TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 275


__ADS_3

๐Ÿ๐Ÿ๐ŸSelamat Membaca๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Pagi pun tiba, Nayla membuka matanya saat ia merasakan ada yang memegang dahinya.


"emmm Empokk apa'an sih megang-megang" ucap Nayla dengan suara agak parau sambil menyingkirkan tangan Empok dari dahinya.


"Kok rada demam ya Nay" tanya Empok sambil mengambil washlap untuk mengompres dahinya.


"Gak mau dikompres Pok" rengek Nayla seperti anak kecil.


Akhirnya Empok pun mengalah ia tak mau membuat Nayla terus merengek.


Tiba-tiba Nayla ingat dengan kejadian semalam, ia masih ingat jika suster yang mengganti cairan infusnya bukanlah manusia karena Yang ia ingat suster itu bisa menembus pintu.


" Selamat pagi Mbak Nayla,gimana semalem bisa tidur nyenyak" tanya suster sambil memeriksa kondisi Nayla.


"Baik sus"


"Suster semalem siapa yang gantiin infusan saya" tanya Nayla pada suster yang sedang mengecek tensi Nayla.


"Gak ada yang ganti Mbak,soalnya ini baru aja abis" ujar suster yang bernama tag Tias.


"Lah semalem ada suster yang ganti infusan saya sus" Nayla sedikit ngotot karena ia yakin ada suster yang mengganti cairan infuanya.


"Oh...mungkin saya lagi ke ruangan yang lain mbak"


"Permisi mbak, sekarang mbak Nay sarapan dulu ya trus obatnya diminum" suster itu pun tersenyum ramah sambil meletakkan obat yang harus diminum oleh Nayla.


Nayla hanya mengangguk sambil memperhatikan suster itu keluar.


Ia yakin jika semalam ia tak salah lihat.


"Nay..makan dulu trus di minum obatnya" dengan telaten Empok menyuapi Nayla.


Menjelang siang Damra baru tiba di RS ia daya bersama Ryan.


"Assalamu'alaikum..." ucap Damra


"Wa'alaikum salam. Ra, kamu bawa apa itu Ra?" tanya Nayla yang senang melihat kedatangan Damra dan Ryan.


"Cuma buah sama roti, kamu mau makan apa emangnya" tanya Ryan


"Aku pengen gorengan Ryan,boleh ka ya"


"Boleh aja asal gak ketauan Nay" jawab Damra.


" Ya udah aku beliin dulu ya tapi kalo ketahuan sama dokter nya aku gak tanggung jawab ya" Ryan keluar dari ruangan dan langsung mencari apa yang Nayla pinta.


Sementara itu Adit yang semalam ketiduran akhirnya baru ingat kembali jika ia ingin menghubungi Nayla.


Ia pun langsung mengambil ponsel nya dan segera menghubungi Nayla.


Nayla yang saat itu sedang asik memakan roti dengan selai stroberi sedikit terkejut begitu mendengar suara ponselnya.


"Ihh ngagetin aja sihh ni hp" gerutu Nayla sambil meraih ponsel nya.


"Ra...Adit VC" Nayla yang takut Adit tahu jika dirinya sedang berada di RS akhirnya menyerahkan ponselnya pada Damra.


"Lah ini kan laki lu masa gw yang ngomong" Damrapun tak mau berbicara pada Adit.


" Ya udah kasih Empok aja" Damrapun memberikan ponsel Nayla pada Empok


"Lah ini Empok harus bilang apa" Empok nampak bingung menerima ponsel Nayla.

__ADS_1


"Nahkan bingung, ini gimana bilangnya ama Adit" Empok nampak kebingungan sendiri sementara Nayla dan Damra hanya tertawa melihat Empok.


"Ya udah pok angkat aja" akhirnya Naylapun mengijinkan Empok untuk memberitahu Adit tentang kondisi Nayla.


"Assalamu'alaikum Den" sapa Empok


"Naylanya mana Pok" tanya Adit yang mulai curiga.


" Emm itu...."


"Itu apa Pok, Nayla gak apa-apa kan Pok"tanya Adit yang semakin curiga.


" Emm itu Den..."


"Nay...Nay nya...." nampak rasa takut di wajah Empok saat berbicara dengan Adit.


"Pok...sini aku aja yang ngomong" pinta Nayla dengan mulut masih mengunyah roti.


"Assalamu'alaikum sayang.." sapa Nayla pada Adit


"Kamu lagi dimana sayang, kok kaya lagi di RS" tanya Adit yang semakin curiga.


"Ihh salah aku dijawab dulu dong"


"Oh..iya sayang maaf aku lupa"


"Wa'alaikum salam sayang" jawab Adit dengan wajah tersenyum.


"Kamu dah sarapan belum?" tanya Adit


" Ni lagi makan roti sama Damra"jawab Nayla


" Nay...kamu baik-baik aja kan?" kini wajah Adit sedikit berubah serius.


Nayla masih tak menjawab, ia serba salah jika ia memberitahu Adit jika ia jatuh dari motor ia yakin Adit akan panik dan tak akan tenang kerjanya.


Nayla masih saja terdiam hingga akhirnya tepukan Damra dibahu Nayla menyadarkannya.


"Itu lakilu dari tadi manggil juga"ucap Damra setengah berbisik.


"Iya sayang...maaf tadi aku ngelamun" jawab Nayla terbata-bata.


"Kamu baik-baik aja kan Nay" tanya Adit semakin curiga.


"Emmm itu Dit.."


"Aku....aku kemaren jatoh dari motor"


Akhirnya Naylapun berbicara jujur dan menceritakan kejadian yang menimpanya.


Adit yang terkejut hampir saja marah namun sebelum emosinya meledak ia dapat menahan diri.


Naylapun bernafas lega ketika tau Adit tidak marah.


Ryan pun datang membawa pesanan yang Nayla pinta dengan sangat lahap Nayla pun memakan bakwan dan tempe.


Saat Nayla sedang makan tiba-tiba dokter pun visit dengan terburu-buru Nayla langsung memasukkan sisa bakwan yang ia pegang kedalam mulutnya.


Sementara itu Damra langsung menyembuyikan sisanya kedalam laci.


"Selamat Pagi, gimana kakinya teras sakit gak mbak Nay" tanya dokter sambil memeriksa kondisi Nayla.


"Tadi malam sih berasa sakit dok, sekarang udah gak lagi" jawab Nayla.

__ADS_1


Setelah menyatakan kondisi Nayla baik-baik saja dokter itu pun keluar ruangan.


Empok pun pamit dahulu untuk pulang dan akan kembali lagi saat malam.


Nayla menceritakan kejadian semalam yang menimpanya pada Damra.


"Loe aja kali Nay yang salah liat" ujar Damra


"Aku gak salah liat Ra tuh suster bisa nembus pintu" Nayla tetap pada pendiriannya.


"Ya udah anggap aja semalem loe lagi ngelindur" jawab Damra sekenanya.


"ihh ya udah lah kalo gak percaya mah" jawab Nayla sedikit kesal.


"Ha....ha dia ngambek"


Damra tertawa sangat puas karena berhasil mengerjai Nayla.


Beberapa hari pun berlalu Kaki Naylapun berangsur pulih walaupun belum bisa berdiri dengan sempurna.


Hari ini Nayla sudah diperbolehkan pulang dan boleh berobat jalan.


"Yess akhirnya aku boleh pulang" sorak Nayla senang.


Damra sibuk memasukan semua barang-barang kedalam tas.


Ryan pun datang untuk menjemput Nayla,


setelah menyelesaikan semua administrasi Naylapun pulang kerumah.


Karena kondisi Nayla masih belum bisa berdiri sendiri terpaksa Nayla menggunakan kursi roda.


Namun Nayla tak mau patah semangat, ia tak mau menjadi Nayla yang lemah seperti dulu


Hampir setiap pagi ia mencoba berdiri walaupun terasa sakit ia harus tahan.


Ia tak mau menyusahkan orang lain lagi apa lagi sekarang Adit sedang berkerja untuk masa depan mereka.


"Pok aku mau bikin kue dong" ucap Nayla yang meminta pada Empok untuk disiapkan semua bahan-bahan nya.


"Nanti kalau enak kita bagi-bagi aja ya pok"


"Iya Nay, lah kalo gak enak gimana" tanya Pok


"Kalo gak enak ya buang aja Pok daripada nanti pada keracunan" jawab Nayla.


Dengan sangat semangat Nayla membuat Risol mayo kesukaannya.


"Gimana Pok enak gak?" tanya Nayla


"Enak Nay,ini mau dibagi buat siapa aja" tanya Empok sambil menyiapkan seberapa tempat untuk membungkus Risol.


"Buat Susi 10"


"Buat Damra 10"


"Buat Ryan 10 juga Pok" ucap Damra sambil memasukan Risol kedalam tempat yang sudah disiapkan Empok.


Setelah selesai semua Nayla menelpon kedua sahabatnya dan memintanya datang.


Haii para Reader sampe sini dulu ya up nya.


Semoga kalian gak bosen ya jangan lupa tap tanda Like,Vote dan komennya ya.

__ADS_1


Salam Maniss


Amell ajj/Author


__ADS_2