TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 173


__ADS_3

♡♡♡Selamat Membaca♡♡♡


Nayla menatap kosong kedepan,kearah pohon mangga yang biasa dia pakai untuk turun dari kamarnya jika keadaan darurat.


"Nay...Nayla sayang,kamu gak apa-apa kan"tanya Adit sambil sedikit mengguncang tubuh Nayla.


"Mending kamu keluar Dit,aku mau sendiri"usir Nayla.


"Gak Nay,kamu istirahat aja biar aku temenin disini"tolak Adit yang bersikukuh tetap ingin berada disamping Nayla.


"Aku tau Dit,kamu cuma kasian aja ama aku dan aku gak mau dikasihani"tutur Nayla yang kembali menangis.


"Nay...kenapa kamu bilang begitu sih,aku tuh sayang banget sama kamu bukan kasian"ucap Adit lembut


"Aku gak pantes buat kamu sayangi Dit,aku seneng liat kamu bahagia sama Damra"


"Nay..aku tuh sama Damra gak ada hubungan apa-apa sayang,yang kemaren itu cuma bohongan,lagian juga dia udah punya pacar Nay" Adit nampak frustasi Nayla bersikukuh beranggapan Damra dan Adit adalah sepasang kekasih, dan saat ini ia ingin sendiri.


"Dit aku gak pantes buat kamu,kenapa kamu gak ngerti juga sih,aku tuh ....."ucap Nayla yang kembali menangis dan tak mampu meneruskan kata-katanya.


Adit yang langsung mengerti apa yang akan Nayla ucapkan langsung mendekap Nayla erat "Aku gak perduli Nay apa yang kemarin terjadi sama kamu,jangan pernah nyuruh aku buat ninggalin kamu"


"Aku mau sendiri Dit,plese"pinta Nayla sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.


Adit tak menggubris perkataan Nayla hingga akhirnya Nayla menarik tangan Adit dan memaksanya keluar.


Gadis itu mengunci pintu kamarnya,Ia kembali menangis kala bayangan Fikar yang hampir saja menodainya kembali melintas di ingatannya.


"Jangannn.....jangann....aku mohon...." tiba-tiba Nayla histeris ia berteriak-teriak seakan kejadian itu kembali terulang.


Adit yang kebetulan masih berada didepan pintu kamar Nayla langsung berusaha mendobrak pintu kamar Nayla.


Adit terkejut melihat Nayla yang ketakutan sambil mendekap erat gulingnya.


"Sayang ..kamu kenapa?"Adit berusaha mendekati Nayla namun gadis itu menghindar dan ketakutan tubuhnya gemetar.


"Jangan mendekat aku mohon...."ucap Nayla disela-sela tangisannya.


"Nay...ini aku...Adit"ucap Adit berusaha mendekati Nayla perlahan namun semua diluar perkiraan Adit.


Nayla melempar apa saja yang dapat ia raih kearah Adit,mungkin dalam penglihatan Nayla Adit itu adalah Fikar.


Adit berusaha menghindar sebisa mungkin,begitu ia bisa lebih dekat dengan Nayla ia langsung mendekap gadis itu erat.


"Lepasin.....toolllooonggg"Nayla masih berontak sekuat tenaganya.


"Nay...sadar lihat....ini aku" Adit menagkup wajah Nayla dengan kedua tangannya,memaksa gadis itu agar melihat wajahnya.

__ADS_1


"Sayang...liat aku,ini aku Adit,aku gak akan nyakitin kamu Nay"ucap Adit lalu mendekap Nayla erat.


Nayla yang tadinya terus berusaha melepaskan diri dari dekapan Adit akhirnya luluh juga,ia menangis dalam dekapan Adit sampai akhirnya ia tertidur dalam dekapan pria itu.


"apa yang terjadi sama kamu Nay,kenapa kamu sampai begini" batin Adit sambil mengelus rambut Nayla tanpa ia sadari butiran bening mengalir disudut matanya.


Hatinya begitu sakit membayangkan gadis yang amat dicintainya itu disakiti oleh pria lain.


Setelah dirasa Nyala sudah tertidur pulas Aditpun merebahkan Nayla lalu menyelimutinya.


Adit duduk disisi ranjang sambil menggenggam tangan gadis itu lalu mengecupnya lembut.


"Dasar gadis nakal cincin tunangan kita malah di jual" Adit tersenyum sendiri sambil melihat jari Nayla yang sudah tidak memakai cincin pertunangan mereka.


Saat Adit sedang asik dengan dengan berbagai kenangan indah dan konyol mereka tiba-tiba suara ponsel Nayla membuyarkannya.


Dengan malas Adit mengambil ponsel Nayla.


"Hallo assalammualaikum Pah"


......


" Ada lagi tidur"


.....


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Nayla Pah,soalnya tadi dia langsung seperti orang yang ketakutan" tanya Adit penasaran


.....


Nampak wajah Adit memerah menahan marah,tangannya mengepal ingin sekali rasanya ia menonjok wajah pria yang bernama Fikar.


Setelah Papa Nayla mematikan sambungan ponselnya Aditpun kembali duduk disamping gadis itu,ia mengelus pipi Nayla dengan lembut.


"Maafin aku sayang,aku gak bisa jagain kamu,seandainya dirimu ternodapun aku akan tetap menerimamu,karena aku sangat menyayangimu"ucap Adit pelan lalu ia mengecup lama kening Nayla.


Aditpun ikut terlelap disisi Nayla.


"Tidak fikar jangan ,aku mohon jangan"igau Nayla dalam tidurnya.


Adit yang mendengar suara isakan Nayla langsung terbangun dan kembali mendekap gadis itu.


Nayla terbangun saat ia merasakan nafasnya sedikit sesak.


"Adit ngapain kamu tidur disini"Nayla mendorong tubuh Adit hingga pria itu terjatuh.


Adit yang memang tidur di pinggir ranjang langsung terjatuh dan otomatis pria itu terbangun.

__ADS_1


"Ya ampun Nay orang-orang mah kalo mau bangunin pacarnya tuh di cium bukannya didorong"gerutu Adit dari bawah tempat tidur Nayla


"He..he aku gak sengaja Dit"Naylapun tersenyum walaupun dipaksakan.


Sesaat kemudian wajahnya kembali sedih.


"Kamu kenapa?"Adit yang melihat perubahan di wajah Nayla langsung duduk disamping Nayla.


"Kamu jangan deket-deket aku Dit,aku udah gak pantes buat kamu,laki-laki itu udah jamah aku..."ucap Nayla yang kembali terisak


"Ya ampun sayang,berapa kali aku harus bilang ama kamu,aku sayang ama kamu apa adanya Nay,aku gak perduli itu semua yang penting buat aku perasaan kamu gak berubah buat aku,apa kamu ngerti Nay" ucap Adit sambil menghapus air mata di pipi Nayla dengan jarinya


"Tapi Dit..." Adit langsung menempelkan jari di bibir gadis itu agar tak meneruskan kata-katanya.


Nayla menatap Adit sendu,jujur ia pun tak ingin kehilangan Adit namun gara-gara Fikar pernah menyentuh tubuhnya membuat ia semakin tak percaya diri Adit mau menerimanya.


"Sayang aku udah tau semuanya,itu bukan kesalahan kamu tadi Papa sudah cerita semuanya,aku akan temenin kamu kesana"ucap Adit lembut


"Tapi aku takut Dit kalau ketemu dia lagi,aku gak mau..." tolak Nayla


"Dengerin aku dulu sayang..apa kamu mau di bebas begitu aja,pasti kamu juga berharap dia dapat hukuman kan dari perbuatannya"


Nayla hanya mengangguk lemah


"kalau gitu kamu harus mau jadi saksi sayang,aku akan temenin kamu kesana sama aa juga"ucap Adit berusaha membujuk Nayla


"aa?kan dia di subang"ucap Nayla sedikit berbinar mendengar nama aa disebut.


"uhhh giliran aa aja langsung seneng"gerutu Adit pura-pura kesal.


"aa udah ada disini tadi aku udah telp aa dan katanya dia mau kok nemenin kamu ke sana itung-itung working-working" ucap Adit sedikit bergurau


"working-working?"ulang Nayla memasang wajah bingung


"iya..yang jalan-jalan maksud aku"balas Adit sambil tersenyum


"oh..."..Naylapun tertawa


"akhirnya kamu bisa tertawa juga yang,aku seneng kalau liat kamu seperti ini,aku juga sakit liat kamu kaya tadi yang" batin Adit


**Udah dulu ya othornya mau nyari jagung dulu buat tar malem.


Maaf ya kalau banyak typo maklum udah diteriakin.


Untuk para Reader semua "Selamat Tahun Baru 2021" Semoga di taun yang akan datang si ce Onah (corona) buru-buru disuruh pulang deh ke negri asalnya he..he maksud oothoor buru-buru ilang. Dan semoga segala sesuatunya lebih baik.


Tapi tetep ya dukung oothoor dengan kasih Like,Vote,Rate dan juga kritsarnya author tunggu

__ADS_1


salam maniss


Amell ajj/author**


__ADS_2