TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 120


__ADS_3

\=\=\= Happy Reading \=\=\=


Mama Nayla sudah dipindah keruang perawatan kondisinya pun sudah mulai membaik walaupun nantinya Mama Nayla tidak akan bisa seperti semula.


"Terima kasih ya Allah Kau telah memberikan aku kesempatan untuk merawat Mama"doa Nayla setelah ia sholat Ashar.


Dengan masih menggunakan mukenanya ia berdiri dan menuju Mamanya yang masih tertidur pulas.


Ia mengambil tangan Mamanya perlahan agar tidak membangunkan Mamanya lalu mencium punggung tangannya.


Karena Ia melihat Mamanya tertidur pulas ia pun keluar dengan pintu yang dibiarkan terbuka ia duduk diluar untuk menghirup udara tak lama kemudian pintu kamar ibu Netty terbuka namun yang keluar adalah Yudi tanpa canggung ia duduk disebelah Nayla.


"ngapain diluar sendirian Nay"sapa Yudi ramah


Nayla tak menjawab ia hanya menoleh sebentar dan tersenyum lalu kembali asik memainkan ponselnya


"ais dicuekin eke,eh cewe sombong amat sih loe"ucap Yudi ketus


"bodo.."sahut Nayla


Nayla melihat mulut Yudi bergerak-gerak entahlah dia ngomong apa hanya dia dan Allah yang tahu.


Cupp...


tiba-tiba Yudi mencium pipi Nayla


"Yuudiii"sontak Nayla kaget karena dia tidak menyangka pria gumulai itu berani mencium pipinya.


"ih....kamu ..."teriak Nayla kesal sambil menghapus bekas bibir Yudi yang terasa masih menempel dipipinya.


Nafas Nayla sedikit memburu karena menahan kesal ia pun memukul dada Yudi bertubi-tubi meluapkan kekesalannya.


Sedangkan Yudi hanya tersenyum menerima pasrah pukulan dari tangan kecil Nayla yang tak terasa sakit sama sekali.


Mendengar keributan kecil didepan ruangan ibu Netty pun keluar dan ia nampak senang melihat pemandangan yang kini sedang ia lihat.


Andai saja Nayla belum mempunyai kekasih ia akan mendekatkan putranya dengan gadis itu ia pun berharap agar putranya bisa kembali seperti dulu menjadi pria sejati.


"eh..maaf bu anaknya Nay pukulin abis Nay kesel ama dia"adu Nayla pada bu Netty


"gak apa-apa"jawab Bu Netty lalu duduk disamping Nayla

__ADS_1


Merekapun duduk bertiga,hingga terdengar suara dari dalam ruangan Mama Nayla.


Ia pun segera berlari dan melihat Mamanya


"Mama udah bangun,mau makan Mah?"Nayla menawarkan kue pada Mamanya yang dijawab dengan gelengan kepala.


Nayla merasa heran kenapa Mamanya menatapnya seperti itu


"ada apa Mah,kok liatin Nay kaya gitu sih"


Mama Nayla hanya tersenyum lalu ia mengelus pipi Nayla lembut sambil tersenyum.


Perasaan Nayla jadi tak enak ia merasa ada yang aneh namun ia tidak tahu apa.


"Nay...Mama mau jus melon"bisik mama Nayla


Tanpa menunggu lama Naylapun langsung menekan tombol dan tak berapa lama seorang susterpun datang


"sus Mama minta jus melon apa boleh?"tanya Nayla pada suster.


"oh..iya biar nanti dibuatkan mbak jangan beli diluar,kalau Mamanya minta sesuatu bilang aja sama bagian dapur"ucap suster dengan ramah.


Dengan telaten Nayla menyuapi jus melon dengan sendok.


pintu ruangan terbuka dan Papa Nayla masuk.


Ia tersenyum kearah Nayla dan Mamanya.


"Pah..Nay mau nanya dong"


"nanya apa"


"Pah...Nay kok sering liat ada anak kecil cowo ya yang nemenin Mama"tanya Nayla pada Papanya


Sebenarnya sudah lama Nayla ingin bertanya namun ia selalu lupa.


"anak kecil?"ulang Papa


"iya..umurnya kira-kira 5 tahunan dah,dia tuh senyum terus kalau liat Nay"jelas Nayla


"oh...mungkin itu kaka kamu Nay yang udah gak ada"jawab Papa Nayla.

__ADS_1


"kaka?"kini Nayla yang mengulang ucapan Papanya


"iya Nay...dulu kamu punya Kaka laki-laki namun sayang umurnya gak lama,dia meninggal pas umur 4 tahun lebih itu karena kesalahan Papa sama Mama"ucap Papa menjelaskan kini nampak sedikit butiran bening di sudut matanya


"kok Nay gak tau Pah kalo Nay punya kaka"


akhirnya Papa Naylapun bercerita tentang kakanya yang telah tiada.


"Flash back"


Ternyata Kakanya meninggal terkena strum.


Waktu itu rumah Nayla masih ngontrak,sudah beberapa kali Mama Nayla meminta papanya untuk merapihkan kabel-kabel yang berada dibawah.


Sampai pada hari naas itu "Vano" (nama kaka Nayla yang sudah tiada) setelah selesai mandi langsung berlari keluar sedangkan badannya nampak masih basah karena belum dikeringkan dengan handuk.


Karena Mama Nayla waktu itu sudah sangat ingin buang air kecil ia pun langsung masuk ke kamar mandi dan tak lama kemudia ia mendengar teriakan Vano ia pun langsung keluar dan mencari Vano dan betapa terkejutnya Mama Nayla melihat tubuh Vano sudah tergeletak dibawah dan tak jauh dari tubuh Vano ada sebuah kabel yang melintang.


Mama Nayla berteriak histeris hingga beberapa tetangga langsung berdatangan kekontrakannya dan segera membawa Vano keklinik yang berada tak jauh dari rumah mereka.


Begitu sampai di klinik dokter langsung memeriksa keadaan Vano "maaf bu anak anda sudah tiada" Mama Nayla langsung histeris ia tak percaya dengan ucapan dokter diklinik itu.


Karena ia tak percaya pada dokter klinik 24jam itu Mama Nayla membawa Vano hingga beberapa klinik namun semua yang dikatakan dokter sama"Vano sudah tiada"


Akhirnya Mama Nay pun pasrah dan dari situlah sifat protektif Mama Nay dimulai begitu Nay lahir ia jadi lebih berhati-hati karena ia tak ingin kejadian Vano terulang kembali.


Flashback off


Nayla menghapus air matanya,ia begitu terharu mendengar cerita dari Papanya.


Ia pun memeluk Papanya erat.


"Maafin Nay Pah,Nay sayang sama Mama dan papa" ucap Nay dan bergelayut manja pada Papanya.


Haiii para reader maaf baru bisa up lagi.


Terima kasih sudah mampir dan memberi dukungan buat author.


Jangan lupa tap jempol di bab ini juga ya


salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/author


__ADS_2