
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Hari itu Nayla nampak bahagia,bukan tanpa sebab ia bahagia karena dr.Kartini semalam bilang kalau hari ini Mamanya sudah boleh dipindah keruang perawatan,itu artinya ia bisa setiap saat bersama Mamanya.
Entah kenapa akhir-akhir ini ia ingin selalu berada disamping Mamanya walaupun hanya sekedar duduk dan melihat wajah Mamanya sepuas hati.
Kebetulan hari ini tanggal merah jadi Papa Nay pun berencana akan pulang dulu kerumah untuk membawa pakaian kotor dan mengirimnya kelaundry lalu membawa pakaian ganti untuk Nayla dan dirinya.
"Pah..ni kue sama buah bawa pulang aja trus kasih ke orang kan sayang gak ada yang makan disini" ujar Nayla sambil melihat tumpukan kue kaleng dan buah-buahan.
"Kamu makan lah Nay, Papa gak mau kamu sakit nantinya" keluh Papa karena memang nafsu makan Nayla menurun drastis dan tentu saja membuat Papanya khawatir.
"iya tar kalo Nay mau pasti Nay makan Pah"jawab Nayla santai.
"Papa pulang dulu yah,kalau ada apa-apa hubungi Papa"ucap Papa sambil mencium kepala Nayla.
"iya...siap bos"jawab Nayla sambil tersenyum dan mencium tangan Papanya.
Ruangan kembali sepi,Naylapun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur pasien sambil membalas chat dari Adit.
Yahh...Adit semenjak Mamanya berada dirumah sakit hampir setiap ada kesempatan ia datang kerumah sakit untuk menemani Nayla tak jarang juga ia ikut menginap dirumah sakit dan berangkat kerja bareng Nayla.
"Pagi mbak Nay.."sapa cleaning servis yang hendak membersihkan ruangan
"pagi juga mas Try.."jawab Nayla
tak berapa lama mas Try selesai membersihkan ruangan namun saat hendak keluar Nayla memanggilnya dan memberikan beberapa buah jeruk dan selonjor bolu gulung
"mas ini buat cemilan"
"gak usah mbak,terima kasih"tolak Mas Try
Dengan sedikit pemaksaan akhirnya mas Try pun menerimanya dengan senang.
Naylapun kembali melanjutkan memainkan ponselnya.
"Nay...kamu sudah sarapan belum" tanya bu Netty yang sudah berdiri di depan pintu
"belum bu nanti aja"tolak Nayla
"ayo sarapan sama ibu,tadi ibu beli nasi uduk kita makan bareng"ajak bu Netty sedikit memaksa Nayla akhirnya pun menut.
Mereka makan diluar sambil bercerita
"bu berarti nanti anak ibu sampe ya?"tanya Nayla disela-sela kunyahannya
"Iya Nay,nanti ibu kenalin,sayang ya kamu udah punya pacar,coba kalo belom bisa ibu jodohin"ucap Ibu Netty santai
Nayla hanya tersenyum menanggapi ucapan bu Netty.
Tak lama kemudian Aditpun tiba dengan membawa jus alpukat kesukaan Nayla.
"Assalammualaikum,kamu udah makan Nay" tanya Adit sambil meletakan jus yang dibawanya diatas meja.
__ADS_1
"udah,tadi sama ibu"jawab Nayla sambil menyedot jus yang Adit bawa
Sambil menunggu mama Nayla dipindah keruang perawatan mereka ngobrol didepan tak lama kemudian datang seorang pria lumayan ganteng sih menurut Nayla
Pria itu masuk keruangan Ibu Netty
"ohh itu anaknya Bu Netty kali ya"gumam Nayla namun Adit dapat mendengar apa yang Nayla ucapkan.
"ngadem yu Dit didalem"ajak Nayla karena memang siang itu hari terasa begitu terik.
Merekapun masuk kedalam Nayla duduk disofa karena ranjang rumah sakit sudah dibersihkan dan sepreinya dan teman-temannya pun sudah diganti.
tok..tok
"Nay..sini deh sebentar"ucap Ibu Netty dari balik pintu
Nayla pun berdiri dan menghampiri Bu Netty
"ada apa bu?"tanya Nayla
"sini Ibu kenalin sama anak Ibu,mas Adit pinjem dulu ya pacarnya"ucap Ibu Netty sambil menarik tangan Nayla
"Yudi..kenalin ini Nayla yang ibu ceritain kekamu"ucap Bu Netty sambil menarik tangan Nayla untuk bersalaman dengan Yudi
"Haiii aku yudi..."ucap pria yang terlihat gagah dan macho itu
Nayla menahan rasa ingin tertawanya begitu mendengar suara pria itu,bagai mana tidak ingin badan nya yang kekar bak pohon palem tak sebanding dengan saat pria itu berbicara,ternyata Yudi itu sedikit ngondek dan kemayu ketika saat berbicara.
Bu Netty yang melihat kelakuan Nayla hanya tersenyum " Yudi emang kemayu Nay,lebih kemayuan dia dari pada kamu tapi badannya kekar ya" ucap Bu Netty membuat Nayla jadi tak enak hati
"Nay...kita cari bakso yu didepan"tiba-tiba Adit muncul
"Dit kenalin nih Yudi anak ibu"ucap Bu Netty
Yudi dan Adit pun bersalaman "jangan Naksir ya ini cowo aku"ucap Nayla ssedikit menggoda Yudi sambil melungkarkan tangannya di pinggang Adit
"gw masih suka am cewe kali bo..."jawab yudi sambil cemberut
"jangan suka ama gw ya "
"Siapa lagi yang suka ama cewe manja kaya loe,eke mah maunya ama yang mandiri"Sahut Yudi sengit dan berhasil membuat Nayla tak kuat lagi menahan tawanya.
Akhirnya ia pun pamit dan segera berlari kekamar mandi untuk tertawa sepuasnya
Begitu didalam kamar mandi ia tertawa sepuasnya namun tiba-tiba air showernya menyala dan Naylapun kebasahan
"loh...kok nyala sendiri sih"Nayla nampak bingung namun sesaat kemudian ia baru sadar ternyata penghuni kamar mandi itu tak suka Nyala berisik.
"maaf ...maaf aku gak sengaja"ucap Nayla pada mahluk tinggi hitam yang sedang menatapnya tak suka.
Denangan terburu-buru Nayla keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang basah kuyup.
"kamu kenapa Nay kok basah kuyup gitu sih"tanya Adit heran
__ADS_1
"itu...tadi showernya nyala sendiri Dit"jawab Nayla jujur
"itu tandanya kamu tuh gak boleh ngetawain orang yang ..."
"iya...maaf abis ganteng-ganteng ngondek sih"jawab Nayla polos
Adit yang mendengar Nayla memuji cowo lain ganteng didepannya langsung dalam mode cemburu.
"ganti baju sana tar masuk angin lagi"ucap Adit ketus
"ihhh kok gitu sih nada nya,kamu marah ya aku ngetawain orang"
"bukan..aku tuh marah karena kamu bilang Yudi itu ganteng"sahut Adit masih dengan nada marah
"ups....maaf,kamu cemburu ya..."bukannya langsung mengganti baju Nayla asik menjahili Adit yang sedang terbakar cemburu.
Nayla merasakan ada sesuatu yang menarik-narik kaosnya yang basah dan saat ia melihat kearah bawah ia langsung kaget ternyata Adit membawa teman tak kasat matanya dan mereka marah saat tahu Adit juga sedang marah pada Nayla.
"ahh....maaf...maafff "teriak Nayla lalu bergegas mengambil baju ganti dan kembali masuk kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya yang basah.
"numpang...numpang aku mau ganti baju, gak maksud ganggu"ucap Nayla sambil melihat kearah sosok hitam yang tadi menatapnya.
Dengan tergesa-gesa Nayla langsung mengganti pakaiannya dan segera keluar dari kamar mandi dan menghampiri Adit disofa.
"Dit...maaf ya,udah dong jangan marah lagi masa cemburu ama yang begitu sih"ucap Nayla dengan nada sedikit manja
"apa..."tanya Nayla bingung saat Adit menunjuk kearah pipinya
"cium dulu baru aku maafin"ucap Adit
"gak mau ah..." tolak Nayla
"ya udah aku gak mau maafin"ancam Adit
"jangan gitu dong Dit,masa gitu aja minta kiss sih"
Adit diam saja tak membalas ucapan Nayla.Sebenarnya Adit sudah tidak marah ia hanya pura-pura kalau Nayla beneran menciumnya berarti rezeki tapi kalau tidak ya sudah.
Namun diluar dugaan Nayla mengecup sekilas pipi Adit dan sesaat kemudian pipinya bersemu merah karena malu.
Adit pun tersenyum senang walaupun hanya dipipi ia sudah bahagia karena jarang-jarang Nayla mau menciumnya.
Mereka pun keluar dari area rumah sakit menuju warung bakso yang berada tak begitu jauh dari rumah sakit.
Haii para reader maaf aku baru bisa up lagi
Sebagai permohonan maaf bab ini sedikit lebih panjang dari yang biasanya.
Author juga mohon maaf karena masih banyak typo.
Jangan lupa ya tetap dukung Author dengan cara Like,Rate dan juga kritsarnya author tunggu
Amellajj/Author
__ADS_1