TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 162


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Adit berusaha menolong Nayla namun langsung ditolak oleh Nayla.


"Nay...aku bisa jelasin,tolong dengerin aku dulu"pinta Adit saat Nayla sudah duduk di jok belakang motornya.


"Jalan Si,kaki gw perih ni ayo kita pulang"Nayla mengabaikan Adit yang memegang tangannya


"Jangan maen pegang aja napa,emang gw apa'an"ucap Nayla ketus sambil melepaskan genggaman Adit ditangannya


"Nay..Nayla please dengerin aku dulu..."teriak Adit karena motor yang Susi dan Nayla naiki mulai menjauh dan hilang ditikungan.


Sampainya dirumah Nayla langsung membasuh kakinya lalu membilasnya dengan sabun hingga bau gotnya hilang.


Nayla duduk termenung diatas kasurnya,ia tak menyangka Adit akan kembali selingkuh.


Sakit hati?itu sudah pasti Nayla rasakan luka lama yang sudah hampir sembuh kini kembali terbuka,tanpa terasa butiran bening kembali mengalir dari sudut matanya.


"Kamu jahhaaaat Dit,kenapa????"teriak Nayla kesal lalu melempar bonekanya satu persatu.


Ponsel Nayla berdering berkali-kali namun ia abaikan entah ada berapa pesan yang masuk dari Adit.


Ia kembali larut dalam kesedihan


"Kenapa aku harus kaya gini terus,kenapa semuanya beruntun dan gak ada habis-habisnya,apa aku gak pantes buat bahagia Tuhan" Ucap Nayla disela-sela tangisannya


Pletakkk


tiba-tiba kaca kamar Nayla ada yang menimpuk.


"Nay..Nayla loe gak apa-apakan" terdengar suara Susi yang berteriak dari bawah


"ihh berisik banget sih loe,ganggu konsentrasi nangis gw aja"balas Nayla dari jendelanya


"Gw takut loe bunuh diri Nay gara-gara patah hati"teriak Susi lagi


"Ihh otak gw masih bisa mikir kali Si,udah ah gw mau bocan(bobo cantik)"sahut Nayla lalu menutup jendela kamarnya.


Ia pun merebahkan kembali dirinya diatas kasur.


"Biarlah malam ini aku puas-puasin nangis tapi mulai besok aku harus jadi Nayla yang kuat gak akan nangis cuma gara-gara cowo" batin Nayla menyemangati diri sendiri.


Hari ini kebetulan Papa Nayla mulai pensiun,ia berada dirumah.


"Nay sini Papa mau ngomong"tegur Papanya saat Nayla hendak keluar rumah.


"Ada apa Pak?"tanya Nayla


"Ini kamu tabung ya buat keperluan kamu,Papa sekarang udah pensiun Nay dan rencananya Papa mau pindah ke kampung,Papa maunya sih kamu ikut tinggal di kampung Nay"

__ADS_1


Untuk sesaat Nayla terdiam "liat nanti aja ya Pak"sahut Nayla lalu mengambil amplop yang Papanya berikan.


Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu Adit sering menghubungi Nayla namun tak ada satu pun yang Nayla balas hanya dibaca saja,begitupun jika Adit kerumahnya Nayla tak pernah menemuinya.


Adit nampak mulai frustasi dengan perubahan sikaf Nayla yang terus menghindarinya.


"Sayang aku kangen banget ama kamu,maafin aku Nay" Adit kembali mengirim chat pada Nayla


"Bodo"balas Nayla singkat


Nayla memandang cincin pertunangannya dengan Adit ia pun berpikir akan menjual cincin itu dan mentraktir teman-temannya.


Disebuah rumah makan yang masih berada di kota "C" Nayla mentraktir anak-anak Linenya menggunakan uang cincin pertunangannya dengan Adit yang telah ia jual.


Dirumah makan yang sama ternyata Adit dan teman-temannya juga sedang makan-makan merayakan kenaikan jabatan salah seorang temannya.


Adit yang melihat Nayla berada ditempat yang sama dengannya tak akan menyia-yiakan kesempatan untuk berbicara dengan Nayla.


Nayla yang habis sholat Isya tanpa sengaja menabrak seseorang yang ternyata Mas Nanang temannya Adit.


Ia pun menanyakan apakah Adit ikut bersama mereka namun sialnya sebelum Mas Nanang menjawab Adit sudah berada didepan Nayla.


"Mas Nanang aku duluan ya"ucap Nayla berusaha menghindari Adit


Namun belum juga Nayla menjauh Adit sudah lebih dulu menarik tangannya dan mencari tempat yang nyaman untuk berbicara.


Karena tak mau membuat ribut Naylapun menurut selain itu ia juga ingin tau apa yang akan dibicarakan oleh Adit.


Nayla yang memang sudah menutup hati untuk Adit menepis tangan Adit dengan kasar


"Nay..."Adit terperangah seakan tak percaya Nayla menolaknya.


"Mau ngomong apa cepetan gw mau pulang udah malem" ucap Nayla sambil menatap Adit tak suka


"Bareng ya pulangnya,mau kan"


"Sorry gw lebih nyaman naik angkot dari pada bareng ama loe"sahut Nayla masih dengan nada ketus


"Nay ..aku sama Ina tuh gak ada hubungan apa-apa Nay,percaya sama aku"


"Kalo emang gak ada apa-apa kenapa harus bohongin gw pake bilang lembur,gw tuh bukan cuma sekali ya Dit liat loe ama dia"Nayla mulai mengeluarkan semua unek-uneknya


"Ok Nay aku ngaku emang aku bohong ama kamu soal lembur,tapi soal aku sama Ina beneran gak ada hubungan apa-apa yang"Adit mencegah Nayla yang hendak pergi


"ihh itu sih urusan loe ama dia,yang jelas buat gw antara kita tuh gak ada hubungan apa-apa,loe,gw END" tegas Nayla hendak meninggalkan Adit yang seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Dengan kasar Adit menarik tangan Nayla hingga badan Nayla terbentur tembok


"aauuuwww sakit Dit,benjol deh pala gw "teriak Nayla kesal sambil mengelus belakang kepalanya yang terbentur tembok.

__ADS_1


Adit seakan tuli ia memepet tubuh Nayla"Kamu itu milik aku Nay sampai kapanpun,perlu kamu ingat yang pernikahan kita tinggal 2 bulanan lagi"ucap Adit dengan mulut yang begitu dekat dengan telinga Nayla


"Ihh jangan deket-deket Dit,loe tadi makan pete ya?bau tau"ucap Nayla sambil mendorong tubuh Adit agar menjauh


Adit yang tau kalau Nayla mencoba mengalihkan pembicaraan hanya tersenyum.


Aditpun melingkarkan tanganya dipinggang Nayla,ia tau gadis itu sedang berusaha kabur dari nya.


"Loe tuh udah gak pantes ngomongin nikah ama gw Dit,lagian cincinnya udah gw jual trus gw pake buat neraktir temen-temen gw "ucap Nayla sambil berusaha melepaskan tangan Adit dari pinggangnya.


"Soal cincin kita bisa beli lagi yang,aku cuma mau mastiin kamu untuk kali ini apa pun yang terjadi aku gak akan mundur lagi"bisik Adit ditelingan Nayla


Nayla yang sudah teramat risih dengan Adit akhirnya menggigit lengan Adit dengan sangat kuat hingga akhirnya Aditpun melepaskan tangannya yang melingkar dipinggang Nayla sambil meringis kesakitan


"Nikah sana sama kebo"teriak Nayla sambil berlari menjauh dari Adit yang sedang menahan sakit ditangannya.


Entah kenapa jantung Nayla masih berdetak sangat kencang saat wajah Adit begitu dekat dengan wajahnya.


Nayla pulang dengan naik angkot,setibanya dirumah ia pun langsung membersihkan diri dan beristirahat.


Saat ia hendak terlelap ia merasakan ada yang menarik selimutnya,Naylapun langsung kembali menariknya.


Berkali-kali ia membetulkan selimutnya berkali-kali juga selimut itu melorot kebawah.


Akhirnya Nayla kesal ia pun duduk dikasurnya dan melihat sosok kecil yang biasa mengikuti Adit sedang melihat kearahnya dengan tatapan tak suka.


"Apa liat-liat,gw udah gak takut ama loe"


Hantu anak kecil itu pun meringis dan berhasil membuat bulu kuduk Nayla berdiri


"pulang sana bilang ama bos loe gak usah ganggun gw"teriak Nayla kesal sambil melempar hantu kecil itu dengan bantal dan gulingnya.


Akhirnya Nayla kelelahan sendiri dan semua bantal serta bonekanya sudah berpindah tempat menjadi di lantai.


Akhirnya Naylapun tertidur setelah memaki-maki hantu kecil yang ia tau adalah salah satu teman Adit.


Haii semua maaf jika masih banyak typo


terima kasih juga atas dukungannya.


Jangan lupa tab tanda :


- like


-Vote


-Rate dan juga


- Kritsarnya author tunggu

__ADS_1


Salam Manis


Amellajj/author


__ADS_2