
Hai para reader author mahon maaf jika masih banyak typo yang bertebaran,dan terima kasih sudah mau singgah dikaryaku ini untuk itu author mohon kritsarnya dan jangan lupa untuk tinggalin jejak kalian dengan cara like,rate n Vote
Happy Reading alll
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari-hari yang dilalui Nayla dan Adit dalam rangka membantu hantu wanita yang diketahui bernama Yani begitu melelahkan,bagaimana tidak setiap hari libur mereka selalu mencari informasi tentang keluarga Yani dikota "K"
Walaupun sudah mengantongi informasi tentang keluarga Yani namun kesulitan kini menghampiri mereka lagi kerena keluarga itu sudah pindah beberapa tahun lalu kesebuah desa dipelosok kota "K"
Akhirnya pencarian hari itu mereka akhir,entah kenapa sosok Yani juga sejak Nayla dan Adit mencari tahu keberadaan keluarganya tak pernah menampakan diri lagi atau Nayla yang kini tak bisa melihatnya lagi entahlah.
"Adit maaf ya gara-gara bantuin aku kamu jadu kurang istirahat" ucap Nayla sambil membelai rambut Adit yang sedang rebahan di depan pintu kontrakan Nayla.
"gak apa-apa Nay,ada untungnya juga kita jadi berdua'an terus"jawabnya sambil tersenyum
"iya sih,tap---"belum sempat Nayla menyelesaikan kalimatnya ponselnya berbunyi ia pun segera mengeser icon hijau lalu
"hallo assalammualaikum mah"
"........"
" iya maaf mah,Nay lagi gak bisa pulang mah lagi sibuk ada sedikit masalah"
"......."
"iya nanti kalo masalah Nay udah kelar Nay pulang kok"
"........."
"iya mah.Assalammualaikum" jawab Nayla mengakhiri telponnya
"ada apa?itu dari mama ya"tanya Adit
__ADS_1
"iya,mama nanya kenapa aku gak pulang-pulang"jawabku sambil bersandar ditembok.
Setelah lelahnya hilang Aditpun pamit pulang kekontrakannya.
cup
Sekilas Adit mengecup keningku lalu mengusap lembut rambutku.
"kamu gak apa-apa kan sendirian"tanyanya ragu saat sudah duduk diatas motor
"iya gak apa-apa,udah sana pulang terus istirahat"usirku halus
Adit hanya tersenyum tak lama kemudian Aditpun pergi,aku pun segera masuk kedalam dan merebahkan diri diatas kasur busa lalu memejamkan mata sejenak.
Saat aku hampir terlelap entah itu mimpi atau bukan aku pun tak mengerti namun aku berada disebuah kampung dengan begitu banyak pohon-pohon besar dan aku duduk disalah satu rumah disana nampak Adit dan ada dua orang tua yang kira-kira berumur hampir 60 tahunan.
Seperti ada yang menendang kakiku aku pun terbangun karena kaget. Namun saat aku membuka mata tak ada siapa-siapa disana
gumpranggggg
Tak lama kemudian terdengar suara panci jatuh seperti dibanting dan lagi-lagi aku terkejut
"heiii hantu jangan iseng dong kita masing-masing aja jangan ganggu" ucapku setengah berteriak karena kesal
tak lama kemudian terdengar suara wanita tertawa
entah kemana keberanian yang tadi aku punya saat meneriakinya kini yang ada jadi rasa takut dan merinding
suara tertawa itu pun kembali terdengar lagi dan aku pun tak berani berada didalam akhirnya akupun duduk diteras seperti orang hilang sambil menunggu kedua temanku pulang
"ha....ha....ha lagi ngapain Nay,udah kaya anak ilang"ejek Nining begitu melihat aku yang duduk bersandar diteras depan
"puass loe ngetawain gw,dasar temen gak punya perasaan"gerutu pelan sambil cemberut
__ADS_1
"udah jangan ngambek Nay,kita masuk yuk udah mau mahrib nih"ajak Fety sedikit lembut
akupun mengikuti mereka masuk kedalam.
"ada apa Nay?kayanya loe ketakutan"tanya Nining yang melihat wajahku sedikit memucat
Aku tak menjawab namun menunjuk kearah dapur,Fety pun segera melihat kearah dapur dan melihat keadaan dapur yang berantakan dengan panci yang sudah berpindah posisi dab sedikit penyok akibat berbenturan dengan lantai.
"elo tadi berantem ama Adit didapur Nay?"tanya Fety polos
"idihhhh gak lah Fet,itu ulah tante kunti penunggu dapur,tadi dia mau masak kali"jawabku asal tanpa berpikir
brruak....
tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar mandi yang seperti dibanting hingga mengeluarkan bunyi dentuman yang sangat kuat.
Kami bertiga pun terkejut dan segera berlari keluar
"loe sih Nay kalo ngomong gak pake saringan" ucap Nining sambil memukul bahuku
"ihhh sakit Ning"jawabku sambil mengelus bahuku yang tadi dipukul Nining
"maaf tante kunti tadi aku bercanda"ucapku sedikit konyol
"emang dia ngerti Nay loe ngomong begitu"tanya Fety
"gak tau"
"ya ampun Nay loe sih -----" belum sempat Fety melanjutkan kata-katanya kembali terdengar suara benda jatuh dari arah dapur
Kami bertiga hanya mengelus dada mencoba untuk berani dan bersabar.
Walaupun banyak orang yang bilang gak usah takut sama hantu takut tuh hanya pada Tuhan tapi pada kenyataannya jika dihadapkan pada kenyataanya dan harus bertatap muka dengan mahluk astral rasa takut itu timbul dengan sendirinya.
__ADS_1