TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 255


__ADS_3

🌻🌻🌻 Selamat Membaca 🌻🌻🌻


Nayla hanya menekuk wajahnya kesal karena teman-teman Rian selalu menggodanya.


"Jangan diambil hati Nay, maklumlah mereka jarang liat cewe manis kaya kamu" Nayla melirik tak suka kearah Rian karena pak polisi satu itu masih saja menggodanya.


"Pulang yukk" ajak Nayla pada Damra.


"Tar dulu Nay gw tuh pengen banget liat polisi ini pada latihan, kata Rian sebentar lagi mereka latihan" kini gantian Damra yang memohon pada Nayla.


"Iya deh, tapi jangan godain aku mulu dong risih tau" Nayla merapatkan duduknya pada Damra karena teman-teman Rian terus saja mendorong-dorong Rian agar merapat pada Nayla.


"Ra..laper" bisik Nayla dengan malu-malu.


"Aihh bilang dong kalo kamu laperr, Rian si Nay laper tuhh beli'in apa'an gitu" ucap Damra langsung pada Rian.


Rian hanya tersenyum " kenapa gak langsung bilang aja sih Nay ama aku, pake bilang ama Damra segala" Rian membalikkan tubuhnya dan menatap Nayla penuh puja.


"jangan gitu liatinnya Rian" Nayla menundukan wajahnya malu.


Rian pun mengeluarkan ponselnya dan memesan makanan.


Tak menunggu lama pesanan pun datang, ternyata Rian memesan pizza.


Karena sudah sangat laper Naylapun langsung memakan beberapa potong pizza.


Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, beberapa orang sudah berpakaian rapi dan meninggalkan mess.


"Ayo katanya mau liat yang pada latihan"ajak Rian.


Tanpa menjawab Nayla dan Damrapun mengekori dari belakang.


Begitu sampai ditempat latihan Nayla begitu bersemangat melihat para polisi yang sedang berlatih.


Damra membisikan sesuatu pada Nayla lalu tawa keduanya pun pecah saat melihat seorang polisi muda yang sedang bertelanjang dada dengan wajah kurus dan hitam.


"Kalian ngetawain apa?" tiba-tiba Rian sudah berganti seragam dan kini berada disamping Nayla.


" Waw keren banget lo ternyata kalo pake seragam Rian, aje gile bisa naksir gw" ucap Damra sambil mengelilingi Rian


Aduhhh


Pekik Damra saat tongkat yang Rian bawa megenai dahinya.


"Itu hukuman buat yang udah godain komandan" ujar Rian.


Upsss


Nayla menahan tawa nya saat melihat Damra digetok oleh Rian.


"Itu yang ketawa gak dihukum juga Dan masa gw aja yang kena" protes Damra.


"Oh..kalo buat yang ini mah hukumannya beda" Rian kembali menggoda Nayla.


"Trus kalo buat Nayla hukumannya apa dong" tanya Damra penasaran


"Ya temenin komandan aja biar semangat gitu" Rian mengedipkan sebelah matanya menggoda Nayla.


"Astoge..loe y, masih bini orang ini Dan"


"Iya tau, coba singel dah aku ajak nikah dari kemarin" jawab Riann sambil tersenyum.


"Lahh pada ngomongin apa sihh" sela Nayla pura-pura tak tahu apa yang mereka bicarakan.


Rian pun pamit sebentar pada Nayla dan Damra.


Terdengar suara Rian yang ternyata cukup lantang saat melatih anak buahnya.


"Ya ampun Nay Rian keren banget coba itu" Damra yang kegirangan tanpa sadar memukul sedikit keras bahu Nayla hingga terdengar suara Nayla yang meringis.


"Maaf aku lupa Nay, kebablasan" Damra mengelus bahu Nayla yang tadi ia pukul.


"Sakitt Ra"

__ADS_1


Haripun semakin sore akhirnya latihanpun selesai.


Nayla dan Damra menunggu di mobil sementara Rian dan temannya sedang membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Nayla duduk diatas kap mobil dan menyandarkan tubuhnya pada kaca depan sedangkan Damra sibuk memainkan gawainya di kursi depan dengan pintunya yang dibiarkan terbuka.


Suasan terasa sepi,hati Nayla tak tenang ingin rasanya ia segera pulang dan bertemu Adit.


Ia ingat saat dulu ia masih sangat galak terhadap pria itu dan seiring waktu perasaan itu berubah Nayla yang dulu acuh pada Adit dan tak perduli saat Adit berjalan dengan wanita manapun perlahan mulai menyukai Adit.


Banyak sudah saat-saat indah telah tercipta, banyak juga aral lintang yang mereka lalui hingga akhirnya Adit menikahinya secara paksa.


Namun sayang saat Nayla mulai seutuhnya mencintai Adit dan menaruh harapan padanya lagi-lagi ia harus merasakan sakitnya diduakan dan oleh wanita yang sama namun dengan kondisi yang berbeda.


Dari jauh Rian dan temannya yang sudah rapi langsung menghentikan langkahnya, secara diam-diam ia mengambil foto Nayla yang terlihat menarik untuk di foto.


"Dan...ngapain diem-diem sih fotonya" tanya sang anak buah.


"Ehh dia tuh kalo kita minta foto pasti gak mau jadi mesti kaya gini" ujar Rian pada anak buahnya dengan suara setengah berbisik.


"Cantikkan, tapi sayang udah ada yang punya" celetuk Rian setengah bergumam namun anak buahnya masih dapat mendengar apa yang Rian katakan.


"Dann parah loe bini orang loe embat juga"


"Ini aja aku lagi ngarep biar dia cepet cerei ama lakinya, aku mau kok nampung biarpun bekas orang karena cinta aku buat dia gak mandang itu" ujar Rian sambil masih memandang kearah Nayla.


"Cinta gila itu namanya Dan" celetuk sanga anak buah sekaligus teman dekat Rian.


"loe yang gila, ayo kesana tar bidadari gw marah" ujar Rian sambil melangkah mendekati Nayla.


"Maaf ya lama" ucap Rian yang langsung membuat Nayla membuka matanya.


"Pulang yuk Yan, gw cape" pinta Nayla yang langsung turun dari atas mobil.


"Makan dulu ya, tar kamu masuk angin yang" ucap Rian tanpa sadar.


"Kamu bilang apa Rian?" tanya Nayla bingung


"Upss maaf" Rian tersenyum sambil memasang sabuk pengamannya.


Tanpa ia sadari butiran bening mengalir dari sudut matanya.


Rian yang melihat air mata Nayla mengalir tanpa ia sadari tangannya langsung menghapus air mata dipipi Nayla.


"Kamu kenapa"tanyanya saat Nayla membuka matanya karena terkejut.


Sementara itu Adit sudah sampai di kota B dan langsung menuju rumah Nayla.


Namun ia sedikit kecewa saat sampai disana Nayla tidak dirumah.


Empok yang tau cerita sebenarnya nampak sedikit kesal dengan Adit namun ia tak berani menegur Adit.


Aditpun meminta ijin untuk istirahat di kamar Nayla.


Jam 8 malam Nayla sampai dirumahnya dengan diantar langsung oleh Rian.


Adit yang sedang berada di kamar Nayla langsung melihat dari jendela begitu mendengar suara mesin mobil berhenti didepan rumah Nayla.


Dari jendela kamar Nayla ia dapat melihat dengan jelas saat Nayla turun dari mobil dan tak lama kemudian Rian pun turun dan disusul oleh Damra.


"Makasihh ya" ucap Nayla saat akan membuka pintu pagar rumahnya.


"Langsung istirahat ya Nay" Rian mengelus rambut Nayla.


Adit yang melihat adegan itu langsung mengepalkan tangannya kesal.


Adit langsung mematiakan lampu kamar dan ia pun duduk disisi tempat tidur sambil menghadap ke pintu.


Suara langkah kaki Nayla terdengar semakin mendekat.


"Pokk...bikinin es susu ya pake gelas gede"teriak Nayla dari lantai 2.


"Iya neng" terdengar suara empok dari arah dapur.

__ADS_1


Tanpa rasa curiga Nayla langsung membuka pintu.


Tangannya meraba mencari saklar lampu


Aaaaaa


Nayla berteriak saat ia merasa ada yang menarik tangannya membentur sesuatu.


Adit yang marah sekaligus rindu langsung menarik tangan dan mendekap gadis itu dengan erat.


"Toll...." Nayla tak dapat meneruskan teriakannya karena Adit langsung membungkam mulut Nayla dengan tangannya.


" Jangan berisik sayang ini aku" bisik Adit


Nayla hampir saja tak percaya dengan pendengarannya.


"Kaya suara Adit, tapi apa mungkin" batin Nayla.


Tangan Nayla meraba tembok mencari saklar lampu dan


ceklekk


lampu pun menyala


Aaaaaaa


" Ada hantu" teriak Nayla saat melihat wajah Adit yang berada didepannya.


"Nay ini aku bukan hantuu" Adit menarik dagu Nayla dan memaksa Nayla menatapnya.


Namun sayang Nayla memejamkan matanya tak mau melihat kearah Adit.


"Buka mata kamu Nay, ini aku beneran suami kamu" pinta Adit


"Bukann"teriak Nayla


Cupp


Adit langsung mencium bibir Nayla hingga Nayla yang terkejut langsung membuka matanya.


Ihhhh


Nayla mendorong tubuh Adit sekuat tenaga


"Nay..aku kangen banget ama kamu" ucap Adit


"Aku gakk kangen tuhh"jawab Nayla asal.


"Nay...kenapa kamu berubah sih, apa karena Rian kamu berubah" ujar Adit yang sedikit emosi.


"Gak usah nyalahin orang Dit, semua kan kamu yang mulai sampai aku harus keilangan anak aku" teriak Nayla tak mau kalah.


"Aku kan dah minta maaf Nay, maafin aku" ucap Adit sedikit parau.


"Kamu tuh enak banget ya kalo salah trus minta maaf, apa kata maaf bisa balikin anak aku" sahut Nayla tak mau kalah dengan air mata yang mengalir.


"Nay...aku bener-bener minta maaf" Adit berusaha memeluk Nayla namun Nayla selalu meronta.


"Kamu tuh udah kaya jalangkung Dit dateng ngambil hati aku setelah dapet kamu pergi gitu aja" tutur Nayla


"Sakittt tau dit hati aku, kamu jahattt" tangisan Nayla semakin menjadi


"Maafin aku Nay, aku janji akan berubah Nay" Adit bersimpuh di kaki Nayla


Nayla hanya diam dengan air mata yang terus mengalir.


Adit memeluk Nayla erat, namun Nayla tak membalas ia hanya diam membatu entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.


**Udah dulu ya buat hari ini, lanjut besok llagii


Jangan lupa like dan komennya.


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr**


__ADS_2