
♡♡♡ Selamat Membaca ♡♡♡
Siang itu Nayla dan Jafar duduk digubuk yang ada ditengah sawahnya sambil menarik orang-orangan sawah.
klentang...
Klentang ...
Dengan susah payah Nayla menarik orang-orangan sawah yang lumayan berat.
"Ih...gantian ni Far aku cape, berat banget"keluh Nayla sambil melepas tali yang menghubungkan orang-orangan sawah dengan tempat yang Nayla duduki.
"Badan kau tuh yang terlalu kecil,coba perhatikan mana lebih besar antara kau dan orang-orangan sawah itu"ucap Jafar menggoda Nayla dengan logat bataknya.
"Far aku tuh bosen,mau dong ajak aku jalan-jalan peke motor punya kamu" pinta Nayla
Jafar pun tertegun "mana punya aku motor Nay,aku tuh bukan orang kaya" ucap Jafar kemudian
"Dih kamu kok bohong sih,lah yang sering kamu pake itu motor siapa?"tanya Nayla ngotot
"Mana ada,bisa pun tidak aku setir motor"balas Jafar tak mau kalah
Akhirnya merekapun berdebat sampai pada akhirnya Nayla menyadari sesuatu
"Far disini yang kamu bilang motor itu rodanya berapa?"tanya Nayla memastikan pemikirannya benar apa salah
"Motor itu rodanya ya empat lah Nay,kaya anak kecil ya kau tanya soal roda sama aku"ucap Jafar sedikit merajuk
Ha...ha...ha...ha
tiba-tiba Nayla tertawa terbahak-bahak hingga ia sakit perut.
Jafar yang melihat Nayla tertawa seperti orang yang kesurupan langsung saja membaca doa
"Bismilahirohmanirohim Allahuma Bariklana Fima rojaktana wakina ajabanar "
Nayla yang tau maksud Jafar hendak membaca doa untuk mengusir hantu malah membaca doa makan langsung tertawa lagi sampai ia mengeluarkan air matanya.
Jafar pun terdiam "apa sudah keluar hantunya Nay"tanyanya yang masih belum menyadari.
"Hantu...hantu,kamu tuh tadi baca doa buat makan tau,emangnya tuh hantu mau dikasih makan apa?"tanya Nayla mengejek
"Maksud kau...?"tanya Jafar masih belum mengerti
"Tadi tuh yang kamu baca doa makan Far bukan doa yang buat usir hantu"Nayla sudah bisa mengontrol tawanya ia pun menjelaskan dengan lembut agar temannya itu mengerti.
"Oh...jadi salah ya"jawabnya sambil menggaruk kepalanya
Sementara itu Adit masih setia menunggu kedatangan Nayla.
Penampilannya kini sedikit berubah,ia terlihat lebih macho, ia ingin jika suatu saat nanti Nayla kembali gadis itu akan terkagum-kagum padanya.
Setiap hari Adit mengirimi Nyala chat dengan kata-kata seakan merindu,namun tak ada satu pun yang Nayla balas terkadang malah tidak dibaca.
Adit mengambil gitar lalu ia pun bernyanyi dan merekamnya untuk dikirim ke Nyala
"Kuselalu mencoba
untuk menguatkan hatiku
Dari kamu yang belum juga kembali
Ada suatu keyakinan
Yang membuatku bertahan
Penantian ini kan terbayar pasti
Lihat aku sayang
Yang sudah berjuang
Menunggumu datang
Menjemputmu Pulang
__ADS_1
Ingat selalu sayang
Hatiku kau genggam
Aku tak akan pergi
Menunggu kamu disini
Tetap disini...
Jika bukan kepadamu
Aku tidak tau lagi
Pada siapa rindu ini kan ku beri
Pada siapa rindu ini kan ku beri "
Judul lagu : Menunggu kamu
by : Anji
(yang belum tau lagunya trus penasaran cari sendiri ya he..he)
Adit nampak begitu menghayati lagu yang ia nyanyikan,tanpa ia sadari butiran bening meluncur begitu saja .
"Nay..apa kamu betul-betul gak inget aku,apa sesakit itu hati mu sampai membalas pesan ku saja kamu gak sudi Nay" ucap Adit sambil memandang Hp nya.
Sementara itu Nayla sedang sibuk mencari sinya karena ia ada perlu dengan Dian.
"Kemaren disini dapet sinyal biar cuma satu" ia pun memutar hp nya pelan,geser kekiri dikit setelah menunggu lama namun masih tidak ada sinyal ia pun keluar rumah sambil mengangkat hp nya tinggi-tinggi.
"ihh susah banget sih sinyalnya"gerutu Nayla kesal sambil menghentak-hentakan kakinya
Tanpa Nayla sadari dari sebrang rumahnya ada sepasang mata yang tersenyum sambil memperhatikan tingkahnya.
"ye...dapet juga sinyal nya"ucap Nayla senang, kini ia berada diatas pohon rambutan yang terdapat didepan rumahnya.
Memang sih tidak terlalu tinggi ia memanjat tapi dikampung itu hanya dia saja perempuan yang bersikap sedikit bar-bar apalagi jika berhadapan dengan cowo yang ia tidak suka.
"Maafin aku Dit" untuk pertama kalinya setelah ia pergi membalas pesan dari Adit.
Air mata Nayla langsung mengalir mendengarkan suara Adit.
"Aku juga kangen kamu Dit,tapi rasa sakit dihati aku lebih besar dibanding rasa kangen aku" ucap Nayla sambil menatap hpnya
Tiba-tiba saja kaki Nayla terasa perih,Naylapun langsung turun dari pohon dan melihat kakinya yang terasa sakit.
"Ishh semut rangrang,gangguin aja sih kamu"ucap Nayla sambil menepis semut yang lumayan besar itu dari betisnya.
Naylapun duduk ditangga depan rumahnya,ia kembali memutar lagu yang Adit nyanyikan ia kembali menangis.
Sementara itu sepasang mata yang dari tadi memperhatikan Nayla nampak mengerutkan dahinya.
"kenapa dia nangis sih"ucap empunya mata yang ternyata adalah seorang pria.
"Aku makin penasaran sama kamu sayang,coba aku ada disamping kamu saat ini aku rela jadi sandaran kamu" ucap sang penguntit.
Nayla pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya yang terdapat tengah rumahnya.
tok...tok...tok
"Nayla kamu didalam Nak?tanya Papa Nayla dari balik pintu
"Iya pak Masuk aja"jawab Nayla
"Kamu lagi apa Nay?"tanya Papanya sambil merilik kearah ponsel Nayla yang terdapat foto Adit.
"Kalau kamu masih sayang sama dia lebih baik kamu hubungi dia Nay,kalian selesaikan masalah kalian baik-baik"saran Papa Nayla
"Gak ah Pa,lagian juga cincin tunangan Nay udah Nay jual trus uangnya Nay pake buat jajanin temen Nay sama buat Empok" jawab Nayla
Papa Nay hanya menggelengkan kepalanya,entahlah kenapa sikap Nayla dan Tia sangat jauh berbeda.
"Nay..nanti malam mau ada tamu,kamu mau kan bantuin Ibu kau masak"tanya Papanya nampak ragu
__ADS_1
"Siap pak bos"jawab Nayla diluar perkiraan Papanya.
"Emang siapa yang mau dateng Pak,kok pake acara makan segala"tanya Nayla penasaran
"itu kepala dusun yang baru sama anaknya" jawab Papa Nayla
"oh...mau ngapain Pak?"lanjut Nayla makin penasaran
"Papa juga gak tau Nay,kita liat aja nanti"jawab Papanya
"kok perasaan aku gak enak ya,ada maksud apa sih mereka kesini" batin Nayla.
Malampun tiba dan tamu yang dimaksud Papa Naylapun sudah tiba.
Sengaja Nayla tidak keluar dari kamarnya ia enggan ikut campur urusan orang tua.
Saat sedang asik mendengarkan lagu tiba-tiba Ibu Asnidar masuk dan meninta Nayla keluar untuk menenui tamu mereka.
"Nay males ah bu"tolak Nayla
namun Asnidar menggunakan nama Papanya hingga akhirnya Naylapun keluar menemui tamu yang ingin berjumpa dengan nya
"Wah cantik rupanya anakmu ya,bagai mana kalau kita jodohkan saja sama anak ku"ucap kepala dusun yang ternyata bernama Pak Hanafi
Merekapun berbicara dalam bahasa batak yang Nayla tak mengerti.
"Nay..gimana kalau kita ngobrol diluar aja,biar yang tua sama yang tua"ajak anak Pak Hanafi yang bernama Fikar
"Eng.... " Nayla merasa malas namun saat ia melihat kearah Papanya yang sedang menatapnya seperti memohon akhirnya Naylapun mau.
Diteras depan Nayla nampak tidak nyaman berbicara dengan Fikar,akhirnya ia pamit masuk dengan alasan sudah ngantuk.
"Nay..gimana kalau besok kita jalan-jalan,kamu belum tau kan tempat-tempat bagus disini"ajak Fikar
"Tapi aku bawa temen ya"tawar Nayla
"Siapa?"
"Jafar" jawab Nayla
Sejenak Fikar nampak berpikir,terlihat sekali rasa keberatan diwajahnya,namun demi bisa jalan dengan Nayla akhirnya ia pun setuju.
Keesokan harinya Fikar sudah menjemput Nayla,kini ia sedang duduk diteras depan bersama Jafar.
Dengan sengaja Nayla berlama-lama hingga Papanya masuk dan melihat Nayla belum berganti pakaian padahal Fikar sudah hampir satu jam menunggunya.
"Nay...jangan begitu kan semalam kamu sendiri yang mengiyakan mau jalan sama Fikar"
"Tapi Nay males Pak,kalau Nay gak mau tar dia ..."Nayla tak melanjutkan kata-katanya,ia yakin Papanya mengerti.
"Justru lebih gak enak kalau sekarang kamu kaya gini,gak usah takut Nay kan ada Jafar,besok-besok kalau kamu gak mau jalan sama dia lebih baik kamu tolak dari awal ya"ucap Papa menasehati Nayla.
Nayla memasang wajah cemberut ketika menemui Fikar dan Jafar.
"Kenapa wajah kau begitu Nay"tanya Jafar yang mulai hafal dengan sifat Nayla
"Gak apa-apa tadi aku cuma sakit perut makanya lama"jawab Nayla berbohong
"Tapi sekarang gimana,masih sakit?kita berobat aja dulu kalau gitu" timpal Fikar
"Gak apa-apa udah sembuh,ayo jalan tar keburu sore"ajak Nayla
Tiba-tiba Nayla tersenyum senang "asik gw kan udah lama gak jajan bakso,es crim,liat aja tar gw kerjain dia biar kapok gak ngajakin gw jalan lagi" batin Nayla.
Haii semua hari ini aku up dua kali nih,buat kalian yang pernah minta doubel up hari ini aku penuhin ya tapi jangan lupa tetap kasih dukungan buat author biar tambah semangat,caranya udah pasti afalkan tab tanda :
-Like
-Vote
-Rate dan juga
- Kritsarnya author tunggu
Salam Manis
__ADS_1
Amellajj/author