TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 232


__ADS_3

Selamat Membaca


Setelah makan siang merekapun akhirnya pulang.


Masih Dedi yang duduk dibelakang kemudi, Adit dan Nayla duduk di jok tengah.


Nayla asik memakan buah anggur hijau kesukaannya.


Ia asik mengupas kulit anggur sedangkan Adit yang sudah dari tadi sangat gemas melihat Nayla yang seakan acuh padanya


Setelah selesai mengupas kulit anggur Naylapun langsung memasukannya kedalam mulut namun belum sempat ia mengunyah anggurnya Adit langsung menyambar bibir Nayla dan mengambil anggur yang dimulut Nayla dengan lidahnya.


Sejenak Nayla terpaku mencoba mencerna apa yang baru saja Adit lakukann.


"Adittt kamu gak tau malu amat sih kan ada Dedi sama Lilis" Nayla yang kesal akhirnya memukuli Adit berkali-kali.


Sementara itu Lilis dan Dedi hanya tertawa melihat tingkah pasutri yang duduk di jok belakangnya itu.


"Balikin gak anggur aku" pinta Nayla sambil teruss memukul bahu Adit.


"Ya ampun yang bilang aja kalo kamu mau aku cium lagi" goda Adit sambil menyondongkan wajahnya.


Naylapun langsung membelakangi Adit sambil menyembunyikan anggurnya.


"Dihh pelitnya istriku" ucap Adit sambil tertawa.


Untuk sesaat suasana didalam mobil kembali tenang.


Adit langsung merebahkan diri dengan paha Nayla yang dijadikan bantalnya.


" Adit jangan kaya gini beratt" Nayla langsung mencoba mengangkat kepala Adit namun tak bisa.


"Nay..kamu mah gak romantiss sihh"


"Biarinn" jawab Nayla cepat


"Aku cuma numpang aja Yang bentar" Adit langsung memejamkan matanya.


Akhirnya Naylapun pasrah ia membiarkan Adit tidur dipahanya.


Namun belum juga lama pahanya terasa kebas ia pun membangunkan Adit.


"Bangunn ahh pahaku mati rasa nih" ucap Nayla sambil memencet hidup Adit hingga pria itu kesulitan untuk bernafas.


" Oh..istriku begitu kejamnya dirimu" ucap Adit so puitis


Dedi dan Lilis langsung tersenyum mendengar perkataan Adit.


Akhirnya merekapun sampai.


Adit langsung mengeluarkan semua barang yang mereka bawa.


Adit sedikit bingung karena Nayla belum juga keluar dari mobil.


Ia pun menghampiri mobil dan membuka pintunya.


"Kamu kenapa yang, kok gak turun" tanya Adit yang bingung karena Nayla hanya diam saja.


"Nay..."


"Nayla ..sayang.." Adit mengguncang bahu Nayla pelan


Naylapun menatap Adit tak berkedip, wajahnya nampak seperti anak kecil yang ingin menangis.


Dekkk

__ADS_1


Aditpun merasa ada yang aneh dengan istrinya itu.


"Sayang kamu kenapa, ayo turun"


"Apa mau aku gendong" tanya Adit lagi namun Nayla masih diam seperti orang yang ketakutan.


"Nay...Nayla" Adit terus berusaha membuat Nayla berbicara.


"Akuuu mau pulanggg" akhirnya Naylapun bersuara namun nadanya seperti anak kecil yang ingin menangis.


"Sayang kamu mau pulang kemana, ini kita udah dirumahh" ucap Adit


"ini bukan rumah aku, rumah aku disana" Nayla menunjuk asal


"Dimana??" tanya Adit yang semakin yakin jika istrinya kemasukan.


"Sanaa dekat perahuuu" ucap sosok yang ada di dalam diri Nayla


Aditpun langsung menggendong tubuh Nayla dan membawanya masuk kedalam.


Lilis dan Dedi yang melihat Adit menggendong Nayla langsung bertanya


"Kenapa si teteh Nayla A?" tanya Dedi sambil membantu membuka pintu kamar.


Aditpun meletakan tubuh Nayla diatas kasur lalu menyuruh Lilis untuk membawakan segelas air putih.


Aditpun langsung mencoba mengeluarkan sosok yang ada ditubuh Nayla.


" Aku mau pulanggg"


" Anteriiiinnn"


Rengek sosok yang ada didalam tubuh Nayla.


"Aku kan gak ngajak kamu,kamu ikut sendiri jadi kamu juga pulang sendiri lah" ucap Adit tak mau kalah sambil memegang tangan Nayla dan memencetnya sambil membaca sesuatu.


"Saaakiiittt bego..."


Teriak sosok yang mengisi tubuh Nayla, lalu sosok itu pun tertawa


"Hi...hi...aku mau pulang tapi anterinn"


"Pulang sendiri" tolak Adit yang lalu membakar sebatang rokok dan membiarkannya.


Setelah hampir satu jam akhirnya sosok itu pun keluar dan kembali keasalnya.


Nayla yang langsung tertidur pulas akhirnya terbangun.


" Aduhh kenapa badan aku sakit semua sihh" ucap Nayla sambil menggerak-gerakan badannya yang terasa sakit.


Ia pun langsung melihat Adit yang tertidur pulas disampingnya dengan bertelanjang dada.


"Ihh ni orang ya, keturunan tarzan kali ya gak mau pake baju sihh" ucap Nayla sambil berusaha melewati Adit yang masih tertidur pulas.


"Jangan sampe dia bangun, kalo sampe dia bangun ribet dah urusannya nanti"


dengan sangat hati-hati Nayla turun dari tempat tidur.


"Jangan bangun...jangan bangunnn...putri cantik mau turun kayangannn" guman Nayla pelan.


Namun saat ia hendak menurunkan sebelah kakinya tiba-tiba tanganya dicekal oleh Adit.


"Aaahhh.. tuh kan pangeran kodoknya bangunn" ucap Nayla pelan.


Adit langsung melingkarkan tangannya di pinggang Nayla.

__ADS_1


Dagu Adit sudah bertengger dengan indah di bahu Nayla.


"Tadi kamu bilang apa sayang, aku pangeran kodok?" Adit mencium leher Nayla


"Ihh aku kok merinding ya, kaya mau ada penampakan gitu" ucap Nayla pelan berharap Adit tidak mendengar.


Aaahhhh


Nayla memekik saat Adit menggigit lehernya


"Tolong ada Vampire"


"Ayo teriak lagi kalo mau yang lebihhh" bisik Adit


"Iya aku diem dehhh, piss dong damaii, aku mau turunn kang laperr" ucap Nayla sambil tersenyum yang dibuat manis.


"Enak aja mau lolos gitu aja, bayar pajak dulu" ujar Adit kini mencium pipi Nayla


"Aku aja duitnya minta sama kamu, kalo kamu minta lagi tar borok sikutan lohh" ujar Nayla memberi alasan.


"Aku gak butuh uang sayang, yang aku butuh ini.." Adit langsung mencium bibir Nayla dan kedua tangannya menakup bukit kecil milik Nayla.


"Ab..Abang Adittt aku beneran laperr tau, tar malem aja.." Nayla merengek minta dilepaskan oleh Adit.


"Sebentar aja yang.." Adit memelas.


Sebenarnya Nayla kasian melihat wajah suaminya namun ia juga takut akan merasakan hal yang sama seperti kemarin.


"Ayo dong Nay.." Adit mengecup lembut setiap inci wajah Istrinya itu.


" Dit..jangan pake kuah ya nyiumnya.." ucap Nayla pelan.


Mulut Adit sedikit terbuka saat mendengar ucapan Nayla.


Sebenarnya Adit ingin marah saat Nayla mengintrupsinya dengan ucapan yang tak berfaedah namun ia pun mengabaikan nya dan pura-pura tak mendengar ucapan Nayla.


tok...tok..tok


"Aa..."


"Tehh Nay.."


"Disuruh makan dulu sama Ayah"


Suara Lilis dari balik pintu langsung menghentikan kegiatan Adit yang mulai memanas.


" Ishhh ada aja ganggunnya " Adit berdecih kesal.


"He..he maaf ya kang bukan salah aku" Nayla langsung membetulkan pakaiannya dan membuka pintu lebar-lebar dengan maksud agar Adit tak lagi mengusiknya.


"Ishh Lilis ya hari ini gangguin teruss, dua kali sudah gagal ni hari" gerutu Adit sambil turun dari kasur dan berjalan keluar kamar.


Nayla hanya tersenyum melihat wajah masam Adit.


" Awas ya Nay.." Ancam Adit tanpa suara dan menatap Nayla seakan mau memakannya.


"Apa????" balas Nayla tanpa suara hanya mulutnya saja yang bergerak.


Adit mengambil sepotong ayam goreng dan mengigitnya dengan kasar sambil menatap kearah sang istri yang hanya tertawa.


Aditpun makan dengan perasaan kesal sedangkan Nayla hari ini sepertinya dewi Fortuna sedang berpihak kepadanya.


Haii semua segini dulu ya upnya kita lanjut besokk.


jangan lupa tinggalin jejaknya dong buat akuhh tap Like dan Votenya biar semangatt gitu...

__ADS_1


Salam Maniss


Amell ajj/authorr cantikk


__ADS_2