
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Maafkan author masih banyak typo
Setelah mengurus segala sesuatunya akhirnya Nayla di ijinkan pulang namun harus rutin berobat jalan.
Saat hendak keluar dari ruang perawatan Nayla nampak bingung.
"Ada apa yang?"tanya Adit yang melihat Nayla enggan keluar
"Masa aku pulangnya pake baju ini Dit,banyak darahnya" jawab Nayla
Aditpun langsung membuka kaos yang ia pakai lalu memberikannya pada Nayla.
Nayla hanya terpaku melihat Adit yang tanpa malu langsung membuka baju dihadapannya.
"ihh kamu mah gak tau malu amat sih buka baju disini kan bisa kekamar mandi dulu"protes Nayla
Adit hanya tersenyum lalu berjalan mendekat kearah Nayla.
"Kenapa aku harus malu,aku mah cowo gak pake baju gak masalah,kalo kamu yang gak pake baju tuh baru deh..."bisik Adit ditelinga Nayla yang langsung mendapat pukulan dibahunya.
"Udah cepet ganti baju kamu sama kaos aku"perintah Adit
Naylapun masuk kedalam kamar mandi dan tak lama kemudian ia sudah memakai kaos Adit.
"Trus kamu pake apa Dit,masa begitu..."tunjuk Nayla pada badan Adit yang hanya mengenakan kaos singlet.
"Kenapa emangnya?badan aku kan bagus ada kotak-kotaknya biarpun cuma 4,trus ni ada telornya tuh liat" seloroh Adit sambil memperagakan seperti binaraga
"Makin ngelantur aja"gerutu Nayla lalu berjalan keluar ruangan menuju parkiran.
Nayla duduk dibangku depan sedangkan Adit yang berada di balik kemudi.
Adit yang melihat Nayla kedinginan langsung memberikan jaketnya pada Nayla, sedangkan ia sendiri hanya memakai kaos singlet.
"Kamu gak dingin Dit?" tanya Nayla
"Gak ..aku mah udah biasa,udah cepat kamu pake jaketnya"perintah Adit
Mobil pun mulai memasuki jalan tol,Nayla memejamkan mata dengan posisi sandaran jok yang sedikit dimundurkan agar lebih nyaman.
Nayla menatap Adit yang sedang konsentrasi mengemudi soalnya jika sudah larut malam jalanan lebih banyak di dominasi oleh mobil truk atau kontainer.
"Ih..kamu kok punya akar beringin sih Dit? tanya Nayla membuka percakapan.
"Akar beringin?"tanya Adit tak mengerti
Nayla pun mengangguk sambil menunjuk kearah ketiak Adit yang terdapat banyak bulunya.
Ha...ha..ha
"kamu tuh merhatiin aku banget ya yang sampe kesitu"ledek Adit sambil terus tertawa
"Gak sengaja keliatan Dit,lagian kan posisi tangan kamu gitu, ya jadi mau gak mau keliatan" balas Nayla malu
__ADS_1
"Ini tuh yang bikin cowo keren tau"balas Adit sambil mengacak-acak rambut Nayla
"Emang gak bau asem apa punya bulu ketek kaya gitu"
"Gak,mau nyoba cium? nih.." jawab Adit sambil mengangkat sedikit lengannya
"Ogah ...ah kaya gak ada lagi aja yang mau dicium"tolak Nayla sambil menjauhkan wajahnya.
Adit pun tersenyum lalu mencubit pipi Nayla "kamu kok gemesin banget sih yang"
Nayla menatap Adit kesal "sakit tau Adit..."
" Kamu istirahat aja Yang"
"Kamu gak apa-apa melek sendirian?"tanya Nayla sambil menengok ke jok belakang yang ternyata Papa sama istri barunya sudah tertidur.
"Justru aku tuh keganggu kalo kamu melek yang" ucapan Adit membuat Nayla merasa bingung
"Emang kenapa?"tanyanya penasaran
"Abis bawa'annya mau liatin kamu terus yang,apa lagi kalo kamu melek maunya...." Adiy tak melanjutkan kata-katanya ia memasang senyum yang mencurigakan menurut Nayla.
Ia pun mencari aman dan langsung memejamkan matanya.
Namun belum 5 menit Nayla merehatkan tubuhnya ia kembali dikagetkan dengan banyaknya mahluk astral yang ia lihat.
Awalnya ia tahan agar tidak takut,ia pun membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang ia hafal untuk menghilangkan rasa takutnya.
Keringat mulai membasahi wajah dan tubun Nayla.
"Kamu melek aja yang kalau takut"ia pun menggenggam tangan Nayla,ia menyetir dengan tangan satu.
"Dit banyak banget,mana pada serem-serem"ucapa Nayla sambil memalingkan wajahnya tak mau menghadap depan.
"Iya...sabar ya yang,sebentar lagi kita sampe kok"Adit berusaha menenangkan Nayla yang ketakutan.
Nayla semakin takut saat indra penglihatannya yang istimewa melihat ada sosok yang duduk diatas mobil mereka.
"Ehh loe boleh ikut tapi jangan ganggu,trus tar pulang sendiri,awas loe kalo sampe gangguin" ancam Adit pada mahluk astral yang yang ada diatas.
Tak lama kemudian Nayla melihat dua sosok yang selalu mendampingi Adit berada dibelakang jok Adit entah lah apa yang mereka lakukan Nayla tak mau ambil pusing.
Sang Ibu tiri yang tidak tau kalau Adit mempunyai pendamping langsung merasa takut saat melihat tissue yang menempel di tengah-tengah antara Adit dan Nayla terangkat sendiri.
Entah apa yang ia bicarakan dengan Papanya karena dalam bahasa Batak Nayla tidak mengerti dan tak mau ambil pusing.
Ia pun berusaha menenangkan dirinya sendiri yang merasa takut karena sepanjang jalan tol banyak sekali yang ia lihat,mungkin mereka adalah para korban kecelakaan yang terjadi di tol itu.
Akhirnya mereka pun sampai dirumah Nayla pada pukul 2 dini hari.
Karena hari hampir pagi Aditpun menginap dirumah Nayla,ia tidur dikamar Tia yang kini kosong.
Pagi sekali Nayla sudah terbangun ia merasakan kepalanya begitu sakit dan juga semua badannya terasa seperti mau patah.
Ia kembali demam tinggi namun ia tak berani bilang pada Papanya apa lagi Adit mengingat perjanjiannya dengan Adit.
__ADS_1
tok...tok..
terdengar suara ketukan di pintu kamar Nayla
Seperti biasa jika sedang sakit Nayla malas segalanya termasuk berbicara.
Adit yang merasa ada yang tidak beres dengan Nayla langsung saja ia membuka pintu dan ia melihat Nayla masih tertidur dengan dengan tubuh sedikit bergetar.
Aditpun mendekati tempat tidur Nayla dan langsung menyentuh kening Nayla dengan punggung tangannya.
"Ayo kita kerumah sakit yang,aku takut typus kamu tambah parah"paksa Adit.
Nayla masih saja menolak,ia berasumsi jika demam yang ia rasakan sekarang akibat dari lukanya,namun Adit tak mau ambil resiko ia pun langsung mengendong Nayla turun dan langsung memasukannya kedalam mobil.
Didalam mobil Nayla merengek agar jangan dibawa kerumah sakit,namun Adit tetap pada pendiriannya,ia tak mau ambil resiko lagi.
Disebuah rumah sakit yang tak jauh dari rumah Nayla disitulah kini Nayla menjalani perawatan.
Setelah melalui tes darah akhirnya Nayla kembali dirawat.
Nayla hanya cemberut,ia kesal pada Adit yang telah membawanya kerumah sakit dan terpaksa hurus kembali dirawat,apa lagi ia harus kembali merasakan sakitnya jarum suntik setiap hari.
Nayla menutup wajahnya dengan selimut,ia tak mau melihat Adit.
"Udah dong yang ngambeknya,ini juga kan biar kamu sehat"bujuk Adit
Nayla masih tak mau menjawab,ia masih menyembunyikan wajahnya didalam selimut.
"Kamu gak kepanasan yang?"
"ya udah kalo kamu masih keras kepala kaya gini,kita tetep jadi nikah akhir bulan depan" ancam Adit.
Nayla langsung mengeluarkan kepalanya
"Berarti kalo aku mau dirawat pernikahan kita jadi mundur 1 tahun Dit"ucap Nayla bersemangat
"Enak aja 1 tahun,6 bulan lah yang"ralat Adit
"Kirain 1 tahun,tapi gak apa-apa deh 6 bulan juga"guman Nayla sedikit senang.
Adit menarik nafas dalam,ternyata ia memang harus punya stok sabar yang banyak mengahadapi gadisnya.
Haii semua terima kasih sudah mampir diceritaku yang abal-abal ini,maklumlah authornya masih pemula.
Terima kasih buat yang sudah ngasih dukungan buat author.
Jangan lupa tetap beri dukungan buat author ya dengan cara tap tanda :
- Like
- Rate
- Vote dan juga kritsarnya author tunggu
Amellajj/author
__ADS_1