
Esoknya aku kembali pada aktivitas biasa beruntungnya hari ini aku masuk malam jadi aku masih bisa mengistirahatkan badanku.
ting... suara notifiksi hpku berbunyi bertanda ada chat yang masuk aku pun segera meraih dan membacanya ternyata pesan dari adit yang menanyakan keadaanku hari ini.
ada rasa bahagia ketika membaca pesannya dadaku terasa berdebar-debar maklum kan jadiannya belum terlalu lama jadi apa pun yang dilakukan pasti mampu membuat jantung berdetak lebih cepat walaupun penuh dengan kejadian-kejadian yang menyeramkan.
"kamu berangkat jama berapa nay?"
"jam 7 malem dit"
"nanti pulang kerja aku mampir ya"
"iya..aku tunggu"
sorepun tiba seperti yang adit bilang sepulangnya kerja ia langsung datang ke kontrakanku bersama mas Agus
"assalammualaikum" ucapnya memberi salam sambil mencopot sepatunya lalu duduk diteras yang sengaja ku beri alas karpet.
"waalaikum salam"jawabku
"eh mas agus ikut juga?"tanyaku basa-basi padahal tadi adit sudah memberitahu kalau agus ikut dengannya
"iya nay aku tuh kangen ama kamu"balasnya sambil tersenyum menggoda
"sembarangan loe ini punya gw,cari sendiri sono kalo mau punya mah" ucap adit sambil berpindah tempat duduk jadi disebelahku.
aku hanya tersenyum melihat kelakuan mereka
"nay loe punya temen yang mirip sama loe gak?kalo ada buat gw dong"ucap mas agus sambil meminum kopi yang aku buat
"kenapa mesti mirip sama nay?"tanyaku
"abis kamu lucu,udah gitu kadang horor"jawabnya santai aku langsung melotot mendengar ucapan mas agus yang bilang aku horor
"maksudnya horor apa ya mas?"tanyaku penasaran
"ya--ya kaya kemaren itu horor"jawabnya sambil tertawa
adit hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan temannya
"gus pulang naek angkot gih,gw tar mau anterin nay dulu"usir adit yang langsung mendapat tatapan sedikit tak suka
"ya udah tar gw naik angkot deh pulangnya" akhirnya mas agus pun mengalah
"dit di ujung sana ada poci"ucapku pada adit sambil menutup mataku dengan tangan
__ADS_1
"ya ampun sayang ko dimana-mana ada hantu y?"
"kalo aku jadi kamu ya dit, pas si nay ketakutan aku langsung peluk kan enak tuh" ucap mas agus seenaknya
"ada loe sih mau gw peluk tar loe iri lagi" ledek adit pada temannya
"dit itu kok pocinya loncat sih kaya mau kesini"ucapku sambil bersembunyi dibelakang adit
"ya ampun nay kan kamu udah sering liat,tapi kok masih takut aja sih"ucap adit
"ihhh aku kan masih manusia normal dit ya takut lah"protesku sambil cemberut
"nay jangan kaya gitu bibirnya kalo gak mau gw comot tuh bibir" ucap mas agus sambil tertawa melihat kearahku
"berani megang gw jitak loe ya gus"ancam adit saat melihat tangan agus yang ingin menyentuh bibirku
"ihh kok pada ribut sih itu pocinya jelek bangt dit tolong usirin kenapa" rengekku pada adit
entah apa yang mereka lakukan berdua pocong yang tadi aku lihat tiba-tiba seperti tertarik kedalam tanah dan tak lama kemudian tak terlihat lagi.
"udah jam 7 nay kamu gak kerja"adit mengingatkan
aku pun segera bersiap-siap
aku diantar oleh adit sampai di depan pt sedangkan mas agus pulang naik angkot karena memang jaraknya tak terlalu jauh.
"nay liburan kemaren loe kemping ya sama cowo loe yang baru"tanya dian saat kami istirahat makan jam 12 malam.
"kok loe tau dian" selidikku
"tadi sempet ketemu sama mas helmi dia yang cerita" lanjut dian
aku pun hanya tersenyum apa lagi kalau inget kejadian kemarin
"he..senyum-senyum sendiri,loe masih waras kan?" tanya dian yang terdengar menyebalkan
"masih lah"jawabku ketus
"oh ya nay tar kira-kira jam 1an loe berani gak foto copy di QC ada dokumen yang harus difotocopy soalnya udah abis n gak bisa nunggu pagi" jelas dian
aku pun menelan salivaku kasar soalnya yang aku dengar disana ada penunggunya udah gitu kadang suka jail.
"emang gak ada yang berani ya"tanyaku pelan
"yang abis punya line loe tau,kalo loe takut minta anterin aja ama rangga n darna"
__ADS_1
"hhaa minta anterin rangga n darna?apa dikau lupa bu kejadian waktu buang sampah gw yang ditinggalin"
dian hanya tersenyum mengingat kejadian beberapa minggu lalu
"ya udah loe minta anterin yang laen deh yang menurut loe barani" perintah dian tak bisa ditolak lagi
jam 1.15 menit dian menyerahkan berkas-berkas yang harus aku fotocopy dengan malas aku pun menuju ruang QC yang berada di ujung dan harus melewati visual room dengan diantar oleh Ibnu dan Bara.
Saat tiba diruang fotocopy aku pun menyalakan semua lampu biar terang dan aku pun mulai memfotocopy satu per satu berkas hingga akhirnya pintu ruang QC tertutup seperti dibanting hingga menimbulkan suara yang sangat keras kedua pria yang bertugas menemaniku langsung lari dengan sangat kencang meninggalkan aku sendiri diruang QC dengan lulut yang bergetar karena takut dan jantung yang berdetak seribukali lebih cepat karena keget.
ingin rasanya aku menyusul kedua pria kekar yang sudah lari meninggalkanku tapi apa daya perpaduan kaget dan takut membuat kakiku tak bisa digerakan
tiba-tiba aku melihat sosok wanita berbaju merah dengan rambut panjang yang kaku seperti sapu ijuk sedang berdiri disudut ruangan sambil menatap kaca yang tertutup.
andaikan aku bisa pingsang mungkin lebih baik saat ini aku memilih pingsan saja dari pada mati berdiri karena takut.
akhirnya aku hanya bisa menangis karena takutnya.
aku coba membaca ayat-ayat suci apa saja yang aku bisa namun semua seakan sia -sia karena aku lupa dengan apa yang harus aku baca
saat aku sudah mulai pasrah tiba-tiba aku seperti suara a'iwan
"jangan panik nyi,aa bantu dari jauh"
"ahh ini hanya halusinasiku aja,mana mungkin si aa tau dan bisa nolongin ini kan jauh jaraknya" batinku
entah ada kekuatan dari mana kakiku bisa digerakan dan dengan sekuat tenaga aku pun berlari meninggalkan mesin fotocopy dan berkas-berkasnya di ruang QC melewati visual room dan akhirnya sampai di line dengan nafas yang hampir habis.
begitu melihat kedua pria kekar bak pohon palem yang lari meninggalkan ku sendirian ingin rasanya kucaci maki mereka namun apa daya buat bernafas saja aku susah
dengan posisi setengah menunduk sambil memegangi kedua lututku yang bergetar kucoba mengatur nafas.
"nay loe kenapa,kok ngos-ngosan gitu"tanya dian sambil menghampiriku dengan membawa segelas air
"pake nanya bu,gw yakin loe udah tau ceritanya dari ni dua bocah "jawabku sambil menatap sedikit kesal pada bara dan Ibnu
"he..he iya gw udah denger tadi dia cerita trus pas gw tanya loe dimana mereka bilang ketinggalan di ruang QC"ucap dian sambil menengadahkan kedua tangannya
"apa?"tanyaku tak mengerti maksud dian meminta apa
"hasil fotocopynya nay,mana?"pintanya
akupun menepuk jidatku karena semua berkasnya tertinggal diruang QC
"ambil gih"suruh dian
__ADS_1
"gak mau ah tuh dia aja"tolakku
akhirnya kami pun keruang QC bersama untuk mengambil semua berkas yang tertinggal dan membereskan kekacauan yang terjadi disana.