
Haii para reader pecinta kisah mistis,Author mohon maaf ya jika masih banyak typo.
Author juga mohon dukungannya dengan cara Like,rate, kalo bisa sih Vote juga dan juga Kritsarnya.
Happy Reading
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan malamnya Nayla mencoba mendekati Ita,ia mencoba mencari tahu ada masalah apa hingga membuatnya selalu pingsan.
Mulanya Ita tak mau bercerita namun setelah Nayla membujuk akhirnya ia pun mau menceritakan masalahnya.
Ada rasa kesal saat Ita bilang dia sekarang sedang hamil dan kekasihnya tak mau bertanggung jawab.
Ita bingung bagaimana harus memberitahu orang tuanya sedangkan saat ini sang kekasih tak dapat dihubungi itulah yang membebani pikirannya saat ini.
Nayla mengepalkan tangannya ia menahan kesal pada cowo yang menjadi kekasih Ita.
"dasar cowo mau enaknya aja udah hamilin anak orang gak mau tanggung jawab" gerutu Nayla sambil berjalan menuju office untuk menemui Dian.
"loe kanapa Nay,kayanya kesel gitu"sapa Mbak Ayu yang kebetulan berpapasan dijalan
"ada samsak gak sih disini?kayanya gw pengen banget nonjokin orang mbak" dumel Nayla lalu masuk kedalam office dan duduk disebelah Dian.
"kenapa tuh muka udah kaya dompet tanggung bulan" dia menatapku sambil tersenyum mengejek.
"ihhh loe mah bu,itu tadi gw ngobrol sama Ita" ucap Nayla lalu tak melanjutkan ucapannya...ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya
"terussss...." nampak Dian dalam mode serius hendak mendengarkan ceritaku
"si ita hamil bu terus cowonya gak mau tanggung jawab" jelasku sambil menyandarkan tubuhku pada sandaran kursi dan memutar-mutarnya.
__ADS_1
"serius lo Nay???" Dian memastikan lagi apa yang ia dengar tidak salah
"heem bu" jawabku sambil menganggukan kepala
"ishhh makanya jadi cewe jangan gampangan napa,awas loe ya Nay kalo sampe tekdung duluan sama di Adit" ancam Dian serius
"idihhh kenapa jadi gw sih,kan kita lagi bahas si Ita" protesku sambil memajukan bibirku.
ha...ha...ha hantu Hendra tertawa melihat aku yang cemberut,aku pun menatapnya tajam
"apa loe ketawa,dasar hantu gak ada ahlak" omelku
"loe marah sama siapa Nay" tanya Dian bingung
"itu sama hantu gak jelas"
"emang disini ada hantu?" tanya Dian bingung
"kalo ganteng mah embat aja Nay" goda Dian
"kalo ganteng tapi hantu mah mending gak usah bu" jawabku kesal masih dengan memajukan bibirku
cup...
tiba-tiba hantu Hendra mencium bibir Nayla
"heii jangan mentang-mentang hantu main nyosor aja" sentakku kesal sambil mengusap bibirku menggunakan tanganku
Nampak wajah Dian kebingungan "loe ngomong ama siapa sih Nay"
"itu hantu gak ada ahlak maen nyium gw aja" jawab Nayla kesal
__ADS_1
"ha....ha....Nayla...Nayla" Dian tertawa dengan lepas membuat aku semakin kesal
"loe urus dah tuh bu soal si Ita" akhirnya akupun meninggalkan Dian kembali menuju line
Tak lama setelah aku tiba diline aku melihat Ita sedang melamun,aku pun menghampirinya
"heiii kok ngelamun,lewat tuh " tegurku pada Ita mengingatkan beberapa PCB yang belum ia pasang komponen
Ita tak menjawab,akhirnya karena terlalu banyak yang tak terpasang aku pun menghentikan sementara line dan membantunya memasang.
Namun tak lama kemudian Ita menangis dan pingsan,beruntung aku berada tak jauh darinya sehingga aku dapat menahan tubuhnya walaupun akhirnya yang ada malah kami jatuh bersama dengan posisi tubuh Ita berada di atasku.
"aduh...."keluhku saat tubuh Ita diangkat oleh Rangga dan Ibnu menuju klinik
"loe gak apa-apa Nay"tanya Dian sambil tersenyum
"apes banget gw hari ini ya bu"keluhku lagi
"he....he sabar ya Nay" Dian mengelus punggungku.
Akhirnya bel istirahat tidurpun berbunyi line sudah dimatikan dan anak buahku pun sudah meninggalkan line menuju tempat yang biasa mereka gunakan untuk tidur namun saat aku sampai di ujung line dan semua lampu mulai dipadamkan tiba-tiba saja line ku kembali berjalan,sejenak akupun heran kenapa bisa jalan sendiri sedangkan panelnya berada diujung yang satunya lagi,dengan terpaksa aku pun berlari ke ujung yang satunya lagi sebelum semua pcb diline menumpuk.
Dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari aku pun segera mematikan konveyornya.
"ha....sepertinya hari ini aku kurang beruntung" keluh Nayla pada diri sendiri lalu berjalan menuju klinik untuk melihat kondisi Ita.
Namun lagi-lagi ia apes Nayla terjatuh seperti tersandung sesuatu namun pas ia lihat tak ada apa-ap dilantai yang dapat membuatnya kesandung.
"ihhhh kenapa sih kok apes banget gw hari ini" lagi-lagi Nayla menggerutu
hi.....hiii..hiii
__ADS_1
saat Nayla hendak bangun ia mendengar suara wanita menertawakannya,tanpa aba-aba ia pun langsung berlari sekencang mungkin menjauh dari linenya.