TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 163


__ADS_3

♡♡♡ Selamat Membaca♡♡♡


Akhirnya Papa Nayla pindah kekampung halamannya juga guna mengikuti keinginan sang Istri baru meninggalkan Nayla sendiri di kota "B"


Sebenarnya Nayla tak ingin Papanya pergi apa lagi sekarang ia benar-benar sendiri tak ada lagi Adit disisinya.


Sebenarnya mereka belum benar-benar putus karena hanya Nayla saja yang merasa sudah tak ingin bersama dengan Adit lagi.


Ia selalu saja menghindar dari Adit.


Namun Adit tak patah arang ia pun berusaha semampunya agar hubungannya dengan Nayla kembali membaik.


Ibarat suatu benda yang pecah walaupun dapat disambung kembali namun tak bisa seperti kebentuk semula,begitupun dengan hati Nayla yang sudah terlanjur kecewa dengan Adit,apalagi ini bukan yang pertama kali nya pria itu selingkuh.


Tanpa terasa seminggu sudah ia hidup sendirian namun Empok tetap bekerja dirumahnya atas perintah sang Papa agar Nayla ada yang mengurus.


"Pok..Empok.."panggil Nayla pada ART nya yang memang sedikit mempunyai masalah dengan pendengarannya


"Et dah Pok gak denger juga ya padahal ni urat udah pada nongol manggil si Empok" tegur Nayla pada Empok yang sedang khusu menjemur pakaian.


"Eh..iya ..apa Nay"si Empok terperanjat kaget saat Nayla menepuk bahunya


"Empok kan tinggalnya ngontrak ya?"tanya Nayla mulai serius


"Iya neng Nay,ngapa emangnya"tanya si Empok bingung


"Empok tinggal disini aja temenin Nay,kan mayan tuh uang yang buat ngontrak bisa buat nabung"


Empok seakan tak percaya dengan apa yang Nayla ucapkan.


"Nay serius pok,mau gak?" tanya Nayla


"Mau aja Neng tapi kan tar kalo Bapak tau gimana?" tanya si Empok ragu


"Santai aja pok itu mah urusan Nay,lagian juga dia mah gak bakal kesini lagi"jawab Nayla dengan santainya


Akhirnya Empok pun setuju tinggal bersama Nayla,ia menempati kamar bekas Tia sang Adik,namun sebelumnya Nayla minta ijin dulu dengan pemilik kamar dan Tia pun setuju.


Karena produksi sedang sepi sudah hampir sebulan tak ada lembur dan begitu pun dengan PT tempat Adit bekerja.


"Enak banget ya jadi jomblo bebas gak ada yang ngatur ini lah,itu lah"celoteh Nayla pada Dian saat keluar dari PT.


"Inget umur loe maen mulu yang ada di tuh otak"balas Dian sambil menyentil dahi Nayla pelan.


Namun saat melewati pos dan hendak mencari jemputan mata Nayla melihat Adit yang sedang berdiri mengamati satu per satu orang yang keluar dari area PT.


Nayla yang bersembunyi di samping Dian langsung saja naik jemputan yang ada didepan matanya.


Beruntungnya ia naik jemputan ke arah rumah Dian


"Dih..loe ngapain naik ini,loe mabok ya sampe salah naek jemputan" tanya Dian yang kaget karena tiba-tiba Nayla duduk disampingnya.


"usssh diem napa,tuh liat gw gak mau ketemu ama dia"jawab Nayla sambil menempelkan jari telunjuk dibibirnya lalu menunjuk ke arah Adit yang berdiri dekat dengan jemputan yang biasa Nayla naiki.


Dian hanya manggut-manggut.


Dian memang tau permasalahan antara Nayla dan Adit dan ia juga mendukung Nayla karena memang pada dasarnya Dian kesal pada Adit saat ketauan selingkuh waktu di sop Janda waktu itu.


Nayla ikut turun begitu ada bus berhenti "lo mau kemana?gak kerumah gw aja"tanya Dian yang bingung saat Nayla ikutan turun di lampu merah


"Gak bu,gw mau jalan-jalan aja dulu"ucap Nayla sesaat sebelum turun.


Begitu ia sudah di bawah ia pun langsung naik angkot yang menuju Mall Lippo.


Di dalam mall ia berputar-putar sendiri lalu keluar masuk toko yang menarik perhatiannya.


Matanya langsung berbinar begitu melihat toko buku,ia pun langsung masuk dan menuju rak yang terdapat buku komik.


Setelah membaca komik kesukaanya ia pun memilih novel namun kali ini untuk di bawa pulang dan akan membacanya dirumah


Ia pun berputar-putar di area pulpen karena pada dasarnya Nayla suka dengan pulpen dengan tinta yang berwarna,ia pun membeli beberapa pulpen dengan warna yang berbeda.


Tiba-tiba cacing dalam perutnya sudah berdemo minta di isi.


Nayla makan difoodcourd dan ia pun langsung memesan makanan.


Ia makan dengan santainya tanpa melihat sekeliling,andai saja ia tau jika saat ini ada 4 pasang mata yang sedang memperhatikannya sudah dipastikan ia akan segera kabur.

__ADS_1


Adit tersenyum senang karena akhirnya ia bisa bertemu dengan Nayla.


Ia pun menyuruh Nanang untuk menghampiri Nayla dan mengajaknya bergabung bersama mereka.


Nanang pun langsung mengahampiri Nayla


"Haii maniss,sendirian aja"sapa Nanang yang sudah duduk disampingnya.


uhukkkk


Nayla langsung tersendak mie yang yang sedang ia makan.


"ishhh alon-alon toh mbak"Nanang menyodorkan segelas jus jeruk dan Nayla langsung meneguknya sampai habis.


"Ihh..mas Nanang ngagetin aja sih"


"Iyo maaf,sendirian aja mbak"tanyanya dengan logat jawa


"Liatnya?"Nayla malah balik bertanya


"Mas ama siapa?" tanya Nayla mulai curiga kalau ada Adit bersama mereka.


Nanang menunjuk kearah tempatnya tadi duduk,seketika itu juga Nayla merasa lemas sia-sia dong tadi dia kabur waktu di PT malah ketemu di Mall.


Dengan terpaksa Naylapun ikut bergabung bersama mereka.


Nanang,Aji dan Agus yang sudah tau permasalahan antara Nayla dan Adit berusaha membantu sahabat mereka.


Mereka sengaja agar Nayla duduk disebelah Adit,dengan memasang wajah masam Nayla pun terpaksa ikut permainan mereka.


"Nay..kita rencananya mau naik gunung lagi,mau ikut gak" ucap Mas Agus memecah keheningan karena mereka semua asik dengan kesibukan masing-masing.


"emmm..kayanya gak ah Mas"jawab Nayla


"kenapa?"tanya Mas Nanang


"Adit ikut kok,tenang aja kalo soal hantu mah diakan bisa .."lanjutnya


"Bukan gitu Mas..tapi.."Nayla nampak bingung untuk memilih alasan yang pas


"Opo?lagi berantem yo karo Adit"celetuk Mas Nanang sambil tersenyum usil kearah Nayla


Adit hanya diam,dia nampak menikmati wajah Nayla yang nampak bingung.


"udah ikut aja yang,keamanan kamu aku jamin kok"akhirnya Aditpun mengeluarkan suaranya juga.


Nayla langsung melotot tidak suka saat Adit memanggilnya sayang.


"Apa sih yang,kangen ya sampe begitu ngeliatinnya"ucap Adit sambil memainkan sebelah alisnya.


"PD amat sih jadi orang"desis Nayla pelan namun masih dapat didengar oleh Adit ia pun tersenyum lalu mencubit pipi Nayla karena gemas.


"Adit..."bentak Nayla sambil memegang pipinya yang terasa sakit.


"Loh kok kita jadi obat nyamuk yo"ucap Mas Agus


"Ih udah,ini gimana jadi gak naik gunungnya?"tanya Mas Agus


"Jadi lah,tapi gunungnya lagi aktif apa gak?"timpal mas Slamet


"ya mana aku tau cuy tuh gunung lagi aktif apa gak" jawab Mas Nanang


"lah gimana sih loe cari tau dulu lah tuh gunung lagi aktif apa gak"


Nayla hanya diam mendengarkan perdebatan ketiga orang didepannya


"Ye ilah masa gak tau sih cara bedain tuh gunung aktif apa gak" celetuk Adit


"Emang loe tau?"tanya mereka bertiga hampir bersamaan


"Gampang banget tau bedainnya"ucap Adit lalu meminum es kopinya lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran bangku yang ia duduki.


Naylapun ikut melihat kerah Adit,ia ingin tau bagaimana caranya.


"Gampang,tapi dari tadi gak jawab"celetuk Mas Agus mulai tak sabaran


"Ya gampang lah tinggal pegang aja gunungnya kalo nabok apa mukul berarti aktif,tapi kalo diem aja berati pasif"jawab Adit dengan santainya

__ADS_1


"yooo sue tohh bukan gunung itu viktor"Mas Agus langsung memukul lengan Adit sambil tertawa,begitu pun dengan Mas Nanang dan Slamet.


Mereka tertawa dengan terbahak-bahak hingga banyak pengunjung yang langsung melihat kearah mereka.


"Kamu kok gak ikutan ketawa sih Nay"tanya Mas Agus yang melihat wajah datar Nayla.


"Emang pada ngetawain apa sih?"tanya Nayla dalam mode oon nya.


Merekapun kembali tertawa mendengar pertanyaan dari Nayla.


"Dihh ditanya malah ketawa"gerutu Nayla


"Udh gak usah dibahas itu mah area dewasa yang,tar juga kamu tau sendiri kalo udah gedean dikit"ucap Adit mencoba mengalihkan percakapan yang ia yakin kalau diteruskan Nayla pasti tambah tak mengerti.


Waktu sudah menujukan jam 8.30 malam,Nayla pamit pulang duluan.


"Sekalian yang aku juga mau pulang kok" Adit langsung berdiri dan menyambar jaket dan kunci motornya lalu segera menyusul Nayla yang sudah jalan terlebih dahulu.


"Sayang tunggu dong"Adit menarik tangan Nayla agar gadis itu tidak kabur lagi.


"Aku naik angkot aja"ucap Nayla sambil berusaha melepaskan tangannya.


"Gak,kamu harus bareng ama aku pulangnya,lagian juga ini udah malem yang tar kalo kamu kenapa-napa gimana"


"Aku malah ngerasa lebih bahaya kalo bareng kamu"celetuk Nayla


Adit langsung menghentikan langkahnya dan menatap Nayla


"Kenapa?kok bahaya kalo bareng ama aku?"tanya Adit


"Ya iyalah,kamu itu kan buaya darat,kerja'annya modus terus"jawab Nayla


"Oh ya??tapi kalo ama kamu kan aku gak modus yang serius malah"bela Adit


"Serius dari mana?"


"Kita bahasnya nanti aja ya yang" Adit pun langsung meyambar tas Nayla dan menaruhnya di bagasi motornya.


"Tas aku ngapain ditaro situ sih"protes Nayla


"Aku takut kamu kabur yang,kalo tas kamu aku tahan kan kamu mau gak mau jadi ikut aku"jawab Adit lalu ia memberikan helm pada Nayla.


Naylapun menarik nafas dalam dan ia pun pasrah pulang bareng Adit.


Nayla nampak kesulitan mengancingkan tali helmnya,Adit yang melihatnya langsung membantunya.


Naylapun sedikit menaikan dagunya agar Adit dapat melihat pengaitnya.


Cup...


Adit mengecup sekilas bibir Nayla lalu tersenyum " aku tuh kangen banget Nay ama kamu" ucapnya


"Ih..kamu tuh kebiasaan banget sih"ucap Nayla kesal lalu menendang kaki Adit pas ditulang keringnya.


Adit meringis merasakan kakinya yang berdenyut akibat tendangan Nayla


"Kok kamu sekarang makin galak sih yang"


"Biarin"jawab Nayla cepat


Ia pun langsung naik di jok belakang motor Adit.


"Sial coba dia gak ambil tas gw,mending gw naik angkot deh" umpat Nayla dalam hati.


Haii semua terima kasih masih setia di ceritaku.


Author mohon maaf masih banyak typo


Tetap beri dukungan buat author ya caranya tap tanda :


- Like


-Vote


- Rate dan juga


- Kritsarnya author tunggu

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/author


__ADS_2