TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 295


__ADS_3

Selamat Membaca


Hari itu Adit pulag lebih cepat.


Begitu sampai dirumah ia langsung masuk ke kamar Nayla.


Begitu melihat botol air diatas meja kecil Adit langsung mengambilnya dan dengan tergesa-gesa menaruh obat ya g tadi ia beli kedalam botol itu.


Setelah misinya selesai ia pun segera kembali ke kamarnya dilantai bawah.


Empok yang memang sudah istirahat sejak jam 9 tadi tidak mengetahui apa yang Adit lakukan dikamar Nayla.


Jam sudah menunjukkan jam 11 malam saat Nayla sampai dirumah.


Ia langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamar.


Setelah ia berganti pakaian ia pun duduk diatas kasurnya.


Sejenak Nayla memperhatikan air minum yang ada diatas meja.


Entah kenapa ia merasa ada yang aneh dengan air itu.


Tanpa banyak berpikir ia pun langsung membuang air itu dikamar mandi dan segera mengganti dengan yang baru.


Sementara itu dikamarnya Adit sedang menunggu reaksi dari obat yang ia taruh di air Nayla tadi.


Malam semakin larut Nayla pun tertidur dengan sangat pulasnya.


Begitu pun dengan Adit yang tertidur dan lupa dengan niatnya semula.


Begitu pagi tiba Adit baru teringat dengan obat yang ia taruh di air minum Nayla.


"Astaga kenapa aku bisa lupa sih" gerutu Adit pada diri sendiri.


Ia pun segera ke kamar Nayla hendak melihat kondisi Nayla.


Namun ia sedikit terkejut saat tahu Nayla sudah tak ada dikamarny lagi.


"Seharusnya obat itu masih bereaksi dan harusnya dia masih tidur"gumam Adit sambil berpikir.


Sementara itu di salon Damra, Nayla sudah rapi dan membawa berkas untuk gugatan cerainya dengan Adit.


"Loe dah yakin Nay mau pisah dengan Adit?" tanya Damra memastikan lagi dengan keputusan Nayla sudah benar.


"Iya Ra aku dah yakin, aku dah cape ngadepin Adit yang cuma kapok sambel" jawab Nayla


Dengan diantar Damra mereka pergi kepengadilan agama untuk memasukan berkas perceraian Nayla.


Sepulang dari pengadilan Agama Nayla langsung ke salon.


Nayla duduk sambil melamun, kembali melintas dalam ingatanya saat-saat indah bersama Adit.


Saat mendaki gunung bersama teman-teman Adit saat itu lah Adit mulai mendekatinya.


Mungkin dulu kenangan itu terasa sangat indah namun kini setiap kali Mengingat kejadian itu terasa sangat pahit dan menyakitkan.

__ADS_1


"Udah jangan di inget terus Nay,yang ada loe yang sakit nantinya" tegur Damra saat Nayla sedang termenung.


"Aku udah coba iklas Ra, tapi gak tau kenapa tiba-tiba aja kenangan itu kebayang lagi" ujar Nayla dengan muka sedih.


Sementara itu disebuah kafe Adit sedang makan berdua dengan Dina.


Sementara itu Dika yang beralasan tidak bisa datang karena ada kepentingan mendadak ternyata datang kesalon Damra.


"Mbak saya mau cuci muka dong sekalian keramas" ucap Dika yang ternyata hanya sebuah alasan saja.


Tanpa rasa curiga Damrapun segera melayani Dika.


Melalui cermin besar didepannya Dika memperhatikan Nayla yang sedang melamun sambil bersandar pada sandaran bangku.


Setelah selesai Dika tidak langsung pulang namun ia minta ijin untuk beristirahat sebentar.


Tanpa rasa curiga Damrapun mengijinkan duduk di hadapan Nayla.


Nayla yang memang merasa tidak kenal bersikap acuh pada Dika.


"Hallo kaya kita pernah ketemu ya" sapa Dika


Nayla melihat sekilas wajah Dika lalu ia kembali melamun.


"Hallo mbak..dih kok malah bengong sih" sapa Dika lagi.


"Gak usah sok kenal deh" jawab Nayla dengan wajah judesnya.


"Mbak kok jutex amat sih" lanjut Dika yang terus menggoda Nayla.


"Loe mau kemana Nay?" tanya Damra saat Nayla hendak mendorong pintu agar terbuka.


"Males disini Ra" jawab Nayla sambil melirik kearah Dika.


Damra mengikuti arah pandangan Nayla dan ia pun langsung mengerti.


"Bisa tolongin gw gak?"


"Apa" jawab Nayla


"Tolong ambilin peralatan yang ketinggalan ditempat hajatan kemarin bisa gak" tanya Damra ragu.


"Bisa, ya udah aku sekarang ya kesananya" ucap Nayla langsung keluar.


Dikapun langsung mengikuti Nayla


"Saya anterin ya mbak" ucap Dika yang semakin penasaran dengan Nayla.


"Gak usah aku bisa sendiri" jawab Nayla sambil duduk di jok motornya.


"Nanti kalau ada yang godain gimana mbak" Dika terus memaksa untuk ikut dengan Nayla.


Nayla yang kesal akhirnya menatap kesal pada Dika.


Saat ia melihat wajah Dika barulah Nayla menyadari jika pria yang kini ada dihadapannya ada teman Adit.

__ADS_1


"Bukannya loe temen Adit, ngapain kesini" tanya Nayla dengan nada kesal.


"Ya ampun galak banget sih Nay, aku cuma mau kenal kamu lebih dekat aja" jawab Dika aambil senyum-senyum.


"Siapa juga yang mau kenal sama loe" jawab Nayla lalu langsung melakukan. motornya menjauhi Dika yang masih muda kepergian Nayla.


"Issh bikin makin penasaran aja tuh cewe" gumam Dika sambil menyugar rambutnya kebelakang.


Nayla yang kesal pada Dika nampak menggerutu sendiri.


Sementara itu Adit nampak asik makan berdua dengan selingkuhannya.


Tetesan air mulai turun dari langit,awalnya hanya kecil namun lama kelamaan hujan turun semakin deras.


Nayla yang tidak membawa jas hujan pun langsung menepi didepan sebuah kafe.


Hujan pun semakin deras hembusan angin pun lumayan kencang hingga Nayla menggigil kedinginan.


Ia pun masuk kedalam kafe hanya untuk sekedar membeli kopi hangat sekalian menunggu hujan reda.


Adit sedikit terkejut saat melihat Nayla masuk dalam keadaan baju sedikit basah hingga terlihat jelas pakaian dalam Nayla yang berwarna biru.


Nayla pun langsung duduk tak jauh dari tempat duduk Adit dan Dina.


"Dari mana sih dia sampe basah begitu" ucap Adit dalam hati.


Nayla yang tidak menyadari jika ada sepasang mata sedang memperhatikan dirinya nampak asik memainkan ponselnya sambil meminum kopi yang masih panas.


Dina yang penasaran dengan tatapan Adit akhirnya ikut mencari siapa yang sedang menjadi perhatian Adit.


"Eh ada Nay, ajak gabung sini aja Dit" Dina begitu antusias ingin dekat dengan Nayla.


Sementara itu Nayla sedang asik berbalas chat dengan Damra


Nayla yang merasa ada yang sedang memperhatikannya langsung mencari tau siapa yang sedang memandangnya.


Saat tatapan mata Nayla bertemu dengan tatapan Adit Nayla langsung segara merapihkan peratannya dan segera keluar dari kafe walaupun hujan masih lumayan deras.


Aditpun segera mengejar Nayla namun seolah tak ingin bertemu dengan Adit Nayla pun mempercepat langkahnya dan langsung menaiki motornya.


Adit merasa sedikit bersalah pada Nayla karena dirinya Nayla rela hujan-hujanan.


"apa sebenci itu kamu Nay sama aku,hingga menegurku pun kamu udah gak mau " batin Adit sambil melihat kepergian Nayla yang menghilang ditelan derasnya hujan.


Sementara itu Damra nampak khawatir karena Nayla tiba-tiba tidak membalas chatnya dan begitu di hubungi ponsel Nayla tidak aktif.


Damra pun menelepon Ryan untuk meminta bantuannya mencari Nayla.


**Hallo semua maaf Author baru bisa up lagi karena kondisi kesehatan Author semakin menurun.


Maaf juga kalau masih banyak typo.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya buat Author dengan cara Like,komen nya buat penyemangat Author.


Salam Manis

__ADS_1


Amelajj/Authorr**


__ADS_2