
Hari senen pun tiba nayla kini masuk pagi.walaupun badanya kini kurang fit nayla memaksa tetap bekerja ia tak mau anak buahnya telantar jika dia tidak masuk.
"loe sakit nay?"tanya dian sambil membuka bekal sarapan paginya
"lagi gak enak badan dikit"jawab nayla sambil memakan sarapannya.
entah kenapa sejak kejadian tadi malam ia merasa badannya lemas dan tak bersemangat.
"mbak nay lagi sakit ya?kok mukanya pucet banget"tanya eka salah satu anak buahku di line sekaligus keponakannya mas eko.
"he...cuma lagi gak fit doang ka"jawabku dengan memasang senyum yang dipaksa
setelah makan siang badanku semakin tidak nyaman akhirnya akupun meminta ijin untuk istirahat diklinik perusahaan.
suster ipitpun menyuruhku untuk tidur sejenak dibangsal yang tersedia diklinik.
saat aku hendak terlelap aku merasa ada yang mengguncang-guncang tempat tidurku
"aaww ada apa lagi sih ini kok tempat tidurnya goyang-goyang,apa ada gempa ya" batinku
aku ingin membuka mata namun terasa begitu berat entah kenapa aku seperti berada di suatu tempat,aku melihat hamparan sawah yang luas dan ditengah sawah itu ada sebuah pohon yang besar namun aku tak tahu pohon apa. dan sisi yang lainnya ada jalan raya seperti aku tak asing dengan jalan raya itu
yahhh jalan itu seperti jalan raya depan tempatku bekerja namun bedanya disisi kiri dan kanan jalan hanya ada pohon kelapa dan hamparan sawah saja sedangkan yang sekarang sepanjang jalan hanya ada deretan rumah dan toko.
Beruntung aku bisa cepat bangun karena suster ipit mendengar aku teriak-teriak
"allhamdulillah aku bisa bangun"ucapku bersyukur sambil mengusap wajahku
"kamu mimpi apa sih nay kok teriak-teriak udah gitu muka kamu penuh keringet kaya orang ketakutan"tanya suster ipit sambil mengecek suhu tubuhku.
"aku juga gak tau mbak,mungkin karena lagi gak enak badan kali ya jadinya gelisah"tuturku
akhirnya waktu pulangpun tiba,hari ini aku ijin gak lembur dan aku pun segera naik kejemputan yang menuju kontrakanku
tak butuh waktu lama aku pun sudah berada dikontrakanku setelah meminum air hangat aku pun merebahkan diri diatas kasur namun pintu ku biarkan terbuka jujur saja aku jadi penakut apa lagi setelah kejadian beruntun dari malam minggu kemarin sapai tadi siang.
aku berusaha membuka mataku saat aku merasa ada sesuatu yang menyentuh keningku.
"apa fety dan nining gak pulang malem yah"tebakku
ingin rasanya aku membuka mataku namun terasa sangat berat mungkin pengaruh dari obat yang aku minum tadi.
aku pun berusaha membuka mataku saat aku merasa suatu benda kenyal menyentuh kening,pipi,ujung hidung dan berakhir dibibirku
__ADS_1
ingin rasanya marah pada orang yang sudah berani menciumku saat aku tertidur namun mataku tak mau diajak kerja sama hati berniat untuk bangun namun mata tak mau diajak terbuka akhirnya aku hanya mampu mengeluarkan suara erangan karena merasa terganggu lalu aku membalikan badan menghadap dinding agar tak ada yang iseng lagi.
"nay...nayla sayang kamu saki apa" terdengar suara seorang pria yang tak asing buatku
"seperti suara adit?ah...mana mungkin dia"
"hei..sayang kamu kenapa"suara itu terdengar lagi akhirnya aku pun menggerakkan tanganku meraba-raba kalau beneran adit ada disini berarti aku bisa megang dia
dan benar saja tanganku menyentuh sesuatu namun aku tak tahu apa itu kaki atau tangannya aku pun berusaha untuk duduk walaupun masih dengan mata yang tak mau dibuka.
terdengar suara adit tertawa,entah apa yang dia tertawakan aku pun tak perduli,aku pun menyandarkan tubuhku pada tembok sambil mendekap guling.
"ngapain kamu kesini?"entah kenapa tiba-tiba saja pertanyaan itu terlontar dari mulutku
"loh kok nanyanya gitu sih,kamu marah ya sama aku"
"gak,ngapain juga marah"jawabku masih dengan nada sedikit ketus entah kenapa tiba-tiba saja aku ingat kejadian malam kemarin saat adit menggandeng mesra seorang cewe di mall
aku pun langsung membenamkan wajahku pada guling yang sedari tadi aku dekap
"kamu kenapa sih nay,kok mukanya diumpetin gitu"tanya adit sambil menarik guling yang aku pegang
"cewe yang kemaren siapa dit?"
"ohh aku tahu sekarang,kamu cemburu ya?" ucapnya sambil menggoda
"emang nanya aja tandanya cemburu?"
"eit...jangan marah dong nay kita cuma temen aja gak lebih kok"
"temen aja digandeng gitu mesra banget,apa kabar ama aku yang kalo jalan boro-boro digandeng yang ada dilepas,berarti aku apa ya?"gumamku pelan
"trus kamu sendiri cowo yang kemaren itu siapa?kayanya sayang banget ama kamu"kini gantian adit yang menyelidik
"ohh itu,dia mantan aku"
"udah mantan?tapi kok kayanya dia masih perhatian ama kamu?"kini nada bicara adit mulai sedikit berbeda
"iya...emang dia masih sayang ama aku dit tapi aku tuh ama dia gak bakal bisa bersama kita beda keyakinan"jelasku
kini wajah adit sedikit memerah mungkin dia marah tapi aku mau berkata jujur walaupun itu sedikit menyakitkannya.
"trus gimana perjodohannya kemaren sukses gak" tanyanya lalu mengeluarkan minuman kaleng dari dalam tasnya
__ADS_1
dek... tiba-tiba jantungku berdetak cepat
"aku kan gak pernah cerita ama dia kok dia bisa tau sih"batinku
"kok kamu tahu dit?"tanyaku penasaran
adit hanya tersenyum
"maaf ya nay kamu jadi sakit gara-gara temen-temen astral aku"ucapnya sambil.mengelus rambutku lembut
"ohh jadi cewe yang serem itu masih temen kamu dit" tanyaku seakan tak percaya
adit menganggukan kepala
"ihhh jahat banget sih kamu dit"ucapku kesal sambil memukul lengan adit kesal
"aku gak nyuruh nay...mereka sendiri yang mau begitu,mereka tuh gak suka kalo aku disakitin"ucapnya yang berhasil membuatku tak percaya dengan apa yang aku dengar
"idih kok gitu dit,ada juga kamu tuh yang nyakitin aku bilangin tuh ama teman-teman astral kamu bukan aku yang salah"protesku
"bilang aja sendiri,mereka ada kok disini"
"aaditt jangan nakutin gitu dong" sentakku sambi mendekat pada adit karena takut.
adit hanya tertawa
"ya ampun nay aku gemes banget ama kamu"
ucap adit sambil mencium bibirku sekilas
"ihhh adit mah,jangan begitu dong"protesku tak terima dicium sambil memukul lengannya kencang.
"sakit nay"ucapnya sambil mengelus lengannya
aku pun tersenyum puas melihat adit meringis namun tak lama kemudian aku merasa ada yang mencubit lenganku
"aawwu sakit"ringisku
"ada apa nay"
"ada yang nyubit aku dit"ucapku sambil mengelus lenganku yang terasa perih
adit hanya tersenyum lalu ikut mengelus lenganku dengan lembut.
__ADS_1