TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 290


__ADS_3

Selamat Membaca


Semakin hari hubungan Nayla dengan Adit semakin jauh saja


Memang Nayla selalu pulang kerumahnya namun ia jarang berinteraksi dengan Adit.


Ia hanya sekedar bertanya atau menjawab saja jika Adit bertanya.


"Nay kenapa kita kaya orang asing sih, kita satu rumah, kita juga pasutri tapi kenapa kita masing-masing sih" tanya Adit saat mereka makan pagi bersama.


"Kalo lagi makan gak boleh ngomong" jawab Nayla.


"Nay aku seriusss" ucap Adit..


"Aku dua rius Dit, aku duluan ya Assalamualaikum" Nayla pun meninggal kan Adit yang nampak kesal karena lagi dan lagi di acuhkan oleh Nayla.


Begitu tiba di salon Nayla langsung duduk di sofa dengan wajah kesalnya.


"Kenapa loe pagi-pagi dah ditekuk aja tuh muka" tanya Damra sambil duduk disamping Nayla.


"Aku tuh lai mikir Ra apa aku maafin Adit aja ya asal dia berubah" ucap Nayla


"Ihh loe masa mau sih disakitin lagi ama dia" protes Damra


"Tapi aku gak mau jadi janda Ra" jawab Nayla dengan wajah sendu.


Tak pernah terbayangkan dalam benaknya jika ia harus menyandang gelar janda pada saat usianya masih muda.


Hal ini lah yang membuatnya waktu itu ragu untuk segera menikah.


Namun karena ulah Adit ia terpaksa menikah juga.


Nayla nampak termenung entah apa yang ia pikirkan.


"Nay..jangan dipikirin, nanti loe malah sakit, dijalani aja yang ikhlas dan jangan lupa berdoa minta yang terbaik sama Allah" ucap Damra memberi nasehat pada Nayla.


"Iya Ra, makasih ya udah selalu ada saat aku susah" Naylapun langsung memeluk Damra.


Saat mereka sedang berpelukan ada seorang pelanggan masuk.


Akhirnya untuk mengalihkan rasa sedih Nayla Damra pun meminta Nayla untuk melayani pelanggan pertamanya.


Tanpa banyak berbicara Naylapun langsung melakukan pekerjaannya.


Damra yang sedang duduk sambil memperhatikan Nayla sekilas melihat kedatangan Adit di tempat kebugaran miliknya.


Damrapun langsung keluar menghampiri Adit.


"Aditttt gw mau ngomong" teriak Damra dari depan.


Tanpa menjawab Adit langsung menghampiri Damra yang sedang berdiri dengan wajah kesalnya.


"Dit gw gak ada maksud buat ikut campur masalah loe sama Nay, tapi gw juga gak bisa liat Nayla sedih terus kaya gitu" Damra menjeda sebentar ucapannya.


"Cewe yang kemarin siapa? pacar loe?atau mantan loe" cecar Damra


"Gak enak ngomong disini Ra" Adit menggaruk belakang kepalanya sambil matanya melihat kearah bangku didalam tempat fitnesnya yang kosong.


Damra yang mengerti langsung masuk kedalam dan duduk tanpa disuruh.


Aditpun mulai menceritakan semuanya pada Damra.


"Ohh gitu..."


"Harusnya loe nyadar Dit, loe itu udah punya istri dan loe juga gak gampang buat dapetin Nay kan" lanjut Damra sedikit kesal.


" Dia itu cuma masa lalu loe, kalo emang dia beneran cinta sama loe gak mungkin dia dulu ninggalin loe" lanjut Damra.


Adit hanya diam.


Entah dia mendengarkan ucapan Damra atau tidak Adit hanya menatap kosong ke depan.


"Dah lah percuma ngomong ama orang yang lagi mabok cinta, gw cuma peringatin loe jangan nyakitin Nayla lagi" Setelah memberi ancaman Damrapun langsung keluar dan kembali kesalon.

__ADS_1


"Dari mana Ra?" tanya Nayla begitu Damra masuk.


"Gw lupa tadi mau beli pempek Nay gak taunya belom buka" ucap Damra berbohong.


"Lah kan kamu dah tau Ra kalo tuh warung bukanya jam 11an" jawab Nayla mulai curiga.


"Ehh iya gw lupa Nay..." untuk menghindari berbagai pertanyaan dari Nayla, Damra pun memilih kedapur untuk sekedar berpura-pura membuat minum.


Ponsel Damra berbunyi beberapa kali, Nayla yang penasaran pun segera melihat siapa yang menelepon Damra.


"Siapa Tio?" tanya Nayla pada diri sendiri.


Nayla terus saja berusaha mengingat nama Tio yang memang asing buat nya.


Sambil duduk beristirahat ia pun masih saja penasaran dengan nama itu.


Damra yang masuk sambil membawa satu piring bakwan dan sebotol air putih penasaran dengan Nayla yang nampak sedang melamun.


Dooorr


Ucap Damra dengan suara sedikit keras hingga Naylapun terkejut.


"Iih kamu mah ngagetin aja sih Ra" Nayla langsung cemberut.


"Iya maaf abis loe ngelamun terus sih" Damra meletakan piring yang ia bawa diatas meja.


"Loe kenapa sih Na?" tanya Damra penasaran.


"Gak apa-apa"


"Tadi ad telpon tuh" ucap Nayla memberitahu Damra.


"Dari siapa?" tanya Damra lagi


"Tio"


"Tio itu siapa Ra?" akhirnya karena penasaran Naylapun bertanya juga.


Tiba-tiba saja Damra terdiam dan raut wajahnya pun berubah.


"Ishh bukan apa-apa Nay dia itu calon aku yang aku bilang dijodohin" ucap Damra menjelaskan.


"Ohhh itu..."


"Truss gimana kamu pulang kampung dong" tanya Nayla.


"Entahlah Nay" jawab Damra.


"Udah gak usah dipikirin dulu kita bawa santai aja yukk" kini gantian Nayla yang memberi semangat pada Damra.


Siang hari ada seorang tamu datang Nayla yang memang belum kenal hanya duduk menyimak apa yang dibicarakan oleh Damra dan tamunya.


Setelah tamu itu pulang Damra pun menceritakan maksud kedatangan tamunya tadi.


"Jadi hari Minggu nanti kita mgerias penganten Ra, asikkkk" Nayla nampak senang jadi hari Minggu nanti dia tak harus bertemu lama dengan Adit.


Malam itu Nayla pulang naik angkot karena motor Damra rusak ia pun meminjankan motornya sementara pada Damra.


Hari sudah larut malam saat Nayla pulang .


Ia sedikit heran karena suasana terasa berbeda lebih sepi, padahal biasanya jam 11 malam masih ramai yang berlalu lalang.


Nayla sedikit bernafas lega saat ada angkot yang datang.


Ia pun memberhentikan angkot.


Beruntung didalam angkot itu ada penumpang wanita yang duduk di ujung.


Wanita itu terus menghadap belakang menatap jalanan.


Nayla memilih duduk disamping pintu agar ia mudah turun karena memang jarak yang ia tempuh tidak begitu jauh.


Tiba-tiba Nayla merasakan hawa yang berbeda.

__ADS_1


Ia pun memperhatikan sang supir.


Ada yang aneh tapi apa Nayla tak tahu.


Ia pun kembali melihat kearah penumpang wanita di ujung.


Bulu-bulu halus ditangan Naylapun mulai berdiri hawapun tiba-tiba berubah menjadi ayep dan ada begitu banyak asap.


"Masa berkabut sih" batin Nayla heran.


Perasaan Nayla menjadi tak karuan ia merasakan ada sesuatu yang aneh dengan angkot yang sedang ia naiki.


Ingin rasanya ia segera turun dari angkot itu namun saat ia melihat keluar ia merasa asing dengan tempat yang ia lewati.


"Apa aku salah naik angkot ya" batin Nayla.


Ia kembali memperhatikan jalan sekitarnya benar-benar asing buat nya.


Lalu ia kembali melihat kearah sang supir " apa yang aneh ya" batin Nayla


"Kenapa Neng?" tanya sang supir seakan tahu jika ia memperhatikannya.


"Gak apa-apa Bang" jawab Nayla sedikit takut.


"Bang ini mau kemana ya kok kaya bukan jalan yang biasa saya lewatin" tanya Nayla yang penasaran.


"Iinni mau kekuburan mbakkk" jawab penumpang wanita dengan suara yang begitu lembut hingga Naylapun yakin jika angkot yang ia naiki bukanlah angkot biasa.


"Bangg saya turun sini aja bang" pinta Nayla ketakutan.


"Yaaakinn mmbakk mau turuunn disini" tanya sang supir yang tiba-tiba saja kepalanya berputar dan kini menatap Nayla.


Aaahhhhhhh


Tooooollooooongggg


Teriak Nayla sekencang mungkin


Wanita penumpang itupun memperlihatkan wajahnya yang nampak hancur dengan pecahan-pecahan kaca yang masih tertancap diwajahnya dan berlumuran darah.


Begitupun dengan sang supir yang wajahnya hancur dan bola mata yang hampir jatuh.


Ingin rasanya Nayla pingsan saat itu juga namun ia tak bisa, hingga akhirnya angkot itu punberhenti tanpa menunggu lama Nayla langsung turun dan berlari tanpa arah dan sekencang mungkin.


Setelah dirasa sudah jauh Nayla pun berhenti dan menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Alhamdulillah dah gak ada" ucap Nayla ia pun terduduk lemas.


Naylapun terduduk lemas dipinggir jalan.


"Ya Allah gimana aku mau pulang" ucap Nayla saat ia menyadari jika jarak rumahnya masih sangat jauh dari tempat ia berada saat ini.


Ia pun mengeluarkan ponselnya hendak menelfon Damra namun sialnya ternyata ponselnya mati.


Karena tak ada pilihan akhirnya ia pun berjalan kaki.


Saat ia berjalan tiba-tiba saja ada sebuah motor berhenti pas disisinya, karena takut ia pun tak mau melihat ke arah motor itu hingga suara yang sangat ia kenal memanggil namanya.


"Naylla akhirnya ketemu juga, Alhamdulillah" ucap pria itu yang ia yakin itu adalah Adit.


Naylapun melihat kearah Adit"Alhamdulillah beneran orang" batin Nayla sambil mengelus dadanya.


"Ayo naik Nay kita pulang dah malem banget ini" titah Adit.


Nayla nampak berpikir seaaat, karena sudah terlalu lelah akhirnya Naylapun duduk di belakang Adit.


Dan motor yang mereka naikipun melaju menuju rumah Nayla.


**Hallo semua sampai sini dulu ya up nya, kita lanjut besok lagi.


Semoga kalian gak bosen ya dengan kisah Adit dan Nayla.


Jangan lupa kasih dukungan buat Author dengan cara Like,Vote dan komen ya.

__ADS_1


Salam Manis


Amelajj/Authorr**


__ADS_2