TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 94


__ADS_3

\=\=\= Happy Reading \=\=\=


Hampir dua jam lamanya mereka berkeliling melihat dari satu stan ke stan yang lain,sampai pada akhirnya mereka merasa lelah.


"gimana kalo kita ke kosan aku aja,disana bisa istirahat" usul Dewa dan diangguki oleh Nayla.


Mereka pun keluar dari area bandara menuju kosan Dewa yang memang barada tak jauh dari sana.


Setibanya di kosan Dewa,Nayla langsung merebahkan diri karena merasa begitu lelah ia pun terlelap.


Nayla mengerjapkan matanya saat ia merasakan ada sesuatu yang dingin yang menyentuh kulit kakinya.


Udara langsung terasa berbeda sinyal waspadapun mulai dirasakan oleh Nayla.


Untuk kesekian kalinya ia merasakan ada yang kembali menyentuh kakinya dengan perasaan takut dan juga penasaran ia membuka matanya perlahan.


"ahhhhh....."teriaknya tanpa sadar saat ia melihat ada sosok wanita dengan wajah pucat dan berambut panjang dan acak-acakan sedang mengelus kakinya,tanpa sengaja mata Nayla juga melihat kuku mahluk itu begitu panjang dan hitam.


Nayla langsung kembali memejamkan matanya dan menutup wajahnya dengan bantal.


Ditengah ketakutan yang melandanya ia kembali merasakan elusan lembut dan dingin dikakinya dari betis semakin turun sampai telapak kakinya.


"mbak kunti bisa gak rambutnya dikuncir dulu kalo gak nyisir kek biar gak berantakan gitu" gerutu Nayla pelan


tak lama kemudian terdengar suara sosok itu tertawa hingga membuat Nayla bertambah takut dan gemetar.

__ADS_1


"aduhhh si Dewa kemana sih masa gw ditinggal sendirian gini" batin Nayla


Untuk menghilangkan rasa takutnya Naylapun mencoba membaca surat-surat pendek yang ia hafal


Lagi-lagi ia merasakan sesuatu di kakinya ingin rasanya ia menarik kakinya namun entah kenapa terasa kaku hingga sulit untuk digerakan.


Akhirnya karena tak tahan dengan rasa takut Naylapun menangis "mbak kunti gunting kuku dulu kenapa kalo mau gangguin orang" gerutunya kembali tapi kini hanya tertahan dalam hati .


Ingin rasanya ia pingsan saja saat mahluk itu kembali tertawa namun apa daya Nayla tak dapat berbuat apa-apa kecuali berdoa dan menangis berharap ada orang yang menolongnya dan mahluk yang menyeramkan ini segera menghilang.


Keringat sudah membasahi baju yang Nayla pakai ia masih menutup wajahnya dengan bantal


ceklekk


terdengar suara pintu dibuka,dengan perlahan Nayla menurunkan bantal yang menutup wajahnya dan perlahan membuka matanya sedikit untuk melihat apakan mahluk itu masih ada atau sudah menghilang.


Setelah yakin dan mendengar suara Dewa Naylapun menarik Nafas lega mahluk itu sudah pergi.


Dewa duduk disamping Nayla sambil meletakan kantong plastik yang berisikan Nasi bungkus dan dua buah jus mangga.


"kamu kok ninggalin aku sih Wa"protes Nayla


"aku tadi beli makan dulu,lagi juga kan kamu tidur masa aku didalem sih tar dikira berbuat yang gak-gak lagi" ucap Dewa sambil mengeluarkan bungkusan dari dalam plastik


"kamu kenapa?kok kaya ketakutan gitu"tanyanya sambil memperhatikan wajah Nayla yang masih sedikit pucat karena takut

__ADS_1


"emmm ...itu tadi ada kunti disini mana rambutnya berantakan,kukunya panjang lagi"ucap Nayla masih dengan nada sedikit ketakutan


"kenapa gak dirapiin rambutnya"ucap Dewa seakan tak percaya dengan apa yang Nayla ucapkan


"ishhh kamu mah gak percaya banget sih Wa"Nayla kesal karena Dewa menganggapnya hanya halusinasi


"Beneran tau Wa,mana kukunya panjang lagi, ihhhhh "Nayla menggidikan bahunya


"kenapa gak disuruh potong kuku juga tuh hantunya Nay"ucapnya sambil bercanda


"udah Wa tadi aku udah bilang ama tante kuntinya suruh potong rambut sekalian puaasss" ucap Nayla kesalll lalu menyedot jus mangga hingga habis.


"itu kesel apa haus sih"


Dewa hanya tersenyum menanggapi ucapan Nayla yang terdengar lucu "mana ada hantu disuruh nyisir ama potong kuku".


Haii para reader terima kasih sudah mampir dikaryaku.


jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara


-like


-rate


-favorite dan juga kritsarnya author tunggu

__ADS_1


Salam Manies


Amell ajj/Author


__ADS_2