
SELAMAT MEMBACA
Walaupun Rania sudah sedikit membaik namun kondisinya masih lemah, karena meraka besok ada ulangan dengan terpaksa mereka pun memaksakan untuk pulang malam itu juga.
Sepanjang perjalanan Rania hanya tertidur dengan posisi yang dibuat senyaman mungkin.
Ardina dan Radit menjaga Rania mereka tidak tidur.
Radit yang menang dapat melihat hal yang ghoib sedikit kesalahan saat begitu banyak yang berusaha mendekati Rania yang memang sedang dalam kondisi lemah.
Sosok gadis itu pun masih mengikuti Rania.
Saat melintasi tol Cipularang Radit sedikit khawatir saat ada beberapa yang nekat ikut dalam perjalanan meraka.
"Pah...ini gimana, Radit juga gak tahan kalo banyak begini" ucap Radit saat ia merasakan tidak tahan lagi dengan banyaknya gangguan yang ingin berusaha masuk kedalam tubuh Rania.
Adit pun menepikan kendaraannya sebentar.
Entah apa yang ia lakukan namun setelah itu Radit merasa sedikit lebih nyaman, bahkan ia dapat tidur dengan nyenyak.
Hampir subuh mereka pun tiba kembali di rumah.
Setelah sholat subuh mereka pun tertidur kembali walaupun hanya sebentar.
Radit hampir saja kesiangan, ia bangun dengan wajah lelah dan begitu mengantuk.
Hari itu mereka kesekolah diantar oleh Adit.
Begitu tiba di sekolah mereka pun langsung masuk kelas.
Rania yang masih merasa begitu lelah merebahkan kepalanya diatas meja.
Bel pun berbunyi, dengan terpaksa Rania pun membuka matanya namun saat oe membuka mata yang ia lihat adalah sosok anak kecil itu lagi dan kini ia tepat berada disisinya.
"Loe ngapain sih ikutin gw terus" ucap Rania dengan suara seperti berbisik.
Sosok itupun tersenyum.
"Ya udah kalo loe mau ikut gw terus loe harus bantuin gw mau gak" bisik Rania lagi.
Ardina hanya menggelengkan kepalanya melihat Rania yang seperti sedang berbicara dengan seseorang.
"Bantuin nyontek ya.." bisiknya lagi.
UPSSSSS
Ardina pun menahan tawanya mendengar ucapan Rania.
"emang hantu bisa baca Ran" bisik Ardina
"Gak tau gw"jawab Rania sambil nyengir.
Rahmat yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Mereka berdua itu aneh, tapi gak tau kenapa gw bisa suka sama mereka" batin Rahmat
Saat Rania tidak sengaja melihat Rahmat yang sedang memperhatikannya, ia pun melebarkan matanya.
__ADS_1
Pandangannya seakan berkata"Apa loe liatin gw"
Rahmat yang ketahuan sedangkan Mandang Rania langsung memalingkan wajahnya.
"Sial malah ketahuan " batin Rahmat.
Bel tanda istirahat pun berbunyi, Rania dan Ardina yang tidak membawa bekal pun langsung bergegas ke kantin karena cacing dalam perut mereka minta di kasih makan.
Begitu tiba di kantin Rania pun langsung memesan mie ayam dan teh hangat begitu juga dengan Ardina.
"Tumben banget kalian makan di kantin, gw gabung sini aja ya"tanpa menunggu jawaban dia pun dengan PD nya duduk diantara kedua gadis itu.
Rania yang memang sudah begitu laper tidak perduli dengan kehadiran Rahmat.
Berbeda dengan Ardina dia memang terlihat lebih elegan dibanding Rania yang sedikit bar-bar.
"Ar gw duluan ya, mau ke toilet dulu" Rania pun langsung berdiri dan keluar dari kantin.
Saat ini ia begitu ingin buang air kecil dengan segera ianpun berlari menuju toilet yang memang letaknya berbeda arah dengan kantin.
Karena terburu-buru Rania tidak sengaja menabrak seseorang hingga terjatuh.
Aduhhhh
Karena sudah tidak tahan lagi Rania pun meninggalkan orang yang ia tabrak tadi.
Samar-samar ia mendengar orang itu memakinya.
Saat tiba di toilet ia pun langsung masuk salah satu kamar kecil.
"Alhamdulillah untung gak sampe ngompol" ucap Rania sambil mencuci kedua tangannya.
Aawww
Pekik Rania
"Loe udah nabrak gw sampe jatuh terus gak tanggung jawab ya" ucap pria yang ia tabrak tadi.
"Oh..jadi loe yang gw tabrak, maaf ya tadi gw buru-buru mau pipis" jawab Rania sambil tersenyum.
"Orang itu kalo abis nabrak ya tanggung jawab lah, minima minta maaf bukannya langsung lari begitu aja" ucap pria itu yang ternyata Fahri.
"Kan tadi gw udah bilang, gw tadi buru-buru karena mau pipis udah gak tahan" ucap Rania yang malah jadi ikutan emosi.
"Kan gw juga udah bilang maaf tadi" lanjutnya.
"Tapi gak kaya gitu caranya" ucap Fahri masih belum mau terima.
"Terus gimana? sekarang mau loe apa" tanya Rania kesal.
"Ya mau gw loe minta maaf" jawab Fahri santai.
"Loe budek ya, kan tadi gw udah bilang maaf" ucap Rania masih dengan sangat emosi.
Ardina yang menunggu didepan kelas sedikit khawatir karena Rania belum juga datang.
Ia pun langsung menuju toilet untuk menyusul Rania.
__ADS_1
Dari kejauhan ia melihat Rania sedang berdebat dengan seseorang.
"Aihh kenapa lagi sih itu ya"
Ardina pun segera menghampiri keduanya.
"Ran ada apa kok ribut disini sih?" tanya Ardina.
Rania pun menjelaskan semuanya.
"Fahri maaf ya kalo Rania tadi nabrak kamu terus bikin kamu luka, maaf ya" ucap Ardina lembut.
"Kalo bukan karena saudara loe gw gak mau maafin loe" ucap Fahri lalu meninggalkan keduanya.
Mereka berdua pun langsung kembali kedalam kelas.
Jam 14.00 bel pulang pun berbunyi.
Mereka pun menunggu kedatangan Radit di halte depan sekolah.
Karena mereka tidak bawa kendaraan mereka pun tadi sudah janjian untuk pulang bersama naik taksi online.
Saat sedang menunggu Radit ada sebuah mobil berhenti tepat didepan mereka.
"Loe nunggu siapa?" tanya seorang pria dari dalam mobil.
Rania pun menatap Ardina.
"Dia nanya loe kali Ar" ucap Rania malas saat melihat ternyata Fahri yang menyapa mereka.
"Loe nanya sama siapa Ri?" tanya Ardina.
"Ya sama loe lah, males banget gw nanya saudara loe" jawab Fahri
"Gw juga gak mau ditanya sama loe" jawab Rania ketus.
Dari kejauhan Radit yang melihat ada sedikit keributan langsung menghampiri keduanya.
"Ada apa Ran?" tanya nya saat tiba di hante.
"Gak ada apa-apa aa" jawab Rania berbohong.
"Ya udah sekarang aa pesen taksi online dulu ya" Raditpun mengeluarkan ponselnya.
"Gak usah kk, bareng saya aja" ucap Fahri saat Radit akan memesan taksi.
"Gak usah Fahri biar kita pesan taksi online aja" tolak Radit karena merasa tidak enak jika harus menerima ajakannya.
Karena Fahri memaksa Akhirnya Radit pun mau diantar oleh Fahri.
Didalam mobil sesekali Fahri nampak mencuri pandang ke arah Rania yang duduk di tengah.
Saat Fahri sedang memperhatikan Rania tiba-tiba saja tanpa sengaja ia melihat sosok anak kecil yang duduk disebelah Rania.
Sejenak ia pun berpikir jika ia hanya salah lihat.
Sekali lagi ia melihat spion di tengah dan sekali lagi ia melihat sosok itu masih duduk disebelah Rania.
__ADS_1
"Gw pasti salah lihat" batin Fahri masih tidak percaya dengan penglihatannya.