
SELAMAT MEMBACA
Setelah sekian lama Adit menunggu akhirnya hari bahagia itu pun tiba.
Pagi-pagi sekali suasana di rumah Adit begitu ramai segala sesuatunya sudah siap hanya tinggal menunggu beberapa menit saja.
"Pengantin udah gak sabar ya liatin jam terus" goda Lilis yang datang membawa segelas teh manis hangat untuk Adit.
"Kok Aa dek-dekan ya Lis, padahalkan ini bukan yang pertama kali aa nikah sama Nay" Adit sedikit mengungkapkan perasaannya pada sang Adik.
"Semoga aja setelah ini Aa dan teteh Nay hidup bahagia ya, gak ada lagi cobaan" ucap Lilis tiba-tiba saja ia ingat banyak sudah cobaan dalam rumah tangga abangnya dan berapa beratnya cobaan yang Nayla lalui hingga akhirnya mereka pisa.
Adit mengerutkan keningnya saat melihat wajah Lilis yang tiba-tiba saja murung.
"Kamu kenapa Lis, kok sedu gitu?" ujar Adit
"Lilis Inget dulu teh Nay banyak banget cobaannya, semoga setelah ini dia akan terus bahagia" ucap Lilis sambil mengusap air mata disudut matanya.
"Aa janji setelah ini gak akan ada air mata kesedihan lagi, Aa akan berusaha membuat Nay dan anak-anaknya bahagia Lis" ucap Adit yang ikut sedih mengingat betapa banyak luka yang sudah ia gores di hati Nayla dulu.
"Udah lah Aa sekarang mah mari kita bahagia aja, kenapa jadi mellow begini Lilis langsung berdiri dan keluar dari kamar Adit.
Didepan rumah Adit nampak semua sudah siap hendak menuju ke tempat acara berlangsung.
Acara pernikahan mereka memang di selenggarakan di sebuah gedung yang berbeda tak jauh dari rumah Nayla.
Di sana nampak semua sudah siap.
Nayla yang masih berada di dalam kamar rias nampak begitu cantik walaupun sudah memiliki 2 orang anak.
"Lo masih cantik aja sih Nay, padahal udah punya buntut 2 juga" ucap Damra yang baru saja tiba dan langsung masuk kedalam ruang rias menemui sahabat yang sudah ia anggap adik.
Sambil menunggu waktu mereka pun berbincang-bincang sambil sesekali tertawa.
Setelah melalui beberapa acara akhirnya Naylapun di bawa keluar ruangan dengan didampingi Damra dan Empok.
Adit langsung terpana begitu melihat Nayla yang dibalut kebaya putih terlihat sangat cantik di matanya.
"Alhamdulillah akhirnya hari ini aku bisa bersama mu lagi Nay, semoga setelah ini kita akan selalu bahagia" batin Adit.
Jantung Adit berdegup kencang saat Nayla duduk disebelahnya.
Nayla hanya menunduk tak berani menatap Adit.
Beruntung Adit dapat dengan lancar mengucapkan Ijab Kabul hingga terdengar suara
Sah.....
"Alhamdulillah" ucap Nayla dalam hati, ia pun langsung mencium tangan Adit.
__ADS_1
Adit pun langsung mencium kening Nayla beberapa detik.
Acara pun berlangsung dengan sedikit meriah.
Tanpa sengaja mata Nayla melihat sosok Ryan yang berdiri di salah satu sudut ruangan.
"Mas Ryan" ucap Nayla pelan namun Adit dapat mendengarnya.
"Kamu lihat apa sayang" bisik Adit.
"Ada mas Ryan disana"
Sekuat tenaga Nayla menahan air matanya agar tidak menetes.
Sosok itu tersenyum ke arah Nayla dan beberapa saat kemudian akhirnya menghilang.
"Semoga kamu tenang di sana mas" ucap Nayla dalam hati lalu mengirim alfatihah untuk Ryan.
Namun tak lama setelah sosok Ryan menghilang ia kembali melihat sosok wanita yang berdiri tak jauh dari pelaminannya.
Sosok itu nampak sedih menatap kearah mereka.
"Adit..."
"Dit ..itu ada cewe tapi aku gak tau siapa" bisik Nayla
"Kamu jangan takut sayang, insya Allah mereka gak akan ganggu kita" bisik Adit.
Di kejauhan Aa Iwan dan Aris yang sudah tau keberadaan mereka hanya memantau tanpa melakukan apapun.
"Aa kita usir aja, kayanya si Nay takut itu" saran Aris yang dari tadi memperhatikan Nayla yang selalu berpegangan pada Adit.
"Ishh biarin aja dulu, siapa tau si Nay pegangan itu bukan karena takut tapi biar keliatan romantis sama kamu" ucap Aa sedikit bergurau.
"Aihh si Aa kenapa bercanda terus ih"
"Jangan terlalu di bawa serius Ris, kalem waeee" ujar Aa santai.
Padahal yang sebenarnya Aa sedang berusaha mengusir beberapa sosok yang sedang berusaha mengganggu acara Nayla.
Sementara itu Lilis nampak kesulitan menenangkan Ardina yang dari tadi menangis sambil menunjuk ke suatu arah.
"Aduh ni anak kenapa sih kok gak kaya biasanya" Lilis bermonolog sendiri.
"cup...cup cantik jangan nangis terus ya, itu liat Papa lagi bahagia di sana" ucap Lilis yamg terus berusaha membujuk Ardina Agar mau berhenti menangis.
Kebetulan Aa Iwan melintas di dekat Lilis dan mendengar suara anak kecil menangis.
"Itu kenapa Lis kok nangis terus" tanya Aa sambil menghampiri Lilis.
__ADS_1
"Gak tau Aa nangis terus sampe suaranya mau ilang, padahal biasanya gak kaya gini" jawab Lilis
Aa Iwan hanya tersenyum lalu beberapa saat kemudian ia menggendong Ardina.
Awalnya Ardina menolak namun setelah di bujuk akhirnya ia pun mau di gendong Aa.
Aa Iwan meminta segelas air kepada Lilis dengan segera Lilis pun mengambil satu buah air minum kemasan dan memberikannya kepada Aa Iwan.
Entah apa yang dilakukan Aa Iwan yang Lilis lihat Aa Iwan ngusap wajah Ardina dengan air yang tadi ia bawa setelah itu meminumkannya sedikit demi sedikit, tak lama kemudian Ardina pun diam dan sudah kembali ceria.
Aa pun segera memberikan Ardina kembali pada Lilis.
Ia berjalan mendekati Nayla.
setelah dirasa sepi ia pun langsung naik keatas pelaminan.
"Aduh yang jadi pengantin lagi"
"Bahagianya" ucap Aa sambil tersenyum ke arah pengantin.
"Bahagia dong Aa, sekarang mah udah gak usah pisah lagi tiap hari ketemu" ujar Adit dengan senyum yang lebar.
"Aa...ituuu" ucap Nayla terbata-bata kini wajah nya terlihat sedikit pucat.
"Jangan takut Nay,.ada Aa dia gak akan berani macam-macam" bisik Aa yang tau jika saat ini Nayla merasa ketakutan.
"Iya Aa cuma serem aja, Nay ... Nayla tidak melanjutkan kata-katanya.
Sosok itu menatap Nayla tajam hingga membuat bulu-bulu halus di tangan dan tengkuk berdiri.
"Aa tolong usir Nay bener takut" bisik Nyala sambil memegang tengkuknya yang merinding.
Aa pun segera turun dari pelaminan karena banyak tamu yang ingin memberi selamat kepada kedua mempelai.
Entah Aa Iwan pergi kemana yang jelas saat ini sosok itu pun sudah tidak ada.
Kini mereka berdiri bersama ketiga buah hati mereka.
Lilis dan Mamanya Ryan pun terlihat begitu bahagia, begitu pun dengan Empok.
Setelah acara selesai mereka pun langsung menuju hotel yang telah mereka pesan untuk beristirahat.
"Aku lega Nay akhirnya kamu jadi milik aku lagi,untuk saat ini dan nanti" ucap Adit saat mereka sedang merebahkan diri diatas kasur setelah bersih-bersih.
"Aku juga Dit, aku janji mulai saat ini akan berusaha jadi istri yang baik buat kamu dan juga anak-anak kita"
Adit menggam tangan Nayla dan mengecupnya.
Karena lelah akhirnya merekapun tertidur pulas.
__ADS_1