
Selamat Membaca
Akhirnya Naylapun di ijinkan untuk pulang dan berobat jalan.
Semua biaya rumah sakit dan perbaikan mobil pun ditanggung sepenuhnya oleh Dika.
Naylapun pulang menggunakan mobil Dika karena memang mobilnya masih dalam perbaikan di bengkel.
"Makasih ya Dika udah mau nganterin gw sampe rumah" ucap Adit saat mereka tiba dirumah.
"Sama-sama Adit, gw yang minta maaf karena gw loe sama istri loe jadi celaka" ucap Dika merasa menyesal.
"Udahlah gak usah dibahas lagi Dik, lagi juga dah kejadian, masuk dulu yuk" Adit mengajak Dika untuk mampir kerumahnya .
Dika pun menyetujui ia mampir sekedar tak mau mengecewakan Adit.
Setelah mengantar Nayla kedalam kamar Adit pun menemani Dika ngobrol diruang tamu.
Mereka bernostalgia bercerita masa-masa waktu kerja dulu.
Nayla yang ingin minum es susu segera bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar menuju dapur.
Namun saat melewati perbatasan ruang tamu dan dapur Nayla berhenti sesaat dan tanpa sengaja ia mengedarkan percakapan antara Adit dan Dika.
Sayup-sayup Nayla mendengar mereka menyebut nama seorang wanita yang baru kali ini juga Nayla mendengarnya.
Karena penasaran ia pun semakin menajamkan pendengarannya.
"Siapa sih cewe yang mereka bicarakan" batin Nayla.
Saat Nayla sedang berpikir sambil bersandar di tembok Empok yang kebetulan lewat nampak mengamati Nayla dan nampak bingung.
"Nayla lagi ngapain disini" tegur Empok
"Ehh. ngagetin aja sih Pok" jawab Nayla sambil berjalan menuju dapur.
Empok pun nampak bingung melihat Nayla yang malah berjalan ke dapur.
Di dapur Nayla pun segera membuat susu coklat dengan gelas yang besar.
Saat Nayla sudah menyiapkan es batu tiba-tiba saja gelas yang tadi sudah di isi susu tidak ada.
Naylapun nampak kebingungan seingatnya ia menaruh gelas itu di depannya.
"ihh tuh gelas dimana sihh kayanya tadi disini" Nayla nampak kebingungan ia terus mencari gelasnya tadi namun nihil hasilnya.
Empok yang kebetulan lewat nampak bingung melihat Nayla.
"Nay...lagi ngapain sih" tanya Empok
"Tadi Nay udah isi gelas Ama susu Pok masa gelasnya gak ada sih jawab Nayla.
Empok pun hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla.
"Lah kok malah nyengir sih Pok" protes Nayla
"Lah lagian nyariin gelas, itu gelas didepan mata Nay" ucap Empok sambil tertawa.
"Ihh tadi gak ada Pok"
"Lah itu disitu dari tadi Nay, Empok aja liat kok" balas Empok.
"Ihh jadi bingung Nay" ucap Nayla pelan sambil memasukan air dingin dan mengaduk nya.
"Udah ahh Pok gak mau ambil pusing, mending minum susu aja" Nayla pun membawa gelas susu kedalam kamarnya.
Begitu didalam kamar Nayla langsung duduk diatas kasur lalu mengambil ponselnya.
Ia pun mulai berselancar di dunia Maya.
Saat melihat foto-fotonya bersama Adit sewaktu pacaran dulu ia pun tersenyum.
Naylapun ingat dengan pembicaraan antara Adit dan temannya tadi.
Ia pun mengambil ponsel Adit dan membukanya.
Satu persatu ia membuka aplikasi yang ada tak ada yang mencurigakan hingga akhirnya ia pun membuka galeri.
Ia membuka satu per satu Folder yang ada hingga akhirnya ia pun terkejut saat melihat ada banyak foto-foto Adit dengan seorang wanita.
" Ihh siapa ini cantik banget kaya model" Nayla bermonolog sendiri sambil terus melihat semua foto itu.
"Fotonya romantis banget sih, apa ini mantannya ya, tapi kok dia gak pernah cerita ya" batin Nayla sambil terus melihat foto di ponsel Adit.
Saat Nayla mendengar suara langkah mendekat Nayla langsung mematikan ponsel Adit dan menaruhnya ditempat semula.
Nayla pun berpura-pura sedang memainkan ponselnya sambil tangan satunya memegang gelas berisi es susu.
"Lah kok kamu gak istirahat sayang" tegur Adit saat melihat Nayla sedang asik duduk sambil bermain ponsel.
"Nanti aja aku belum ngantuk" jawab Nayla dengan mata tak beralih dari ponsel.
"Sayang nanti dulu ya aku temenin Dika dulu" Adit pun mencium kembali dahi Nayla lalu ia kembali keluar menemui temennya.
Naylapun merebahkan dirinya tanpa ia sadari air matanya mengalir dari sudut matanya.
"Ya Allah ada masalah apa lagi sih ini" batin Nayla sesaat kemudian ia pun memiringkan badannya lalu berusaha memejamkan matanya.
"Apa aku cemburu?"
"Gak ah, ngapain juga aku harus cemburu lagian kan sekarang Adit suami aku" batin Nayla.
Hingga akhirnya Ia pun tertidur dengan berbagai pertanyaan yang ia sendiri masih belum tau jawabannya.
Setelah Dika pulang Aditpun langsung masuk kedalam kamar dan melihat Nayla yang sudah tertidur pulas.
Ia pun membalikan badan Nayla dan tanpa sengaja ia melihat ada sisa titik air disudut mata Nayla.
Aditpun mengelap sisa air mata Nayla dengan jarinya lalu ia mengecup dahinya.
__ADS_1
"Kenapa kamu nangis sayang, apa kamu ngerasa sakit?" tanya Adit pada Nayla yang tertidur.
"Maafin aku Nay, semenjak bersama aku kamu banyak menderita, tapi aku gak mau kehilangan kamu Nay" lanjut Adit sambil mengelus pipi Nayla.
"Aku sayang banget ama kamu Nay" ucap Adit.
Adit pun ikut terlelap di samping Nayla.
Sore pun tiba saat Nayla terbangun dari tidurnya, ia merasa ada sesuatu yang berat berada diatas perutnya dan saat ia membuka mata ia melihat tangan Adit melingkar di pinggangnya.
"Ihh tangannya aja berat begini" gerutu Nayla sambil memindahkan tangan Adit dari atas perutnya.
Karena merasa kesal Naylapun segera turun dari tempat tidur dan perlahan keluar dari kamar lalu menuju kandang kl kelincinya.
"Hallo Obet kamu dah makan belom"ucap Nayla sambil memasukan tangannya kedalam kandang dan memainkan bulunya.
"Obett kamu gak ada temennya ya, nanti aku beliin kamu temen ya tapi kamu jangan selingkuh ya" ucap Nayla lagi sambil terus mengelus bulu lembut kelinci berwarna abu-abu itu.
Adit yang terbangun dari tidurnya langsung mencari keberadaan Nayla
"Sayang lagi apa kamu disana" tanya Adit yang melihat Nayla sedang berbicara dengan kelincinya.
"Lagi main sama si Obet" jawab Nayla dengan nada ketus.
Adit merasa sedikit heran dengan sikap Nayla yang tiba-tiba berubah menjadi ketus.
"Kamu kenapa sayang" tanya Adit mendekat pada Nayla
"Gak apa-apa"
"Kok kayanya kamu marah ya sama aku" tanya Adit sambil ikut berjongkok di samping Nayla.
"Gakk"
jawab Nayla sambil berdiri dan perlahan berjalan menjauhi Adit.
Adit semakin merasa heran dengan perubahan sikap Nayla.
"Ishh aku tuh harus banyak nyetok sabar kayanya" desis Adit yang lalu ikut berdiri dan mengikuti Nayla.
"Sayang kamu kenapa sih" tanya Adit yang ikut duduk di samping Nayla.
"Kenapa apanya sih?" tanya Nayla
"Kok kamu berubah sayang, kenapa?" tanya Adit lembut.
"Masa sih kayanya biasa aja" jawab Nayla semakin acuh.
"Astaga Nay..." ucap Adit sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Kenapa sih, aku gak apa-apa kok" jawab Nayla.
"Iya maaf sayang ihh kamu lagi sensitif ya udah kaya tespek aja sih" ucap Adit sambil bercanda.
"Biarin" Jawab Nayla semakin ketus dan membuat Adit semakin gemas.
Nayla yang baru menyadari langsung sedikit menjauh.
"Jangan macem-macem ya kalo gak pengen aku pukul" ancam Nayla.
Adit pun tertawa puas
"Istri bar-bar ku" ucap Adit sambil mendekat pada Nayla.
"Adit jangan coba-coba ya" ancam Nayla sambil mengambil bantal sofa dan bersiap akan melemparnya.
"Nay...emang kamu gak kangen ama aku" tanya Adit sambil terus mendekat kearah Nayla.
" Gakk...aku gak kangen ama kamu" jawab Nayla yang berniat pindah tempat duduk namun sebelum ia sempat berpindah Adit sudah lebih dahulu menarik tangannya.
"Aditt lepasinn gakk" Nayla mendorong tubuh Adit agar menjauh namun apa daya tenaga Nayla tak sebanding dengan tenaga Adit hingga akhirnya ia pun terjatuh kedalam dekapan Adit.
"Aku kangen tau Ama kamu, kok kamu kayanya gak kangen ya ama aku Nay" tanya Adit sambil mendekap tubuh Nayla yang masih saja terus berontak tak mau.
"Aditt ini diluar, tar kalo Empok lewat kan malu" ujar Nayla beralasan.
"Empok lagi gak ada Nay tadi dia pamit mau nginep di rumah nya dulu kangen sama anaknya" ucap Adit menjelaskan.
"Masa sih..." tanya Nayla masih berusaha melepaskan dirinya dari Adit.
"Ya udah kalo gitu kita pindah ke kamar yuk" Aditpun berdiri dan bersiap untuk mengangkat tubuh Nayla.
"Aditt masih sore tar malem aja" ucap Nayla masih terus berusaha mencari cara agar bisa menolak keinginan Adit.
Huu...
"Ya udah lah nanti malem aja, kalo gitu cium aja boleh ya" ucap Adit
Naylapun menjulurkan tangannya
"Apa'an ini Nay, emang aku anak kecil suruh cium tangan" ucap Adit sambil tertawa.
"Trus maunya yang mana?" tanya Nayla berpura-pura tak mengerti apa yang dimaksud Adit.
Tanpa aba-aba Adit langsung mencium pipi lalu berpindah ke bibir Nayla.
Nayla yang memang sedang kesal dengan Adit langsung mendorong dada Adit saat bibir Adit mulai menempel di bibirnya.
"Kamu kenapa sih Nay..." tanya Adit yang mulai kesal.
"Bau Ditt, gosok gigi dulu gih.." ucap Nayla sekenanya.
"Astaga Nay..aku tuh dah gosok gigi tau.." ucap Adit tak terima
Karena kesal Adit pun langsung mengurungkan niat nya yang ingin bermanja-manja dan bermesraan dengan Nayla.
Adit duduk di teras depan sambil menikmati secangkir kopi.
Ia sedang berpikir dan mencoba menebak apa yang terjadi pada Nayla hingga sikapnya kembali seperti dulu.
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Adit berdering ia pun langsung menjawab panggilan yang ternyata dari Dika.
Malam tiba Dika pun datang bersama dengan seorang wanita.
Adit yang memang sedang menonton televisi langsung membuka pintu saat mendengar suara bel berbunyi.
Nayla yang sedang didalam kamar langsung keluar begitu mendengar suara sedikit berisik.
Nayla hanya bersembunyi dari balik tembok sambil melihat siapa yang datang bertamu.
Ia sedikit memicingkan matanya saat melihat Dika dan seorang wanita.
"Kaya pernah liat tuh cewe" batin Nayla sambil mencoba mengingat siapa wanita yang bersama Dika.
Nayla langsung bergegas kembali kedalam kamar saat melihat Adit berjalan menuju dapur.
Ia pura-pura duduk sambil bermain ponsel.
Sebenarnya ia berharap Adit memanggilnya dan mengajaknya menemui tamu mereka.
Satu menit berlalu
Dua menit pun berlalu
Adit tak juga memanggilnya hingga akhirnya ia memutuskan untuk menelpon Damra dan menyuruhnya untuk datang dengan alasan mengantarkan pesanan Nayla.
Ada rasa sedikit kesal di hati Nayla saat mendengar sayup-sayup suara mereka tertawa.
"Ihh dia senang-senang lupa ama aku sih" gerutu Nayla semakin kesal.
Entah apa yang sedang mereka bicarakan namun yang pasti mereka saat ini sedang bahagia karena tertawa sedangkan Nayla sendirian di dalam kamar
Tak lama kemudian Nayla mendengar ada suar motor berhenti tepat didepan rumahnya.
Naylapun langsung keluar dari kamar dan berjalan keluar.
Saat melewati ruang tamu Naylapun berjalan biasa seperti sedang tidak ada siapa-siapa.
Wanita yang bersama Dika melihat kearah Dika saat Nayla lewat didepan mereka.
Sedangkan Adit sedikit terkejut dan ia pun segera menghampiri Nayla.
"Kamu mau kemana sayang" tanya Adit sambil memegang tangan Nayla.
"Ihh gak usah pegang-pegang sih aku bisa sendiri" bisik Nayla.
"Ihh sayang kamu kenapa sih" tanya Adit
"Aku mah keluar sebentar sama Damra,kamu temenin aja tamu kamu tuh"
Akhirnya Naylapun pergi bersama Damra.
Aditpun kembali masuk kedalam dan menemani tamunya.
Malam makin larut akhirnya Naylapun kembali, tadinya ia berpikir tamu Adit sudah pulang namun saat ia sampai ternyata tamu nya masih ada dirumah mereka.
Setelah Damra pulang Naylapun langsung masuk dan menuju ke dapur ia membuat es susu.
Naylapun langsung masuk kedalam kamar dan mengganti baju Dengan baju tidur.
Tanpa menunggu Adit lagi Naylapun langsung terlelap tidur dan dalam tidurnya ia bermimpi melihat Adit sedang jalan dengan wanita yang entah siapa namanya itu.
"Astaghfirullah Al Azim kenapa harus mimpi Kaya gitu sih" Naylapun terbangun karena ia bermimpi buruk.
Entah ini bertanda sesuatu atau hanya sebagai mimpi saja namun yang pasti Nayla jadi selalu berpikiran buruk jika Adit keluar rumah tanpa mengajak dirinya.
Beberapa hari pun berlalu Adit selalu harus bersabar jika ia meminta hak sebagai suami karena ada saja alasan yang Nayla buat.
Sesuai dengan kesepakatan semula dengan Susi hari ini Nayla membuat snak pesanan Susi dengan dibantu oleh Empok.
Adit yang meminta ijin keluar dengan Dika pun hingga hampir magrib tak kunjung datang padahal Adit ijin hanya pergi sebentar dan sebelum Ashar akan pulang namun kenyataannya hingga Magrib berlalu pun Adit belum juga datang.
Hati Nayla pun semakin kesal dengan Adit.
Ada banyak tanda tanya dalam dirinya.
Ia pun curiga Adit ada hubungan dengan wanita itu.
Namun ia tak mau menuduh tanpa bukti ia pun bertekad ingin segera sembuh dan kembali seperti semula agar ia dapat menyelidiki siapa wanita itu dan ada hubungan apa dengan Adit.
Beberapa minggupun berlalu Aditpun kembali berangkat kerja di kepulauan seribu.
Naylapun sudah dapat kembali berjalan seperti biasa namun belum bisa berlari.
Selama Adit tak ada di rumah selama itu juga Dika dan wanita itu tak pernah kerumahnya.
Hingga Akhirnya Aditpun kembali pulang kerumah karena masa kerjanya saat ini 12 hari dirumah dan 12 hari kerja di lautan.
Jam 4 sore Aditpun baru tiba di rumahnya.
Begitu tiba ia langsung istirahat Naylapun tak berani membangunkannya.
Selepas Magrib Adit nampak sudah rapi, Nayla pun sedikit heran melihat Adit yang seperti hendak pergi.
"Kamu mau kemana Dit?" tanya Nayla saat Adit mengambil kunci mobil.
"Oh iya sayang aku keluar sebentar ya, kamu jangan tidur dulu tungguin aku pulang sayang, aku kangen banget ama kamu"
Cuppp
Tanpa mendengar jawaban Nayla Adit langsung berjalan menuju garasi lalu mengeluarkan mobil dan tak lama kemudian ia pun pergi dan menghilang di ujung gang.
**Hallo Para Reader sampai sini dulu ya up nya.
Jangan Lupa tinggalkan Jejak Like,Vote dan komennya sebagai dukungan buat Author.
Salam manis
Amell ajj/Authorr**
__ADS_1