TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 363


__ADS_3

Selamat Membaca


Radit bisa bernafas lega saat menemukan Ardina, namun ia sedikit terkejut saat melihat wajah adiknya itu begitu pucat seperti tidak ada darah yang mengalir.


"Ar.... Ardina sadar dek ini Aa" Radit berusaha menyadarkan Ardina namun hasilnya nihil ia pun membawa Ardina pulang naik taksi online bersama dengan Rania sedangkan motor yang mereka pakai ditinggalkan di parkiran sekolah begitu saja setelah di titipkan pada satpam.


Betul sampai dirumah Nayla begitu terkejut melihat keadaan Ardina yang pucat dengan tatapan kosong.


"Radit ada apa dengan Ardina?" tanya Nyala panik.


"Gak tau mah tadi Radit di telp sama Rania bilang kalo Ardina hilang setelah marah-marah pada temannya" Radit pun menceritakan pada Nayla semuanya.


Nayla pun langsung menghubungi Aa Iwan untuk meminta pertolongannya.


Beruntung Aa Iwan sedang berada di rumahnya, ia pun langsung menuju rumah Nayla yang memang tidak begitu jauh dari rumah Nayla.


Sekitar pukul 7 malam Adit baru saja pulang.


Awalnya ia mengira kehadiran Aa Iwan hanya sekedar silaturahmi tapi setelah Nayla menceritakan semuanya ia pun langsung menuju kamar Ardina dan melihat kondisi putrinya yang terlihat begitu lemah.


Aditpun langsung bergabung bersama Aa di ruang tengah sambil bertanya tentang kondisi Ardina.


Malam itu Nayla tidak dapat tidur dengan nyenyak ia begitu khawatir dengan kondisi Ardina.


Jam menunjukan pukul 01.20 saat Nayla merasa haus, saat ia melihat botol diatas meja ternyata kosong, akhirnya ia pun menuju dapur untuk mengambil air minum.


Setelah meminum segelas air putih dingin ia pun hendak kembali menuju kamarnya, namun saat melintasi tangga ia ingat dengan Ardina, ia pun langsung menuju kamar Ardina dan perlahan membuka pintunya.


Saat pintu terbuka mata Nayla langsung terbelalak saat melihat Ardina sedang duduk sendiri sedangkan Rania tertidur pulas.

__ADS_1


Ia pun mendekati Ardina dan duduk di sebelahnya.


"Kenapa kamu belum tidur sayang" Nayla merapikan rambut Ardina yang berantakan dan menyelipkannya di telinga.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Ardina ia hanya diam.


"Sayang kamu denger gak mama bilang apa" tanya Nayla lagi.


Lagi-lagi tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Ardina,ia hanya melihat Nayla sekilas lalu pandangannya kembali menatap kedepan.


Nayla yang merasa khawatir langsung kembali ke kamarnya untuk membangunkan Adit.


Entah kenapa ia merasa ada yang tidak beres dengan Ardina.


"Pah bangun ...."


Setelah beberapa kali Nayla membangunkan Adit akhirnya Aditpun membuka matanya.


"Ada apa Mah.." tanya Adit dengan suara berat


"Papa masih ngantuk tau" lanjutnya sambil mengucek-ngucek matanya yang masih terasa enggan untuk di buka.


"Itu loh Pah Ardina..." Nayla nampak bingung untuk menjelaskan kepada Adit tentang apa yang terjadi pada Ardina.


Begitu mendengar nama Ardina di sebut Adit pun langsung duduk.


"Ada apa dengan Ardina Mah?" tanya Adit


"Mama gak bisa jelasin mending liat sendiri aja" balas Nayla.

__ADS_1


Dengan tergesa-gesa Aditpun turun dari kasur dan langsung menuju kamar Ardina di lantai atas.


Ia pun langsung membuka pintu kamar dan melihat Ardina duduk diatas kasur dengan lampu yang samar-samar.


"Sayang kenapa kamu gak tidur, udah malem Nak" ucap Adit lembut.


Lagi-lagi Ardina tidak menjawab tatapanmya masih lurus kedepan.


"Ih berisik amat sih ada apaan?" Rania yang tadinya tertidur dengan nyenyak akhirnya terbangun.


"Mah...Pah pada ngapain di sini"


"Lah Ardina kenapa? kayanya tadi dia tidur kok udah bangun aja"ucap Rania


"Udah kamu mending tidur lagi aja Ran?" ucap Adit


"Mana bisa tidur,kan Mama sama Papa berisik" ucap Rania sambil memajukan mulutnya.


Malam itu Rania tidak dapat tidur dengan nyenyak hingga ketika pagi tiba ia merasakan tubuh nya tidak nyaman.


Radit yang memang tidak tau ada kejadian tadi malam nampak heran melihat wajah Mama dan juga adiknya yang nampak sedikit pucat.


"Ada apa sama Mama dan Rania kok mukanya begitu sih?" tanya Radit sambil menelisik wajah mama dan adiknya satu persatu.


"Gak apa-apa Radit, cuma kurang tidur aja"


"Aa sih tidur kaya kebo segitu berisiknya masih aja pules tidurnya" timpal Rania sambil mengoles selai coklat pada rotinya.


Hari itu Radit berangkat bersama Rania naik taksi online karena motor mereka di tinggal di sekolah kemarin.

__ADS_1


__ADS_2