TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 185


__ADS_3

🌾🌾🌾 Selamat Membaca 🌾🌾🌾


Adit merasa begitu bahagia karena akhirnya ia dapat memiliki Nayla.


Namun disisi lain Adit nampak bingung bagaimana menjelaskan pada Nayla jika saat ini ia sudah mengundurkan diri dari PT tempatnya bekerja karena mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan kilang minyak milik BUMN yang sudah di pastikan harus membuatnya jarang pulang.


Sore itu Nayla masih berada di kamar Lilis


" Nay..mulai nanti malam kamu tidur di kamar aku" ucap Adit sambil duduk di samping Nayla.


"Gak ah..aku tidur sama Lilis aja" tolak Nayla


" Dih..mana bisa gitu yang, kamu tuh kan sekarang dah jadi istri aku ya jadi harus tidur sama aku lah" protes Adit


" Tapi kan perut aku masih sakit Dit, aku belum bisa jalan" Naylapun beralasan


" Aku gendong deh" Adit sudah bersiap-siap untuk membopong Nayla dan membawa kekamarnya.


" Nay..aku mau ngomong serius nih, mungkin hari senin nanti aku ke Jakarta dulu ya tapi aku langsung pulang kok paling sampai sini malem" ucap Adit ragu


" Trus aku ditinggal disini gitu.."


" Iya sayang cuma sehari aja kok, gak apa-apa kan?" tanya Adit


" Mau ada perlu apa sih Dit" tanya Nayla yang penasaran


" Em..aku mau medical chek-up kalau jadi senin depan aku udah berangkat ke Kalimantan buat kerja" ucap Adit ragu


" Loh kok kamu gak ngomong kalau pindah kerja Dit?" tanya Nayla penuh selidik


" Tadinya aku cuma iseng aja yang ngelamar kerja di " P" gak taunya aku di panggil, ini aku lagi ngabisin cuti yang"


"Trus aku gimana?" tanya Nayla dengan wajah polosnya


" Aku mau kamu tetap disini Nay selama aku pergi"


" Ih.. aku di kota " B" aja ya Dit, kalo disini aku bingung mau ngapain" Nayla memelas


" Gak ah..kamu disini aja ama Lilis, kalo di sana kan ada Rian Nay aku gak tenang tar kerjanya"


Kondisi Nayla memang masih sakit namun rasa sakitnya sudah berkurang dan ia pun sudah dapat berjalan walaupun kadang masih terasa sakit.


Malam itu mereka duduk di teras sambil menggoda pasangan pengantin baru itu.


" Haduhh kasian amat sih kamu Dit pengantin baru malah sakit" ejek Haris sambil melirik kearah Nayla


" Aku mah masih sabar nunggu kok Ris"


" Haeii inget ya kalau mau mulai sesuatu tuh baca basmalah dulu biar hasilnya bagus" timpal a' Iwan sambil melirik kearah Nayla.


" Pada ngomong apa sih, mending kita makan aku udah laper nih" pinta Nayla sambil mengelus perutnya yang baru saja berbunyi.


Akhirnya merekapun makan malam bersama.


Adit dengan sangat hati-hati memisahkan antara duri dan daging dari ikan mas yang dibakar lalu menyuapi Nayla dengan penuh rasa sayang.


Haris dan aa yang melihat kemesraan mereka hanya tersenyum ikut merasakan bahagia.


Hari semakin larut Adit memaksa Nayla untuk tidur di kamarnya, ia pun menggendong Nayla dan meletakannya diatas kasur dan menyelimuti gadis itu.


" Jangan takut yang disini aman kok kamu di jagain sama yang biasa ya" bisik Adit lalu mencium sekilas bibir Nayla.

__ADS_1


" Ihh kamu mah maen cium aja sih" protes Nayla


"Kenapa mang nya, kan sekarang kamu istri aku, bahkan lebih dari cium juga boleh kan udah sah"


" Tapikan kamu waktu itu janji gak akan bikin aku hamil dulu"


" Kan aku bilangnya gak bikin hamil bukannya gak ngelakuin itu..." jawab Adit dengan wajah yang semakin mendekat


Jantung Nayla berdetak 5 kali lebih cepat dari biasanya, keringat dinginpun mulai membasahi wajahnya.


" Ihh ..Dit kok kamu lebih serem dari hantu sih kalau lagi begini.." ucap Nayla sambil mendorong wajah Adit agar menjauh.


" Ya ampun yang kok kamu bilang gitu sih,emang kamu takut ya sama aku " Adit berusaha membalikan tubuh Nayla yang kini membelakanginya.


Nayla menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Adit tersenyum melihat ulah istrinya, ide jahilpun tiba-tiba hadir di kepalanya, entah mengapa ia suka jika melihat istrinya itu salah tingkah.


" Sayang...aku mau dong.." bisik Adit sambil meniup leher Nayla


Nayla yang merasa geli di sekitar leher dan telinganya berusaha tenang agar Adit tidak makin menggila.


" Ihh Adit sana...kalo gak aku teriak nih" ancam Nayla


" Teriak aja paling juga mereka nyangkanya kita lagi...." tantang Adit


" Ihh..nyebelin amat sih kamu" Nayla yang mulai kesal akhirnya memukuli dada Adit.


Adit hanya tersenyum melihat Nayla yang semakin menggemaskan di matanya.


Tanpa bisa ditahan ia pun langsung mencium bibir istrinya dengan sangat rakus, sementara itu Nayla masih menutup mulutnya rapat.


"buka mulut kamu dikit yang" bisik Adit dengan suara berat


" Adit aku gak mau hamil dulu please..." pinta Nayla disela-sela ciumannya.


Aditpun menghentikan aksinya, ia menatap gadis itu yang sedikit ketakutan


" Emang siapa yang mau bikin kamu hamil yang, aku kan cuma mau cium aja" bisik Adit lembut


" Itu tadi apa?kamu nyuruh aku buka mulut" jawab Nayla dengan polosnya


" Apa hubungannya sih yang buka mulut sama hamil" tanya Adit bingung.


" Dit waktu smp kan aku ada pelajaran biologi kata guru aku kalau dua orang beda gender bersatu itu bakalan hamil" jawab Nayla dengan polosnya.


Sementara Adit nampak frustasi mendengar ucapan Nayla.


" kita kan gak ngapa-ngapain Nay cuma ciuman aja"


" Apanya yang gak ngapa-ngapain sih Dit kalo ciuman kan mulut kamu sama mulut aku bersatu kan bisa hamil, dan aku gak mau hamil dulu titik " ucap Nayla tak mau kalah.


" Pr gw masih banyak kalo gini urusannya" gerutu Adit yang jadi pusing sendiri.


Akhirnya Adit pun mengalah, ia memilih bergabung dengan aa dan Haris dan beberapa warga yang begadang dan membiarkan Nayla terlelap dikamarnya.


" Nayla tolong aku ....hu...hu..hu"


" Nayla....tooolooongg...aku..."


Baru saja Nayla ingin terlelap ia mendengar ada yang memanggil namanya.

__ADS_1


Dengan mata yang sudah sangat berat Nayla berusaha mencari asal suara yang memanggilnya.


"Ina...kamu Ina kan?" tanya Nayla ragu saat ia melihat sosok wanita dengan darah yang mengalir di kepalanya sedang menangis di bawah sebuah pohon yang berada disamping rumah Adit.


" Ihh kok aku bisa liat yang diluar ya, tapi itu kan Ina ngapain dia manggil-manggil aku" batin Nayla


" Nay...tooloongiin aku Nay..." suara itu kembali terdengar dan kali ini Nayla merasa takut


" Kamu siapa? kenapa manggilin aku sih" tanya Nayla setengah berteriak hingga Adit dan aa yang berada di teras langsung masuk kedalam kamar


" Ada apa Nay?" tanya aa


" Itu a ada yang minta tolong trus manggilin Nay" Nayla langsung menutup kedua telinganya saat suara itu kembali terdengar.


" Ah.. pergi ..."


" Pergi... jangan ganggu Nay..."


Nayla semakin histeris saat ia merasa sosok itu terus memanggil Namanya


Adit langsung mendekap Nayla berusaha memberi kenyamanan.


Aa pun langsung membantu menutup sementara mata batin Nayla agar gadis itu tidak dapat melihat hal-hal yang ghoib dulu.


" aa Nay takut a " Nayla makin terisak tubuhnya bergetar karena takut


" Udah Nay udah pergi, sekarang mending kamu tidur udah malem" ucap A' Iwan sambil mengelus kepala Nayla dan tak menunggu lama akhirnya Naylapun terlelap.


Pintu kamar Adit dibiarkan terbuka agar dapat melihat Nayla yang tertidur.


Pagi pun tiba...


Adit sibuk membereskan rumah sedangkan Lilis dan Ibu Adit nampak sibuk di dapur mempersiapkan sarapan.


Nayla yang baru saja terbangun merasakan perih di tangannya ia pun melihat kearah tangannya yang terasa sakit.


" Aahhh..." Nayla terkejut saat mendapati tangannya tersayat dan terdapat darah yang sudah kering.


" Ada apa yang pagi-pagi udah rame sih" tanya Adit menghampiri istrinya dan mencium kepala Nayla.


" Ini kenapa ya Dit?" tanya Nayla sambil menunjukan luka ditangannya


Aditpun terkejut melihat luka sayatan yang lumayan panjang di tangan Nayla.


" Ini kenapa yang kok bisa luka sih" Adit mengambil tangan Nayla dan melihat lukanya yang cukup dalam.


Adit pun keluar untuk mengambil kotak P3K.


Aa dan Haris yang melihat Adit membawa kotak obat langsung mengikuti Adit untuk melihat apa yang terjadi.


" Eta kunaon Nay kok bisa luka gitu" tanya aa


" Nay juga gak tau aa" jawab Nayla yang mencoba mengingat kejadian semalam.


Adit menindahkan Nayla ke bangku ruang tengah sementara ia sibuk merapihkan tempat tidurnya sambil berusaha mencari tau benda tajam apa yang sudah melukai istrinya itu.


**Haiii sampe sini dulu ya


Maaf kalau masih ada typo.


Jangan lupa tetap dukung author ya

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/author**


__ADS_2