
๐๐๐Selamat Membaca๐๐๐
Hari berganti hari,Naylapun tak ada perubahan sifatnya masih saja seperti anak kecil.
A'Iwanpun telah dihubungi.
Siang itu A'Iwan sudah sampai di rumah Adit,Ia sedikit tercengang melihat Nayla yang sedang Asik bermain bersama Lilis.
"Assalammualaikum, keur naon geulis" sapa A'Iwan menghampiri Nayla dan Lilis.
"Wa'alaikum salam, kaka siapa" tanya Nayla sambil memiringkan sedikit kepalanya.
"Ini aa, masa gak inget sihh"
"Siapa sih Lis?" tanya Nayla pada Lilis.
" Aa tuh saudara kamu teh Nay" jawab Lilis
Nayla hanya tersenyum mendengar jawaban Lilis.
Sore itu aa dan Adit sedang berdiskusi tentang Nayla.
Menurut Aa Nayla harus dibawa kesuatu tempat yang menurut aa itu adalah gerbang untuk ke dunia lain.
Semua persiapan untuk ritual pengembalian ingatan Nayla sudah disiapkan.
A'Iwan sedang memperhatikan sekitarnya, akhirnya ia pun menemukan tempat yang pas.
"Dit, aa rasa disini cocok, semoga berjalan lancar ya" A'Iwan menepuk bahu Adit sambil kembali kedalam rumah.
Dalam rumah Aa langsung merebahkan dirinya diatas kasur kecil diruang tamu.
" Teh..hampura aa gak bisa jagain si Nayla..mudah-mudahan semua berjalan lancar nanti malam, nyeri teh..ngeliat Nay kaya gitu" A'Iwan berbicara sendiri dengan pandangan menatap langit-langit kamar.
Ia pun memejamkan matanya mengistirahatkan sejenak badannya dari rasa lelah, tak butuh waktu lama aa pun langsung terlap.
Sementara itu Nayla sedang bermain diluar ditemani oleh Lilis.
"Teh Nay makan dulu ya..aa lagi pergi keluar sebentar" Lilis berbicara seperti sedang membujuk anak kecil.
Nayla hanya tersenyum manis sambil menganggukan kepalanya.
Anak buah Anto langsung melapor pada bosnya ketika melihat Nayla sedang duduk sendirian.
Anto yang memang tau jika Nayla begitu menyukai coklat menghampiri Nayla saat melihat gadis itu sedang asik sendirian bermanin ponsel.
"Hallo cantik kamj lagi apa?" Anto langsung berjongkok disamping Nayla.
Nayla hanya menoleh keorang disampingnya sambil berusaha mengingat-ingat wajah Anto.
"Kaka yang kemarin ya?"tanya Nayla
Anto hanya tersenyum, lalu mengeluarkan coklat dari sakunya.
"Mau gak?" ujarnya
"Ahh...mau dong ka" tanpa malu Nayla langsung menyambar coklat ditangan Anto dan membuka bungkusnya.
Anto yang menperhatikan Nayla memakan coklat belepotan disekitar bibirnya nampak begitu gemas, ingin rasanya ia membersihkannya.
"Gadis manis kalo makan jangan berantakan gitu dong" akhirnya Anto pun membersihkannya dengan sapu tangannya.
cup..
Nayla mengecup sekilas pipi Anto, untuk sejenak Anto membeku tak percaya apa yang baru ia alami, Nayla kecil mengecup pipinya.
Anto memegang pipinya.
__ADS_1
"Ka..kata ka Adit kalo kita sayang sana orang tuh harus cium"
Anto seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Kaka pulang dulu ya cantik" Anto langsung pamit saat melihat Lilis berjalan kearah mereka.
Lilis yang melihat ada orang yang berbicara dengan Nayla langsung berlari.
""Itu siapa teh Nay" Lilis langsung bertanya saat melihat bibir Nayla berlumuran coklat.
"Oh...itu kaka???" Nayla nampak berpikirr
"Aku lupa Lis" jawab Nayla sambil nyengirr
"Ayo pulang teh.." Lilis menarik tangan Nayla untuk berdiri.
Sampai dirumah Nayla langsung masuk kedalam kamar.
Aditpun pulang, Lilis langsung menceritakan apa yang ia lihat tadi.
Adit nampak mengerutkan keningnya, ia ingat kemarinpun ia sempat melihat sekelebatan orang yang menjauh dari Nayla.
"Lis..besok-besok jangan biarin Nayla sendirian ya" titah Adit pada adiknya.
" Iya aa.." jawab Lilis, Aditpun langsung masuk kedalam kamar.
Saat ia membuka pintu kamar ia melihat Nayla yang tertidur dengan masih ada sedikit noda coklat dibibirnya.
Aditpun langsung mengambil selembar tissue basah lalu membersihkan noda coklat dibibir Nayla.
Setelah bersih ia pun membuka jaketnya lalu ikut berbaring di samping Nayla.
Nayla merasa terusik tidurnya saat merasa ada angin pelan menghembus ditengkuknya.
Ia pun mengerjapkan matanya.Saat ia ngin membalikan tubuhnya namun tidak bisa karena terganjal sesuatu.
""Apa'an sih Yang, aku mau tidur sebentar ajaaa"
"Ihh kaka mah gangguin aku aja sihh, jauhan sana..." lagi-lagi Nayla mendorong Adit menjauh.
emmmmuhhhj
Adit mengecup pipi Nayla lalu ia menggulingkan tubuhnya hingga ujung tempat tidur.
"Ka...kaka, aku mau main dulu ya sama teman aku.." ucap Nayla lalu turun dari tempat tidur.
emmm
hanya kata itu yang keluar dari mulut Adit, namun sesaat kemudian ia pun langsung bangun dan menyusul Nayla keluar dari kamar.
"Nay...Nayla..."
"Sayang kamu main sama siapa?" Adit langsung mencari Nayla namun tidak menenukan sosok yang ia cari.
"Ihh...sayang kamu kok cepet amat sih ngilangnya"
Adit terus mencari sosok Nayla disetiap sudut rumahnya namun tidak menemukannya.
Lilis yang melihat Adit kelimpungan mencari sesuatu akhirnyapun bertanya " nyari apa sih a"
"Kamu liat Nayla gak sih Lis?" tanya Adit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ada apa sihh??" akhirnya A'Iwan pun keluar dari kamar.
" ini pada nyari'in Nayla aa" jawab Lilis
"Kamana emangna eta si Nay teh nya" tanya A'Iwan yang masih belum begitu menanggapi dengan serius apa yang Adit dan Lilis ucapkan.
__ADS_1
""Biarin aja lah, lagi maen kali.." jawab A'Iwan santai seakan mengetahui sesuatu.
Dallam penglihata Aa ia melihat Nayla dihampiri oleh sosok anak kecil yang aa yakin itu adalah sosok yang pertama kali mengajak Nayla memasuki alamnya.
Adit yang melihat A'Iwan begitu santai akhirnya ikut duduk disamping aa sambil mengeluarkan bungkusan rokok dari saku celananya.
"Coba liat di balong Dit, disana dia lagi maen sama hantu anak kecil" ucap A'Iwan sambil menghisap rokoknya.
Aditpun langsung menuju empang yang aa maksud dan benar saja ia melihat Nayla seperti sedang bermain dengan sosok tak kasat mata.
"Sayang kamu lagi apa?" Adit menghampiri Nayla yang sedang bermain dibawah pohon.
""Eh..kaka"
"Tadi katanya mau tidur, kok malah kesini sih" tanya Nayla dengan polosnya
"Tadi kaka nyari'in kamu Nay, ngapain disini" tanya Adit yang pura-pura tak tahu jika ada sosok anak kecil disana.
"Aku main sama teman ka, tuhh anaknya masa kaka gak liat sihh..." tunjuk Nayla pada sosok anak kecil yang sedang duduk di akar pohon kelapa.
"pulang yukk.."
"Udah mau sore, kamu mandi dulu.." ajak Adit tak menghiraukan ucapan Nayla barusan.
" Aku mandi dulu ya..."
"nanti kita main lagi"
"dadahhh"
Ucap Nayla sambil melambaikan tangannya entah pada siapa.
Aditpun langsung menggandeng tangan Nayla menuju rumahnya yang memang tak jauh dari tempat Nayla bermain.
" Hallo aa,udah bangun juga ya.." sapa Nayla pada A'Iwan yang masih duduk di bangku rotan.
" Dari mana?" tanya Aa sambil tersenyum manis.
""Main sama temen lahhh " jawab Nayla
"Mandi sana biar maniss..." titah A'Iwan sambil menyuruh Adit memasukan sesuatu ke dalam air mandi Nayla.
Aa menyerahkan botol kecil berisik minyak cendana kepada Adit untuk dicampur di air mandi yang akan Nayla gunakan.
"Kaka ini wangi apa sihh" teriak Nayla dari dalam kamar mandi karena mencium wangi yang asing di indra penciumannya.
" Gak apa-apa sayang, itu biar kamu wangi aja" Aditpun beralasan agar gadis itu tak banyak tanya lagi.
Memang selain tingakahnya yang menjadi seperti anak kecil Nayla juga lebih banyak bertanya terkadang ia marah jika jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Setelah selesai mandi seperti biasa Adit menyisir rambut Nayla lalu mengikatnya agar terlihat rapi.
Saat ini Adit juga lebih sering menonton you tube melihat tutorial mengikat rambut untuk dipraktekkan pada rambut Nayla.
Bukannya tak ingin membantu tapi Adit melarang Lilis membantunya mengurus Nayla.
A''Iwan yang melihat semua perlakuan manis Adit pada Nayla nampak tersenyum bahagia, setidaknya saat ini ada yang begitu menyayangi Nayla yang sudah seperti adiknya sendiri.
...**Udah dulu ya upnya buat hari ini...
Maaf kemarin gak bisa up karena aku baru flu maklum cuaca disini ujan gak berenti-berenti.
Ayo sekarrang kasih dukungan buat aku ya biar semangat nulisnya. he..he cuaca kaya gini bikin aku bingung mau ngetik apa kemulan he..he
Salam Maniss
Amellajj/author imuttt**
__ADS_1