
\=\=\=Happy Reading\=\=\=
Minggu ini kebetulan Nayla masuk malam lagi jadi paginya ia masih dapat bersantai.
"Nay...gimana hubungan kamu dengan Randy?kamu suka gak sih sama dia?" tanya mama beruntun
"kalo mau nanya tuh satu-satu napa mah,ambil no antrian kalo perlu" bukannya menjawab Nayla malah nyerocos yang gak jelas sambil mengunyah keripik bawang
"kebiasaan kalo ditanya bukan jawab"kini sang mama yang mulai nampak kesal ia pun menjewer telinga Nayla hingga sang anak meringis.
"mam gimana mau dapet jodoh sih kalo kuping Nay saingan sama si opet(nama kelinci peliharaan Nayla)"
"makanya kalo ditanya orang tua tuh jawab yang bener"
"iya.Nay tuh gak ada hubungan apa-apa sama Randy Lubis itu kita cuma temen"
"tapi kemarin Om Lubis bilang sama mama katanya Randy nerima kok dijodohin sama kamu" ucap mama tak mau kalah
" ih...mam dia itu bercanda doang kok,udah ah gak usah bahas masalah itu lagi malay tau"ucap Nayla seenaknya sang mama mengerutkan alisnya
"malay?apa'an tuh Malay"tanya mama penasaran
"kepppppoooo"bukannya menjawab Nayla malah semakin membuat mamanya bingung dengan kata-kata aneh yang Naya ucapkan.
"mam malay itu artinya males,kalo kepo itu...."Nayla tak melanjutkan kata-katanya ia berlari keluar saat mendengar suara mangkok yang diketuk dengan sendok
tring....ting...ting
"bang beli..." teriak Nayla dari dalam pagar rumahnya
"mama mau mie ayam gak?"Nayla masuk kedalam rumahnya dan menawarkan mie ayam pada sang mama,mama pun menganggukan kepala bertanda ingin.
"mang Edy 2 ya,yang buat aku biasa banyakin sambelnya..." teriak Nayla pada tukang mie ayam langganannya dari ambang pintu
Setelah merasa kenyang Naylapun kembali kekamarnya untuk mempersiapkan keperluannya nanti sore.
Setelah semua lengakap ia pun memasukannya kedalam tas gemlok yang biasa ia bawa dan meletakkannya diatas meja kecil.
Ia pun merebahkan dirinya diatas kasur lalu memainkan ponselnya.
__ADS_1
Ia membuka akun sosmednya lalu membalas beberapa chat dari Dewa sang mantan terindahnya.
👨..."Nay minggu jadikan liat JAS di Halim"
👧..." iya jadi,tapi aku boleh naik pesawat
Herkules ya kalo ada"
👨..."iya nanti kamu boleh kok minta apa aja
mau ikut terjun payung juga boleh kok"
👧..." gak ah,aku masih mau idup tau"
👨..."apa hubungannya Nay???"
👧..."lah terjun payungkan sama aja ama
latihan bunuh diri Wa"
👨.."bisa aja kamu Nay...ok sampe ketemu
Nayla pun tak membalas lagi kini ia membuka chat dari Dian
"Nay jangan lupa tar dateng lebih cepet ya nanti POR SEI bagian kita volly lawan anak complite assy"
"iya mam Dian tar gw jam 5 udah disana"balas Nayla
Jam 3 sore Nayla sudah bersiap-siap,ia turun menuju dapur lalu mengisi botol minumnya dengan sirup dan memberinya es batu,ia ingat jika harus naik angkutan umum dan harus berdesak-desakan.
Jam 5 lebih Nayla sampai dengan nafas yang masih terengah-engah ia menghampiri Dian dan yang lainnya yang sedang asik berteriak-teriak memberi semangat pada mas Fahmi dan yang lainnya.
"lama amat loe"
"ihhh namanya juga naik K.45 tau sendiri kalo belom penuh gak mau jalan"jawab Nayla lalu mengambil sebuah minuman gelas dan meneguknya sampai habis.
Tak terasa waktu hampir pukul 6 sore dan hari pun sudah mulai gelap dan pertandingan volly putra hari ini dimenangkan oleh bagian Nayla.
"Nay cepet beresin nih,jangan dibuang ya buat besok-besok lagi,simpen aja di loker loe"tutur Dian sambil merapihkan sisa minuman yang masih belum dibuka dan menyerahkannya pada Nayla
__ADS_1
Saat Nayla mengambil sisa snak dan memasukannya kedalam kardus ia sedikit menengadahkan wajahnya tak sengaja melihat kearah parabola dan alangkah terkejutnya Nayla saat melihat ada sosok wanita dengan rambut panjang tergerai berantakan sedang asik duduk atas antena parabola dan menatap tajam kearah Nayla seakan tahu kalau Nayla dapat melihatnya.
Naylapun langsung berlari menjauh dengan jantung yang berdegup kencang setelah ia berada di loker ia mencoba menenangkan degup jantungnya.
"hu...." Nayla menghembuskan kasar nafasnya ia pun segera menaruh sisa snak dan air minum lalu berganti pakaian dengan seragam.
Setelah selesai ia pun merapihkan pakaiannya pada sebuah kaca besar yang memang sengaja dipasang di sana agar para karyawan bisa merapihkan pakaiannya sebelum memasuki area produksi.
Saat Nayla sedang merapihkan pakaiannya ia melihat ada seseorang yang berdiri dibelakangnya ia pun menoleh kebelakang namun tak ada siapa-siapa,ia kembali menghadap kaca namun sosok itu masih berdiri disana.
Awalnya Nayla mengira itu anak baru namun saat ia menegaskan penglihatannya alangkah terkejutnya ia begitu ia melihat sosok itu berwajah pucat dan sedikit menyeramkan tanpa harus menunggu lagi ia pun langsung berlari keluar dari loker dan menuju kantin.
Nayla tiba dikantin dengan nafas terengah-engah Dian dan Rifah yang melihat Nayla hanya tersenyum.
"pasti liat hantu lagi" tebak madam Ripha
Nayla menganggukan kepalanya dan meneguk jus alpuket entah punya siapa dia tak perduli.
"loe gak cape apa dikejar-kejar hantu melulu Nay"tanya Dian yang merasa iba walaupun sudah berpuluhan kali Nayla melihat penampakan tetap saja ia takut.
"gak tau gw juga bingung,padahal udah ditutup ama si aa tapi kebuka lagi"jelas Nayla
"sabar ya Nay"ucap Dian sambil menepuk-nepuk bahu Nayla
Haii para Reader author mahon maaf jika masih banyak typo yang bertebaran.
Author juga mohon dukungannya dengan cara tinggalkan jejek - Like
- Rate
- Favorite
- Kritsarnya
sebagai dukungan buat Author
Terima Kasih
Amell ajj/author
__ADS_1