TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 151


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Setelah mendapat telpon dari Bou nya wajah Nayla berubah 100 persen.


Ia pun segera meninggalkan kantin menuju mushola untuk sholat Dhuha.


Setelah sholat ia pun mencari tempat yang sepi dan disinilah ia berada diarea packing,diantara tumpukan kardus-kardus ia duduk bersembunyi.


Nayla mengeluarkan air mata yang sedari tadi ditahannya.


"kenapa Papa jahat,Nay benci semua keluarga batak,mereka jahat semua"


hu...hu


"Ma...mama kenapa semua harus Nay alami"


"kenapa mereka semua gak ada yang ngertiin Nay..hu...hu"


Tangis Nayla makin tak terbendung,ia menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya


Sementara itu Tari yang dari tadi mencari keberadaan Nayla karena khawatir akhirnya tersenyum saat mendengar suara orang yang menangis diantara tumpukan kardus yang ia yakin pasti gadis yang sedang dicarinya.


Ia pun mengintip dari balik kardus untuk memastikan apakan itu benar Nayla atau malah penampakan.


"Nay...ada apa kok loe ngumpet sih,udah kecil ketutupan kardus lagi"oceh Tari sambil bercanda.


Nayla hanya melihat Tari sekilas lalu ia menunduk lagi.


"Heiii kenapa sih Nay,loe bisa cerita ama gw,gw siap kok jadi pendengar yang baik"


"loe mau gak jadi samsak?"tanya Nayla sambil menghapus kasar air matanya


"Ha...samasak?"tanya Tari memastikan


"iya,,ih..budek ama sih"


"eh..busyet ni anak ya,lagi mewek juga masih sempet ngatain gw" balas Tari


"ih...jangan berisik napa,sono gih gw mau sendiri"usir Nayla


"Nay...ada apa sih???"paksa Tari agar Nayla mau bercerita namun Nayla tak menghiraukan Tari yang sedari tadi mengoceh disampingnya.


"suee gw dikacangin,kacang goreng mahal Nay sekilo 60ribu" ucap Tari kesal,Nayla menoleh kearah Tari yang merengut kesal lalu tersenyum walaupun dipaksa


"kalo mau ngasong jangan disini,sono diterminal"ujar Nayla mulai bisa tersenyum karena melihat wajah Tari yang kesal


"Dih...dia senyum,tadi kan loe gak sarapan gw bawain roti keju ama coklat ni kesukaan loe" Tari menyodorkan dua buah roti


Nayla hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.


Setelah dipaksa oleh Tari akhirnya Naylapun mau memakan roti yang ia bawa walau hanya satu dan meneguk habis kopi yang ia bawa.


Hari ini Nayla lalui dengan sangat berat,ia kadang mencari tempat bersembunyi untuk menangis kadang ditoilet,kadang ditumpukan tray sampai Dian kebingungan mencari Nayla yang selalu menghilang.


"Nay..sebenernya ada apa sih,loe cerita aja ke gw,siapa tau gw bisa bantu"ujar Dian saat menemui Nayla yang sedang menangis didalam gudang matrial.


Nayla yang memang sangat dekat dengan Dian akhirnya langsung memeluk Dian dan menangis sejadi jadinya,beruntung saat ini semua anak-anak matrial sedang menaruh barang di line jadi tak ada yang melihatnya.


"Kenapa sih Nay,jangan bikin penasaran napa"

__ADS_1


"Dian...Bokap gw... hari ini nikah lagi"ucap Nayla tersendat-sendat


"Ha....gak salah Nay,pasti ini ulah saudara loe ya"ucap Dian yang ikutan kesal


Nayla mengangguk sambil terus menghapus air matanya dengan kasar


"Kapan nikahnya?"


"Tadi jam 9,trus yang tadi pagi nelp itu Bou gw yang di Medan,mereka jahat banget Dian,maksa Bokap gw nikah gak minta persetujuan gw anaknya,mereka gak anggap gw ada apa? gw gak mau ada wanita lain selain Nyokap gw Dian,gw gak terima"ucap Nayla dengan air mata yang kembali mengalir deras dipipinya.


Dian tak dapat berkata apa-apa,dia hanya mendekap Nayla erat dan mengelus punggungnya dengan lembut


"Sabar ya Nay,gw yakin segala sesuatunya yang terbaik dari Allah buat keluarga loe,mungkin awalnya sulit tapi apa salahnya kita liat dulu gimana ibu tiri loe"ucap Dian


Naylapun menangguk tapi dalam hatinya tetap tak terima jika ada wanita lain di hati Papanya.


Dian tau kondisi Nayla makanya ia mengijinkan Naya tidak lembur.


Begitu tiba dirumah Nayla langsung mengunci semua pintu dan langsung masuk kekamarnya.


Ia kembali menangis kala ingat Mamanya,tak pernah terlintas dibenaknya Papanya akan secepat ini menikah lagi dan melupakan Mamanya.


Ponsel Nayla berdering ia pun melihat layar ponselnya tertulis Nama PP.


Ia malas untuk menjawab panggilan dari PP nya.


Lebih dari 10kali ponselnya berbunyi,ia pun menggeser ikon berwarna hijau


📞 "Hallo Nay...ini PP"


Nayla membiarkan papanya berbicara sendiri


📞 " Nay..Nayla ..kamu masih dengerin Papa Nak"


📞 "udah ngomongnya,Nay mau tidur"


Tanpa menunggu jawaban dari Papanya ia pun langsung mematikan sambungan telponnya dan menaruh ponselnya diatas meja.


Nayla kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur dan menatap langit-langit kamarnya ingatannya mengembara pada saat sang Mama masih ada,air matanya kembali mengalir hatinya seakan sakit jika ingat ayahnya yang menikah lagi tanpa memberitahunya,bahkan saat terakhir Papanya menelpon pun tidak bilang jika akan menikah dia hanya bilang masih ada urusan dan ternyata terjawab sudah semua kegundahannya.


"Nay gak terima punya ibu tiri,Nay gak mau ada perempuan lain dirumah ini,papa jahat,semua jahat" ucap Nayla disela-sela isak tangisnya.


Sementara itu didepan rumah Nayla Adit melihat lampu kamar Nayla yang menyala menandakan ia sudah dirumah,namun yang membuat Adit bingung kenapa Nayla tak membalas chatnya dan tidak menjawab telponnya.


"Nay...Nayla kamu didalam"teriak Adit dari bawah


Masih tak ada jawaban "mungkin Nayla udah tidur"pikir Adit,akhirnya Aditpun pulang dan ia berencana akan datang pagi-pagi untuk melihat keadaan Nayla.


Esok paginya Nayla terbangun,kepalanya terasa pening dan matanya bengkak mungkin akibat kebanyakan menangis.


Hari ini ia tak ada niat untuk masuk kerja,ia pun merebahkan kembali tubuhnya dan tanpa terasa air matanya kembali mengalir


tin...tin


Suara klakson motor Adit,dan tak lama kemudian "Assalammualaikum,Nayla...Nay..kamu udah bangun"teriak Adit


Dengan malas Nayla turun dari tempat tidur dan menuruni tangga lalu membuka pintu


"Ada apa sih Dit pagi-pagi udah berisik"tanya Nayla sambil membuka pagar rumahnya.

__ADS_1


"kamu gak kerja yang?"tanya Adit yang melihat Nayla masih memakai baju tidurnya


"gak ah.."jawabnya lalu duduk dikursi


"kamu nangis ya,kok mata kamu kaya gitu"tanya Adit yang melihat mata Nayla bengkak


"Ada apa?cerita dong ama aku?"


"kamu udah sarapan belom?,aku beliin nasi uduk ya"


"Aku gak laper Dit"jawab Nayla pelan


"Heii ...beib ada apa sih,cerita dong sama aku"paksa Adit agar Nayla mau bercerita.


Sebenarnya Adit sudah tau apa yang membuat Nayla menangis soalnya kemarin sang calon papa mertuanya sudah bercerita semuanya dan ia menitipkan Nayla pada Adit soalnya ia yakin putrinya pasti tak bisa terima kalau sekarang ia sudah menikah lagi.


"aku lagi males ngomong,kamu berangkat kerja gih sana,tar kesiangan loh"usir Nayla


"Dihh kok ngusir sih,aku hari ini bolos aja mau temenin kamu"jawab Adit


"Aku gak usah ditemenin,aku lagi mau sendiri,kalo kamu mau bolos mending pulang aja gih" usir Nayla untuk yang kedua kalinya


"ya ampun beib kok kamu gitu sih,aku tuh takut kamu kenapa-napa makanya aku temenin kamu yah"paksa Adit


Akhirnya Naylapun pasrah ia membiarkan Adit menemaninya.


Aditpun memaksa Nayla untuk makan walaupun hanya sedikit.


Ia sengaja meminta pada Empok untuk memasak Ayam gereng langkuas kesukaan Nayla.


"Nay...tadi papa nelp aku katanya hari minggu dia sampai disini" ucap Adit namun tidak ditanggapi oleh Nayla


"Nay...Nayla kamu dengerin gak sih aku ngomong"


"Terserah dia Dit, mau pulang apa gak,malah sekarang aku males manggil dia Papa"jawab Nayla


"ihh jangan kaya begitu yang,mungkin Papa dipaksa saudaranya karena mereka kan mikirnya sebentar lagi kamu mau nikah trus tar papa kamu sama siapa"ujar Adit berusaha memberi pengertian pada Nayla


"siapa lagi yang mau buru-buru nikah"jawab Nayla sambil cemberut


"mumpung kita sama-sama bolos kita pesen undangan yuk mau gak"ajak Adit


Mendadak wajah Nayla menjadi pucat saat Adit mengajaknya untuk memilih undangan.


"Aku lagi lemes Dit,tar pingsan dijalan gimana,lain kali aja ya" Nayla pun mengeluarkan jurus beribu alasan agar Adit tidak jadi memesan undangan.


Adit hanya diam,ia tahu Nayla hanya beralasan saja agar bisa menunda pernikahannya namun Aditpun tak patah arang.


Jika Nayla punya berbagai alasan untuk menunda pernikahannya,maka Adit juga mempunyai seribu cara agar rencana Nayla gagal.


Haii semua udah kejawabkan kenapa Nayla nangis....


Jangan pernah bosan ya buat dukung authorr jangan lupa juga tekan tombol


- **Like


- Vote


- Rate dan juga kritsarnya

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/author**


__ADS_2