TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 356


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Beberapa bulan berlalu, rencana pernikahan Adit dan Naylapun sudah semakin dekat.


Awalnya Nayla hanya ingin acara yang sederhana saja, namun Adit menginginkan acara yang sedikit ramai mengingat pertama kali menikahi Nayla dahulu hanya secara sederhana saja.


Naylapun hanya pasrah saja semua keperluan acara pernikahan mereka Adit dan juga keluarganya yang mempersiapkan segala sesuatunya.


Hari Minggu ini rencananya mereka hendak kerumah orang tua Almarhum Ryan untuk meminta ijin dan restu.


Segala sesuatunya guna keperluan mereka disana sudah dimasukan kedalam mobil.


Setelah menempuh perjalanan hampir 8 jam mereka pun tiba di rumah Mamanya Ryan.


Kedatangan Nayla dan juga Adit memang sudah ditunggu oleh mamanya Ryan.


Tiba-tiba saja Nayla teringat kenangannya bersama Ryan saat pertama kali ia datang kerumah itu.


Air matanya mengalir,hatinya tiba-tiba merasa sedih saat wajah Ryan yang tersenyum kembali melintas dalam ingatannya.


"Sayang kamu kenapa?" ucapan Mamanya Ryan berhasil menyadarkan Nayla dari lamunannya.


Ia menghapus air matanya dengan menggunakan punggung tangannya.


"Kamu kenapa sayang?" pertanyaan itu kembali dilontarkan oleh mamanya Ryan karena Nayla tak juga menjawab.


"Aku gak apa-apa mah,cuma ingat sama Ryan" jawab Nayla sambil menunduk tak ingin memperlihatkan kesedihannya pada mantan mama mertuanya.


"Mama rasa Ryan pasti setuju sayang kamu menikah lagi" ucap Mama Ryan sambil menuntun Nayla untuk duduk di bangku depan rumah.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Adit sambil menarik koper yang baru saja ia keluarkan dari bagasi mobilnya.


"Gak apa-apa Dit, tadi kelilipan doang" jawab Nayla berbohong.


Adit mengerutkan dahinya sedikit heran.


Sesaat kemudian ia mendekati Nayla


"Sini aku tiupin" Adit yang bermaksud untuk meniup mata Nayla yang kelilipan langsung ditolak oleh Nayla.


"Gak usah Dit, udah gak apa-apa kok"


"Yakin?" tanya Adit seakan tidak percaya


"huum, yakin" jawab Nayla

__ADS_1


Setelah makan malam bersama mereka duduk diruang tengah.


"Tante, saya mohon maaf sebelumnya, maksud kedatangan saya kesini untuk meminta ijin dan doa restu sama Tante untuk menikahi Nayla" ucap Adit


Mama Ryan yang memang sudah tau maksudnya ke datangan Nayla dan Adit hanya tersenyum.


"Alhamdulillah akhirnya kamu menikah lagi Nay, Mama senang mendengarnya" ucap Mama Ryan lalu mengambil gelas yang ada diatas meja yang berisi teh manis dan menyesapnya.


"Mama merestui kalian, semoga saja pernikahan kedua kalian ini tidak ada lagi permasalahan yang datang ya" lanjut Mama Ryan namun kini mimik wajahnya sedikit berubah sedih.


"Mama kenapa? apa Mama sedih aku mau nikah lagi..?" tanya Nayla saat melihat perubahan diwajah Mama mertuanya.


"Tidak apa-apa sayang, Mama justru bahagia akhirnya mereka akan mempunyai keluarga yang lengkap lagi" Mama Ryan menatap kedua cucu nya yang sedang asik bermain bersama Empok.


"Adit, mama titip Nayla dan juga cucu mama ya, jaga dan lindungi mereka"


"Mama yakin kamu bisa jadi imam dan juga ayah yang baik buat Nayla dan anak-anaknya" lanjut Mama Ryan sambil menghapus air mata yang sudah siap untuk terjun bebas dari ujung matanya.


"Iya Tante, Insyaallah saya akan berusaha menjadi yang terbaik buat mereka" jawab Adit tanpa ada sedikitpun keraguan.


" Kapan rencananya pernikahan kalian?"


"Insyaallah bulan depan Tante" jawab Adit.


Setelah mengutarakan semaunya akhirnya Adit pun merasa lega, ia hanya tinggal menunggu hari bahagia itu tiba.


Sepanjang perjalanan Nayla sedikit lebih diam, sementara Adit fokus mengemudi, sedangkan kedua anak mereka asik memakan cemilan yang di belikan oleh Mbah mereka sambil sesekali bersenda gurau.


Hari sudah gelap saat mereka tiba di rumah Nayla.


Karena merasa lelah Aditpun langsung pamit pulang dan membiarkan Nayla dan anak-anaknya untuk beristirahat.


Setelah membersihkan diri Naylapun langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur.


Tak butuh waktu lama ia pun segera terlelap.


" Aku ada di mana ini" batin Nayla, ia sedikit heran tiba-tiba saja ia berada di sebuah taman yang begitu indah dengan begitu banyak bunga yang bermekaran.


Ia sedikit tertegun saat matanya melihat sosok pria yang sedang berdiri tak jauh dari tempat nya kini berdiri.


"Mas Ryan?" gumam Nyala seakan tidak yakin dengan apa yang ia lihat.


Pria itu pun tersenyum manis.


"Mas itu kamu kah?" tanya Nayla dengan suara sedikit keras.

__ADS_1


Pria itu lagi-lagi hanya tersenyum, lalu merentang kedua tangannya.


Tanpa menunggu lama Nayla pun berlari mendekat sosok pria yang begitu mirip dengan suaminya.


Ia pun segera masuk salam pelukan pria yang sangat ia rindukan itu.


Ia memeluknya begitu erat seakan tidak mau terpisah lagi.


"Mas..Nay kangen" ucap Nayla sambil menatap wajah suaminya itu.


"Mas juga kangen sayang, Mas bahagia akhirnya kamu menemukan pengganti mas"


"Akhirnya mas bisa tenang sekarang" Nayla memejamkan matanya.


"Ini mimpi kah? aku harap ini nyata" batin Nayla.


Ia meresakan ada sentuhan lembut yang mengusap kepalanya, ingin rasanya ia membuka matanya namun terasa begitu sulit.


" Aku harap ini bukan mimpi, please jangan pernah tinggalij aku lagi mas" ucap Nayla pelan.


Ia meresakan pelukan Ryan semakin lama semakin mengendur, begitu pun dengan tangan nya yang tadinya melingkar di pinggang Ryan semakin lama ia tak merasakan apapun.


Mata yang tadinya sulit untuk dibuka, kini perlahan bisa terbuka, alangkah terkejutnya Nayla saat membuka mata ia tak melihat siapun di sana hanya ada bunga-bunga yang berwarna warni.


"Mas....Mas Ryan kamu dimana?" teriak Nayla


"Mas ..aku masih kangen jangan pergi dulu..." air mata Nayla meluncur dengan sangat derasnya.


Dadanya begitu sesak saat ia tersadar jika yang baru saja ia alami bukan lah kenyataan.


"Masss...jangan pergi dulu aku mohonnn" teriak Nayla kencang .


Empok yang baru saja terlelap langsung terkejut saat mendengar suara teriakan Nayla.


Ia pun segera masuk kedalam kamar dan melihat Nayla yang sedang menagis sambil menyebut nama Ryan.


Empok pun menepuk pipi Nayla perlahan berusaha membangunkannya.


Beberapa saat kemudian Naylapun membuka matanya dan langsung memeluk Empok.


"Istighfar Nay, pasti kamu mimpiin Ryan lagi ya?" tanya Empok sambil mengelus kepala Nayla lembut.


" Mending kamu wudhu sana trus kirim doa buat almarhum Nay"


Tanpa menjawab Nayla langsung turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk segera berwudhu.

__ADS_1


Memang benar setelah sholat tahajud dan mengirim doa untuk almarhum suaminya hati Nayla menjadi sedikit lebih tenang.


__ADS_2