TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 321


__ADS_3

Selamat Membaca


Hari itu Ryan sudah bersiap-siap untuk menjemput Nayla.


Mereka rencananya akan kerumah saudara Ryan di daerah Tangerang.


Jam 9 pas Ryanpun tiba dirumah Nayla, setelah mereka makan bersama mereka pun berangkat menuju rumah sanak saudara Ryan


Tak ketinggalan Aa,Damra dan juga Empok juga ikut serta.


Sepanjang perjalanan Radit hanya mau dipangku oleh Aa yang duduk di jok depan.


Terkadang juga Radit minta dipangku oleh Ryan yang sedang mengemudi, mereka terlihat sudah sangat dekat.


Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam lamanya mereka pun tiba dirumah saudara Ryan.


Kehadiran Nayla dan rombongan disambut dengan sangat hangat hingga Naylapun semakin yakin jika pilihannya untuk menikah dengan Ryan sudah benar.


Disana mereka berbincang-bincang sekalian Ryan memberi tahu tentang pernikahannya yang akan segera dilangsungkan dalam waktu dekat.


Awalnya pa'de Ryan terkejut namun setelah Ryan menceritakan semuanya akhirnya mereka setuju bahkan tak henti-hentinya mereka menggoda Nayla dan Ryan.


Waktu bergitu cepat berlalu hingga mereka pun langsung pamit ketika hari sudah terlihat gelap.


Ryan yang mengemudi sedikit heran saat melewati jalan yang sekarang mereka lalui berbeda dengan jalan yang tadi saat mereka datang.


"Loh kok lewat sini ya" ucap Ryan saat melintas di jalan yang sepi dengan kiri kanannya terdapat makam.


"Ais ..kenapa jadi lewat sini sih Yan" ucap Aa yang ikut bingung.


"Gak tau apa,aku cuma ikutin GPS aja" jawab Ryan.


Sementara kaum hawa hanya diam sambil memperhatikan jalan yang terasa angker.


"Bisa cepet dikit gak sih Yan" Nayla tiba-tiba merasa tidak nyaman,ia terlihat gelisah sambil menggendong Radit yang tertidur.


"Kamu kenapa sayang?" Ryan yang melihat dari kaca tengah akhirnya menyadari kegelisahan Nayla.


"Gak tau,aku cuma gak nyaman aja Yan" Jawab Nayla.


"Ini udah cepet Nay,tapi kenapa ya kok jalannya pelan gini" ucap Ryan yang bingung.


Empok pun langsung mengambil alih Radit yang tertidur dari gendongan Nayla.


"Istighfar yang banyak ya Nay" ucap Aa mengingatkan.


Setelah hampir satu jam lamanya ternyata Ryan hanya mutar-mutar disekitar area makam saja.

__ADS_1


Ya ..jalan itu memang membelah pemakaman umum, disana juga ada kuburan China dengan gundukan tanah yang tinggi dan juga besar.


Hari mulai gelap namun mereka tak juga keluar dari area makam.


"Ini makam nya yang luas apa kita yang kena setan keder sih" celetuk Damra.


"Yang belakang bantu doa aja ya biar kita bisa segera bebas dari daerah ini" ucap Aa.


"Baik Aa" jawab mereka bersama'an.


Bletakkk


Suara benda jatuh diatas mobil terdengar sangat keras hingga Radit pun terbangun dan menangis.


Nayla berusaha membujuk Radit agar diam.


Saat melintasi sebuah pohon beringin tua tiba-tiba saja sebatang ranting seperti dilempar mendarat dikaca samping Nayla.


"Astaghfirullah Al azim, Aa" ucap Nayla mulai ketakutan.


"Baca-baca'an ya Nay , Insyaallah gak ada apa-apa" ucap Aa menenangkan Nayla dan teman-temannya.


Mereka bertiga pun membaca doa apa pun yang mereka bisa dan meminta pertolongan kepada Allah.


Lagi-lagi mereka melewati pohon beringin tua yang terdapat ditengah-tengah area makam.


Aa Pun memejamkan matanya lalu tangannya seperti sedang bertapa


"Allah Akbar " ucap Aa kencang lalu terdengar suara dentuman keras yang entah berasal dari mana namun sesaat kemudian Mobilpun dapat melaju sedikit kencang dan menjauh dari area makam.


Setelah berada dijalan raya yang lumayan ramai akhirnya mereka pun bernafas lega.


Jam dipergelangan tangan Ryan sudah menunjukan pukul 10 malam itu artinya hampir 3 jam lebih mereka berada ditempat yang cukup menegangkan tadi.


"Tadi bunyi keras itu apa ya Aa?" tanya Ryan penasaran.


"Gak apa-apa ,kalian kan mau nikah jadi wangi" ucap Aa yang membuat Ryan bingung dan tak mengerti.


"Udah gak usah dipikirin Yan,fokus aja nyetirnya biar cepet sampe, kasian tuh yang belakang pada tegang tadi" ucap Aa sambil melihat ke jok belakang.


Hampir tengah malam mereka sampai dirumah Nayla.


Seperti biasa Damra kembali menginap dirumah Nayla mereka tidur bersama dalam satu kamar.


Sedangkan Ryan dan Aa tidur di ruang tamu.


Saat tengah malam Nayla tidur dengan tidak tenang, ia sangat gelisah sebentar-sebentar ia bangun.

__ADS_1


Akhirnya ia pun duduk sambil memandangi wajah Radit yang sangat mirip dengan ayah kandungnya.


Perasaannya sangat tidak enak sejak dimakam tadi.


Untuk mengurangi rasa gelisahnya ia pun menuju dapur untuk membuat satu gelas susu coklat dingin.


Saat ia sedang mengaduk susu ia merasakan ada yang melintas sangat cepat dibelakang nya hingga hanya hembusan angin saja yang terasa.


Seketika itu juga bulu kuduk Nayla berdiri.


Dengan tergesa-gesa ia pun segera meneguk habis susu yang ia buat, lalu segera kembali ke kamarnya namun saat melintasi tangga yang menuju kamarnya dahulu ia sempat melihat bayangan melintas sangat cepat menuju kamarnya.


"Astaghfirullah Al azim,kok aku bisa liat lagi sih" batin Nayla.


Aa yang kebetulan terjaga melihat Nayla yang sedang bengong sambil menatap kearah kamarnya.


"Nay ...ngapain disitu" tegur Aa.


"Aa kok Nay bisa liat itu ...lagi sih" tanya Nayla sedikit ragu.


"Itu apa Nay?" tanya Aa berpura-pura tidak tahu arah pembicaraan Nayla.


"Itu loh Aa..."jawab Nayla sedikit kesal.


Aapun tersenyum.


"Kan Aa pernah bilang, itu gak bisa ditutup permanen Nay,kalaupun kemarin bisa ketutup itu hanya sesaat aja" jawab Aa sambil menepuk bahu Nayla.


Setelah memberi Nayla air dan menyuruhnya mencuci muka dengan air itu akhirnya Aa pun meminta Nayla untuk segera masuk kamar dan tidur.


Sementara itu tanpa sepengetahuan Nayla Aa langsung menuju kamar Nayla untuk mengejar sosok yang baru saja mengganggu Nayla.


Hallo aku up lagi ni


jangan bosen ya.


Tetap kasih dukungan ya buat Author caranya :


-Like


-Rate


-Komennya juga ya


Maaf kalau banyak typo


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/Author


__ADS_2