa meluk cewe lain" ujar Damra yang berusaha melepaskan Nayla dari dekapan Adit.


Seoalah tidak memperdulikan keadaan Sekitarnya Adit terus mendekap Nayla hingga Nayla kesulitan bernafas ditambah rasa mual yang tiba-tiba saja menderanya.


Ryan yang melihat dari dalam mobil langsung keluar dan berlari mendekati Nayla yang sudah terlihat lemas.


"Adit gila ihhh lepasin gak, aku gak bisa nafas" ucap Nayla pelan.


Tiba-tiba saja pandangan matanya buram, setengah sadar Nayla masih dapat mendengar saat Ryan memaki Adit dan menggendongnya menuju mobil.


"Sakit Ryan perut aku" rintih Nyala pelan.


Seketika itu juga suasana pesta pernikahan Adit dan Dina pun terlihat kacau.


Banyak yang menduga-duga sendiri akan apa yang sedang terjadi.


Dina yang merasa malu karena suaminya memeluk wanita lain didepan orang banyak akhirnya berlari masuk kedalam kamar dan menangis sejadi-jadinya.


Sementara diluar Adit nampak histeris melihat Nayla yang lemas akibat ulahnya.


Hallo semua Maaf baru bisa up lagi.


Maaf juga di bab yang kemarin banyak typo.


Emang Author sering lupa mau ketik Ryan jadi Adit, mudah-mudahan di bab ini gak ada typo lagi ya.


Jangan lupa ya tetap tinggalkan jejak Like,Rate,favorit juga boleh apalagi gif atau vote sebagai dukungan buat author.

__ADS_1


Salam Manis


Amelajj/Authorr


__ADS_2