TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 44


__ADS_3

Hari berganti dan tibalah kini hari jum'at. Saat jam makan siang para pria yang beragama muslim melaksanakan sholat jum'at sedangkan jam istirahat bertambah 15menit setelah selesai menyantap makan siang dikantin aku,dian dan erni pun langsung menuju mushola bawah untuk sholat juhur setelah itu kami sama-sama menuju line melalui jalan yang sedikit memutar karena jalan yang biasa kami lewati sedang dipakai untuk sholat jum'at.


kami pun memilih jalan melewati gudang karena tangga yang disana langsung tembus di line kami.


berhubung istirahat lampu banyak yang dipadamkan hanya ada satu atau dua saja yang menyala.


saat melewati gudang dan hampir sampai di lif aku mendengar seperti ada suara wanita tertawa.aku pun diam pura-pura tak mendengar apa pun namun bulu tengkukku berdiri


aku pun melihat kearah dian dan erni mereka asik ngobrol entah mereka mendengar atau tidak.


suara tertawa itu terdengar lagi,namun kali ini dian dan erni sepertinya mereka ikut mendengar terlihat dari ekpresi wajah mereka yang tiba-tiba memucat karena takut.


"loe denger gak nay?"tanya erni setengah berbisik


"denger apa mbak?"tanyaku pura-pura tak mengerti


"tadi gw denger ada suara cewe ketawa serem banget kedengerannya"


"iya gw juga denger er"timpal dian


"emmmm sebenernya ...."belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku erni dan dian sudah lari menaiki tangga darurat yang menghubungkan antara lantai 1 dan lantai 2


"ihh aku kok ditinggal sih"gerutuku sambil ikut berlari,namun sialnya kenapa pintu tangga darurat tak bisa aku buka.

__ADS_1


"heeey buka dong"teriakku yang mulai ketakutan dengan mengedor-gedor pintu kakiku mulai gemetar apalagi beberapa lampu yang tiba-tiba berkedap-kedip membuat suasana tambah mencekam


aku pun menekan tobol buka pada lif berharap lifnya dapat digunakan


saat pintu lif terbuka aku pun bernafas lega namun saat pintu terbuka semuanya barulah aku melihat sosok wanita dengan rambut panjang terurai membelakangi pintu


"aaaawwwww tooollloooooo..." teriakku tanpa sadar saat melihat sosok yang menurutku menyeramkan


beruntungnya kakiku masih dapat kupakai untuk berlari sekencang mungkin.


begitu memasuki bagian lain yang nampak sudah ramai aku pun berhenti dan menarik nafas sebanyak mungkin.


"uuhhh sial banget sih aku kok liat gituan terus"gerutuku dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


aku pun menoleh dan tersenyum"gw abis maraton fet"


fety tersenyum ďia tahu apa maksud perkataanku tadi.


"nih minum dulu,kasian"ucapnya sambil menyodorkan gelas minumnya


setelah meneguk habis air yang ada digelas fety aku pun segera naik kelantai 2 melalui tangga yang lain


begitu tiba diatas aku langsung menuju office untuk beristirahat sebentar dibangku ku.

__ADS_1


saat sedang asik merebahkan kepalaku dengan tangan yang kujadikan bantal seseorang menepuk bahuku


"lewat mana loe lama amat nyampe atasnya"tanya erni lalu ikut duduk disampingku


"ihhh loe mah tega masa gw ditinggalin udah gitu pintunya pake dikunci lagi"protesku pada erni


"idihhh kita gak ngunci pintunya nay"sangkal erni


"lah trus siapa yang ngunci,mana pas gw mau naik lif pas pintu lifnya terbuka ada cewe gondrong lagi jadilah gw lari mana salah masuk ke bagian SMT "jelas nayla


"cewe gondrong?"tanya dian tak mengerti dengan bahasaku


"ishhh iya tante kunti maksud gw"


mereka langsung menggidikan bahu "ihhh untung kita gak liat ya er"


"ihh gak solmed banget sih"ucapku dengan wajah sedikit cemberut


"iya maaf nay,ni konpensasi buat loe deh" dian mengeluarkan coklat kesukaanku dan dua bungkus kopi saset dari saku celananya.


"ya...udah kalo gitu gw terima maafnya he...he" aku pun langsung menyambar coklat dan kopi lalu memasukakannya kesaku bajuku


"lumayan,,"

__ADS_1


"idih.. dasar loe mata coklatan" celetuk erni sambil tersenyum yang melihatku langsung menyembunyikan coklat yang dian berikan.


__ADS_2