TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 25


__ADS_3

Setelah insiden terkurung diruang matrial aku pun enggan jika harus kemana-mana sendirian,aku lebih banyak menghabiskan waktu di line mangawasi anak-anak yang sedang bekerja.


jam 22.00 bel istirahat pertama berbunyi berhubung masuk malam aku pun membebaskan anak-anak untuk tetap berada di area kerja atau sekedar ke toilet.


aku pun ikut bergabung sesama line leader di office sekalian membuat laporan kami berbincang apa saja tiba-tiba Dian meledekku soal yang terkurung di gudang matrial.


memang tak ada yang mengetahui kejadian saat itu berhubung dian kelepasan berbicara sontak semua yang mendengar langsung menatap kearahku seakan beeharap aku mau bercerita.


"cerita dong Nay,kepo nih"pinta mbak ayu "


"cerita apa mbak?"tanyaku pura-pura tak mengerti


"ih...soal yang tadi diab bilang kekonci di gudang" lanjutnya


"oh...itu,itu mah ada yang iseng aja kali mbak mau ngerjain aku" jawabku mengelak


sebenarnya maksudku baik aku tak ingin leader yang lain merasa takut jika harus mengambil stok barang di gudang matrial,namun perkiraanku salah ternyata mereka begitu menyukai cerita mengenai hal-hal yang berbau mistis walaupun sebenarnya mereka takut juga.


"iya mbak tadi ada yang ngunciin aku di matrial pas mau siapin barang buat next model udah gitu kipasnya nyala sendiri lagi" ceritaku nampak mereka begitu serius mendengarkan ceritaku


"emang gak pada takut apa denger cerita begini malem-malem?" tanyaku


"takut sihh tapi penasaran aja Nay"jawab pak aib sabil menatap laptop didepannya.

__ADS_1


beruntung bel masuk berbunyi kami pun menuju tempat kerja masing-masing.


suasana line memang ramai dengan berbagai bunyi mesin dan suara musik yang memang sengaja disetel agar tidak terlalu sepi


"mbak gantiin dong aku mau ketoilet" pinta anita salah satu operatorku,aku pun segera mengantikan pekerjaanya hampir 15menit berlalu namun anak yang kugantikan tak kunjung kembali beruntung Dian lewat didekatku aku pun meminta tolong pada Dian untuk melihatnya ke toilet yang berada tak jauh dari lokasiku berada.


tak lama kemudian Dian datang dengan membawa anita yang nampak pucat


"ada apa dian"tanyaku tampa meninggalkan pekerjaan yang sedang aku lakukan


"gak tau tadi pas gw masuk dia lagi ngeringkuk di bawah kaya ketakutan" jelas dian


"waduh....coba loe tanya dian" saranku


"gw bawa ke mas aip aja deh kan dia juga sedikit bisa nay" lanjut dian dan aku pun menganggukinya tanda setuju


sementara anita dibawa oleh dian aku menggantikan posisinya terdengar bisik-bisik dari operator yang lain yang memang sejak tadi menguping percakapanku dengan dian


"mbak nay,anita itu kesurupan ya?"tanya ellis operator sebelah anita


"gak tau lis"jawabku


tak lama kemudian dian datang lagi ia membawa seorang anak buat mengantikan sementara posisi yang kini sedang aku kerjakan.

__ADS_1


setelah anak baru itu mengerti dengan apa yang harus dilakukannya aku pun meninggalkanya untuk melihat keadaan anita


sementara itu dimushola atas nampak mas aip dan beberapa orang sedang berusaha menenangkan anita nampak wajahnya begitu pucat dan seperti ketakutan


"kayanya dia liat sesuatu deh dian"ucapku begitu saja


"kok loe tau nay,loe liat ya"tanya dian


"enggak cuma feeling aja abis liat mukanya pucet gitu kaya orang ketakutan"jelasku


mas aip yang memang bisa mengobati orang yang kesurupan nampak berusaha menyadarkan anita


entah apa yang dibacanya nampak mulutnya seperti sedang membaca sesuatu dan tak lama habis itu anita menjerit


"aaaaaa panasss tauuuuu"teriak anita dengan mata yang melotot pada mas aip wajahnya nampak begitu seram ia berguling-guling sambil berteriak


aku pun pamit pada dian hendak kembali ke line untuk mengngecek apakah semuanya berjalan lancar tanpa ada hambatan mengingat ada satu posisi yang harus digantikan dan benar saja line nampak berantakan dengan banyaknya barang-barang yang belum terpasang aku pun menghentikan sementara line untuk merapikan kembali seperti seharusnya


setelah kurasa semua terkendali akhirnya line pun kembali berjalan aku pun kembali ke nushola untuk melihat keadaan anita


alhamdulillah kini anita sudah berhasil diobati oleh mas aip dan teman nya kini ia sedang berbaring karena lemas.


aku pun bisa bernafas lega karena semua sudah kembali normal benar-benar hari pertama masuk malam yang menegangkan

__ADS_1


__ADS_2