TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 93


__ADS_3

\=\=\= Happy Reading \=\=\=


Akhirnya mereka pun sampai dirumah masing-masing,yah rumah orang tua Susi memang berhadap-hadapan dengan rumah orang tua Nayla di sebuah perumahan di kota "B"


"Tumben barengan Nay"tanya mama Neneng saat mereka tiba


"iya mama Neneng tadi pagi Nay maen ke kontrakan Susi"jelas Nayla sambil membuka helm yang ia kenakan


Setelah menyerahkan helm yang aku pakai pada Susi aku pun masuk kedalam rumahku dan Susi kedalam rumahnya.


"tumben banget Nay maen kerumah Susi" sapa mama Nayla saat ia masuk dan duduk di atas sofa sambil sedikit merenggangkan ototnya yang sidikit kaku.


"iya mah lagi maen aja bosen dikontrakan sedirian"jawab Nayla


"Nay ngaso dulu ah ma"tanpa menunggu jawaban dari sang mama ia pun langsung naik kelantai 2 menuju kamarnya.


Nayla yang masih merasakan ngilu ditulang ekor dan pahanya menggerutu kesal "dasar hantu kecil sue,masih kecil aja udah jail banget apa lagi nanti kalo udah jadi hantu dewasa" gerutu Nayla sambil mengelus pantatnya.


Saat ia hendak mandi dan sudah membuka semua pakaiannya ia melihat ada beberapa memar dipaha dan lengannya belum lagi kepalanya yang sedikit benjol.


"betul-betul hari yang sial" batin Nayla,ia pun segera mandi dan setelah selesai berpakaian ia pun merebahkan diri diatas kasurnya.


Sambil tiduran pikirannya mengembara entah kemana,ia ingat dulu Nandy dan Susi itu nikah karena mama Neneng sangat ingin anaknya buru-buru menikah namun hasilnya sekarang Nandy selingkuh dan mereka akan bercerai "uhhh masih muda udah jadi janda"itulah yang kini ada dalam pikiran Nayla ia jadi semakin takut untuk menikah apa lagi pengalaman pahitnya dengan beberapa pria membuatnya semakin manjauh dari kata "pernikahan"


"Adit!...masih pacaran aja udah berapa kali kepergok ama WIL(wanita idaman lain) gimana jadinya kalo sampe aku nikah ama dia"pikiran Nayla mulai meragu pada Adit


Ia pun sudah memutuskan akan mencari waktu yang pas untuk berbicara dengan Adit.


Tekad Nayla sudah bulat ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Adit secepat mungkin.


Ia tak takut dengan hantu-hantu teman Adit yang akan mengganggunya jika memang akhirny mereka putus.


Drettt


suara getar ponsel Nayla yang ditaruh diatas meja kecil membuyarkan lamunan Nayla,ia pun bergegas bangun dan meraih ponselnya lalu melihat ternyata ada beberapa pesan yang masuk salah satunya dari Dewa yang menanyakan kepastiaan jadi atau tidaknya mereka pergi ke suatu acara besok.


Dengan senyum bahagia Nayla membalas chat dari Dewa.


Sedangkan ada dua buah pesan lagi yang sebenarnya malas ia baca namun akhirnya ia baca juga pesan dari Adit yang mengajaknya keluar juga besok namun Nayla menolaknya dengan alasan akan pergi dengan keluarganya.


Dengan senyum bahagia Nayla membayangkan wajah Dewa mantan terindahnya,selama berhubungan Dewa selalu menjaganya,romantis,tidak pernah marah walau terkadang sifat manja Nayla yang kelewat batas namun sayang hubungannya harus kandas karena beda keyakinan.


Malam itu Nayla tertidur sangat pulas hingga tak terasa hari sudah pagi.


Dengan semangat yang membara ia pun segera bersiap-siap untuk bertemu dengan Dewa disebuah mall.

__ADS_1


"mau kemana Nay?udah rapi aja pagi-pagi,biasanya juga masih diatas kasur" mama Nayla yang melihat anak gadisnya beda dari biasanya hanya memperhatikan dari atas sampai bawah


"Kenapa liatinnya kaya gitu sih mah,ada yang aneh apa mah?"tanya Nayla


"tumben aja..." ucap mama


"aku mau ketemuan ama Dewa mah,mau liat pameran pesawat di Halim"ucapku menjelaskan


"Nay...kamu gak pacaran lagi kan ama Dewa?"tanya mama penuh selidik


"gak mah aku cuma temenan aja sekarang"


mama menatapku seakan tak percaya dengan apa yang aku ucapkan.


"udah ah mah dah siang Nay berangkat dulu ya, assalammualaikum" Nayla langsung berlari tak menghiraukan panggilan mamanya.


Sampainya di mall tempat Dewa berjanji menjemput Nayla nampak Dewa sudah menunggunya dan senyumnya langsung mengembang saat melihat Nayla berjalan mendekatinya.


"maaf ya telat dikit"Nayla memasang nyengir kuda.


"gak apa-apa Nay, udah yuk berangkat tar keburu udahan acaranya" Dewapun menarik tangan Nayla mengajaknya keparkiran bawah tanah.


Setelah hampir satu jam akhirnya merekapun tiba di bandara Halim.


"lah kok kita gak masuk sih Wa"protes Nayla karena mereka melewati pintu masuk


Dewa memang bekerja di Halim pada sebuah perusahaan yang bergerak dibidang service Helikopter,aku juga kurang jelas dengan posisinya yang aku tahu dia banyak kenal pilot.


"Kamu tunggu sini dulu ya Nay,jangan kemana-mana"perintahnya


"heii bro jagain cewe gw ya,awas loe kalo digangguin"ucap Dewa sambil bercanda pada temannya yang sedang mengutak-atik sebuah helikopter yang sedang terparkir.


Setelah hampir menunggu 15 menit seorang pria menghampiri Nayla,


"Heiii loe kan Nayla ya?"sapa pria itu dan Naylapun ingat ia pernah bertemu dengan pria itu dua kali.


"emmm" Nayla berusaha mengingat nama pria didepannya


"gw Anang Pribadi,udah inget belom"


"oh...iya sekarang inget"jawab Nayla tersenyum malu.


Sambil menunggu Dewa mas Anang menemaniku ngobrol sambil sesekali aku memperhatikan ruangan yang seperti bengkel Helli.


Tanpa sengaja aku melihat ada seorang wanita sedang duduk ditangga dan menatap kearah kami,dengan susah payah aku menelan salivaku kasar

__ADS_1


"haduuh kenapa sih selalu liat begituan" keluh Nayla dengan suara pelan namun masih dapat didengar oleh Anang walaupun sayup-sayup.


"ada apa Nay?"tanya Anang penasaran


"gak ada apa-apa mas,emmm numpang ke toilet dong mas"


"oh...ternyata mau ketoilet toh,ayo aku anterin" Anangpun berjalan menuju kearah samping dan menunjukan padaku tulisan toilet.


Saat aku sudah masuk kedalam


**kreeek


kreek**


Nayla mendengar suara pintu yang dibuka lalu ditutup hingga berulang kali.


Walaupun pada dasarnya ia penakut namun rasa penasarannya lebih besar,ia pun keluar dari bilik toilet yang ia masuki dan melihat pintu toilet yang paling depan bergerak-gerak,semakin dekat ia merasakan jantungnya berdebar kencang dan benar saja saat sudah berada didepan pintu toilet itu tak ada apa-apa disana akhirnya Nayla menarik nafas lega.


Saat Nayla mencuci tangannya di washtafel ia dikejutkan dengan suara pintu yang dibanting sangat kencang hingga mengeluarkan suara yang sangat kencang dan itu berhasil membuat nyali Nayla menciut tanpa aba-aba Nayla langsung berlari keluar dan saat itu juga Dewa baru turun dari tangga alhasil tanpa bisa dihindari Nayla menabrak Dewa hingga keduanya terjatuh.


"ya ampun Nay hati-hati dong,kamu gak kenapa-napa kan?"tanya nya sambil memperhatikan Nayla yang masih meringis karena kembali bokongnya harus bertemu dengan lantai


"pantat aku sakit wa,mana kemaren abis jatoh juga dari kursi"jelas Nayla sambil meringis memegangi bokongnya yang kembali terasa berdenyut.


"makin tepos dong" gurau Dewa sambil tertawa


"seneng banget sih Wa liat gw menderita"gerutu Nayla pelan namun Dewa masih dapat mendengarnya ia hanya tersenyum dan mengacak-acak rambut Nayla.


Dewa langsung mengajak Nayla menuju tempat acara berlangsung Nayla begitu kagum saat melihat beberapa pesawat kecil terparkir disana.


"jangan nora ya"bisik Dewa sambil tertawa


"apa sih Wa,aku gak kampungan amat kali"protes Nayla sambil memajukan bibirnya.


Nayla begitu bahagia berada disisi Dewa apalagi sikap Dewa tak berubah sedikitpun walau sekarang status mereka hanya mantan.


.


Haiii para Reader terima kasih sudah mampir di karyaku. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya sebagai dukungan dan penyemangat buat Author dengan cara


- **Like


- Rate


- favorit dan juga kritsarnya author tunggu

__ADS_1


Salam manies


Amell ajj/Author**


__ADS_2