TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 336


__ADS_3

Selamat Membaca


Setelah kedatangan Ryan hari-hari Nayla menjadi ceria bahkan cenderung manja.


Empok sedikit heran dengan Nayla yang menjadi manja bahkan terkadang makanpun minta ditemani oleh Ryan.


Sedangkan Ryan sendiri berpikir mungkin bawaan anak dalam kandungan Nayla yang ingin diperhatikan oleh Ayahnya.


Hari itu karena banyak yang harus dikerjakan Ryanpun pulang hingga larut malam.


Sementara itu dirumahnya Nayla menangis karena Ryan yang tak kunjung juga pulang padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.


Sambil menahan kantuknya Empok menemani Nayla yang terus saja sesegukan.


"Nay mending kamu makan dulu, ni udah malem banget kasian anak dalem perut kamu belum di kasih makan" ucap Empok mengingatkan Nayla yang terus saja menghapus air matanya.


"Nay gak mau Pok kalo gak ada Mas Ryan,Nay mau nya makan sama Mas Ryan" jawab Nayla.


Kerena terlalu mengantuk akhirnya Empokpun tertidur sambil duduk disofa samping Nayla.


Karena kasian sama Empok yang terlihat sangat lelah Naylapun membiarkan Empok tertidur.


Saat mendengar suara motor berhenti Nayla pun langsung melihat dari balik hordeng, dan bener saja Ryan yang datang.


Ryan yang mengira Nayla sudah tertidur langsung membuka pintu perlahan.


Alangkah terkejutnya Ryan saat melihat Nayla masih belum tidur dan ada banyak bekas tissue yang berserakan diatas meja.


"Kamu belum tidur sayang?" tanya Ryan begitu masuk


"Aku nunggu kamu mas" jawab Nayla dengan bibir sedikit maju.


"Astaga sayang, kamu tuh dah mau punya anak dua loh, tuh bibir jangan saingan sama perut majunya"kelakar Ryan menggoda Nayla.


Ryan yang tau jika Nayla sedang merajuk berusaha bercanda agar rasa kesal di hati Nayla hilang.


"Ih mas kok gitu sih"


"Iya maaf sayang, tadi tuh ada banyak laporan yang harus mas selesai'in"


"Kamu dah makan blom?kata Empok kamu gak mau makan kalo gak aku temenin" Ryan mengelus lembut rambut Nayla.


"Aku gak laper mas" jawab Nayla


"Jangan begitu sayang,kasian Dedenya,ayo kita makan" ajak Ryan


"Apa mau mas suapin" lanjut Ryan.


"Mau..."jawab Nayla cepat.


Dengan penuh kasih sayang dan perhatian Ryan menyuapi Nayla, padahal sebenarnya ia sangat letih namun demi orang yang dikasihinya semau rasa lelah itu pun hilang saat Nayla makan dengan sangat lahapnya.


Setelah menyuruh Empok pindah ke kamar mereka pun segera masuk kedalam kamar.


Radit masih tertidur dengan sangat pulasnya, Naylapun merebahkan diri disamping Radit sementara Ryan membersihkan diri.


Mungkin karena sudah Kenyang dan Ryanpun sudah ada disisinya tak perlu menunggu lama Naylapun terlelap.


Tanpa terasa kandungan Nayla sudah memasuki bulan kedelapan, dengan diantar Ryan Naylapun memeriksakan kandungannya.


"Alhamdulillah ya mas kl anak kita cewe berarti lengkap sudah" ucap Nayla sesaat setelah periksa.

__ADS_1


"Iya sayang"


"Tapi buat mas sih mau cewe apa cowo gak masalah, yang penting kamu dan anak kita sehat" tutur Ryan sambil mengelus lembut kepala Nayla.


"Mas kamu jadi berangkat lagi ke kota Medan?" tanya Nayla yang tiba-tiba saja raut wajahnya menjadi murung.


"Jadi sayang, tapi nanti setelah anak kita lahir" jawab Ryan berusaha membuat Nayla tak murung lagi.


"Kamu nungguin aku lahiran kan Mas?" tanya Nayla


"Iya sayang, Insyaallah aku nungguin anak kita lahir dulu" jawab Ryan.


Senyum Naylapun langsung mengembang.


Orang tua Adit dan juga Lilis masih tinggal bersama dengan Adit untuk membantu Adit mengurus putrinya.


Adit masih terpukul dengan kepergian Dina sehari-harinya ia lebih banyak menghabiskan waktu mengurung diri dikamar.


Orang tuanya dan Lilis terus membernya semangat, namun semua usaha mereka nampak sia-sia Adit terus saja menyesali semua kesalahannya.


Orang tua Adit pun menghubungi Nayla dan menceritakan semuanya dan meminta Nayla untuk membujuk Adit.


Dengan ditemani oleh Ryan, Naylapun datang kerumah Adit.


Awalnya Adit masih tak mau keluar namun saat mendengar suara Radit yang memanggil namanya akhirnya ia pun keluar dari kamarnya.


Sesaat kemudian mereka pun bercanda dan seakan lupa dengan kesedihan nya Adit terus saja bercanda dengan Radit.


Hingga malam pun tiba saat mereka hendak pamit pulang tiba-tiba saja Radit tak mau ia meminta tidur dengan papanya Adit.


Setelah mendapat persetujuan dari Ryan akhirnya Naylapun mengijinkan Radit untuk menginap sementara dirumah Adit.


"Sayang kamu udah kaya setrikaan aja mundar-mandir gitu"


"Sini duduk loh yang" Ryan menepuk tempat kosong disebelahnya memberi isyarat agar Nayla duduk.


Naylapun duduk disamping Ryan


"Mas Radit nanti rewel gak ya?" tanya Nayla khawatir.


"Tenang saja sayang, kan dia sama papanya" ucap Ryan


"Iya sih tapi kan..."


"Udah gak usah tapi, mending sekarang kamu istirahat aja sayang,lagian juga kalau ada apa-apa pasti di anterin pulang kan" lanjut Ryan berusaha menenangkan Nayla.


Dengan penuh sayang Ryan mengelus perut Nayla hingga akhirnya Naylapun tertidur.


Pagipun tiba Nayla lupa jika Radit sedang menginap di rumah Adit.


Dengan sedikit panik ia mengitari rumahnya mencari keberadaan Radit.


Kebetulan pagi itu Ryan berangkat lebih pagi ia tak tega jika harus membangunkan Nayla sebelum berangkat ia hanya berpesan kepada Empok.


"Radit.....dimana kamu nak" panggil Nayla


"Radit......"teriak Nayla lagi


Empok yang kebetulan baru pulang belanja sayuran langsung menghampiri Nayla.


"Nyariin siapa Nay?" tanya Empok dari balik pintu samping.

__ADS_1


"Pok liat Radit gak sih,tadi pas Nay bangun Radit udah gak ada di tempat tidur" tutur Nayla


"Astaghfirullah Nay kan Radit dirumah Papanya nginep" ucap Empok mengingatkan.


Nayla diam sesaat


"Astaghfirullah Pok, Nay lupa" lanjut Nayla sambil menepuk jidatnya.


"Pok liat Mas Ryan gak?" tanya Nayla lagi.


"Oh..nak Ryan berangkat lebih pagi Nay, katanya biar nanti gak pulang malem lagi"ucap Empok lalu masuk menaruh belanjaannya di dapur.


Naylpun mengekori Empok hingga didapur.


"Pok...nanti temenin Nay kerumah Adit ya mau ambil Radit, kayanya sepi gak ada dia" ucap Nayla sambil mengelus perutnya yang buncit.


"Kenapa gak biarin aja dulu sama Adit Nay buat ngehibur dia, siapa tau dengan adanya Radit dia bisa sedikit lupain kesedihannya" tutur Empok hati-hati karena takut menyinggung perasaan Nay yang terkandang sensitif.


Sesaat Nayla terdiam


"Tapi Nay sepi Pok gak ada dia" ucap Nayla lagi


"Nay kan bisa ke salon Damra, kan dah lama gak main kesana" ucap Empok memberi usul.


"Oh iya,Empok bener juga, Nay dah lama gak jajan ya" ucap Nayla sambil tersenyum membayangkan es kelapa muda rasa alpukat yang biasa ia beli.


"Lah kok es kelapa muda sih Nay?" ulang Empok heran.


"Iya pok maksudnya ke salon sambil jajan" lanjut Nayla.


"Dah ah Nay mau siap-siap mau ketemu Damra"sambil bersenandung Naylapun berjalan menuju kamarnya.


Aaaawwwww


"Pookkkk...tolllonggggin Naaayyy"


Tak lama kemudian terdengar suara Nayla berteriak.


Empok pun langsung berlari menuju kamar Nayla begitu mendengar suara Nayla.


Begitu Empok masuk kedalam kamar alangkah terkejutnya Empok saat melihat Nayla sudah duduk dibawah sambil memegangi perutnya.


"Astaghfirullah al azim Nay..." Empok pun langsung menolong Nayla untuk berdiri.


"Pok...sakit banget perut Nayla" Nayla meringis kesakitan.


Tak ingin sesuatu terjadi pada Nayla Empok pun langsung memesan taksi online untuk membawa Nayla kerumah sakit.


Haloo semua dah up lagi ni


Jangan lupa ttp kasih dukungan ya buat author.


Like,rate dan komennya ditunggu.


Kalau ada yg mau kasih vote atau gif juga gak apa-apa (he..he author ngarep ya)


Maaf ya kalau masih banyak typo.


Salam Manis


Amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2