
♡♡♡ Selamat Membaca ♡♡♡
Dengan susah payah akhirnya Adit berhasil membujuk Nayla.
Melalui sebuah aplikasi mereka memesan tiket.
Mereka sengaja memesan penerbangan yang paling pagi agar bisa sampai di kampung Papa Nayla pada sore harinya.
Nayla yang merasa takut terus memegang tangan Adit erat padahal tujuan mereka masih sangat jauh.
"Tenang atuh Nay tong sieun kitu kan ada a' Iwan sama aa Adit"ucap a'iwan"sambil bercanda mecoba mencairkan suasana.
"iya a, Nay gak takut lagian Nay seneng kok diapit ama cogan he..he"Nayla memaksakan senyumnya
Setelah menempuh perjalanan 2 jam naik pesawat menuju Bandar Udara Internasional Minang kabau,dan 9 jam perjalanan darat akhirnya mereka tiba dirumah Papa Nayla saat hari mulai gelap.
"Assalammualaikum" Aa dan Adit berbarengan memberi salam dan tak lama kemudian keluarlah Papa Nayla dari balik pintu.
"Wa'alaikum salam,eh udah nyampe, ayo masuk" Papa Nayla langsung memeluk putrinya yang dari tadi hanya diam saja.
" Nay kamu kenapa kok kayanya wajah kamu pucat,apa kamu sakit sayang?"tanya Papanya yang nampak mulai khawatir
"Gak Pah,Nay cuma cape aja,Nay mau istirahat duluan ya" Nayla langsung berjalan menuju kamarnya.
"Kamu gak apa-apa sendirian Nay?"tanya Adit yang takut kejadian kemarin terulang kembali.
Para kaum pria berbincang-bincang di ruang tengah,sengaja tak jauh dari kamar Nayla agar mereka bisa segera menolong jika sesuatu terjadi pada gadis itu.
"Aaaahhhh jangan"
"Jangannn tolong..."
Mereka segera berlarian begitu mendengar suara teriakan Nayla.
"Nay...Naylaa...bagun Nay"Adit nampak panik saat Nayla berteriak-teriak dengan mata yang terpejam.
"Jangan...aku mohon ..lepasin aku"isak Nayla dalam mimpinya
Adit terus mengguncang tubuh Nayla agar gadis itu segera terbangun.
Keringat bercucuran diwajah Nayla.Nampak sekali kalau gadis itu ketakutan.
Aa mengambil segelas air putih lalu mengusapkannya di wajah Nayla.
Tak butuh waktu lama akhirnya Naylapun terbangun.
"Pah..Nay takut.. "
"Tenang Nak Papa jamin gak ada lagi yang bisa nyakitin kamu,maafin Papa yang gak bisa jaga kamu ya" ucap Papa Nayla sambil mengelus lembut bahu putrinya.
Setelah Nayla kembali terlelap Adit sengaja membuka pintu kamar Nayla dan ia pun berada tak jauh dari kamar Nayla.
Setelah a'Iwan mengusap wajahnya dengan air Naylapun dapat tidur dengan nyenyak.
Paginya Adit sudah bangun duluan,ia duduk diatas batu yang terdapat disamping pancuran sambil melihat ikan yang ada dikolam belakang pancuran yang langsung berbatasan dengan hutan.
Nampak Adit sangat menikmati pemandangan pagi di kampung calon ayah mertuanya.
"Kamu lagi apa Dit?"tiba-tiba Nayla sudah berdiri di sampingnya.
"Kamu udah bangun yang,kamu kalau mandi disini Yang"tanya Adit menunjuk pada pancuran yang ada disampingnya.
"Ya gak lah,kalo aku mandi disini tar banyak yang liatin"sangkal Nayla
Adit tersenyum sambil mengusap tengkuknya "ya kali beib.."
__ADS_1
Mereka pun asik bersenda gurau di halaman belakang rumah Nayla.
Kemesraan mereka terhenti saat Asnidar memanggil mereka untuk sarapan.
Karena masih takut Nayla tak mau ditinggal sendirian.
Jafar yang baru saja pulang dari kebunnya terkejut melihat Nayla datang kembali ke kampungnya.
Tanpa pikir panjang ia pun langsung menghampiri untuk memastikan apakah gadis yang dilihatnya betul Nayla.
"Nay...kau datang lagi" teriak Jafar kegirangan
"eh..hai Far. kamu dari mana"Nayla langsung menghampiri Jafar yang masih berjalan kearahnya.
Tanpa Jafar duga gadis itu langsung memeluknya.
Adit yang melihat Nayla memeluk pria lain langsung nampak kesal.
"Nayla ...awas ya maen peluk aja" batin Adit
"Sayang ada tamu suruh masuk dong"teriak Adit yang langsung menyadarkan Nayla.
"eh..maaf ..."Nayla langsung menunduk merasa bersalah pada Adit.
Ia pun menarik tangan Jafar agar masuk dan mengenalkannya pada Adit.
Nampak kecewa diwajah Jafar saat tau Nayla datang dengan tunangannya.
Namun Jafar dapat segera mengendalikan diri hingga tak lama kemudian mereka nampak sudah akrab.
"Sayang kamu mau ikut gak,aku mau kekebun,kata Jafar pohon duriannya lagi berbuah" ajak Adit yang memang tau jika Nayla sangat suka dengan Durian.
"A..aku..aku dirumah aja Dit,gak apa-apa kan"jawab Nayla terbata-bata.
Nayla menganggukan kepalanya.
"Kalian pergilah Papa sama Ibu nya dirumah kok"ucap Papa menenangkan Adit yang nampak ragu karena harus meninggalkan gadisnya.
Papa Nayla nampak sibuk mempersiapkan sesuatu,sedangkan Asnidar sibuk memasukan ketan yang sudaj dicuci bersih dah diberi bumbu kedalam batang bambu.
"Lagi apa Bu?"tanya Nayla sambil duduk di undakan tangga rumahnya
"Mambuat lomang kita Nay"jawab Asnidar sambil terus mengisi bambu dengan ketan.
"Nay bantuin boleh gak?"Jiwa kepo Nayla mulai muncul,ia pun mendekat,namun belum juga dekat Papa Nayla langsung melarangnya dan meminta Nayla untuk menjauh soalnya ia tau Nayla tidak kuat dengan asap.
Dengan terpaksa Nayla langsung menjauh saat Papanya mulai membakar kayu.
Nayla hanya duduk memperhatikan Papa dan Asnidar yang sibuk.
Tanpa sengaja matanya melihat seorang wanita berdiri tak jauh dari rumahnya.
Wajahnya nampak sedih dengan badan yang sudah tidak utuh menatap kearah Nayla seakan ia meminta tolong.
Nayla yang memang takut apa lagi jika melihat sosok yang menyeramkan langsung menutup matanya.
Ingin masuk kedalam tapi di dalam sangat sepi,ia pun mencoba mengalihkan perhatiannya pada Asnidar yang sedang menyusun bambu pada sisa pembakaran kayu.
Namun sosok itu ikut berpindah,ia berdiri tak jauh dari Asnidar.
Nayla sudah tidak tahan lagi "Kamu siapa?trus mau apa?"teriak Nayla
Papa Nayla langsung melihat kearah anaknya dan ia pun langsung menghampiri Nayla yang pucat.
Nayla pun memberitahu ayahnya apa yang ia lihat.
__ADS_1
Akhirnya Papa Nayla membawa masuk Nay dan menemaninya.
Tak lama kemudian Adit,a'Iwan dan Jafar pun datang dan membawa beberapa buah durian.
Adit langsung masuk dan melihat Nayla yang sedanga didekap oleh ayahnya dengan wajah yang pucat.
Ia pun langsung mengampiri Nayla dan bertanya ada kejadian apa.
Beruntung kali ini a'Iwan ikut hingga dengan mudah dapat kembali membuat Nayla tenang.
Malam itu mereka menikmati makan lemang,Jafar dan juga Mega ikut serta.
Adit memang tak ingin jauh dari Nayla,selain disana ada Jafar ia pun tak ingin kecolongan dua kali.
Ada rasa iri dihati Jafar melihat Nayla dan Adit,
Tapi walau bagai mana pun ia tetap bahagia ternyata Adit begitu menyayangi Nayla.
Hari ini persidangan Fikar
Adit terus menyemangati Nayla,ia menggenggam tangan gadis itu yang basah oleh keringat dan sedikit gemetar.
Setelah semu siap akhirnya merekapun pergi ke Pengadilan.
Sidang akan dimulai pada pukul 10.
Sesaat sebelum sidang dimulai Papa Nayla menghampiri Hakim,entah apa yang dibicarakan Nayla tidak tahu.
Ia bersembuyi di balik tubuh Adit dan a'Iwan,tubuhnya nampak sedikit bergetar.
"a Nay takut"bisik Nayla pada a'Iwan
"Jangan takut Nay,justru kalau dia gak bebas malah nantinya bakal bikin resah lagi"ucap A'Iwan setengah berbisik.
Nayla langsung menyembunyikan wajahnya kala Fikar mulai memasuki ruang persidangan.
Terbayang kembali saat Fikar menamparnya,dan berusaha melecehkanya.
Adit yang menyadari Nayla mulai takut langsung mendekap gadis itu berusaha memeberi ketenangan.
Hakim ketua yang melihat ketakutan Nayla akhirnya menjeda sidang selama satu jam agar Nayla tenang.
Entah apa yang dibicarakan pengacara dari pihak Nayla hingga akhirnya Hakim pun setuju Nayla dapat memberikan kesaksian tanpa harus ada Fikar disana.
Akhirnya Sidang pun selesai, Fikar dihukum 10 tahun penjara dan denda 600jt rupiah.
Naylapun bernafas lega,ia menghampiri Ayah Fikar dan meninta maaf karena harus memenjarakan putranya.
Wajah Ayah Fikar nampak sedih namun mau bagaimana lagi semua memang kesalahan putranya.
Di persidangan tadi Nayla juga menyampaikan jika Fikar juga pernah menculik dan membuang seorang wanita dihutan dan beruntungnya Fikar juga mengakuinya.
Mereka pun kembali kerumah Papa Nayla dan beristirahat sebelum akhirnya akan kembali ke jakarta ke esokan harinya.
Haii semua Selamat Tahun Baru 2021
Hari ini aku up walaupun kesorean ya.
Taun Baru tetep ya kasih dukungan buat author caranya masih sama kok, tab tanda :
**Like,Rate,Vote dan juga kritsarnya author tunggu
Salam Maniss
Amellajj/author**
__ADS_1