TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab221


__ADS_3

Selamat Membaca


Adit yang kesal karena aktifitas paginya terganggu akhirnya menemui Dedi.


Merekapun berbicara diteras depan, sementara Nayla setelah memakai kembali pakaiannya kembali menarik selimut dan bersembunyi dibaliknya.


Saat matahari sudah mulai meninggi Naylapun keluar dari kamarnya.


Lilis yang sedang menyapu tersenyum melihat Nayla yang keluar kamar tanpa menyadari ada banyak tanda-tanda merah di sekitar lehernya.


"Semalem udah berhasil ya teh?"tanya Lilis ambigu


"Berhasil?berhasil apanya sih Lis?" Nayla balik bertanya


"Berhasil buat dede lah, lah itu tandanya udah banyak" tunjuk Lilis kearah leher Nayla.


Nayla langsung menutup lehernya dengan handuk yang ia bawa.


" Aahh Adit awasss ya bikin malu aja sihhh" Nayla menggerutu sambil berjalan menuju kamar mandi.


Adit nampak sedang berpikir apa yang harus ia lakukan sekarang.


Ternyata Dedi datang hendak memberi kabar pada Adit tentang Anto yang berhasil melarikan diri dari sel polsek.


Siangnya sambil makan siang mereka membicarakan permasalahan yang kini sedang Adit hadapai.


Ia tak ingin sesuatu kembali terjadi pada Nayla.


" Nay...lusa kita pulang ke kota "B" ya"


"Lusa?? iya ...kita pulang ye..ye balik lagi, sofell level 10 .." ingatan Nayla langsung pada jajanan favoritenya.


pletak...


"Aduhh ...Adit mahhh" Nayla meringis saat lagi-lagi Adit menyentil kening.


"Bayangin apa??"


"Bayangin taruhan yang waktu itu ..." Nayla tertawa membayangkan Adit yang sedang kepedasan.


Sore itu Ina kembali datang berkunjung kerumah Adit.


Nayla langsung cemberut melihat wajah Ina.


"Lilisss itu abang kamu temenin gihh, aku gak mau dia berdua'an kaya gitu" Nayla yang kesal langsung masuk kekamar Lilis sambil menghentakan sendal mickey mouse yang ia pakai.


" Ari teteh cemburu ya??" Lilis mulai berani menggoda Nayla


"Emang gak boleh ya Lis kalo aku cemburu?" kini raut wajah Nayla nampak sedih


"Maaf teh, Lilis cuma bercanda, teh Nay jangan kaya gitu dong mukanya" Lilis merasa sangat bersalah dengan ucapannya barusan.


Naylapun masuk kedalam kamar dan merebahkan dirinya di atas kasur.


Ia berharap Adit memanggilnya.


Setelah menunggu hingga beberapa menit namun Adit tak juga memanggilnya akhirnya Naylapun berusaha memejamkan matanya.


Magrib pun tiba namun sang tamu tak juga pulang.


"Dit sholat dulu, ngobrol melulu sih" ujar Nayla dari balik pintu

__ADS_1


"Iya yang kita berjama'ah yuk sholatnya" ajak Adit pada Ina.


Merekapun sholat berjama'ah dengan Ayah Adit sebagai imamnya.


Setelah selesai sholat Nayla langsung berdiri dan masuk kedalam kamar.


Adit yang sudah menjulurkan tanganya hanya bisa terperangah dengan perlakuan istrinya.


"Sayang kamu gak cium tangan aku dulu" Adit setengah berteriak.


"Gak mau, maless"


Adit yang tau jika Nayla sedang ngambek akhirnya ikut masuk kedalam kamar.


"Kamu kenapa sih yang?" tanya Adit lembut lalu ikut naik keatas ranjang menghampiri istrinya yang sedang asik dengan ponselnya.


"Gak napa-napa" jawab Nayla singkat


"Masa???aku gak yakinnn" Adit mendekatkan wajahnya dengan wajah Nayla.


Karena asik bermain ponsel Naylapun tak menyadari jika wajah Adit kini hanya berjarak satu jari saja.


Hhuuu


Adit meniup lembut wajah Nayla


Awww


Adit meringis kesakitan sambil memegang dagunya yang terbentur kepala Nayla, Karena gerakan replek Nayla yang langsung mengangkat kepalanya yang terkejut karena ditiup Adit


"Ha..ha sukurinn" ucap Nayla tanpa rasa bersalah.


Nayla yang sedang kesal pada Adit semakin bertambah kesal karena Adit juga mencium paksa dirinya.


Ia terus memukul dada suaminya hingga akhirnya Aditpun melepaskan ciumannya.


Ia tersenyum melihat bibir Nayla yang sedikit membesar.


"Sana ahh keluar, aku lagi males liat kamu" usir Nayla sambil mendorong tubuh Adit agar segera turun dari kasur.


"Aku tau kamu lagi cemburu yang, nanti kita lanjutin yang tadi subuh ya"


Nayla yang merasa bosan akhirnya memutuskan untuk ikut nimbrung bareng Adit di teras depan.


Saat mereka sedang asik berbincang-bincang tiba-tiba saja mata Nayla menatap kearah suatu tempat.


Nayla melihat seorang anak kecil yang melambaikan tangan seakan memanggilnya.


Mata Nayla seakan terpaku pada sosok anak kecil itu, tanpa ada yang menyadari Nayla berjalan menghampiri anak kecil itu.


Anak kecil itu langsung menuntun tangan Nayla dan mengajaknya entah kemana.


Nayla nampak kagun dengan pemandangan didepan matanya.


Ia tak tahu kini ia berada dimana yang jelas kota itu sangat ramai ada rumah, ada perkantoran, ada juga tiang bendera namun ada satu hal yang membuat Nayla bingung kenapa semua orang hanya diam tak ada satupun yang berbicara termasuk anak kecil yang bersamanya.


" Dekk ini dimana sihh?" tanya Nayla pada anak kecil yang mengajaknya ketempat ini.


Karena tak kunjung juga mendapat jawaban akhirnya Naylapun memilih diam sambil melihat lihat tempat yang menurutnya aneh ini.


Sementara itu di rumah Adit nampak sedikit keributan.

__ADS_1


Adit yang menyadari istrinya tak lagi duduk disebelahnya langsung mencari Nayla.


Ia masuk kedalam kamar namun tak ada siapa-siapa, ia pun bertanya pada Lilis yang ternyata sudah tertidur.


"Mungkin ia sedang di kamar mandi" pikir Adit.


Akhirnya ia pun menunggu Nayla didalam kamar.


Satu jam berlalu Naylapun belum ditemukan, Adit mulai panik, ia pun mencari disekitar dekat rumahnya namun hasilnya tetap sama.


"Sayang kamu kemana sihh,ini kan udah malem yang" nampak wajah Adit mulai panik.


Sementara itu disuatu tempat Nayla nampak asik menikmati pemandangan di setiap jalan yang ia lewati dengan masih menggenggam tangan anak kecil tadi.


" Ini dimana sihh Dek" tanya Nayla yang penasaran


Nayla lalu menatap anak kecil itu " Kamu gak bisa ngomong ya Dek?"


Anak kecil itu hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan Nayla.


"Kamu tuh lucu banget tau Dek, cantik tapi sayang kenapa kamu gak bisa ngomong" ujar Nayla sambil tersenyum kearah anak itu lagi.


Ada sedikit perasaan aneh dalam benak Nayla.


Seingatnya tadi hari sudah malam, tapi kenapa sekarang tiba-tiba siang lagi.


Sementara itu di suatu tempat tersembunyi Anto sudah bersiap-siap akan menjalankan rencananya.


Ia dan beberapa anak buahnya yang baru akan kembali menculik Nayla dan membawanya ketempat yang tidak bisa ditemukan oleh Adit dan keluarganya.


Senyum Anto melebar saat matanya menatap layar ponselnya.


"Aku sangat kangen denganmu Nayla.. hanya Mita dan kamu wanita yang bisa membuatku seperrti ini" gumam Anto lalu mencium ponselnya.


"ingin rasanya aku menikmati lagi manisnya bibirmu Nay, biarpun aku mendapatkannya secara paksa namun tetap saja manis bagiku sayang...." Anto memejamkan matanya, senyumnya mengembang saat ingat wajah Manis Nayla.


Sementara itu Adit semakin bingung saat teman tak kasat matany bilang jika Nayla saat ini berada di alam lain.


Namun alam itu pun tak dapat ditembus oleh teman ghoib Adit.


"Aku harus gimana sayang, kenapa kamu begitu penasaran dengan kota yang kamu lihat..." ujar Adit frustasi.


Adit yang menelpon A'Iwan dan memberitahu kalau Nayla hilang langsung meminta bantuan aa.


Namun sayang aa tidak dapat datang kerumag Adit karena kondisi anak keduanya masih belum stabil, namun aa berjanji akan membantu sebisa mungkin untuk membawa Nayla kembali.


Sementara itu di alam yang berbeda Nayla nampak sedang tidur di sebuah kasur yang sangat empuk hingga membuatnya nyaman dan tidur lelap.


**Hallo hari ini up nya segini dulu ya


lanjut besokk lagi


buat yang nunggu MP Adit harus punya stok sabar yang banyak ya😁😁😁😁


Maaf kalo banyak typo bertebaran maklum pikiran aku tuh lagi traveling ...


Terima kasih banyak buat yang udah ngasih Vote buat Authorr


Salam maniss


Amellajj/authorr**

__ADS_1


__ADS_2