
Happy Reading
Sejak hari itu Ryan sedikit sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk nikah kantor yang akan dilakukan pada hari senen yang akan datang.
Hari demi hari Nayla semakin dek-dekan menjelang semakin dekat dengan hari pernikahannya dengan Ryan.
Kabar pernikahan itu pun sampai di telinga Adit yang berpura-pura tidak tahu.
Sebenarnya ia tahu jika Nayla dan Ryan akan Segera menikah namun ia tak menyangka akan secepat ini.
"Kamu gak boleh jadi milik orang lain Nay,kamu cuma buat aku" ucap Adit sambil melihat foto Nayla yang sedang menggendong Radit.
"Kalian berdua itu milik aku,gak ada satu orang pun yang boleh mejadi ayah Radit kecuali aku" ucap Adit sambil melempar kaleng kesembarang tempat.
Dina yang sedang memasak langsung menghentikan kegiatannya begitu mendengar suara gaduh dari ruang tengah.
"Ada apa sih Dit kok berisik amat"
"Gak ada apa-apa,udah sana masak aja gak usah ganggu aku" jawab Adit dengan nada kesal.
"Adit...aku kan tanya baik-baik,kok kamu jawab nya begitu"
"Semua ini gara-gara kamu Din,kalau kamu gak muncul lagi dalem hidup aku pasti keluarga aku gak akan hancur kaya gini" bentak Adit yang tiba-tiba saja marah besar dan melampiaskannya pada Dina.
"Kenapa kamu nyalahin aku sih, kan waktu itu kamu gak bilang kalau kamu udah nikah, kalau aku tau kamu dah punya keluarga pasti aku juga akan menjauh Adit" balas Dina dengan air mata yang berderai.
Hatinya terasa sakit saat mendengar Adit menyalahkan dirinya.
"Udah sana aku gak mau kita ribut" suara Adit mulai memelan saat melihat air mata Dina mengalir deras.
"Andai saja kamu bisa hamil Din,mungkin aku gak akan sekecewa ini pada mu" ucap Adit pelan namun Dina masih dapat mendengar dengan jelas apa yang Adit ucapkan.
"Itu juga bukan ingin aku Dit,wanita mana yang ingin menjadi Mandul,aku juga ingin merasakan hamil lalu melahirkan dan mengurus anak seperti wanita lainnya" Air mata Dina semakin deras mengalir, hatinya terasa begitu sakit, kata-kata Adit seakan-akan semua ini adalah kesalahannya.
Adit hanya diam saat Dina masuk kedalam kamar dengan membanting pintu hingga terdengar suara dentuman yang lumayan keras.
"Dasar cewe gak ada gunanya, cuma.bisa nangis aja" maki Adit
"Gimana pun caranya pernikahan kamu harus gagal Nay" Adit terus saja berbicara sendiri, entah apa yang kini dalam pikirannya.
Sementara itu dirumah Nayla Empok sedang menyuapi Radit diteras depan sedangkan Nayla asik melihat-lihat majalah untuk mendekor toko kue miliknya yang akan segera dibuka.
Tin..tin..
Suara klakson motor Ryan terdengar begitu nyaring hingga Naylapun menutup telinganya.
"Assalamualaikum sayangnya Ayah" sapa Ryan yang langsung ingin menggendong Radit namun di cegah oleh Nayla.
__ADS_1
"Ih...Ryan kamu cuci tangan dulu sana baru main sama Radit" tegur Nayla sambil meletakan majalah yang ia pegang.
"Iya sayang" Ryanpun langsung berjalan menuju kamar mandi diruang tengah.
Setelah selesai bersih-bersih Ryan pun mengajak Nayla keluar sebentar.
Didepan danau duta Nayla dan Ryan duduk disebuah bangku.
"Sayang sebelum semuanya terlanjut aku mau tanya?" Ryanpun membuka percakapan sedangkan Nayla asik menikmati baso bakar yang dulu sering ia beli bersama Adit.
"Tanya apa" jawab Nayla
"Apa kamu sudah pasti mau nikah sama aku,aku gak mau kalau kamu terpaksa sayang" tanya Ryan yang kini merubah posisi duduknya menjadi menghadap Nayla.
"Kok kamu nanyanya gitu?" kini gantian Nayla yang menghadap Ryan.
"Aku cuma mau kamu yakin Nay kalau aku bener-bener sayang sama kamu,aku siap menerima semua kekurangan dan juga kelebihan kamu dan aku juga ingin kamu sebaliknya mau menerima aku apa adanya " ujar Ryan sambil menatap wajah Nayla.
Naylapun menundukan kepalanya,ia berusaha menyakinkan dirinya sendiri jika keputusan yang diambilnya untuk menikah dengan Ryan bukanlah suatu keputusan yang salah.
"Aku yakin Ryan,aku sudah memantapkan pilihan ku padamu, Insyaallah aku tidak salah memilih lagi"Nayla mengangkat kepalanya dan menatap Ryan.
"Terima kasih sayang, insyaallah aku akan jadi imam yang baik buat kamu dan juga Radit" tanpa memperdulikan keadaan sekitar yang sangat ramai Ryanpun langsung memeluk Nayla erat,hatinya sangat bahagia saat ini.
Adit yang kebetulan berada disana sangat marah melihat kebahagian yang terpancar di wajah Ryan.
Didalam ruko itu pikiran Adit sangat berantakan,ia tak ingin melihat Nayla menikah dengan pria lain tapi ia juga tak mau menyakiti Nayla dengan melakukan hal yang aneh-aneh.
Damra yang kebetulan berada disalon merasa heran melihat Adit yang datang saat tempat itu akan tutup.
"Masa iya sih dia lagi berantem sama bini nya trus mau tidur disana" pikir Damra.
"Ah bodo amat sih mau dia lagi berantem apa gak ama bininya ngapain juga gw yang pusing" Damra pun bermonolog sendiri.
Damrapun segera menutup salon lalu naik ke kamarnya.
Didalam kamar perasannya tidak enak, ia merasa ada yang memperhatikannya.
Karena takut akhirnya Damrapun berencana menginap dirumah Nayla.
Setelah menelpon Nayla ia pun segera mengeluarkan motornya dan menuju rumah Nayla.
Ditengah perjalanan Damra menghentikan motornya saat melihat ada seorang anak kecil dan wanita dengan pakain lusuh duduk di trotoar jalan dengan wajah tertunduk.
Tanpa rasa curiga dan takut ia pun menghampiri kedua orang tersebut dan ikut berjongkok.
"Mbak kok disini kenapa gak pulang ini dah malem loh" ucap Damra sambil berusaha melihat wajah wanita itu.
__ADS_1
hu.. hu....
tiba-tiba wanita itu menangis dan saat itu juga bulu kuduk Damrapun berdiri.
"Ih kenapa tiba-tiba bulu-bulu gw berdiri sih" batin Damra sambil mengusap-usap tangannya.
"Mbak kok malah nangis sih"tanya Damra penasaran tapi takut.
"Saya lagi mencari sesuatu yang hilang mbak" jawab wanita itu sambil terus menangis namun semakin lama suara tangisannya semakin membuat bulu kuduk Damra semakin berdiri.
tiba-tiba angin berhembus sangat kencang.
"Mbak lagi nyari apa sih? mending besok aja nyarinya, kayanya kalo sekarang dah mau ujan" tutur Damra
"Saya gak bisa pulang kalau belum ketemu" jawab wanita itu lagi.
"Emang mbak nyari apa sih?" tanya Damra penasaran.
"Tolong cariin bola mata saya sama bola mata anak saya Mbak" sosok wanita itu pun mengangkat wajahnya dan
Aaaaaaaaa
Damrapun terjengkang kebelakang saat melihat wajah wanita dan anak kecil itu yang tanpa bola mata dan mengalir darah dari kedua matanya yang kosong
Hannntuuu
Teriak Damra kuatnya tenaganya dan beruntung nya ia masih kuat berdiri dan menuntun motornya menjauh dari kedua sosok itu yang kini menertawainya.
Setelah berada jauh dari sosok itu Damrapun langsung menaiki motornya dan menjalankannya secepat mungkin agar segera sampai dirumah Nayla.
Hallo semua udah up lagi ni.
Kasih dukungan ya jangan lupa
-Like
-Rate
-Komennya juga ya
kalau mau kasih gif atau votenya nganggur juga boleh kok
Maaf juga ya kalau banyak typo.
Salam Manis
Amelajj/Author
__ADS_1