
Selamat Membaca
Beberapa hari pun berlalu sejak Adit pulang sampai hari ini ia masih saja sibuk.
Hampir serupa hari ia keluar dan dan ada saja alasannya.
Rasa curiga Nayla pun semakin jadi saat tanpa sengaja ia membaca sebuah pesan di ponsel Adit.
Kecewa dan merasa dibohongi sudah pasti Nayla rasakan.
Tanpa meminta ijin pada Adit Naylapun segera pergi ke salon untuk menemui Damra.
Beruntung tadi ia sempat mencatat no ponsel wanita itu dan memfotonya untuk ditunjukan pada Damra.
"Assalamualaikum Ra...." ucap Nayla begitu membuka pintu dan langsung memeluk Damra sambil menangis.
Damra yang bingung hanya membiarkan Nayla menangis sepuasnya dahulu baru nanti jika Nayla sudah tenang ia akan bertanya.
Damra pun kembali menutup salonnya dan mengajak Nayla naik ke kamarnya dilantai 2.
Setelah Nayla lebih tenang dan memberinya satu gelas susu coklat dingin barulah Damra bertanya apa yang membuat Nayla menangis.
"Ihh kurang ajar banget sih Adit ya Nay" Damra meremas botol plastik yang ia pegang.
"Gw mau latihan tinju Ra" ucap Nayla tiba-tiba.
"Lah kok tinju sih, loe mau ngapain" tanya Damra bingung.
" Gw tuh mau bisa bikin dia babak belur biar gw puas" jawab Nayla yang sudah terlanjur emosi.
"Jangan tinju Nay tar gw takut Ama loe" ucap Damra bercanda.
"Ya udah tuh cewe cakep gak sih loe ambil fotonya gak?" tanya Damra penasaran
Naylapun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto wanita yang ia ambil dari ponsel Adit.
Saat sedang asik merencanakan sesuatu ponsel Naylapun berbunyi ternyata ada pesan masuk dari Adit yang bertanya keberadaan Nayla saat ini.
Nayla yang memang sedang kesal tak berniat untuk membalas chat dari Adit.
Beberapa saat kemudian ponsel Nayla kembali berdering kali ini VC dari Adit namun Nayla pun tak berniat untuk mengakat panggilan dari Adit.
Setelah beberapa kali berbunyi akhirnya Aditpun tak menelfon lagi.
Nayla berniat tak ingin bertemu apalagi berbicara dengan Adit.
Rasa sakit dihatinya yang dulu pernah ia rasakan kini terulang kembali walaupun ia belum yakin ada hubungan apa antara Adit dan wanita itu hingga Adit tega mengacuhkannya.
Seperti dugaan Nayla hari ini pun Adit pergi entah kemana.
Nayla sebenarnya enggan untuk pulang namun demi mengikuti saran Damra ia pun pulang juga.
Begitu sampai rumahnya Nayla langsung ganti baju tidur dengan tali satu dan hanya sebatas paha saja dan ia pun sengaja tak mengunci pintu kamar nya.
Niat awalnya ia hanya ingin berpura-pura tidur dan mengetahui reaksi Adit namun sialnya ia ternyata tertidur betulan hingga ia pun tak tahu jam berapa Adit pulang.
Seperti biasa tengah malam Nayla terbangun karena ingin ke kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi Nayla langsung turun menuju dapur ingin minum susu dingin.
Tanpa melihat kiri kanan Nayla berjalan langsung kedapur.
Adit yang kebetulan belum tidur dan sedang memainkan ponselnya sedikit heran melihat Nayla yang memakai baju tidur minim tidak seperti biasanya.
Ia pun perlahan mengikuti Nayla kedapur.
Dari depan pintu dapur Adit memperhatikan semua yang Nayla lakukan.
Sedangkan Nayla yang tad menyadari kehadiran Adit asik membuat susu dingin dengan gelas yang lumayan besar.
prankkk
sendok yang ia pegang terjatuh, ia pun segera berjongkok untuk mengambil sendok.
Nayla sedikit heran ia yakin sendok itu jatuh tak jauh dari kakinya namun saat ia mencari nya ia tak menemukan sendoknya.
"Ihh ni sendok pake ngilang kemana sihh" gerutu Nayla masih berjongkok mencari hingga akhirnya ia pun kesal dan berdiri.
Sementara itu Adit yang memang sudah lama tak menyentuh Nayla langsung mendekat dan berdiri dibelakang Nyala hingga pas Nayla berdiri secara tidak sengaja kepala Nayla beradu dengan dagunya.
Aaaawww
Adit meringis sambil memegangi dagunya yang terasa sakit.
"Aaaawww"
Naylapun ikut meringis kesakitan saat kepala mengenai dagu Adit.
"Aduh sayang kamu lagi apa sihh sakit tauu"ucap Adit sambil memegangi dagunya dagunya
"Siapa suruh berdiri di situ" jawab Nayla Yang mulai sadar dan deg-degan karena Adit berdiri begitu dekat dengannya.
Tiba-tiba saja jantung nya berdegup kencang, ia takut jika Adit akan melakukan sesuatu kepadanya.
Dengan segera ia mengambil gelas yang berisi susu dan berniat kembali ke kamarnya namum tangan Adit sudah lebih dulu menghadangnya.
"Sayang kamu kok kaya menghindar sih dari aku" tanya Adit sambil mendorong sedikit tubuh Nayla hingga terbentur dengan kulkas.
__ADS_1
"Aditt apa-apa'an sih" protes Nayla yang kesal pada Adit.
"Aku kan cuma tanya sayang, kenapa kamu ngehindar dari aku" kini Adit menghimpit tubuh Nayla.
"Ihh apa-apa'an sih Dit sana ahh" Nayla tak mau menjawab pertanyaan Adit, ia mendorong tubuh Adit sekencang mungkin namun apa daya tenaga nya tak sekuat Adit.
"Nayla jawab aku.." Adit meninggikan sedikit suaranya.
"Apa sihh, awas aku mau minum susu" lagi lagi Nayla berusaha menghindar dari tatapan Adit yang kini menatapnya tajam.
"Aku lagi bertanya sama kamu Nay" kini Adit memaksa Nayla menatap nya.
"Sakit Dit" Nayla sedikit meringis saat tangan kekar Adit sedikit melukai pipinya.
"Maaf sayang aku gak bermaksud nyakitin kamu,aku cuma mau kamu jawab pertanyaan aku" Adit melepaskan tangannya dari wajah Nayla.
"Jawaban nya ada sama diri kamu sendiri Adit" ucap Nayla sambil berusaha menjaukan tubuh Adit yang menghimpit nya.
"Nay...aku kangen sama kamu, kenapa kita jadi kaya lagi marahan gini sih" Adit yang mulai kesal menarik paksa Nayla kedalam pelukannya.
Bukan Nayla namanya jika tidak mempunyai seribu cara agar bisa lepas dari dekapan Adit.
Dengan cepat Nayla langsung menggigit dada Adit hingga Aditpun langsung melepaskan dekapannya karena merasa kesakitan.
"Sukurr" ucap Nayla sambil setengah berlari menuju kamarnya beruntung ia tidak lupa dengan es susu yang ia buat tadi.
Begitu sampai didalam kamar ia langsung mengunci kamar lalu meneguk habis susu yang ia buat tadi.
"Aihh gagal deh rencana nya" ucap Nayla pelan sambil menghapus keringat yang mengucur diwajahnya.
"Enak aja mau maen peluk gw padahal tadi abis meluk cewe lain" maki Nayla pada Adit yang entah Adit bisa merasa atau tidak.
"Nayla buka pintunya atau aku dobrak" baru saja Nayla hendak merebahkan diri nya tiba-tiba terdengar suara Adit dari balik pintu yang mengancamnya.
Nayla pun terdiam sesaat namun beberapa menit kemudian ia pun kembali merebahkan diri namun lagi-lagi Adit mengancamnya akan mendobrak pintu kamar jika Nayla tak mau membukanya.
Naylapun masih tak mau menghiraukan ancaman Adit hingga akhirnya ia pun mendengar suara sedikit keras dari arah pintu.
Dengan terpaksa Naylapun membuka pintu.
Namun baru saja pintu dibuka Adit langsung mendorong nya masuk lalu kembali mengunci pintu kamar Nayla.
"Kamu mau apa" tanya Nayla yang mulai panik jika Adit akan melakukan sesuatu padanya.
"Kenapa? emang aku gak boleh jika aku meminta hak aku sebagai suami" ucap Adit yang terus melangkah maju hingga mau tak mau Naylapun mundur dan langkahnya terhenti saat kakinya membentur tempat tidurnya.
"Hak apa? kamu tuh gak punya hak Adit?"
"kamu boleh minta hak kamu kalau kamu udah jalanin kewajiban kamu" balas Nayla yang mulai ikut merasa kesal.
Aditpun semakin merasa kesal ia mencoba menarik Nayla namun Nayla berhasil menghindar dengan cara Naim keras tempat tidur"
"Nay kesini sekarang"
"Gak mau" tolak Nayla malah semakin menjauh.
"Jangan bikin aku semakin marah Nayla" Aditpun memperingati Nayla.
"Gak mau ,mending kau keluar sana" usir Nayla.
Aditpun yang semakin kesal akhirnya mengalah, ia keluar kamar sambil membanting pintu.
Akhirnya Naylapun pun bernafas lega karena Adit telah pergi dari kamarnya.
Dengan terburu-buru ia pun segera mengunci pintu.
Sementara itu Adit yang nampak duduk sendirian di ruang tamu.
Ia mengusap kasar wajahnya.
"Ada apa sama kamu Nay, maaf belakang dan ini aku gak merhatiin kamu tapi bukan berarti aku udah gak sayang sama kamu Nay" Adit bermonolog sendiri sambil menatap foto Nayla yang terpasang dilayar ponselnya.
Hingga tanpa terasa Aditpun tertidur dibangku.
Pagi pun tiba, seperti biasa setelah rapi Nayla langsung turun kebawah dan langsung membuatkan kopi untuk Adit serta roti.
Setelah selesai Nayla pun segera bergegas pergi menuju salon Damra.
Adit yang terbangun karena mendengar suara motor Nayla mejauh segera meyusul keluar untuk mengejar Nayla namun usahanya sia-sia Nayla sudah mejauh.
Aditpun segera masuk dan bergegas mandi dan setelah rapi ia pun segera meminum kopi yang Nayla buat.
Dengan sedikit tergesa-gesa ia pun mengeluarkan motornya dan segera menuju salon Damra.
Nayla yang waktu itu sedang dikamar bersama Damra terkejut saat melihat Adit sudah didepan pintu kamar.
"Nay kita harus bicara sekarang,aku gak mau kalau kamu ada masalah malah kabur kaya gini" ucap Adit.
Nayla yang ketakutan pun segera bersembunyi dibelakang Damra.
"Kamu gak kunci pintu ya Ra" tanya Nayla setengah berbisik.
"Lupa gw Nay..." balas Damra.
"Ihh kan trus ini gimana?" tanya Nayla yang ketakutan.
"Ya udah loe ngobrol aja disini kan kalo ada apa-apa ada gw dibawah" ujar Damra.
__ADS_1
"Kamu temenin ya.."
"Ya gak mungkin Nay ini kan masalah rumah tangga kamu aku gak mau ikut campur" ucap Damra
"Tapi...." belum sempat Nayla melanjutkan kata-katanya Damra sudah memberi kode.
Akhirnya Naylapun mau mengikuti saran Damra.
Adit duduk di samping Nayla, ia menatap Nayla dari samping karena memang Nayla tak mau melihat Adit.
"Nay..kamu kenapa marah sama Aku" tanya Adit membuka pembicaraan.
Bukannya menjawab Nayla malah menatap Adit tajam.
"Jangan begitu ngeliatin nya sayang, aku gak ngerti maksud tatapan kamu" ucap Adit sambil bercanda.
"Jangan deket-deket ah aku lagi males Ama kamu" Nayla mendorong Adit sedikit mejauh dari dirinya.
"Pasti ada alasannya kan kenapa kamu begini" tanya Adit.
"Emang kamu gak peka apa, kamu gak nyadar udah bikin salah apa?" tanya Nayla semakin kesal.
"Aku gak ngerti beneran Nayla" ucap Adit dengan nada sedikit ditekan.
"Siapa wanita yang lagi dekat sama kamu" tanya Nyala
Dek....dek...
Dek...dek..
Jantung Adit seketika itu juga berdetak kencang saat Nayla bertanya tentang hubungannya dengan Nisa.
Yah ternyata wanita itu bernama Nisa.
"Aku gak ada hubungan apapun dengan Nisa Nay"
"Mereka temen aku waktu kerja" lanjut Adit.
"Iya kah?" tanya Nayla tak percaya
"Bener Nay kami cuma temen aja" jawab Adit berusaha menyakinkan Nayla
"Kalo cuma temen kenapa aku gak boleh ikut kalo kamu pergi, apa kamu malu punya istri jelek kaya aku"
Jeleeebbb
Hati Adit seperti tertusuk belati terasa sakit tapi memang itu kenyataannya.
Bukan karena malu juga tapi Adit takut jika Nayla akan merasa minder jika bergabung dengan teman-temannya.
"Bukan begitu sayang aku cuma takut kamu minder aja" ucap Adit
"Kami cuma takut aku minder kenapa kamu diem aja saat wanita itu merangkul kamu"
"Aku tau Dit aku itu jelek gak kaya temen kamu yang cantik sama seksi, tapi aku ini istri kamu yang udah kamu nikahi secara paksa" ucap Nyala yang tak bisa lagi menahan air matanya.
"Nayla ..bukan begitu sayang, aku gak malu punya istri kaya kamu justru aku bangga sama kamu"
ucap Adit beralasan.
Tiba-tiba saja ponsel Adit berbunyi, Aditpun segera menjawab panggilan telponnya dengan sedikit menjauh.
Nayla hanya menatap punggung Adit.
Jujur saja hatinya tak percaya dengan yang Adit katakan.
Ia pun menghapus kasar air matanya.
Setelah menerima telpon Adit pun menghampiri Nayla dan pamit keluar sebentar,
Nayla yang masih kesal tak ingin menjawab ucapan Adit, ia hanya diam sambil melihat punggung Adit yang kemudian menuruni anak tangga.
"Dasar gak punya perasaan, belum juga kelar udah pergi aja" gerutu Nayla kesal sambil melempar botol kosong kesembarang arah.
Ha....ha....
tiba-tiba Nayla mendengar ada suara orang tertawa.
"Inikan masih pagi ya, masa ia ada Kunti sih masih pagi gini" ucap Nayla sambil melihat seisi ruangan dan mata nya tanpa sengaja melihat sosok wanita yang biasa bersama Adit sedang duduk manis sambil menertawainya.
"Dasar hantu gak punya perasaan, kamu juga kan cewe kasian dikit kek sama gw" maki Nayla pada sosok yang memang sudah biasa mengganggunya itu.
Sosok itu kembali tertawa bahkan lebih nyaring dari yang pertama Nayla dengar.
Nayla yg kesalpun melempar sosok itu dengan botol kosong yang ada didekatnya.
Dengan wajah kesal ia pun turun kelantai satu sambil mulutnya terus memaki, entah siapa yang ia maki Adit atau hantu yang biasa menemani Adit entahlah hanya Nayla saja yang tauu.
**Hallo semua sampai sini dulu ya up nya.
Semoga kalian gak bosen ya dengan Adit yang lagi-lagi bikin Nayla kecewa.
Jangan lupa tinggalkan jejak buat Author dengan cara tap tanda Like,Vote dan juga Komennya ya.
Salam Manis
Amellajj/Authorr**
__ADS_1