
Setelah Nayla bertemu dengan a'Iwan dan menceritakan masalah yang akhir-akhir ini ia alami akhirnya ia mendapatkan solusinya.
Yah...mau tak mau Nayla dan teman-temannya harus kembali ke villa madam Ripha di Ciampea Bogor untuk melakukan ritual sebagai permohonan maaf pada hantu itu karena Irma salah satu temannya sudah mengotori tempatnya.
Jam makan siangpun tiba,seperti biasa Nayla yang terakhir sampai dimeja makan panjang itu.
Dian,Erni,Ripha dan beberapa orang lainnya sudah duduk manis dan menyantap makan siangnya.
"lama amat loe Nay" sambut Dian ketika baru saja Nayla mendudukan bokongnya dikursi putih.
"he...he gw abis ke toilet dulu"jawab Nayla lalu mulai menyantap makan siangnya
"Nay ...tadi malem juga gw diisengin" ucap madam Ripha yang berhasil membuat aku dan yang lainnya menatap kearah madam Ripha.
"sumpah gak pake bohong,semalem tuh pas gw tidur ada yang maenin hordeng gw,terus kaya ada suara orang jalan,tapi pas gw liatin gak ada apa-apa masa, akhirnya gw gak bisa tidur sampe pagi"tutur madam Ripha
"ih...kemaren loe Nay,sekarang Ripha jangan-jangan tar malem antara gw ama Erni lagi" ucap Dian takut
"tadi malem gw udah nanya ama si aa katanya kita harus kesana lagi terus minta maaf gitu"
"kesana lagi"beo Erni
aku pun menganggukan kepala membenarkan pendengarannya.
Akhirnya kamipun sepakat hari sabtu ini akan kembali ke villa Madam Ripha.
Dretttt ponsel Nayla berbunyi menandakan ada pesan chat yang masuk,Nayla pun mengambil ponselnya lalu membuka chat dari Adit
Adit...."Nay tar sore aku jemput ya"
Nayla.."gak usah ah aku lagi males ketemu
kamu"
Adit..."kenapa sih yang,kamu masih marah
ya"
Nayla.."ya,sebenernya sih aku kangen ama
kamu tapi kalo inget kamu selingkuh
jadinya sebel tau" balas Nayla jujur
Adit yang membaca balasan dari Nayla tersenyum senang.
"Nayla ....Nayla jadi makin gemes sama kamu" batin Adit.
Sorenya Adit benar-benar menunggu Nayla ditempat biasanya.
Dengan wajah cemberut Nayla kembali turun dari jemputan dan menuju ke gerbang depan untuk menemui Adit.
"ihhh dibilang jangan kesini juga"gerutu Nayla
"udah gak usah banyak protes ayo naik"perintah Adit
Tanpa banyak bicara Nayla langsung naik di jok belakang.
"Dit mau kemana sih"akhirnya Nayla membuka suara sambil menepuk bahu Adit.
Adit tak menjawab pertanyaan Nayla ia terus melajukan sepeda motornya menuju sebuah perkampungan yang akhirnya Nayla sadari itu adalah arah ke kontrakan Adit.
"Dit mau ngapain sih kesini?"protes Nayla
"udah gak usah banyak nanya,ayo turun"perintah Adit
Nayla nampak enggan untuk turun dan masuk kedalam kontrakan Adit,ia masih kesal dengan pria itu.
"Nay kalo loe gak mau masuk tar yang dipohon pisang nongol loh" peringatan Adit berhasil membuat Nayla mau masuk juga kedalam kontrakan 3 petak itu.
Adit hanya tersenyum memperhatikan Nayla yang masih merajuk.
Saat itu Nayla sedang duduk didepan pintu ketika ia merasakan ada yang menyentuh pundaknya,ia pun melihat sekitarnya tak ada siapa-siapa.
"ah cuma perasaan gw aja kali"kira-kira itulah yang ada dalam fikirannya kini.Ia pun melanjutkan kegiatannya memainkan game dihp nya namun kini ia merasa ada yang menggelitik pinggangnya ia pun menghentikan kegiatannya dan melirik kearah Adit yang berada di depannya.
"apa?" tanya Adit yang melihat Nayla seperti orang kebingungan
"kamu nyuruh temen-temen astral kamu buat jailin aku ya"tuduh Nayla
Adit kembali tersenyum "kamu main tuduh aja sih yang,aku aja lagi main hp"
"bukan kamu yang aku maksud Dit,tapi temen-temen hantu kamu yang jailin aku"ucap Nayla kesal
"bukan Nay itu yang dikebon pada main kesini gara-gara ada cewe manis"jawab Adit
"ihhh nyebelin banget sih"gerutu Nayla sambil membuang muka kearah kebun pisang dan seketika itu juga mata Nayla langsung melotot,ia pun menegaskan penglihatannya dan setelah yakin kalau yang dilihatnya adalah sosok pocong ia pun langsung berpindah tempat duduk disamping Adit lalu memegang lengan Adit yang kekar.
__ADS_1
Aditpun tersenyum "bagus dah Nay kamu liat pocong uget-uget jadinyakan kamu mau megang tangan aku"ucap Adit yang langsung menyadarkan Nayla kalau saat ini ia sedang marah pada kekasihnya itu.
Akhirnya merekapun berbaikan walaupun dengan sedikit ancaman akan meyuruh teman-teman astralnya menjahili Nayla jika masih marah.
"Dit laper nih"rengek Nayla. Karena jauh dari warung akhirnya Aditpun memasak mie instan untuk Nayla dan dirinya.
"wahhh enaknya"ucap Nayla sambil menyapu bibirnya menggunakan lidahnya,Adit yang melihat hal itu dengan gerak cepat langsung menyambar bibir Nayla sekilas.
Nayla yang mendapat serangan mendadak hanya dapat tertegun seketika itu juga dengan mata yang terbelalak seingatnya selama ini Adit tak pernah memcium bibirnya paling juga hanya dipipi itupun hanya baru dua kali.
"Adittt..."seru Nayla sambil memegang bibirnya
Adit hanya tersenyum "anggap aja itu menu pembuka Nay" lalu ia langsung memakan mie yang masih mengeluarkan asap itu.
Dengan tertunduk malu Naylapun memakan mie yang dibuatkan oleh Adit dan tandas dalam waktu sekejap.
Nayla masih tertunduk malu menatap mangkok mie yang masih tersisa sedikit ia pun mengucek-ngucek matanya mencoba menegaskan kembali penglihatannya yah...Nayla melihat sisa mie yang ada dimangkuk itu mengeliat-liat seperti cacing seketika itu juga perutnya merasa mual dan ia pun langsung berlari kekamar mandi yang terletak dibelakang dan memuntahkan semua yang ia makan barusan.
Adit langsung menghampiri Nayla "kenapa Nay,kamu sakit?"tanya Adit khawatir
Nayla hanya menggelengkan kepalanya.Setelah perutnya enakan ia pun kembali keruang depan dan duduk bersandar ditembok karena lemas.
Aditpun membuatkan teh manis hangat untuk Nayla
"kamu kenapa sih Nay"tanya Adit kembali
"tadi dimangkok aku liatnya cacing Dit bukan mie"
Adit hanya terkekeh ia mulai mengerti sekarang "kamu lagi dikerjain Nay ama penunggu sini"
Nayla menatap Adit,pandangan mata Nayla seakan berkata kalau Aditlah yang menyuruh hantu-hantu itu menjahilinya dan Adit pun seakan tahu apa yang ada dalam pikiran Nayla "bukan aku Nay,emang mereka kadang iseng kalau ada yang baru" ucap Adit mencoba menjelaskan.
"gw gak takut"ucap Nayla judes lagi-lagi Adit hanya tersenyum melihat wajah Nayla.
"Nay...kok kamu bisa sih jalan-jalan gak ngajak aku"
"orang kita cewe semua,emang kamu mau pake rok"jawab Nayla cuek
"ihhh ya gak lah Nay... ngaco aja"
tiba-tiba Nayla tertawa kencang ia membayangkan bagaimana kalau Adit memakai rok span,saat ia tertawa itulah ia kembali mendengar suara wanita tertawa juga,Nayla pun langsung menghentikan tawanya dan membungkam mulutnya ia berusaha menajamkan pendengarannya
yah...ia tak salah dengar lagi-lagi ia mendengar suara wanita tertawa,karena ia penasaran ia pun mengedarkan pandangannya dan matanya berheni pada sebuah pohon besar dan benar saja ia melihat sosok wanita yang sedang duduk disalah satu rantingnya.
Nayla pun langsung masuk kedalam rumah dan ia pun duduk disalah satu sudut nya.
"makanya Nay kalo duduk tuh jangan ditengah-tengah gitu antara didalem dan diluar jadinya gitu kan"Adit menasehati Nayla yang kini ketakutan.
"Itumah kamu nya aja Nay masa aku disalahin"ucap Adit sambil mengelus lembut rambut Nayla.
anterin pulang yuk Dit,bisa mati berdiri lama-lama disini"rengek Nayla
Sebetulnya Adit masih ingin bersama dengan Nayla tetapi melihat Nayla yang pucat ketakutan akhirnya ia pun mengantarkan Nayla kembali kekontrakannya.
"sabtu ini jalan yuk Nay,pengen deh seharian bareng kamu"
"gak bisa Dit,rencananya aku mau kembali ke Bogor"tolak Nayla
"ya udah aku ikut yah"
"boleh juga,kamu bisa nyetirkan?"tanya Nayla Aditpun mengangguk bertanda "bisa"
Rencananya Nayla akan membawa kendaraan sendiri kesana karena mereka tak ada niat untuk kembali menginap.
Hari sabtu pun tiba seperti yang sudah direncanakan Adit datang kerumah Nayla untuk menjadi supir sehari dan menemaninya ke villa madam Ripha.Mereka memang mengunakan mobil Nayla untuk kesana.
Setelah menjemput teman-teman Nayla didepan pintu masuk tol mobilpun melaju dengan kecepatan sedang menuju kota Bogor.
Setelah hampir dua jam akhirnya merekapun sampai divilla madam Ripha.
"Nay...cowo loe ganteng juga ya"bisik madam ditelinga Nayla
"ishh madam inget ama tunangan loe"jawabku sambil tersenyum
"Nay aku mau istirahat sebentar ya,pegel banget nih" ucap Adit dan aku pun meminta ijin pada madam Ripha agar Adit bisa istirahat sebentar disalah satu kamar,setelah mendapat ijin akupun membawa Adit kekamar yang kemarin aku pilih.
"gantian loe Dit sekarang aku yang ngerjain kamu"batin Nayla sambil tersenyum bahagia membayangkan Adit diganggu oleh hantu penunggu kamar itu.
"bahagia rasanya kalau sampe bisa liat Adit ketakutan"ucap Nayla lagi dalam hati.
Adit yang melihat Nayla senyum-senyum sendiri merasa curiga.
Karena lelah akhirnya Aditpun terlelap,Nayla yang sedari tadi menunggu saat adanya hantu yang akan menjahili Adit terpaksa harus kecewa karena tidak terjadi apa-apa.
Ia pun menghentakkan kakinya karena kesal namun nasib sial kembali menimpanya ia terjatuh seperti ada yang mengganjal kakinya.
"aduhhhh"Nayla meringis karena merasakan sakit ditulang kering kakinya karena terbentur pinggiran meja.
__ADS_1
"ihh apes banget sih maunya liat Adit yang dijahili malah kena sendiri"gerutu Nayla sambil memegang kakinya yang masih berdenyut nyeri.
"kamu kenapa Nay?"tanya Adit dari ambang pintu dengan mata yang masih sayu karena masih mengantuk,Adit terbangun karena mendengar suara Nayla yang merintih kesakitan.
"he..he gak apa-apa Dit,cuma kesandung doang tadi"jawab Nayla sambil memasang senyum kuda.
"hati-hati dong yang"ucap Adit sambil mendekati Nayla dan menarik kakinya mencoba melihat apakah ada luka atau tidak.
Jam sudah menunjukan pukul dua siang mereka pun sudah bersiap-siap untuk kegudang belakang untuk melakukan apa yang dibilang oleh a'Iwan agar hantu itu tak mengganggu mereka lagi.
"kembangnya udah ada Nay?"tanya madam Ripha memastikan semuanya sudah lengkap.
"udah madam tenang aja"jawab Nayla lalu mengeluarkan kembang tujuh rupa yang dibelinya tadi pagi di pasar.
"Emangnya kalian mau ngapain sih"akhirnya Adit pun bertanya karena penasaran melihat kesibukan Nayla dan teman-temannya
"Begini a,minggu kemarinkan kita uji nyali disini trus ada salah satu temen kita yang pipis didalem karena takutnya dan penunggunya marah karena tempatnya dikotorin" ucap Dian menjelaskan secara detail pada Adit.
Adit hanya manggut-manggut lalu menatap Nayla.
Nayla yang mendapat tatapan yang mencurigakan dari Adit langsung mangaku kalau memang itu idenya berasal dari dia.
Aditpun menggelus lembut kepala Nayla"penakut aja pake acara uji nyali"lalu tersenyum seakan mengejek Nayla.
Karena takut terjadi hal yang tak diinginkan Aditpun ikut masuk.
Merekapun mengikuti petunjuk dari a'Iwan pertama mereka membaca doa lalu meminta maaf dan terakhir menaburkan bunga ditempat Irma buang air kecil kemarin.
Saat semua yang disuruh a'iwan telah selesai mereka laksanakan tiba-tiba Irma berteriak lalu ia berguling-guling sambil mencakar-cakar.
"ehhh Ma,istigfar Ma"ucap Nayla sambil mengguncang-guncang bahu Irma
"Nay jangan deket-deket,dia lagi kesurupan"Adit menarik Nayla agar menjauh
"Dit tolongin temen aku"rengek Nayla
"iya...kamu jangan deket-deket Nay"Adit memegang erat tangan Nayla yang ingin menghampiri Irma yang sedang meraung-raung.
"kalian semua sudah mengotori tempatku" ucap Irma dengan suara perempuan yang terdengar sedang marah
"iya teh kami semua sudah minta maaf,kita juga sudah bersihin lagi tempat teteh"ucap Adit yang berkomunikasi dengan roh yang sedang merasuki Irma
"aku ingin tumbal sebagai tanda keseriusan kalian meminta maaf kepadaku"
"kamu mau minta tumbal apa?"tanya Adit yang kini nampak serius
"aku mau minta tumbal kepala kambing"pinta roh yang berada tubuh Irma
"jangan kepala kambing dong yang lain aja" tawar Adit
Setelah bernegosiasi lumayan lama akhirnya sosok itu pun setuju dengan meminta tumbal ayam hitam.
Kami pun langsung mencari ayam hitam yang dimaksud,mang ujang pun ikut mencari disekitar kampung namun tak ada satupun yang mempunyai ayam hitam.
Kami pun memutuskan untuk kembali menginap di villa madam Ripha karena besok pagi rencananya kami akan kepasar mencari ayam hitam untuk tumbal.
"Akhirnya aku beneran bisa seharian lebih bareng ama kamu ya Nay" ucap Adit sambil menikmati kopi dan menatap kolam ikan.
"iya Dit biar puas sekalian,kan biasanya kalo abis ketemuan lama terus kamu ngilang" tutur Nayla
"kok gitu ngomongnya Nay?" Adit menatap Nayla
"kan emang gitu biasanya"lanjut Nayla seakan tanpa rasa bersalah.
"ya udah deh aku minta maaf,gimana kalo mulai sekarang kalau tiap hari sabtu kamu harus selalu nemenin aku,itu juga kalau kita gak lembur ya"
"gak ah...kalo tiap minggu ketemuan tar bosen lagi kamunya"kini Nayla mengeluarkan uneg-unegnya
Adit kembali tersenyum sambil mengelus lembut rambut Nayla.
Sementara itu dari balik jendela nampak beberapa pasang mata sedang mengintip kemesraan Nayla dan Adit.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Haiii para Reader terima kasih sudah mampir dikaryaku.
Author mohon maaf jika masih banyak typo yang bertebaran.
Author juga minta dukungannya dengan cara tinggalkan
- 👍Like
- Rate dan juga kritsarnya
Sebagai penyemangat buat author
Terima Kasih
__ADS_1
With Love
Amel ajj/Author