TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 222


__ADS_3

Selamat Membaca


Seminggu sudah berlalu Adit nampak begitu frustasi memikirkan istrinya yang tak juga kembali.


"Ya ampun Nay..gimana kamu disana, kenapa kamu begitu nakal sihh yang" Adit berbicara sendiri sambil memandang Empang yang di yakini tempat kota ghaib itu berada.


"Ahhhh...Nayla.. kenapa begitu banyak coba'an yang harus kita jalanin sayang" Adit menyugar kebelakang rambutnya sambil sedikit menjambaknya.


Pandangannya tak lepas dari kolam yang lumayan besar yang ia yakin disanalah kini istrinya berada.


Hampir setiap hari Adit memandang kearah empang, berharap Nayla kembali.


"Nayyyyyyy."


"kembali Nay... aku nunggu kamu disini sayang..."


Adit tak perduli jika ada yang bilang dirinya stress yang ada dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana istrinya bisa segera kembali.


Sementara itu Anto yang setiap hari memantau rumah' Adit melalui anak buahnya juga nampak bingung.


Menurut anak buahnya sudah beberapa hari ini ia tak melihat wanita yang ada di foto.


Akhirnya Anto memerintahkan anak buahnya untuk mencari rumah untuk disewa oleh beberapa anak buahnya untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan hadis yang di incarnya.


Entah kebetulan atau apa anak buah Antopun dapat rumah sewa yang tak posisinya tak jauh dari rumah Adit.


Sementara itu ditempat yang Nayla juga tak tahu dimana nampak Nayla yang masih tertidur pulas di atas sebuah kasur yang sangat lembut,disampingnya anak perempuan yang mengajak Nayla setia menemaninya dan di samping gadis itu duduk juga sesosok wanita cantik entahlah siapa dan dari mana.


Nayla membuka matanya perlahan, ia sedikit terkejut melihat wanita yang tak dikenalnya tersenyum manis kearahnya.


"Hai..Kaka,kamu siapa?" tanya Nayla ragu sambil mengulurkan tangannya.


"kaka cantik sekali, nama kaka siapa?" lanjut Nayla


Wanita itu tak menjawab,ia hanya tersenyum lalu ia mengambil bua-buahan yang entah sejak kapan berada disana.


Karen merasa sangat lapar akhirnya Nayla pun memakan buah apel itu dengan sangat lahap.


"Lumayanlah buat ganjel perut kebetulan aku lapar,makasihh y ka" ucap Nayla sambil tersenyum dan wanita itu pun membalasnya dengan senyuman


senyuman juga.


Wanita itu mengambil tangan Nayla dan membawanya berjalan entah kemana.


"Ka.. kenapa semua orang disini gak ada yang ngomong ya?" tanya Nayla namun tak melihat dapat jawaban apapun dari wanita itu.


Nayla pun menepuk jidatnya, ia ingat jika semua orang yang ia temui satupun tak ada yang berbicara.


"Ya udah deh ka, aku ikut aja" akhirnya Nayla pun hanya pasrah mengikuti wanita dan anak kecil itu.


Entahlah kini Nayla berada dimana tempat itu begitu indah ada banyak bunga yang beraneka warna dan semua terlihat sangat cantik dan rumput yang hijau ada juga air terjun mini


"Wahhh kak ini di mana bagus banget pemandangannya" Nayla yang begitu senang seakan lupa jika ia bukan berada didalamnya.


Ia pun seakan lupa dengan Adit dan semua orang yang kini sedang sibuk mencarinya.


Nayla nampak asik bermain dengan dua ekor kelinci yang sangat lucu.

__ADS_1


Wanita itu menatap Nayla yang sedang Asyik bermain, namun sesaat kemudian ia kembali menarik tangan Nayla dan mengajaknya ketempat lain.


Setelah sampai ditempat yang sedikit gelap sosok itu pun meninggalkan Nayla.


Nayla yang ketakutan karena ditinggal akhirnya menangis sambil memanggil sosok wanita tadi.


Ka...kaka...


Ini Dimana sih ka....


Kaka aku takut. ...hu..hu kaka


Nayla pun langsung jongkok dan melipat tangannya di atas lutut lalu ia menyembunyikan wajahnya sambil menangis.


Kaka...aku takuttt


Adit yang saat itu kebetulan berada tak jauh dari Empang setelah mencari keberadaan Nayla mencari asal suara yang sepertinya sangat ia kenal.


"Ada orang disana?" tanya Adit sambil menyorot lampu senter yang ia pegang mencari asal suara.


Alangkah terkejutnya Adit saat lampunya menyorot seorang wanita yang sedang menangis.


Ia pun menghampiri sosok itu yang ia yakini Nayla."Nayla..itu kamu sayang.. " ucap Adit sedikit ragu.


Wanita itu pun langsung menghentikan tangisnya lalu melihat kearah lampu yang menyorot kearahnya.


"Ih.. siapa sih, silau tau.." ucap Nayla sambil mengangkat tangan kanan nya agar cahaya lampu itu tidak langsung mengenai matanya.


"Sayang itu beneran kamu.." Adit langsung memeluk Nayla yang nampak bingung dengan laki-laki yang memeluknya.


Adit yang bingung melihat Nayla yang seolah tak mengenalnya.


"Aku suami kamu Nay?" Adit berusaha menyakinkan Nayla


Nayla seperti ketakutan,ia mundur selangkah demi selangkah namun Adit langsung menarik dan mendekapnya.


"Kaka siap maen peluk aja" tanya Nayla sambil meronta dalam pelukan Adit.


"Sayang ini aku suami kamu, jangan takut Nay..aku bukan orang jahat" tutur Adit sambil menitikan air mata.


Hati sakit karena Nayla tak mengenal nya.


Adit pun mengeluarkan ponsel nya dan menunjukan foto pernikahan mereka ya sederhana.


Dengan ragu Nayla mendekat lalu mengambil ponsel yang Adit berikan.


"Betul kamu suami aku?" tanya Nayla masih tak yakin.


Setelah berhasil meyakinkan Nayla, Adit pun langsung membawa Nayla pulang.


Alangkah terkejutnya keluarga Adit saat melihat Nayla yang telah ditemukan.


Lilis langsung memeluk Nayla sambil menangis.


"Teh kemana aja?" tanya Lilis


sedangkan Nayla nampak bingung, lalu ia menatap Adit seakan meminta pertolongan

__ADS_1


Adit yang seakan tau arti tatapan Nayla hanya tersenyum.


"Itu adik aku sayang" ujar Adit sambil tersenyum yang melihat Nayla.


Nayla hanya termenung seakan bingung apa lagi saat melihat kearah orang tua Adit.


"Sekarang mendingan kamu istirahat" Adit langsung membawa Nayla masuk kedalam kamar.


" Ka ..kenapa kamu juga ikutan masuk sih?" tanya Nayla yang kesal karena Adit ikut masuk kedalam kamarnya.


"Kitakan suami-istri sayang jadi ya tidurnya sekamarlah" jawab Adit


"Emangnya harus ya kalo suami-istri tidur bareng" lanjut Nayla


"Oh..my" Adit menepuk jidatnya


" kayanya aku harus ngulang dari awal nih" desah Adit.


"Kaka kok tempat tidurnya kecil sih" tanya Nayla yang memperhatikan ranjang mereka.


"Lah.. emangnya tempat tidur kita segini sayang" jawab Adit langsung mendudukan Nayla di sisi ranjang.


" Bukan ka, tadi aku tidur di kasurnya gede banget, empuk lagi"


"Kamu tidur dimana yang?" tanya Adit yang mulai penasaran


"Gak tau aku juga, tapi tempatnya bagus ka, ada banyak bunga, ada kelinci juga" jawab Nayla antusias.


"Udah sayang ceritanya besok aja, sekarang kamu tidur ya"


Adit merebahkan Nayla lalu menarik selimut sampai dada, Setelah itu Adit ikut merebahkan dirinya di samping Nayla.


Ia menatap wajah Nayla yang sudah mulai terlelap.


"Sayang, coba'an apa lagi ini" bisik Adit sambil mengelus pipi Nayla lembut.


"Aku senang kamu manggil aku Kaka, tapi kenapa tingkah kamu kaya anak kecil ya yang" ucap Adit sambil terus menatap Nayla.


Adit pun mengecup singkat kening, lalu kedua pipi dan berakhir di bibir Nayla.


Adit memeluk tubuh Nayla dari belakang lalu ikut terlelap.


Berita Nayla yang sudah ditemukan pun tersebar dengan cepat hingga ke telinga Anto.


Ia menyunggingkan senyum " akhirnya kamu kembali sayang, tunggu aku, sebentar lagi aku akan menjemputnya sayang" Anto mengecup foto yang selalu ia pandangi saat ia merasa rindu pada Nayla.


**Udah ya upnya segini dulu


besok lagi


Maaf kalau masih banyak typo yang bertebaran.


Jangan lupa dukungan buat authorr tap tombol like' vote dan jangan lupa komen juga biar aku bisa balas mengunjungi authorr yang udah singgah disini.


Salam Manisss


Amellajj/author imuttt**

__ADS_1


__ADS_2