TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 327


__ADS_3

Selamat Membaca


Nayla masih saja memikirkan siapa kira-kira sosok itu hingga bisa menuduhnya ingkar janji.


"Sayang,ngapain kok ngelamun" Ryan langsung duduk disamping Nyala sambil melihat ke arah laut.


"Aku lagi mikirin apa maksud dari sosok itu ya Mas, aku ingkar apa coba, kenal aja gak" ucap Nayla tanpa melihat Ryan.


"Jangan terlalu dipikirin sayang" Ryan mengelus lembut kepala Nayla.


"Ayo kita jalan-jalan dipinggir pantai biar kaya orang pacaran sayang" ajak Ryan sambil menarik tangan Nayla.


"Aku males Yan" Nayla yang memang merasa enggan sengaja menahan tangannya agar Ryan tak menariknya.


"Ayolah sayang mumpung Radit banyak yang jagain" Ryan memasang wajah memelas.


Nayla yang baru sadar jika selama ini mereka jarang jalan berduaan akhirnya mau diajak jalan dipinggir pantai sambil bergandengan tangan.


"Sayang aku mau kamu janji akan selalu bersama aku"


Nayla mengerutkan keningnya heran kenapa tiba-tiba Ryan berkata demikian.


"Kok kamu ngomongnya gitu sih Yan?" tanya Nayla.


"Mas nya mana sayang" protes Ryan


"Upss lupa mas Ryan" ralat Nayla sambil menutup mulutnya dengan satu tangan dan menahan tawanya.


"Gitu dong sayang" Ryan menghentikan langkahnya, Naylapun ikut berhenti lalu melihat kearah Ryan.


Ryan langsung melingkarkan tangannya dipinggang Nayla.


"Yan.." panggil Nayla yang tiba-tiba merasakan degub jantungnya berdetak lebih cepat saat Ryan semakin mengeratkan dekapannya dan wajahnya semakin dekat dengan wajah Nayla.


"Sayang, apa udah boleh aku cium kamu" ucap Ryan yang wajahnya tiba-tiba berubah warna karena malu.


upsssss


ha...ha..ha


Nayla tak kuasa menahan tawanya,ia pun tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah Ryan yang merona karena malu.


"Ishh gak romantis banget sih Nay, aku lagi serius malah kamu ketawain" dengus Ryan kesal.


"Lagian pak komandan baru kali ini aku liat muka kamu merah kaya kepiting rebus tau" jawab Nayla yang lalu krmbali tertawa.


Ryan yang kesal akhirnya langsung menarik Nayla dan langsung mencium bibir Nayla.


Seketika itu juga Nayla langsung berhenti tertawa, ia membelalakan matanya seakan tak percaya.


"Ryan..." panggil Nayla pelan dan gantian kini wajah Nayla yang bersemu merah karena malu sebab baru kali ini Ryan berani memciumnya.

__ADS_1


"Tau kaya gini mending tadi gak usah minta ijin ya, langsung cium aja malah lebih enak" ucap Ryan sambil tersenyum dan mengelap bibirnya yang sedikit basah.


"Kamu...." Nayla berpura-pura marah untuk menutupi rasa malunya.


"Udah sah sayang, jadi gak dosa" jawab Ryan.


"Bukan gitu Yan, malu tau ini ditempat terbuka"Nayla langsung memasang wajah cemberutnya.


"Oh gitu ya, ya udah kalo gitu ayo kita ke kamar aja mumpung Radit gak ganggu" Ryan menaik turunkan alisnya.


Nayla yang mengerti kearah mana pembicaraan Ryan langsung berlari menjauh.


"Gak mau..." teriak Nayla sambil terus berlari.


Ryanpun langsung mengejar Nayla hingga akhirnya merekapun bermain kejar-kejaran di tepi pantai.


Dari kejauh Mama Ryan yang tak sengaja melihat kebahagian putranya tersenyum bahagia.


"Semoga kalian selalu bahagia" ucap Mama Ryan yang langsung masuk kedalam penginapan dan kembali bermain bersama Radit.


Sementara itu dikediaman Adit.


Ia duduk sendiri didalam kamar tanpa mau diganggu.


Dua mahluk temannya pun tak ia ijinkan untuk berada didekatnya.


"*Aku belum bisa ikhlas Nay"


"Sakit rasanya hatiku saat melihat kamu sama Ryan kemarin, apa sudah tidak ada lagi rasa untukku Nayla"


"Aku berkhayal keluarga kita kembali utuh Nay*"


Adit menatap foto Nayla dan juga baby Radit yang dijadikan wallpaper ponselnya.


"Aku harus berubah, aku akan berusaha kembali merebut kamu Nay dari Ryan"


"Aku mau tau berapa lama kamu bisa bertahan bersamanya" Adit meremas kertas yang sedang ia pegang lalu melemparkannya sembarang.


Kamar Adit terlihat sangat berantakan, apa saja yang ada didekatnya ia lempar untuk melampiaskan kekesalan dan juga amarahnya.


Dina yang sedari tadi mengetuk pintu kamar Adit diacuhkan begitu saja tanpa ada balasan dari dalam.


Di balik pintu kamar Dina menangis mendapat perlakuan acuh dari Adit.


Ada rasa menyesal kenapa dulu ia mau begitu saja percaya dengan ucapan Dika.


"Ya ...semua ini karena Dika" pikir Dina.


Ia pun segera mencari ponselnya dan langsung mencari no Dika.


Setelah berkali-kali mencoba namun tak dijawab oleh Dika.

__ADS_1


Tak lama kemudian Adit keluar dari kamarnya dengan wajah yang lusuh dan langsung melajukan motornya entah kemana.


Sakit namun tak berdarah itulah yang dirasakan Dina saat ini "mungkin ini hukuman dari Allah untukku" kira-kira begitulah yang kini Dina pikirkan.


Sementara itu disebuah penginapan di kawasan Anyer Nayla dan Ryan sedang asik bermain bersama Radit.


Mereka terlihat sangat bahagia.


Orang tua Ryan,empok dan juga Damra sangat senang mellihat mereka bertiga yang terlihat sangat bahagia.


Namun saat mereka sedang bercanda, Nayla melihat sosok wanita itu kembali memperhatikannya, ia berdiri tak jauh dari tempat mereka berada.


Sosok itu nampak begitu marah, apa penyebabnya ia marah Nayla masih belum tau.


Aa yang kebetulan memang sedang mengawasi nampak sudah bersiap-siap.


"Siapa sih sebenernya yang dia maksud" ucap Nayla pelan.


"Kamu bilang apa sayang"Ryan nampak bingung dengan apa yang Nayla ucapkan.


"Gak apa-apa Mas" jawab Nayla dengan memasang senyum terpaksanya.


Nayla jadi tidak fokus, ia nampak jadi sering melamun nampak sedang memikirkan sesuatu.


Malam pun tiba, Setelah makan malam mereka langsung masuk ke kamar masing-masing.


Didalam kamar Nayla sedang memainkan ponselnya.


Radit malam ini tidur bersama Empok dan Damra,mereka sengaja memberi kesempatan pada Ryan dan Nayla untuk berdua saja.


*Nayla.....


Nay*......


Nayla merasa ada yang memanggilnya, tiba-tiba ia merasa ada yang menariknya untuk keluar.


Ia pun berjalan keluar kamar dengan tatapan mata yang kosong.


Ryan yang melihat Nayla keluar langsung memanggilnya.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Ryan


Nayla terus saja berjalan, Ryan nampak bingung ia pun mengikuti Nayla.


Ia merasa heran saat Nayla berjalan terus menuju laut.


Ia pun berlari mengejar Nayla saat Nayla sudah berada di pinggir pantai .


Hallo dah up lagi ni.


Jangan lupa dukungan dan jejaknya ya.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/Author


__ADS_2